<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715</id><updated>2011-11-28T08:11:12.656+08:00</updated><title type='text'>Be Great Leader</title><subtitle type='html'>www.begreatleader.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-4770118293532108113</id><published>2008-07-26T22:06:00.004+08:00</published><updated>2008-07-26T22:28:50.673+08:00</updated><title type='text'>MLM : Not Just Business. It’s My Life’s University</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.domantys.net/wp-content/uploads/2008/01/success.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.domantys.net/wp-content/uploads/2008/01/success.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://www.domantys.net/wp-content/uploads/2008/01/success.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;By: Sukrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisnis MLM ..?”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, saya harus selesaikan kuliah dulu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja kuping bisa penuh dengan kata-kata, mungkin kuping saya sudah tumpah ruah  dengar kalimat ini. Ya… bukan saja kalimat yang diucapkan teman-teman saya tetapi itu juga kalimat yang dulu saya yakini. Layaknya seorang cupu yang melangkahkah kaki ke dunia kampus, yang ada dalam benak saya pokoknya kuliah, segera lulus, berjuang ikut tes CPNS, harap-harap bisa jadi PNS biar mempunyai keamanan pekerjaan sampai tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal harus kuliah jurusan apa dan ingin jadi apa nantinya, itu sih gak kepikir.  Yang penting ngalir aja. Kebetulan saya ikut PMJK dan diterima di Fakultas Peternakan Universitas Mataram yang bukan pilihan utama saya, tapi karena saya malas ikut SPMB dan memang nggak punya cita-cita yang jelas akhirnya saya memutuskan masuk  disitu. Gak ribet..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi meski gak tune in dengan jurusan peternakan, gue tetep rajin kuliah lho. Tapi dua semester awal  aja, he.. he..he.... Seterusnya, saya mulai kena syndrome Nasakom, alias nasib satu koma .. he..he...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahasiswa, biasa lah mengandalkan kiriman ortu. Tapi namanya keluarga ’wong ndeso’ maklum aja kalau cuma buat mie instan. Syukur2x pake telur. Dua tahun kuliah kiriman masih lancar, tahun ketiga mulai seret. Saya jadi mikir mo cari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeeh... datang tak diundang pulang tak diantar, datang teman kakak saya ngajakin MLM. Ya iyalah, kalo nggak MLM mana ada orang ngajak-ngajakin buat sukses. Awalnya sih rada-rada negatif juga, untungnya saya lagi butuh, jadi mau juga dengerin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pakai debat-debat dikit, lama-lama saya lihat asyik juga, apalagi banyak bukti orang-orang sukses di bisnis ini dari berbagai macam latar belakang termasuk mahasiswa. Gerah juga rasanya lihat mahasiswa sudah punya luxury car dan penghasilan puluhan juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya jadi melayang ke kampus. Biasanya mahasiswa dan dosen-dosen kalau datang ke kampus, dari pintu gerbang langsung belok kiri, ke tempat parkir motor. Sementara dosen senior dan pejabat kampus yang sudah bermobil biasanya belok kanan, ke tempat parkir mobil tentunya. Saya bayangkan, bagaimana rasanya jika saya jadi mahasiswa pertama yang datang ke kampus, begitu melewati gerbang langsung belok kanan. Pasti Luar Biasa Sekali..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun akhirnya memutuskan untuk serius menjalankan dan sukses di bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sih just do it aja. Pokoknya duit gitu loh. Ternyata saya Salah Besar. Saya sangat bersyukur bisa melihat dan menangkap peluang bisnis ini karena lewat bisnis ini saya mendapatkan banyak perubahan. Kalau soal uang sih sudah jelas. Jujur saja, dulu saya jarang sekali makan pakai piring. Kalau nggak beralas daun, ya beralas kertas mika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sudah bisa makan dengan piring setiap hari. Piringnya pun bisa macam-macam. Mau ukuran sedang, besar, yang cekung yang datar, saya ok ok aja. Jujur lagi, dulu setiap baca menu, saya nggak pernah lihat sebelah kiri. Saya pilih yang sebelah kanan, yang angkanya paling kecil baru berani pesan. Sekarang saya sudah lupa, kapan terakhir melihat baris menu sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang paling saya syukuri ternyata bukan uang. Tetapi pertumbuhan pribadi yang saya rasakan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi bisnis ini sangat LUAR BIASA, kenapa? Karena bisnis ini mempunyai banyak  keistimewaan dibanding bisnis / pekerjaan yang lain, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Banyak sekali orang yang takut memulai bisnis karena alasan modal, karena kebanyakan bisnis membutuhkan modal besar. Dibisnis konvensional kalau modal besar hasil besar dan resiko nya juga besar. Namun berbeda dengan konsep bisnis ini, dimana untuk memulai bisnis ini hanya dengan modal yang relatif kecil, sekitar + 100 ribu, dan untuk bisnis MLM yang saya jalankan sekarang hanya 85 ribu. Memang sih, modalnya bukan itu saja, namun dengan uang segitu kita sudah bisa memulai. Dan potensi penghasilannya bisa melampaui bisnis yang modal besar bahkan unlimited. Karena modal nya relatif kecil maka otomatis resiko juga kecil. Dan yang luar biasa juga dibisnis ini kita tidak membutuhkan modal untuk membuka cabang diluar kota bahkan sampai luar negeri, sangat berbeda dengan bisnis konvensional yang selalu membutuhkan modal yan cukup besar untuk membuka cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Mudah/Tidak Perlu Keahlian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dibisnis MLM yang saya jalankan sekarang mempunyai support system yang membantu para distributor untuk bisa menjalankan dan mengembangkan bisnis ini. Support system menyediakan alat bantu yang sangat lengkap sekali dengan tujuan agar semua distributor tahu cara menjalankan dan mengembangkan bisnis ini. Dengan support system, semua orang yang bergabung dalam bisnis ini, apapun latar belakangnya semua bisa menjalankan bisnis ini dan mempunya potensi untuk sukses dibisnis ini. Selain itu juga kita mempunyai mentor yang selalu membimbing dan memotivasi kita. Jadi kita tidak bekerja sendirian, kita akan dibantu oleh banyak orang yang berada digaris sponsorisasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalau kita ingin melamar pekerjaan disebuah perusahaan pasti banyak sekali persyaratannya, antara lain pendidikan terakhir min S1, punya keahlian tertentu dan punya pengalaman kerja. Artinya tidak semua orang bisa diterima menjadi pegawai / karyawan, namun dibisnis MLM semua orang bisa bergabung, tidak melihat usia, keahlian atau latar belakang, dan mempunyai potensi sukses yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berbeda dengan bisnis konvensional yang dimana untuk mengembangkan bisnis tersebut kita dituntut untuk mempunyai modal yang besar keahlian yang spesifik. Jadi hanya sedikit orang yang bisa menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Waktu &amp;amp; Tempat Fleksibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seorang pegawai/karyawan bekerja dibatasi oleh ruang dan waktu. Tempat dan waktu kerja sudah diatur, mereka tidak bisa memilih untuk kerja ditempat yang mereka inginkan atau diwaktu yang mereka kehendaki. Namun dibisnis MLM, kita bisa jalankan diwaktu luang tanpa harus mengganggu waktu produktif kita. Kita bisa menjalankan bisnis ini dimanapun dan kapanpun tanpa terikat ruang dan waktu. Itulah alasan kenapa orang – orang yang sudah punya pekerjaan tetap sekalipun juga menjalankan bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang pegawai / karyawan mendapatkan gaji setiap bulan hanya untuk dirinya sendiri. Mereka juga tidak bisa langsung  mengajak saudara atau temannya untuk menjadi pegawai / karyawan sama seperti mereka. Namun dibisnis MLM seorang yang yang sudah mempunyai organisasi bisnis yang cukup besar, mereka menerima komisi setiap bulannya bersamaan dengan puluhan, ratusan, ribuan sampai jutaan anggota jaringannya. Artinya dengan menjalankan bisnis MLM kita bisa membantu orang-orang mendapatkan penghasilan tambahan, yang dimana penghasilan tambahan itu bisa melebih penghasilan pokok mereka, dan itu sudah banyak sekali buktinya. Orang – orang yang dulunya menjalankan bisnis ini hanya untuk mencari penghasilan tambahan, namun ternyata penghasilan dari bisnis ini bisa mencapai puluhan kali bahkan ratusan kali dari penghasilan pokok mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa alasan kenapa bisnis MLM sangat luar biasa istimewa, masih banyak lagi keistimewaan bisnis MLM yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bisnis MLM yang saya jalankan sekarang, saya tidak hanya mendapatkan manfaat keuangan / materi semata, namun banyak hal diluar itu yang saya dapatkan. Saya banyak sekali dapat pembelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan saya. Pembelajaran yang saya dapatkan dibisnis MLM belum pernah saya dapatkan sebelumnya, baik dibangku sekolah ataupun bangku kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pembelajaran bermanfaat yang saya dapatkan dibisnis MLM :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Impian dan Sikap Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya sekolah sampai kuliah saya belum pernah diajarkan untuk memiliki impian dan sikap yang positif. Setelah saya menekuni bisnis MLM baru tahu bahwa 95% Sukses itu ditentukan oleh Impian dan Sikap positif. Di MLM saya diajarkan bahwa yang membedakan orang sukses dan orang gagal adalah Impian dan Sikap nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses mempunyai impian yang besar dan sikap positif,. Orang sukses selalu bertindak untuk mencapai impiannya walaupun mereka melewati  proses yang tidak mudah, harus menerima ejekan atau hinaan dari banyak orang, namun mereka terus berjuang, selalu positif dengan keadaan yang terjadi, bangkit dari setiap kali jatuh dan akhirnya mereka bisa mewujudkan impiannya. sedangkan orang gagal mempunyai impian yang kecil dan sikap negatif. Mereka takut memiliki impian yang besar dan mempunyai mental cepat menyerah, mereka tidak tahan dengan proses sehingga mereka menjadi orang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian adalah sebuah pikiran, berpikir besar atau berpikir kecil sama saja. Kalau kita bisa bermimpi besar kenapa harus bermimpi kecil, lagipula bermimpi khan gratis. Impian menentukan apa yang akan kita dapatkan dan sikap mnentukan apakah kita benar-benar mendapatkannya. Jadi kalau kita menginginkan sesuatu kita harus memikirkannya terlebih dahulu, karena bagaimana bisa mendapatkannya kalau berpikir saja belum. Dari bisnis MLM lah saya mulai berani untuk mempunyai impian yang besar, walaupun ketika saya mengutarakan impian saya kepada keluarga atau teman-teman saya mereka banyak menertawakan saya selalu positif, saya tahu memang itu proses untuk menjadi orang besar. Karena faktanya banyak tokoh besar dunia dulunya ide mereka ditertawakan banyak orang namun mereka tetap teguh dengan impian nya dan mereka menjadi orang yang sangat berjasa pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Paradigma Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di MLM saya diajarkan soal paradigma, ternyata di dunia ini ada dua paradigma yaitu paradigma umum dan paradigma sukses. 95% orang di Dunia menjalankan paradigma umum, dimana pada paradigma umum ini untuk mewujudkan impian – impian kita, awalnya kita harus bekerja kemudian dari pekerjaan kita, kita mendapatkan penghasilan, dan penghasilan ini dipakai untuk mencukupi kebutuhan dan impian-impian kita. Sedangkan diparadigma sukses untuk mewujudkan impian-impian kita sama awalnya bekerja dulu, namun bukan untuk langsung mendapatkan penghasilan tapi bekerja untuk membangun sbuah aset, dari aset ini memberikan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan dan impian-impian kita. Artinya perbedaan paradigma umum dengan paradigma sukses hanya 1 kata yaitu ASET. Jadi pada intinya jika kita ingin sukses, ingin bahagia, ingin punya banyak waktu dan bisa menikmati sukses kita, kita harus membangun sebuah asset, karena dengan membangun asset kita akan mendapatkan kebebasan financial, kebebasan waktu dan kebebasan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini saya mulai sadar bahwa kalau saya ingin sukses artinya saya harus membangun sebuah Aset, dan bisnis MLM adalah salah satu system bisnis yang membangun aset dengan modal relatif kecil, tidak perlu keahlian khusus karena ada system. Jadi konsep bisnis ini sangat membantu sekali orang – orang biasa bisa mempunyai kehidupan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya berpikir bahwa banyak uang itu sukses, namun ternyata saya salah. Setelah di MLM saya baru tahu bahwa punya uang banyak saja belum bisa dikatakan sukses, karena yang namanya sukses adalah ketika kita punya banyak uang dan juga punya banyak waktu untuk menikmatinya. Dan sukses sejati adalah ketika kita bisa membuat orang lain juga sukses. Dan saya menyimpulkan bahwa hanya di MLM lah orang bisa mendapatkan sukses sejati, karena di MLM untuk sukses kita harus membuat orang lain sukses dulu. Sangat berbeda dengan seorang pegawai dimana untuk naik jabatan mereka harus injak teman dan jilat atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Pengembangan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekolah sampai kuliah saya kurang hoby baca buku, saya jarang sekali beli buku paket yang disuruh oleh guru. Waktu kuliah pun saya hanya 2 kali masuk perpustakaan, itupun karena ajakan teman bukan inisiatif sendiri. Setelah di MLM itu semua berubah, saya menjadi sangat rajin baca buku dan jadi sering ke toko buku. Karena di MLM salah satu cara untuk sukses adalah dengan membaca buku, jadi untuk sukses saya siap melakukan hal-hal yang tidak saya sukai awalnya namun sekarang menjadi hoby. Dan buku-buku yang saya baca adalah buku-buku positif tentang pengembangan diri dan kiat-kiat sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari SD sampai kuliah saya tergolong pemalu, takut bicara depan orang banyak. Namun itu semua berakhir setelah saya menekuni bisnis MLM. Karena pekerjaan dibisnis MLM adalah presentasi atau bercerita, kita wajib presentasikan produk dan system bisnis kita  ke prospek, dan yang mendengarkan presentasi kita jumlahnya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan.  jadi mau tidak mau, suka tidak suka kita harus bicara depan orang banyak. Dari awalnya berbicara depan orang banyak adalah sebuah keharusan, lama – lama menjadi kebiasaan yang sering dilakukan akhirnya menjadi berani. Ini adalah sesuatu yang tidak ternilai buat saya, tidak bisa dinilai dengan uang, karena tidak semua orang punya keberanian untuk bicara depan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur dapat melihat dan menjalankan bisnis MLM karena dari sinilah saya mulai berani  untuk berbicara depan publik. Yang dulunya takut berbicara sekarang diundang jadi pembicara. MLM dahsyat banget…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga dulunya cepat marah dan tersinggung. Setelah serius menjalankan bisnis MLM saya jadi lebih sabar. Karena ketika menjalankan bisnis MLM  ada saja yang membuat kita kecewa dan sakit hati. Biasa nya kekecewaan itu muncul karena prospek menolak, dan sakit hati karena di ejek, dihina oleh teman bahkan keluarga dekat kita. Namun saya sekarang mulai lebih enjoy menghadapi itu semua karena di MLM saya diajarkan bahwa itu semua adalah proses untuk sukses. Orang yang lebih dulu sukses juga merasakan seperti apa yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di MLM juga saya jadi memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada orang lain, dulunya hanya mementingkan diri sendiri, namun sekarang saya lebih sering memikirkan bagaimana supaya mitra kerja saya semuanya bisa menjadi orang sukses, menjadi pahlawan buat keluarganya dan menjadi insan yang berguna buat orang lain bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa manfaat yang saya dapatkan di bisnis MLM. Saya merasa bahwa MLM adalah kampus kehidupan saya. Saya jadi banyak mengerti tentang kehidupan karena MLM. Saya sangat bersyukur sekali kepada Allah SWT  yang mempertemukan saya dengan bisnis ini lewat hamba-hambanya yang berhati mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih yang setulus-tulusnya kepada dua orang hamba Allah yang sangat berjasa membantu saya membangun bisnis ini yaitu  kakak saya tercinta sekaligus sponsor saya Bpk. Safriatna Ach dan seluruh upline leader yang sekaligus guru hidup saya. So, saya berharap rekan-rekan mahasiswa bisa melihat peluang ini dan berani bilang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisnis MLM ?” Of Course, that’s my university too… MLM : Not Just Business. It’s my life university&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I     L O V E    Y O U     A L L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;take from(begreatvision.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-4770118293532108113?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/4770118293532108113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=4770118293532108113' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/4770118293532108113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/4770118293532108113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/mlm-not-just-business-its-my-lifes.html' title='MLM : Not Just Business. It’s My Life’s University'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-1761042776672504035</id><published>2008-07-22T23:09:00.003+08:00</published><updated>2008-07-22T23:22:43.044+08:00</updated><title type='text'>7 cara mendapat motivasi diri...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIX6SuS4-3I/AAAAAAAAARU/9Nn4apaKx6Q/s1600-h/pikir.jpg"&gt;&lt;img fix="tofix" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIX6SuS4-3I/AAAAAAAAARU/9Nn4apaKx6Q/s320/pikir.jpg" fix="tofix" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIX6SuS4-3I/AAAAAAAAARU/9Nn4apaKx6Q/s320/pikir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225858142205180786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;By:Admin(GGS)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut tujuh cara untuk mendapatkan motivasi setiap hari untuk mencapai sukses:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bicarakan Rencana Anda - Bicaralah pada pasangan atau keluarga Anda tentang rencana Anda, atau tuliskan dalam selembar kertas apa yang akan Anda lakukan lalu tempelkan di kulkas,buku harian atau buat sebuah buku Impian.&lt;br /&gt;2. Ciptakan Hasrat - Lihat imbalan dari usaha Anda secara jelas. Cara ini memberikan banyak motivasi untuk membuat rencana Anda cepat terwujud. Bayangkan rumah impian Anda setiap hari, dan ini akan memberikan Anda dorongan untuk menjadikannya nyata.&lt;br /&gt;3. Ciptakan Rasa Sakit - Gambaran kekasih Anda keluar dengan orang lain, saat Anda menyaksikan itu dengan diam-diam, hal itu mungkin membuat Anda termotivasi membicarakan hal-hal yang Anda hindari dengan pasangan Anda.Dengan artian anda harus menemukan hal yang sangat penting dalam hidup anda dan anda harus mencapainya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Miliki Sebuah Ketertarikan yang Nyata - Jika tak ada ketertarikan sama sekali Anda mungkin perlu melakukan sesuatu, untuk itu buat sebuah tujuan besar dalam pikiran Anda.&lt;br /&gt;5. Ambil Sebuah Langkah Kecil - Lakukan pengumpulan untuk satu tas besar daun-daun di halaman. Dan denagn segera Anda akan membersihkan halaman. Setiap sebuah langkah kecil yang Anda ambil untuk mencapi tujuan akan memberikan motivasi pada Anda setiap hari.&lt;br /&gt;6. Miliki Energi - Kafein akan memberikan rasa sehat untuk sesaat, tapi dalam satu atau lain cara, Anda membutuhkan energi lebih sebagai motivasi untuk setiap hari, misalnya dengan olah raga atau tidur cukup.&lt;br /&gt;7. Ciptakan Keseimbangan Mental - Sangat sulit untuk menemukan motivasi jika Anda dalam keadaan tertekan. Hilangkan beberapa perasaan negatif Anda, atau pada akhirnya pilih kerjakan pekerjaan penting saat Anda dalam mood yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sukses.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-1761042776672504035?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/1761042776672504035/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=1761042776672504035' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/1761042776672504035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/1761042776672504035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/byadminggs-berikut-tujuh-cara-untuk.html' title='7 cara mendapat motivasi diri...!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIX6SuS4-3I/AAAAAAAAARU/9Nn4apaKx6Q/s72-c/pikir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-9155970055751362522</id><published>2008-07-21T23:43:00.003+08:00</published><updated>2008-07-22T00:09:58.056+08:00</updated><title type='text'>KEBANYAKAN ORANG TIDAK SUKA MENJADI KAYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISy0Kkrz9I/AAAAAAAAARM/AeqxvM1TG9c/s1600-h/bisnis.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISy0Kkrz9I/AAAAAAAAARM/AeqxvM1TG9c/s320/bisnis.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISy0Kkrz9I/AAAAAAAAARM/AeqxvM1TG9c/s320/bisnis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225498076917780434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah ratusan kali dari ratusan pertemuan yang saya hadiri, saya mendengar pertanyaan,”Anda ingin sukses? Anda ingin kaya?”, dari presenter, impact parade bintang, training distributor baru dsb. Pertanyaan klasik jawabannya juga klasik. Pasti disambut dengan koor ”Ingiiiiin....!!”  Kadang-kadang pertanyaan itu dilanjutkan lebih menukik,”Anda yakin sukses?”. Jawaban koor masih terdengar, ”Yakiiin...!! , tapi kali ini ada beberapa suara yang hilang. Mungkin tidak yakin atau kurang antusias. Kalau pertanyaan ini diajukan lebih dalam lagi,”Apakah Anda berani membayar harganya?”, jawaban setengah koor dengan nada yang lebih rendah pun menyambut,’ Beraniiii...!!”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kontradiksi biasanya terjadi disini, ada yang berteriak lantang ada pula yang sayup-sayup nyaris tak terdengar. Sayang tidak pernah ada pertanyaan yang lebih dalam dari itu.&lt;span class="fullpost"&gt; Tetapi dari tiga pertanyaan dengan derajat konsekuensi yang semain berat tersebut kita bisa melihat, semakin berat tantangan semakin teruji apakah seseorang benar-benar ingin dan yakin? Saya yakin, jika ada pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam, pasti yang berani menjawab makin sedikit bahkan jika terus digali lebih dalam mungkin tidak ada yang berani menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ingin menggali lebih dalam apakah seseorang memiliki keyakinan, saya mencoba bertanya ke leader-leader di beberapa home sharing. Saya memulai dengan pertanyaan sama,”Apakah Anda yakin sukses dan kaya?”. Anda pasti tahu jawabannya khan. Saya lanjutkan dengan pertanyaan,”Siapa yang pernah melihat orang kaya berperilaku menyebalkan?”. Mudah ditebak, semuanya menjawab ”Pernah”. Saya lanjutkan lagi,” Siapa yang pernah saat melihat itu mengatakan ’mentang-mentang kaya sombong’?”. Ternyata jawabannya sama, semuanya pernah. Untuk merechek keyakinan mereka, saya ulangi pertanyaan dengan contoh lain,”Siapa yang pernah disambar mobil lux lalu mengatakan ’mentang-mentang kaya atau mentang-mentang punya mobil mewah sembarangan aja...”. Alhasil, jawabannya pun sama, semuanya pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertemuan yang lain, saya menanyakan kepada leader-leader,”Siapa yang Anda anggap memiliki keyakinan sukses paling besar disini?” Mereka lalu menunjuk seorang leader yang selalu tampir luar biasa di setiap pertemuan, antusias dan energik kapanpun juga, dan menunjukkan kerja keras yang fokus dan ngotot. Sayapun menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama seperti diatas. Ternyata,..... sami mawon. Jawabannya nggak ada beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini bisakah Anda melihat kejanggalannya? Sepertinya semua biasa-biasa saja. Yah, segala sesuatu nampak biasa-biasa saja jika kita tidak melakukan perbandingan–perbandingan sampai menemukan asosiasi yang tepat. Pertanyaan-pertanyaan tadi kebetulan baru sempat saya tanyakan kepada jaringan saya yang semuanya kelas menengah ke bawah. Andaikata saja pertanyaan yang sama saya ajukan kepada orang-orang The have, apakah jawabannya sama? Saya yakin tidak. Setidaknya saya pernah bersama orang-orang agak The have,  yang mengomentari perilaku orang sekelasnya. Saat mereka disambar mobil sekelasnya misalnya sesama Innova, apa komentar mereka? Salah satunya seperti ini,”Pakai mobil sembarangan, memangnya dibeli pakai daun?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda lihat bedanya? Respon mereka beragam, tapi dapat dipastikan mereka tidak mengaitkan dengan kekayaan karena mereka satu kelas. Sebagai sesama satu kelas mereka tahu, tidak semuanya sombong dan pakai mobil sembarangan, minimal diri mereka sendiri. Tapi mereka juga bisa jadi berkomentar sama dengan orang miskin yang tidak memiliki mobil, jika Innova mereka disambar Phorsche  seharga Rp. 1,5 M. Karena kalah kelas, mereka pun mengasosiasikan kekayaan dengan kesombongan. Mari kita berandai-andai lebih jauh. Jika pemilik mobil Ferrari sport seharga Rp 5 M, tiba-tiba disambar oleh Phorsche tadi, apakah pemilik Ferrari akan mengatakan,”Mentang-mentang orang kaya.....” ?” Tidak mungkin khan. Dalam pikiran bawah sadar secara reflek mereka berkata,”Saya yang lebih kaya saja tidak sembarangan pakai mobil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata nilai-nilai kekayaan berkorelasi positif dengan kelas sosial. Nilai kekayaan menjadi negatif hanya terjadi jika seseorang yang lebih miskin menilai yang lebih kaya. Kalau begitu manakah yang lebih tepat, apakah kekayaan yang bersifat negatif? Ataukah negatif terhadap kekayaan sebetulnya hanyalah perwujudan rasa iri bahkan dengki? Waktu saya SMA, ada istilah gaul STTM, apa itu? Sirik Tanda Tak Mampu. Rasanya STTM ini tepat untuk saat ini. Hati-hati, apakah Anda termasuk STTM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saya biasanya melanjutkan dengan pertanyaan,”Siapa yang pernah melihat orang miskin menyebalkan? Mana yang lebih banyak sombong, orang miskin atau orang kaya?”. Jelas orang miskin, lha wong orang kaya jumlahnya sedikit. Saya juga menambahkan pertanyaan,”Siapa yang pernah disambar motor ceketer yang mengeluarkan asap tebal?” Mungkin Anda sepakat, semuanya menjawab ”ya”. Satu pertanyaan lagi,”Lebih sering mana, disambar ceketer atau mobil lux?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya apa? Orang kaya sombong ada, orang miskin sombong ada. Orang kaya menyebalkan ada, orang miskin menyebalkan juga ada. Mobil mewah asal nyambar ada, motor ceketer main sambar juga ada. Kesimpulannya sombong, menyebalkan, main sambar dan bentuk-bentuk lainnya tidak memiliki korelasi dengan kekayaan atau kemiskinan. Orang sombong, ya dasar sombong aja. Jadi orang miskin sombong, jadi kaya juga sombong. Ada juga orang yang miskin baik dan setelah kaya tetap juga baik. Pertanyaannya, mengapa kita seringkali mengasosiasikan kekayaan dengan nilai-nilai yang tidak baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dilahirkan, kita secara sadar atau tidak, menginternalisasi nilai-nilai sosial di lingkungan kita. Celakanya, selalu ada nilai-nilai tidak benar tetapi menjadi dominan sehingga diyakini kebenarannya. Dan jika berhubungan dengan kekayaan, banyak sekali nilai-nilai kelas menengah kebawah yang negatif. Di kampung saya, beberapa orang kaya dihubungkan dengan tuyul atau pesugihan. Sebagian lagi diidentifikasi tidak ’gaul’ alias sombong. Tentu saja, orang kaya tersebut punya nilai lain yang sama benarnya, yaitu produktivitas. Kalau waktu yang ada bisa dimanfaatkan secara produktif, ngapain kumpul-kumpul yang tidak jelas pembicaraannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya nilai-nilai tersebut di era modern justeru malah direproduksi secara masal melalui media masa. Lihatlah sinetron yang begitu banyak menyedot perhatian pemirsa, sangat banyak sinetron yang mengisahkan orang kaya menzalimi orang miskin, atau kisah-kisah orang kaya yang berhubungan dengan kekuatan mistik. Liputan-liputan tentang selebritis juga banyak mengekspose bagian-bagian hidup yang negatif seperti konflik rumah tangga, selingkuh, kekerasan, gugat-menggugat dsb. Demikian juga liputan tentang tokoh-tokoh negeri yang tak jauh beda. Korupsi, selingkuh, merampas hak rakyat dan sebagainya.&lt;br /&gt; Liputan seperti ini tidak salah bahkan sebagian juga dibutuhkan, tetapi sayangnya tidak proporsional dengan sosialisasi nilai-nilai positif. Sedikit sekali tayangan TV yang menyorot profil sukses dan mengupas detail bagaimana  perjuangan mereka menuju sukses. Alasannya simple, rating..!! Rating acara TV, menunjukkan nilai-nilai masyarakat yang dominan. Sebagai organisasi bisnis yang hanya peduli profit, TV lebih mementingkan memenuhi selera rendah masyarakat dibanding menjalankan fungsi edukatif. Jadilah lingkaran setan. Semakin TV melayani kebutuhan ’selera rendah’, semakin terjun ’selera rendah’ masyarakat, akibatnya semakin banyak TV memproduksi tayangan-tayangan tersebut. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan yang terus berulang sampai dewasa, membuat nilai-nilai tersebut melekat demikian kuat di pikiran bawah sadar dan muncul sewaktu-waktu tanpa kita menyadarinya. Nah, lalu apa hubungannya dengan keyakinan untuk sukses dan kaya? Sekarang bayangkan, pikiran Anda adalah orang lain yang ada di depan Anda, lalu katakan kepadanya, ”Hai pikiran, tahukah kamu bahwa kekayaan itu penyebab banyak hal-hal buruk, kekayaan itu membuat orang sombong, kekayaan membuat toleransi rendah, kekayaan membuat sekat sosial lebih tebal.” Selama 20 tahun lebih  katakan berulang-ulang kepadanya setiap hari. Kemudian suatu hari katakan kepadanya, ”Hai pikiran, saya ingin kaya, saya ingin sukses. Bantu saya untuk mengejar kekayaan itu. Saya akan menggunakannya untuk tujuan-tujuan mulia dalam hidup saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda apa yang akan dilakukan pikiran? Terang aja pikiran jadi bingung. ”Dari dulu saya diberitahu bahwa kekayaan itu penyebab kejahatan kok mendadak sekarang diminta membantu kaya untuk melakukan hal-hal mulia? Ah, mungkin main-main ini, biarin aja”. Hal itulah yang terjadi di pikiran Anda dan juga saya. Hari ini begitu banyak leader memiliki keyakinan untuk sukses dan kaya. Dan jika mereka ditanya, apakah kaya itu penting? Pasti mereka menjawab sangat-sangat penting. Jika ditanyakan apakah kaya itu baik? Jawaban mereka juga pasti positif. Tetapi kenyataannya pikiran sadar dan pikiran bawah sadar mereka tidak kongruen. Dan jangan terkejut dan kecewa, menurut teori pikiran,&lt;br /&gt;Jika pikiran sadar dan bawah sadar bertentangan maka&lt;br /&gt;pikiran bawah sadarlah yang akan menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, jika pikiran bawah sadar kita meyakini bahwa kaya itu jahat, pikiran kita akan bekerja membantu kita menjauhi kekayaan, alias tetap miskin..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai terhadap kekayaan yang negatif ini tertanam begitu dalam dan kuat, kita tidak bisa membiarkannya hilang dengan sendirinya. Untuk menonaktifkan nilai-nilai ini, kita bisa melakukannya dengan berusaha menggali lebih banyak lagi nilai-nilai tersembunyi yang mengaitkan kekayaan dengan kejahatan. Untuk menyadari nilai-nilai ini tidaklah mudah dan bisa dilakukan seketika. Seringkali kita baru menyadarinya saat kita merespon peristiwa tertentu yang berhubungan dengan penilaian terhadap kekayaan. Karena itu, ada baiknya saat menyadari nilai-nilai tersebut muncul, kita harus segera meralat kata-kata dan menggantinya dengan kalimat positif. Langkah selanjutnya agar tidak terulang lagi kita mencatatnya dan segera mencatat keyakinan baru yang positif untuk menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ilustrasi, bisakah Anda mengganti kopi dalam cangkir dengan susu murni tanpa mengangkat cangkirnya? Misalkan Anda menuangkan susu murni satu cangkir, apa yang Anda lihat? Tepat, cangkir itu berisi kopi susu. Bagaimana kalau 5 gelas susu? Kali ini kopinya tinggal sedikit, tepatnya kita sebut susu kopi. Bagaimana kalau 1 galon susu kita tuangkan? Luar biasa, kali ini Anda sukses. Cangkir itu betul-betul berisi 100% susu murni segar. Hal yang sama juga terjadi dengan pikiran dan kesuksesan Anda. Jika pikiran Anda masih berisi kopi dan Anda baru menuangkan sedikit susu, anda hanya mengalami sedikit kemajuan dalam kekayaan. Jika keinginan Anda menggebu-gebu untuk sukses dan kaya tanpa Anda tambahkan susunya, Anda akan menghadapi begitu banyak hambatan-hambatan menjadi kaya. Karena itu tuangkan setiap hari susu kedalam pikiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguatkan daftar keyakinan yang baru tersebut, Anda bisa melakukan incantation dan reprogramming secara terus menerus. Incantation adalah mengucapkan ’mantra-mantra’ tertentu dengan emosi yang kuat sambil melakukan gerakan-gerakan misalnya sambil berlari. Sementara reprogramming adalah upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menonaktifkan program lama yang tidak mendukung kesuksesan dan mengaktifkan program-program pikiran baru yang mendukung kesuksesan. Untuk memahami kedua hal penting tersebut sebaiknya Anda membaca buku Financial Revoluton (Tung Desem Waringin) dan Becoming a Money Magnet (Adi W Gunawan dan Ariesandi). Untuk membantu secara praktis, saya juga menyarankan Anda memiliki CD Hypnotherapy for Goal Setting, yang dirancang oleh pakar hipnosys terbaik di Indonesia, Romy Rafael atau CD Hypnosys di buku The Secret of Mindset (Adi Gunawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sudah siapkah Anda menjadi kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;take from(begreatvision.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-9155970055751362522?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/9155970055751362522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=9155970055751362522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/9155970055751362522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/9155970055751362522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/kebanyakan-orang-tidak-suka-menjadi.html' title='KEBANYAKAN ORANG TIDAK SUKA MENJADI KAYA'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISy0Kkrz9I/AAAAAAAAARM/AeqxvM1TG9c/s72-c/bisnis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-6709898381732790979</id><published>2008-07-21T22:50:00.004+08:00</published><updated>2008-07-21T23:37:01.113+08:00</updated><title type='text'>Semua Bisa Sukses......!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISmx3Lac0I/AAAAAAAAARE/47Fwmi-EEEg/s1600-h/teamwork.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISmx3Lac0I/AAAAAAAAARE/47Fwmi-EEEg/s200/teamwork.jpg" fix="tofix" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISmx3Lac0I/AAAAAAAAARE/47Fwmi-EEEg/s200/teamwork.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225484843212239682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebanyakan distributor baru mengajukan pertanyaan,”Apakah saya bisa sukses?”. Jawaban saya biasanya tegas,”TIDAK BISA”. Loh kok malah menjatuhkan semangat orang?.”Ya, bukan pertanyaan terucap itu yang penting dijawab. Arti sebenarnya dari pertanyaan itu adalah : saya tidak yakin saya bisa sukses. Ketakutan untuk sukses itulah yang harus dijawab. Ketakutan atau kekhawatiran akan melumpuhkan kecerdasan. Jika Anda terus bertanya,”Apakah saya bisa?” Pikiran Anda akan menemukan banyak sekali alasan bahwa Anda tidak bisa sukses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Untuk menghilangkan ketakutan Anda, rubahlah kalimat itu menjadi : “Bagaimana caranya saya bisa sukses?”. Saat Anda mengucapkan kalimat ini, di pikiran bawah sadar Anda, kalimatnya berbunyi seperti ini : “Saya yakin bisa sukses di bisnis ini, tolong tunjukkan cara terbaik dan tercepat untuk ke puncak sukses”. Keyakinan akan membuat tubuh dan pikiran kita terangsang bekerja lebih cerdas untuk menemukan jalannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepele, tetapi tidak mudah melakukannya. Setelah kita mencoba melakukannya, biasanya juga tidak mudah membiasakannya menjadi keyakinan. Saya sendiri merasakannya. Saat pertama kali ‘klik’, saya begitu yakin akan sukses. Tetapi setelah menerima puluhan penolakan, pertanyaan saya berubah kembali,”Apakah saya bisa sukses?”. Untungnya saya membaca buku-buku positif yang membantu saya mencegah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih negatif. Untuk sementara saya berhasil.&lt;br /&gt;Ketika berhasil naik dua peringkat dengan omzet yang memenuhi parameter, keyakinan saya memuncak. Sayang tidak bertahan lama. Dua bulan kemudian keraguan mulai menyelimuti keyakinan saya, omzet tidak juga bergerak naik. Empat bulan di peringkat yang sama saya mulai bertanya,”Apakah saya bisa sukses?” Sekali lagi untungnya, saya konsisten membaca buku positif dan mengikuti pertemuan besar yang membangkitkan kembali semangat saya. Walau begitu pikiran saya selalu menjerit jika saya ajak untuk berpikir positif. Pikiran sadar saya mengatakan,”Apa buktinya kamu akan sukses? Nyatanya omzet tidak kunjung naik”. Tidak mudah memenangkan ‘pertarungan’ dahsyat ini.&lt;br /&gt;Betul kata pujangga,”Pertarungan terbesar adalah saat kita mampu mengalahkan diri sendiri”. Kata orang bijak juga yang menyelamatkan saya. “Masa depan Anda tidak ditentukan oleh latar belakang Anda. Tidak penting apa yang telah terjadi kepada Anda, terpenting adalah bagaimana mewujudkan masa depan Anda”. Saya ucapkan mantra ini berulang-ulang. Andaikata ada spidol permanen yang bisa menuliskannya di otak, saya akan membeli berapapun harganya dan menuliskannya besar-besar. Saya tidak ingin kehilangan kata-kata itu dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;Di setiap pertemuan saya selalu berkaca, kalau orang yang baru bergabung hari ini bisa memiliki keyakinan untuk sukses, alasan apa yang bisa membenarkan saya tidak yakin? Mereka mulai dari segalanya NOL. Anggap saja hari ini saya baru bergabung dan mendapat ‘foor’ current achievement puluhan juta plus beberapa leader yang antusias. Artinya saya memulai bisnis ini dengan start yang jauh di depan. Let’s fly ... let’s fly ... show must go on..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sulit mendapatkan keyakinan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan kita sudah belajar puluhan bahkan ratusan tahun secara turun temurun dan menjadikan semua pengalaman tersebut menjadi acuan bagi kehidupan mereka. Secara sadar, mereka juga mensosialisasikannya kepada anak, cucu dan seluruh keturunan mereka termasuk kita. Orang-orang dengan lingkungan yang berbeda akan memiliki acuan-acuan yang berbeda. Coba bandingkan jika 3 remaja dari lingkungan berbeda yang baru lulus SMA, diberikan pertanyaan sama : “Satu tahun kedepan, bisakah Anda melakukan pekerjaan yang menghasilkan 5 juta per bulan?”. Pertanyaan ini dengan catatan tidak boleh memanfaatkan kekayaan atau meminta pekerjaan dari keluarga. Apa jawaban yang diberikan oleh remaja :&lt;br /&gt;Anak kusir cidomo (delman)     : ___________?___________&lt;br /&gt;Anak bupati                               : ___________?___________&lt;br /&gt;Anak konglomerat terkaya di Indonesia : ___________?___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jawaban mereka berbeda? Bukankah mereka sama-sama lulusan SMA dan diberi kesempatan waktu yang sama? Tentu saja karena mereka belajar acuan-acuan yang beda. Bagi anak kusir cidomo, 5 juta sulit untuk dibayangkan. Kalau dibayangkan saja sulit bagaimana mau mendapatkannya. Bagi anak konglomerat, 5 juta tidak cukup buat uang jajan. Saat ditanya angka 5 juta, di dalam pikirannya yang muncul adalah gambar 5 milyar. Meskipun belum memilikinya tapi dia sudah terbiasa melihat angka-angka itu dalam berbagai bentuk. Pertanyaannya adalah seperti apakah keluarga dan lingkungan yang mendidik kita?&lt;br /&gt;Bukan hanya keyakinan soal jumlah uang, tetapi yang sangat penting adalah keyakinan menciptakan kehidupan baru. Orang-orang di garis kemiskinan sudah lama belajar, menjadi sukses adalah sebuah keajaiban yang datang dari luar diri mereka. Mereka telah belajar segala sesuatu itu sulit untuk dirubah. Permanen. Dengan kata lain, sudah ketentuan “Yang Diatas”. Sementara orang-orang di lingkungan sukses terbiasa melihat hal-hal baru diciptakan. Apakah itu lapangan golf, tempat hiburan, kondominium dsb. Mereka juga sering melihat orang-orang yang menciptakan sesuatu yang bahkan tidak ada sebelumnya. Karena itu mereka juga lebih mudah memiliki suatu keyakinan : apapun bisa diciptakan sepanjang kita mau dan yakin pasti bisa.&lt;br /&gt;Orang yang sudah terbiasa di lingkungan sukses melihat, keyakinan untuk mewujudkan sesuatu tidak selalu memerlukan acuan masa lalu. Jika kebanyakan orang mengatakan sesuatu itu mustahil, mereka berani mengatakan mengapa tidak? Jika kebanyakan orang mengatakan belum ada buktinya. Mereka berani mengatakan, sayalah yang membuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita keluar dari toples keyakinan yang memenjara itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan hanyalah sebuah penafsiran pikiran yang dianggap benar sehingga tidak bisa diganggu gugat lagi. Jika sebuah ide bisa dimasukkan ke pikiran Anda, sudah pasti ide itu juga dapat dikeluarkan. Anda berkuasa atas pikiran Anda sendiri untuk mengganti keyakinan yang tidak mendukung kesuksesan dengan keyakinan yang memberdayakan Anda. (Untuk lebih dalam, Anda bisa membaca buku Adi Gunawan dan Ariesandi berjudul Manage Your Mind for Success)&lt;br /&gt;Sejak kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA saya bergaul dengan teman-teman yang baik tetapi tidak tepat untuk mendukung masa depan saya. Bersama teman-teman, kami memiliki nilai-nilai sendiri yang membanggakan. Tawuran di depan sekolah disaksikan cewek-cewek jelas sangat membanggakan. Membawa botol bir ke kelas dan membuat ketakutan cewek-cewek di kelas jelas menaikkan ‘kelas’. Saya terjebak dalam berbagai bentuk kenakalan remaja termasuk yang paling membahayakan jiwa saya adalah taruhan balap motor. Balapan dengan kaki terangkat diatas jok, melihat jalan di depan dengan kepala dibawah stang, lampu mati dan tidak memiliki kesempatan menginjak rem jika terjadi sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Huffhh... saya bisa menarik nafas panjang jika mengingatnya. Kok bisa saya seperti itu?&lt;br /&gt;Satu-satunya sumber positif saat itu adalah orang tua. Sayangnya sebagai remaja, melawan orang tua adalah aktualisasi identitas untuk membuktikan bahwa kami sudah besar, kami sudah mandiri, tidak perlu lagi dukungan orang tua. Sampai suatu hari, saya menemukan buku lusuh tanpa sampul depan dan dengan sampul belakang warna hijau yang sudah terkoyak. Entah mengapa saya mau membaca buku itu. Semakin banyak halaman saya baca, mata saya semakin kuat menatap buku itu dan saya merasakan ada suatu kesejukan yang mengalir di tubuh saya. Baru saat itu saya merasakan ada cara berbeda untuk melihat dunia ini.&lt;br /&gt;Gatot tiba-tiba saja bukan seorang remaja nakal. Secara fisik saya tetap sama, tetapi secara internal saya berubah citra diri menjadi figur-figur yang saya kagumi. Kalau biasanya membaca koran, hanya sekedar membaca saja, sejak mengenal buku itu saya membaca koran dengan cara berbeda. Saat membaca berita politik saya berpikir,”Andaikata saya jadi presiden apa yang akan saya lakukan?”. Jika saya membaca berita ekonomi, saya mempersepsikan diri menjadi menteri ekonomi. Saya berpikir,”Kalau saya jadi menteri ekonomi, saya harus berbuat apa?”.&lt;br /&gt;Citra diri baru yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru itu terasa konyol sehingga saya sering merasa memiliki identitas kacau. Faktanya saya seorang anak SMA, bagaimana mungkin saya menjawab pertanyaan jika menjadi presiden atau menteri. Jelas ini pertanyaan yang bodoh sekali. Sampai kepala pecah pun tidak akan ada jawaban. Kadang-kadang saya ingin menghentikan citra diri saya yang baru tetapi tidak bisa karena berpikir dengan cara baru memberikan saya sedikit rasa nyaman yang tidak bisa saya dapatkan dari cara berpikir lama.&lt;br /&gt;Saya bersyukur sekali, meskipun hanya mampu mengajukan pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban. Pertanyaan itulah yang membimbing ke arah mana saya menuju. Saat masuk kuliah saya langsung tertarik dengan mahasiswa yang hoby demo dan membicarakan masalah-masalah bangsa. Saya memiliki pergaulan baru yang memberikan jawaban pertanyaan-pertanyaan saya. Saya tidak pernah menyangka jika perjalanan saya kemudian berlanjut dengan pertemuan dengan aktivis-aktivis terkemuka di NTB yang memiliki ketajaman analisis. Pertanyaan-pertanyaan saya mulai terjawab setelah saya ajukan terus selama lebih dari 3 tahun.&lt;br /&gt;Karena itulah di awal tulisan ini saya ‘menggugat’ pertanyaan yang tidak memberdayakan. Saya telah mengalami : pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan secara konsisten akan mendapatkan jawaban-jawabannya. Karena itu buatlah pertanyaan-pertanyaan kepada diri Anda yang membantu Anda untuk maju, bukan mengajukan pertanyaan yang jawabannya akan membuat Anda bergerak mundur.&lt;br /&gt;Buku yang begitu luar biasa memberikan pijakan pertama bagi saya untuk meloncat itu berjudul : Berpikir dan Berjiwa Besar (DJ Schwarz). Bersyukurlah Anda begitu bergabung dengan bisnis ini, sponsor Anda merekomendasikan buku ini. Sponsor Anda ibarat mengulurkan tali saat Anda terjebak di lobang yang dalam. Jangan sia-siakan, tangkap talinya dan jika Anda belum memiliki, miliki sekarang juga.&lt;br /&gt;Sebelum mengenal bisnis ini, saya dan teman-teman aktivis berani berpikir besar tentang hal-hal politik tetapi anehnya kami memiliki pikiran yang sangat kecil untuk menjadi kaya. Di mahasiswa kami sudah terbiasa membangun impian yang ‘mustahil’ dicapai, kami menjadikannya ‘tegangan kreatif’ untuk menarik potensi di diri kami untuk melakukan hal-hal yang kami anggap penting untuk perubahan sosial politik. Anda mungkin pernah mendengar kalimat “Revolusi Sekarang Juga...!!” Terlalu banyak orang mentertawakan kami dan begitu banyak ancaman rezim kami terima. Toh aktivis tidak bergeming, tetap fokus, antusias, ngotot dan konsisten.&lt;br /&gt;Setelah mengenal bisnis ini saya menyadari ternyata kita bisa jadi lepas dari sebuah toples keyakinan tertentu tetapi bisa jadi masih terkungkung di toples keyakinan lain yang tidak memberdayakan. Saya baru saja belajar memecah toples keyakinan kemiskinan. Dan ketika saya mensosialisasikan keyakinan baru ini, saya mendapat tertawaan sebagian teman aktivis. Luar biasa kaya adalah sebuah konsep yang ‘menindas’, kemiskinan adalah romantisme yang harus dipelihara untuk membuktikan bahwa aktivis rela berkorban. Bahasa gampangnya seperti ini,”Demi rakyat dan bangsa tercinta. Demi petani, buruh dan kaum miskin kota. Kami rela tetap miskin selamanya untuk tetap di garis depan perjuangan”. Sebuah nilai-nilai yang juga saya pegang sebelumnya sebagaimana saya mengimani nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;Mengapa saya keluar dari toples keyakinan lama dan belajar keyakinan baru? Pertama, karena saya terus mempertanyakan apa dampak dari keyakinan lama saya? Saya mulai membayangkan,”Mungkinkah perjuangan dilakukan dengan perut kosong?. Mungkinkah memperjuangkan kesejahteraan sementara anak-anak tidak tercukupi kebutuhan pendidikannya?” Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Saya melihat orang-orang yang memegang keyakinan sama tetapi 10 tahun lebih dulu dari saya. Dengan merekalah saya bercermin masa depan saya 10 tahun yang akan datang. Karena melihat masa depan saya tidak begitu cerah, saya mulai mencari nilai-nilai keyakinan baru yang memberdayakan kehidupan keluarga dan tentu saja kehidupan sosial saya.&lt;br /&gt;Kedua, karena saya terus bertanya sayapun mendapat jawabannya. Bisnis ini mengenalkan saya kepada begitu banyak buku yang merekonstruksi keyakinan-keyakinan saya. Berpikir dan Menjadi Kaya (Napoleon Hill), Berpikir dan Menjadi Sukses (DJ Schwarz), Awaken the Giant (Anthony Robbin), Rich Dad series (Robert K), Financial Revolution (Tung DW) dan banyak lagi buku-buku lainnya. Saya mulai belajar bahwa kaya adalah baik adanya. Kaya tidak mengikis idealisme kita. Kaya tidak akan menjauhkan kita dari jalan pengabdian. Kaya tidak mengaburkan iman dsb. Ada kalimat penting dari Wallace d Wattless yang ‘menusuk’ saya. Kalimat itu berbunyi begini,”Langkah pertama yang terbaik untuk mengurangi jumlah kemiskinan adalah memastikan ANDA bukan salah satu dari daftar orang miskin”.&lt;br /&gt;Meskipun uang bukan segala-galanya, sayangnya ternyata segala-galanya termasuk tujuan-tujuan mulia hidup kita memerlukan uang. Saya makin menyadari bahwa, andaikata sekalipun SAYA TIDAK INGIN KAYA tetapi SAYA HARUS KAYA.&lt;br /&gt;Karena saya berpikir harus kaya, saya mulai melupakan pertanyaan : apakah saya bisa kaya? Tanpa saya sadari saya berpindah fokus pada pertanyaan : Bagaimana caranya bisa kaya? Sebuah pertanyaan memberdayakan yang saya yakin akan menemukan jawabannya dalam bentuk yang nyata. Gusti Allah ora turu (Tuhan tidak tidur) kata orang jawa. Setiap kita bertanya DIA akan menurunkan jawaban. Saya percaya suatu hari akan mendapat jawaban itu.&lt;br /&gt;Apa pelajaran dari cerita panjang kehidupan saya? Jika Anda ingin keluar dari toples keyakinan yang membelenggu, carilah model-model sukses dimana Anda ingin seperti mereka. Bergaullah dengan mereka jika ada disekeliling Anda. Apakah ada atau tidak Anda juga harus mencari model sukses yang jauh lebih besar. Itu bisa Anda dapatkan dari kaset atau buku-buku sukses yang bisa Anda dapatkan secara mudah di toko-toko buku terdekat. Saat Anda mendengar kaset atau membaca buku-buku sukses, pikiran Anda mulai mengikuti pola-pola berpikir orang-orang sukses. Kalau pola berpikir dan melakukan tindakan sama, Anda pun akan berlari pada arah yang sama meski pada jalan yang berbeda. Jalan yang Anda lewati satu tujuan dengan jalan yang mereka lewati. Jalan menuju sukses. Jika Anda menyempurnakan pola berpikir dan tindakannya, Anda pasti lebih cepat sukses daripada figur yang Anda pelajari. take from(begreatvision.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-6709898381732790979?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/6709898381732790979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=6709898381732790979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6709898381732790979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6709898381732790979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/semua-bisa-sukses.html' title='Semua Bisa Sukses......!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SISmx3Lac0I/AAAAAAAAARE/47Fwmi-EEEg/s72-c/teamwork.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-6571066259551450423</id><published>2008-07-19T15:06:00.004+08:00</published><updated>2008-07-19T16:12:33.910+08:00</updated><title type='text'>Sepuluh Rahasia Orang-Orang SUKSES.....!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGacYPLMwI/AAAAAAAAAQc/Xk3MI7W_umQ/s1600-h/sukses4.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGacYPLMwI/AAAAAAAAAQc/Xk3MI7W_umQ/s320/sukses4.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGacYPLMwI/AAAAAAAAAQc/Xk3MI7W_umQ/s320/sukses4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224626855059600130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Harian Investor’s Business Daily, salah satu dari 100 koran nasional terbesar di Amerika Serikat, selama bertahun-tahun telah menganalisa para pemimpin dan orang-orang sukses dari berbagai bidang. Mereka menemukan bahwa orang-orang paling sukses memiliki 10 sifat yang sama. Kesepuluh sifat ini, bila dikombinasikan, akan mengubah sasaran dan impian mereka menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin hal ini dapat setidaknya menjadi panduan bagi kita untuk mencapai sukses dalam setiap aspek kehidupan kita: karir, keluarga, hubungan dengan sesama, keuangan, dsb. Mari kita bahas satu per satu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. CARA ANDA BERPIKIR ADALAH SEGALANYA: Senantiasa berpikir positif. Berpikir mengenai kesuksesan, bukan kegagalan. Waspadalah terhadap lingkungan yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYQQqcnI/AAAAAAAAAQk/3Jj8GDdAbZg/s1600-h/thinkpositive.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYQQqcnI/AAAAAAAAAQk/3Jj8GDdAbZg/s200/thinkpositive.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYQQqcnI/AAAAAAAAAQk/3Jj8GDdAbZg/s200/thinkpositive.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224630082733765234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Orang sukses adalah orang yang optimis. Mereka selalu melihat sisi positif dari segala situasi atau masalah yang muncul dalam perjalanan mereka menuju sukses.  Orang sukses percaya bahwa ada hikmah dibalik segala apapun yang terjadi dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses memiliki keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sementara pecundang biasanya tidak memiliki keinginan apapun. Orang sukses yakin bahwa mereka ditakdirkan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Pecundang biasanya menerima kehidupan mereka sebagaimana adanya.&lt;br /&gt;Terlebih lagi, dengan berpikir positif, Anda akan belajar dari segala kejadian yang menimpa Anda, baik atau buruk. Kita akan lebih banyak memetik pelajaran dari masalah dan kegagalan, dibanding kesuksesan. Dan kita hanya dapat melakukan ini bila kita berpikir positif. Apa manfaat dan pelajaran yang bisa kita petik dibalik sebuah peristiwa? Apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak terulang kembali di kemudian hari? Dapatkan jawabannya, dan lanjutkan perjalanan ke arah sukses yang kita kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYvFA0cI/AAAAAAAAAQ0/EpTzOYA3vC0/s1600-h/Writing.gif"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYvFA0cI/AAAAAAAAAQ0/EpTzOYA3vC0/s200/Writing.gif" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYvFA0cI/AAAAAAAAAQ0/EpTzOYA3vC0/s200/Writing.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224630091006398914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;2. TETAPKAN TUJUAN DAN IMPIAN: Tulislah tujuan Anda secara spesifik, dan kembangkan sebuah rencana untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norman Vincent Peale berkata, “Bila Anda hendak menuju ke suatu tempat, Anda harus tahu hendak ke mana dan bagaimana menuju ke sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita butuh "kompas" sebelum membutuhkan "jam". Maksudnya, sebelum kita bisa mengatur waktu kita (jam), kita terlebih dahulu harus tahu hendak ke mana, apa prioritas dan tujuan kita, dan ke mana arah kita melangkah (kompas). Kemana Anda hendak melangkah jauh lebih penting dibanding seberapa cepat Anda dapat mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda telah menetapkan tujuan Anda, ambillah secarik kertas dan tulislah. Tujuan/sasaran hidup yang Anda tulis memiliki kekuatan untuk mewujudkan diri. Hal-hal yang tadinya tidak bisa menjadi BISA. IMPIAN menjadi RENCANA, dan rencana menjadi KENYATAAN. Ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan, "Don't just think it - ink it!" (Jangan hanya memikirkannya. Tuliskanlah!)&lt;br /&gt;Jadi, tuliskanlah tujuan Anda secara spesifik. Akan lebih baik lagi bila Anda mencetaknya dan menempelkannya di beberapa tempat, seperti di monitor komputer, di cermin di kamar mandi, dsb. Bacalah setiap hari, khususnya di pagi hari sebelum memulai aktifitas, dan di malam hari sebelum Anda tidur. Ini akan membuat perhatian Anda senantiasa mengarah pada tujuan Anda. Gary Zukav mengatakan, “Kemana perhatian Anda mengarah, ke situlah Anda akan pergi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYrTWwiI/AAAAAAAAAQ8/7adH3sqL4q4/s1600-h/takeaction.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYrTWwiI/AAAAAAAAAQ8/7adH3sqL4q4/s200/takeaction.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYrTWwiI/AAAAAAAAAQ8/7adH3sqL4q4/s200/takeaction.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224630089992815138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;3. BERTINDAKLAH: Tujuan tidak ada artinya tanpa ada tindakan. Jangan takut untuk memulai sekarang. Lakukanlah&lt;br /&gt;Saya hendak mengutip kata-kata yang begitu bagus dari Og Mandino, "Impianku tidak ada gunanya. Rencanaku hanyalah debu yang mudah tertiup angin. Tujuanku tidak mungkin tercapai. Semuanya tidak ada gunanya, kecuali mereka diikuti oleh adanya Tindakan. Saya akan bertindak sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan adalah kuncinya. Tidak akan ada yang terjadi hingga Anda mengambil tindakan. Impian sebesar apapun hanya akan menjadi mimpi di siang bolong bila tidak diikuti dengan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil tindakan, apapun yang terjadi, JANGAN MENYERAH! Halangan akan selalu ada dalam proses Anda mengambil tindakan. Yang penting, jangan menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. JANGAN BERHENTI BELAJAR: Kembalilah ke sekolah atau baca buku. Ambillah program pelatihan dan tingkatkan ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak butuh gelar MBA atau PhD untuk mencapai hidup yang sukses. Pada kenyataannya, banyak orang-orang sukses yang bahkan tidak menyelesaikan pendidikan formal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki tingkat inteligensi yang biasa saja. Tapi mereka berhasil menggali potensi maksimal dalam diri mereka, dan mencapai tujuan mereka dalam kehidupan pribadi dan keuangan, karena mereka TIDAK BERHENTI BELAJAR. Untuk mencapai sukses, Anda harus terus menerus bertanya, senantiasa penasaran dan tertarik dengan hal-hal dan pengetahuan baru.&lt;br /&gt;Kemauan belajar ini menjadi lebih penting lagi di masa sekarang, dimana terjadi perubahan yang sangat cepat dalam teknologi dan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYXF4cnI/AAAAAAAAAQs/gJZ3JX3oxz0/s1600-h/gigih.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYXF4cnI/AAAAAAAAAQs/gJZ3JX3oxz0/s200/gigih.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGdYXF4cnI/AAAAAAAAAQs/gJZ3JX3oxz0/s200/gigih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224630084567593586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;5. GIGIH DAN BEKERJA KERAS. Sukses adalah sebuah lomba lari marathon, bukan sprint.  Jangan pernah menyerah.&lt;br /&gt;Gigih adalah ciri yang paling penting yang dimiliki oleh orang-orang sukses. Mereka sadar bahwa SEORANG PEMENANG TIDAK PERNAH MENYERAH, DAN ORANG YANG MENYERAH TIDAK PERNAH MENANG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigih berarti tidak sudi menyerah. Gigih berarti tidak pernah berhenti. Kegigihan adalah saat ketika Anda tahu apa tujuan Anda, apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda, dan Anda memutuskan untuk tidak akan menyerah dalam upaya untuk mencapainya. Gigih berarti memutuskan untuk hanya memilih salah satu: berhasil atau mati dalam proses untuk mencapainya.&lt;br /&gt;Kegigihanlah yang membuat Anda sanggup memutuskan untuk tetap melangkah maju, meskipun keadaan sama sekali tidak mendukung. Dengan kegigihan, Anda akan mencapai apapun yang Anda inginkan dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang mengatakan bahwa jalan menuju sukses adalah sebuah jalan tol. Meskipun telah mencurahkan seluruh perhatian dan kerja keras, kadang kala Anda bisa saja gagal. Banyak pengusaha sukses yang pernah mengalami kemunduran, bahkan kebangkrutan dalam bisnis mereka. Namun mereka bangkit kembali dan kemudian terbukti berhasil mencetak keberhasilan di bidang yang mereka geluti. Seperti yang dikatakan oleh Confucius, “Tidak menjadi masalah bila kamu lamban, selama kamu tidak berhenti.”&lt;br /&gt;Keberanian Anda untuk tetap gigih ketika menghadapi kegagalan, dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kegagalan dan kekecewaan adalah jaminan bagi kesuksesan Anda. Belajarlah untuk bangkit bila jatuh, dan memulai lagi dari awal. Kegigihan Anda adalah ukuran dari keyakinan Anda. Ingat, tidak ada yang dapat menghentikan orang yang gigih dan bersungguh-sungguh. Dan bila Anda sungguh-sungguh, Anda akan jadi sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BELAJAR MENGANALISA HAL-HAL DETAIL. Dapatkan semua fakta, kumpulkan semua masukan. Belajarlah dari kesalahan.&lt;br /&gt;Sekitar 45% perusahaan baru gagal bertahan lebih dari 2 tahun. Salah satu alasan utamanya adalah banyak pengusaha yang tidak memiliki cukup pengetahuan yang dibutuhkan sebelum terjun ke bidang bisnis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sukses adalah orang yang terus belajar sepanjang hidup mereka. Orang yang selalu berusaha melakukan peningkatan dan perbaikan tanpa henti. Mereka memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar. Motto mereka adalah, "Tidak ada kata 'gagal', yang ada adalah feedback."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tahu, yang dibutuhkan adalah terus melakukan perbaikan, mengambil resiko, melakukan kesalahan dan memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk bangkit kembali. Cara yang efektif untuk mengembangkan kebiasaan ini adalah dengan membuka pikiran Anda. Bacalah buku di bidang yang Anda geluti. Jadikan mobil Anda sebagai "mobile university" dengan mendengarkan CD audio pendidikan sambil bermacet ria di jalan, khususnya kota Jakarta.:-) Hadirilah seminar dengan pembicara ahli dibidang yang Anda tekuni. Dengan demikian, Anda akan selangkah di depan para pesaing Anda. Pengetahuan Anda akan bertambah, dan Anda akan mendapatkan lebih dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. FOKUSKAN WAKTU DAN UANG ANDA. Jangan biarkan orang atau hal lain mengalihkan perhatian Anda.&lt;br /&gt;Hal yang terpenting adalah fokus pada tujuan Anda dan kekuatan Anda. Sebagian orang fokus pada apa yang telah mereka alami, tapi orang sukses fokus pada apa yang akan mereka raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya mengenai rahasia kesuksesannya, seorang pemenang angkat besi mengatakan, "Saya mencoba untuk tidak memikirkan beratnya, tapi pada proses mengangkatnya. Begitu kamu mulai memikirkan beratnya, kamu tidak akan bisa mengangkatnya." Pemenang angkat besi itu menyadari bahwa ada yang lebih penting dibanding fakta beratnya beban yang harus ia angkat. Disitulah kekuatannya untuk mengangkat tersedia untuknya. Ia sadar, ada yang jauh lebih penting dari sebuah fakta, yakni bagaimana sikapnya terhadap fakta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi dari prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari amatlah jelas. Kita khawatir terhadap sebuah masalah, atau fokus pada kemungkinan pemecahan masalah yang ada. Kita melihat berbagai kekurangan dalam hidup kita, atau membuka mata terhadap berbagai kelimpahan yang telah kita terima dalam hidup kita. Apapun masalah yang Anda hadapi, apapun beban menakutkan yang Anda pikul, apapun godaan yang tampaknya menguasai Anda,  apapun krisis yang melanda Anda, ingatlah: jangan perhatikan beratnya, perhatikan proses mengangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus pada kekuatan diri Anda. Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Semua orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Agar menjadi efektif, Anda harus mengenali kekuatan-kekuatan Anda dan berkonsentrasi padanya. Anda akan lebih sukses bila Anda fokus pada bidang-bidang yang menjadi kekuatan Anda, sehingga Anda dapat melakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, di dunia bisnis, bila Anda memiliki insting marketing yang baik, maka manfaatkanlah semaksimal mungkin. Carilah seorang asisten untuk bidang tertentu yang kurang Anda kuasai, misalnya akunting atau keuangan. Bila Anda ingin menguasai bidang itu, cobalah meminta panduan dari seseorang atau mengambil kursus formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan siapapun mengalihkan perhatian Anda dari tujuan Anda. Peter McWilliams mengatakan, “Apa yang lebih penting, tujuan Anda, atau pendapat orang lain mengenai tujuan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. JANGAN TAKUT BERINOVASI. TAMPILLAH BEDA:  Orang biasa hanya mengikuti arah ke mana kawanan domba berjalan.&lt;br /&gt;Inovasi datang dari kemampuan perenungan yang dalam dan melahirkan solusi-solusi baru untuk masalah-masalah lama. Menyelesaikan masalah konvensional dengan jalan atau pendekatan yang berbeda. Banyak orang yang melakukan hal-hal yang sama sepanjang hidup mereka, namun mengharapkan hasil yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang entrepreneur butuh kemampuan berpikir kreatif dalam segala hal. Setiap produk baru, setiap metode marketing baru, setiap keputusan bisnis - semuanya membutuhkan pemikiran yang kreatif. Seringkali, seorang entrepreneur menjadi begitu sukses hanya dengan satu ide kreatif. "Sebuah penemuan adalah melihat apa yang dilihat oleh semua orang, dan memikirkan apa yang belum terpikirkan oleh orang lain," kata Albert Szent-Gyorgys.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. BERHUBUNGAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN EFEKTIF. Belajarlah untuk mengerti dan memotivasi orang.&lt;br /&gt;Kita berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita setiap hari. Tapi tunggu sebentar: Sudahkah kita berkomunikasi dengan mereka secara efektif? “Seberapa baiknya kita berkomunikasi tidak ditentukan oleh seberapa baiknya kita mengatakan sesuatu, tapi oleh seberapa baiknya kita dimengerti,” kata Andrew Grove.&lt;br /&gt;Komunikasi adalah salah satu aspek paling krusial dalam bisnis. Anda harus memastikan team Anda tahu apa yang sedang terjadi. Anda akan kesulitan mencapai sasaran jangka panjang bila team Anda tidak memahami visi Anda. Setiap anggota team harus memperoleh gambaran yang jelas dan bersedia berperan serta dalam rencana Anda. Dengan demikian, Anda akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entrepreneur sukses selalu berhasil memimpin anggota teamnya dan membuat mereka menyelesaikan tugas-tugas mereka. Mereka menggunakan kombinasi dari berbagai metode - motivasi yang efektif, perencanaan, coaching dan evaluasi. Mereka peduli dengan orang lain dan bisa bergaul dengan berbagai kalangan. Orang-orang sukses tahu bahwa apa yang kamu berikan akan kembali kepada kamu sepuluh kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zig Ziglar mengatakan, "Kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan dalam hidup - bila kamu menolong cukup banyak orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan." Brian Tracy mengatakan begini, "Orang sukses selalu melihat kesempatan untuk menolong orang lain. Orang yang tidak sukses selalu bertanya, 'Bagian saya mana?'"&lt;br /&gt;Orang sukses adalah orang yang bersedia membantu tanpa pamrih. Mereka memberi tanpa mengharapkan imbalan. Mereka memberi tanpa memperhitungkan untung dan rugi. Mereka lebih bahagia karena kebahagiaan mereka datang dari memberi. Ketika Anda membuat orang lain senang dengan membantu menyelesaikan masalah mereka, Anda menjadi bahagia. Bila Anda memberi kebahagiaan, Anda beroleh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. JUJURLAH DAN JADILAH ORANG YANG DAPAT DIANDALKAN; BERTANGGUNG JAWABLAH. Tanpa yang satu ini, maka No. 1 - 9 tidak akan berguna.&lt;br /&gt;Anda bisa mencapai tujuan Anda bila Anda bisa mempercayai diri Anda sendiri. Kepercayaan diawali dari dalam diri Anda. Ketika Anda percaya pada diri sendiri, Anda akan mengatakan apa yang sebenarnya. Ini akan membuat orang mempercayai Anda.&lt;br /&gt;Percaya pada diri sendiri membutuhkan komitmen. Anda harus mengembangkan kekuatan mental dan tetap memegang teguh keyakinan dan prinsip Anda. Bila Anda telah berusaha maksimal, maka jangan larut dalam kekecewaan bila hasil yang Anda peroleh adalah kegagalan. Lihatlah kegagalan sebagai feedback, kemudian bangkit dan ambil langkah berikutnya. Terimalah kenyataan bahwa Anda tidak mungkin menang setiap saat. Ini adalah hukum alam. Ada saat dimana ada orang lain yang sanggup melakukan sesuatu yang lebih baik dari Anda. Yang penting Anda bisa mengatakan pada diri sendiri, bahwa Anda telah berusaha secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur S. Adams pernah mengatakan, “Karakter yang baik adalah kualitas yang membuat seseorang dapat diandalkan, baik dalam kondisi sedang diperhatikan atau tidak. Ialah yang membuat orang bersikap jujur, meskipun sebetulnya punya kesempatan untuk tidak bersikap jujur. Ialah yang membuat orang berani ketika dihadapkan dengan tantangan yang besar, yang memberi seseorang keteguhan untuk menjalankan disiplin diri dengan bijak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entrepreneur sukses selalu dapat diandalkan karena mereka bertanggung jawab penuh atas tindakan-tindakan mereka. Mereka tahu bahwa apa yang mereka hadapi hari ini, dan kemana mereka akan pergi esok, sepenuhnya tergantung pada pilihan dan keputusan mereka. Mereka adalah orang-orang yang proaktif, yang menetapkan tujuan mereka dan mengambil langkah untuk mencapainya. Mereka sepenuhnya bergantung pada sumberdaya dan kemampuan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Mengambil tanggung jawab, dan menjadi orang yang bertanggung jawab adalah hal yang membuat Anda berbeda dari orang lain. Dalam situasi seperti apapun, Anda hanya akan merasakan kepuasan bila Anda belajar bertanggung jawab atas tindakan-tindakan Anda dalam hidup ini. Orang-orang yang berprestasi adalah orang yang tahu bahwa mereka bertanggung jawab 100% atas apapun yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka tidak menyalahkan orang lain. “Ada dua pilihan utama dalam hidup: menerima keadaan sebagaimana adanya, atau menerima tanggung jawab untuk mengubahnya," kata Denis Waitley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, saya ingin mengutip kata-kata Brian Tracy mengenai salah satu ciri dari 1% orang yang sukses dalam masyarakat kita, "Mereka melihat diri mereka sebagai President dari perusahaan mereka sendiri. Orang-orang yang ada di puncak kesuksesan dalam masyarakat kita memiliki sikap sebagai orang yang 'mempekerjakan diri sendiri' (self-employed). Kita semua adalah orang yang bekerja untuk diri kita sendiri. Kita adalah President dari perusahaan kita sendiri. Anda bekerja untuk diri Anda sendiri. Salah besar bila Anda beranggapan bahwa Anda bekerja untuk orang lain. Kita bekerja untuk diri kita sendiri. Orang yang membayar gaji kita bisa saja berganti; pekerjaan kita bisa berganti, tapi kita tetaplah orang yang sama. Kita konstan, tidak pernah berganti, orang yang 'mempekerjakan diri sendiri'. Ini bukanlah sebuah pilihan, ini adalah sebuah mandat, sebuah amanah, bahwa Anda adalah President dari perusahaan Anda sendiri. Anda adalah President dari karir Anda sendiri, hidup Anda sendiri, keadaan keuangan Anda sendiri, keluarga Anda, dan kesehatan Anda. Anda sepenuhnya bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri. Tidak ada orang yang akan melakukannya untuk kita. Berpikir bahwa Anda adalah President dari hidup Anda sendiri adalah pemikiran yang membebaskan dan paling menggembirakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-6571066259551450423?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/6571066259551450423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=6571066259551450423' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6571066259551450423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6571066259551450423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/sepuluh-rahasia-orang-orang-sukses.html' title='Sepuluh Rahasia Orang-Orang SUKSES.....!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SIGacYPLMwI/AAAAAAAAAQc/Xk3MI7W_umQ/s72-c/sukses4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-2918674682669115900</id><published>2008-07-15T17:18:00.005+08:00</published><updated>2008-07-15T18:14:42.715+08:00</updated><title type='text'>Bisnis Idaman di depan mata....!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHx0pX22TrI/AAAAAAAAAQU/H1GlLyPkVCg/s1600-h/bisnis+idaman.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; " src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHx0pX22TrI/AAAAAAAAAQU/H1GlLyPkVCg/s320/bisnis+idaman.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223177921970458290" /&gt;&lt;/a&gt;By: GGS (admin)&lt;div&gt;&lt;br /&gt;5 karakteristik bisnis idaman&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mendambakan sebuah bisnis idaman yang memiliki karakteristik:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;1. Modal rendah. Jika terjadi kegagalan dalam bisnis yang sedang ditekuni ,maka kegagalan tersebut tidak mengakibatkan kerugian yang besar.&lt;br /&gt;2. Adanya pengarahan,bimbingan dan dukungan ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang:&lt;br /&gt;a. Cara memulai bisnis tersebut.&lt;br /&gt;b. Cara mengelola dan mengembangkan bisnis tersebut.&lt;br /&gt;c. Cara menyelesaikan persoalan yang timbul dalam bisnis tersebut.&lt;br /&gt;d. Cara menghadapi hambatan yang ada.&lt;br /&gt;e. Pembimbing yang mampu mengingatkan dan memberi motivasi,serta membantu untuk kembali berdiri tegak saat saat mengalami kejatuhan,seperti pertemuan,training,seminar&lt;span class="fullpost"&gt; dll.&lt;br /&gt;3. Resiko Kecil.Jika mungkin bisnis tersebut tidak beresiko.&lt;br /&gt;4. Pendapatan Besar.Tingkat pendapatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan hingga tidak terbatas.&lt;br /&gt;5. Eksapansi mudah.Bisnis ini harus bisa dikembangkan seluas-luasnya.&lt;br /&gt;Selama ini, belum pernah ditemukan karakteristik bisnis idaman tersebut. Ketika muncul sebuah peluang bisnis dengan karakteristik yang selama ini dicari, banyak orang justru TIDAK PERCAYA. Akibatnya reaksi mereka adalah:&lt;br /&gt;• Memandang sebelah mata pada bisnis tersebut.&lt;br /&gt;• Mencurigai bisnis tersebut dan menganggap semuanya itu hanya kebohongan dan penipuan belaka.&lt;br /&gt;• Menghindari dan menganggap bisnis tersebut tidak mungkin untuk dilakukan.&lt;br /&gt;Sebenarnya bisnis idaman tersebut adalah bisnis multi- level marketing (Biasa disingkat MLM) atau bisnis network marketing.Saat kita menyerahkan biaya pendaftaran untuk menjadi anggota, atau distributor,sebuah perusahaan MLM,kita akan mendapat paket informasi perdana.Atau sering disebut dengan istilah Distributor Kit,Starter Pack,Atau Starter Kit.&lt;br /&gt;Adapun karakteristik dari bisnis MLM adalah:&lt;br /&gt;1. Modal Rendah&lt;br /&gt;Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis MLM tidaklah tinggi,hanya berkisar pada puluhan ribu rupiah. Reandahnya modal awal ini disebabkan  karena:&lt;br /&gt;• Sebagai distributor atau agen perusahaan MLM kita tidak harus menyediakan tempat seperti ketika kita membuka  toko,atau kantor,untuk jenis usaha lainnya.Kita bisa menggunakan rumah kita sebagai tempat usaha. Bahkan ada perusahaan MLM yang menyediakan tempat/kantor sebagai pusat kegiatan para agen/distributornya.&lt;br /&gt;• Sebagai distributor kita tidak perlu memiliki persediaan atau stok barang yang banyak,cukup hanya untuk keperluan kita atau hanya sebagai contoh produk saja.Karena hal stok itu dilakukan pihak perusahaan.&lt;br /&gt;• Sebagai distributor kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggaji manajemen.Karena hal tersebut telah dilakukan oleh perusahaan dan juga untuk seluruh kegiatan operasional lainnya.sehingga sebagai distributor dapat focus pada bidang pemasaran dan pembentukan jaringan rekan kerja(networking).Selain itu,modal awal yang kita sediakan sebenarnya hanya digunakan untuk mengganti biaya cetak dari:&lt;br /&gt;o Lembaran Brosur yang mengulas tentang profil perusahaan.&lt;br /&gt;o Lembar brosur yang berisi tentang keterangan mengenai produk-produk yang dimiliki perusahan.&lt;br /&gt;o Lembaran informasi yang berisi rencana bisnis perusahaan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Pengarahan dan Bimbingan&lt;br /&gt;Bisnis MLM merupakan bisnis dambaan.Setiap orang yang ingin memiliki sebuah bisnis pasti menginginkan adanya bimbingan dari seorang yang lebih memiliki pengalaman dalam bisnis,atau usaha tersebut.Dalam bisnis MLM setiap orang mendapatkan bimbingan yang berasal dari:&lt;br /&gt;• Upline, yaitu rekan kerja yang telah mengajak kita untuk menekuni usaha MLM.Denag pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki mereka dapat mengarahkan,membimbing,serta mendampingi kita saat menjalani bisnis ini.&lt;br /&gt;• Support system,yaitu system penunjang yang menyediakan:&lt;br /&gt;o Sistem pendidikan,dengan ini setiap distributor dapat mempelajari cara untuk meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;o Peralatan penunjang,yang dapat membantu dan mempermudah dalam menjalani bisnis,seperti kaset,VCD,DVD,brosur,majalah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Resiko Kecil&lt;br /&gt;Bisnis MLM memiliki resiko yang sangat kecil,bahkan bias dikatakan hamper tidak ada.Kecilnya resiko dalam bisnis ini disebabkan oleh:&lt;br /&gt;• Modal usaha yang kecil.&lt;br /&gt;• Sistem Transaksi cash &amp;amp; carry.Semua pembayaran dilakukan secara tunai oleh setiap rekan kerja kita,sehingga kita tidak memiliki piutang tak tertagih.&lt;br /&gt;• Tanggung jawab terpisah.Masing-masing orang memiliki tanggung jawab dan kewajiban sendiri-sendiri.Kita tidak memiliki tanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan oleh rekan kerja yang kita miliki.&lt;br /&gt;Kecilnya resiko yang dihadapi saat menjalani bisnis MLM menjadikan bisnis ini menjadi idaman bagi orang-orang yang telah mengerti dan memahaminya.&lt;br /&gt;4. Pendapan tidak terbatas/Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis jaringan adalah sebuah bisnis yang memiliki potensi pendapatan yang sangat besar,bahkan bisa dikatakan “tidak terbatas” ini disebabkan karena dalam jaringan bisnis seseorang tidak ada pembatasan jumlah rekan kerja yang boleh dimiliki.Sebagai contoh missal seorang distributor MLM memiliki 100 rekan kerja,setiap rekan kerja hanya memiliki omzet Rp500.000 saja,maka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rp500.000 x 100 = Rp50.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distributor tersebut memiliki jumlah omzet sebesar 50 juta rupiah.kalo hak yang dimiliki distributor sebut hanya 2% saja dari omzet tersebut,maka penghasilan yang bisa dimiliki bisa mencapai 1 juta rupiah.Nah itu baru 100 rekan kerja.Dan bila mempunyai 10.000 rekan kerja dan tiap rekan memiliki omzet Rp500.000 maka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rp500.000 x 10.000 = Rp5.000.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga distributor tersebut memiliki jumlah omset 5 milyar rupiah.Dan kalo si distributor punya hak 2% saja dari omzet tersebut maka distributor tersebut akan memiliki penghasilan bisa mencapai 100 juta rupiah. Nah dari situ kita bisa kita lihat bahwa dalam bisnia jaringan Pendapatan kita tidak terbatas dengan kata lain Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perluasan Wilayah/Ekspansi Usaha&lt;br /&gt;Ekspansi usaha adalah salah satu untuk memperbesar pendapatan dan juga memperkecil resiko kehilangan pendapatan.Kita pernah dengar istilah “JANGAN MENARUH SEMUA TELUR YANG DIPUNYAI DALAM SATU KERANJANG”.Demikian juga dengan bisnis ini.Perluasan wilayah menjadi satu hal yang sangat penting untuk dilakukan karena kita tidak pernah tahu kapan akan terjadi sesuatu pada salah satu wilayah usaha kita.Hal yang bisa terjadi pada sebuah wilayah:&lt;br /&gt;• Bencana Alam&lt;br /&gt;• Kerusuhan&lt;br /&gt;• Keadaan Ekonomi yang memburuk.&lt;br /&gt;• Perubahan kebijakan .&lt;br /&gt;• Kestabilan keamanan dan politik satu wilayah yang bisa berubah sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Dan kemudahan dalam melakukan perluasan wilayah Bisnis MLM desebabkan oleh:&lt;br /&gt;• Kegiatan bisnis MLM tidak membutuhkan tempat,atau outlet khusus.Kegiatan dari bisnis ini bisa dilakukan dimana saja,bahkan di rumah sekalipun.&lt;br /&gt;• Perluasan wilayah bisnis tidak membutuhkan persedian barang yang terlalu banyak.&lt;br /&gt;• Perluasan wilayah bisnis tidak membutuhkan pengurusan izin untuk menjalankan usaha.&lt;br /&gt;• Distributor MLM tidak membutuhkan karyawan untuk menjalankan usahanya.&lt;br /&gt;• Rekan kerja yang dibutuhkan pada suatu wilayah baru bisa dibentuk dari siapapun,bahkan orang yang baru kita kenal di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;Dengan segala kemudahan,kelebihan,keuntungan, dan keamanan yang dimiliki,tidak di dapat dipungkiri lagi bahwa bisnis MLM layak menjadi Bisnis Idaman bagi semua orang.Tidak hanya itu,di sisi lain,belum banyak orang orang yang memahami segala kelebihan  yang dimiliki oleh bisnis ini.Hal ini menyediakan peluang untuk menjalankan bisnis ini terbuka sangat lebar,khususnya bagi mereka yang mau menekuninya.Penolakan,penghinaan,dan pelecehan dari masyarakat luas semakin mempertegas hal ini.oleh karena itu jangan sia-siakan peluang ini. Bertindaklah sekarang juga dan raihlah kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-2918674682669115900?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/2918674682669115900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=2918674682669115900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/2918674682669115900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/2918674682669115900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/bisnis-idaman-di-depan-mata.html' title='Bisnis Idaman di depan mata....!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHx0pX22TrI/AAAAAAAAAQU/H1GlLyPkVCg/s72-c/bisnis+idaman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-1523938146117892554</id><published>2008-07-12T23:16:00.002+08:00</published><updated>2008-07-12T23:42:08.594+08:00</updated><title type='text'>Bagaimana Menjawab Pertanyaan Prospek?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjM_ZvfIeI/AAAAAAAAAQM/hjRPsoabG8I/s1600-h/question+2.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjM_ZvfIeI/AAAAAAAAAQM/hjRPsoabG8I/s320/question+2.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjM_ZvfIeI/AAAAAAAAAQM/hjRPsoabG8I/s320/question+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222149157549973986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;By: P.Gatot&lt;br /&gt;Di awal menjalankan network marketing, judul  ini adalah pertanyaan favorit saya. Setiap ketemu upline tidak ada pertanyaan lain selain pertanyaan ini. “Kalau ditanya begini bagaimana Up, kalau begono bagaimana Up...?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kok nanya itu terus? Ya iyalah, lha setiap presentasi pasti ada saja pertanyaan yang aneh-aneh. Biasanya selesai presentasi atau saat follow up, pasti berdoa. “Mudahan pertanyaannya yang mudah-mudah semua..., mudahan nggak ada yang nanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sama juga ya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha..ha..ha.... ya iyalah ... masak ya iya dong..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, saya sering memperhatikan sponsor dan upline saya di setiap meeting after meeting. Saya perhatikan bagaimana mereka menjawab setiap pertanyaan dari prospek. Setiap pertemuan  saya mendapat ilmu baru untuk menjawab pertanyaan. Lama-lama saya jadi hafal. Pertanyaannya itu-itu saja. Kalau anda konsisten hadir di pertemuan dan mau belajar dari upline Anda, saya jamin Anda akan sangat mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan prospek.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sebelumnya saya ingin sharing tips umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pegang prinsip ini : tujuan menjawab pertanyaan adalah untuk membantu orang berpikir dengan benar sehingga bisa mengambil keputusan-keputusan yang tepat. Bukan supaya Anda kelihatan gagah, hebat, menang dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tugas Anda adalah menyelami pemikiran mereka lebih dulu dengan beberapa pertanyaan sampai Anda mendapatkan gambaran lengkap maksud dari pertanyaannya. Selanjutnya memandu mereka untuk berpikir dan menemukan jawabannya sendiri. Hindari jawaban yang membuat Anda kelihatan menang dan lebih hebat dari prospek apalagi sampai berdebat. Kalaupun Anda memenangkan perdebatan, prospek justeru kurang respek dengan Anda dan ujung ujungnya malah nggak join.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda menang tetapi sebetulnya Anda kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih baik, Anda selalu memposisikan orang untuk menang dan merasa lebih hebat dari Anda. Jadi mereka merasa nyaman bersama Anda, dan itu memudahkan Anda untuk meng-closing mereka. Dengan kata lain, Anda menang dengan membuat orang lain merasa menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  ingin sharing, tapi ini jangan dijadikan panduan baku ya. Jawabannya harus seperti ini, TIDAK. Karena sebetulnya tidak ada jawaban tunggal untuk setiap pertanyaan. Semakin tinggi ketrampilan people skill kita, kita akan semakin punya banyak alternatif jawaban tergantung siapa yang kita hadapi, bagaimana suasana psikhologisnya dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sharing saya sebagian tentang konsep dasar dan sebagian lagi contoh praktis yang bisa Anda gunakan atau memudahkan Anda untuk mengembangkan sendiri jawabannya. Selanjutnya tugas Anda untuk selalu berpikir, bagaimana memberikan jawaban yang terbaik jika mendapat pertanyaan yang sama di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Yang berhubungan dengan Produk Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis users. Pertama, orang yang menggunakan produk untuk merawat kesehatan, vitalitas dan awet muda. Yang kedua, pengguna yang bertujuan untuk pemulihan kesehatan dari penyakit tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk users tipe pertama, biasanya hanya sedikit muncul pertanyaan-pertanyaan kritis. Namun untuk jenis kedua, biasanya banyak pertanyaan yang tidak mudah dijawab oleh new distributor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang sudah dijelaskan di buku-buku produk, Anda harus mempelajarinya dan dianjurkan juga secara rutin mengikuti produk training supaya product knowledge Anda semakin baik. Saya hanya akan mensharingkan beberapa pertanyaan yang sering membuat distributor ‘gemetar’ sampai-sampai tidak berani meneruskan presentasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Produknya kok mahal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tanyakan dulu : “Maksudnya mahal bagaimana?” Jangan buru-buru memberikan jawaban karena bisa jadi yang dimaksud mahal adalah prospek belum punya uang untuk membelinya. Saya beberapa kali menemukan prospek yang bilang mahal tadi ternyata menganggap harga produk standar aja bahkan ada yang bilang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi karena sedang tidak punya uang, yang keluar adalah kata mahal. Mengapa? Semua orang pasti malu untuk mengatakan, saya tidak punya uang. Gengsi..!! (Sebagian beralasan tidak punya uang sebagai cara untuk menolak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau posisinya seperti ini, Anda hanya perlu mencari timing pembelian saja. “Kalau sudah punya uang, Bapak mau membeli produknya khan pak ? Baik, kalau begitu saya boleh  berkunjung lagi awal bulan khan? Misalnya Anda bisa bilang begitu kalau prospeknya gajian setiap awal bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan jawaban yang lain sangat banyak, dan ini memerlukan ketrampilan Anda untuk menyesuaikan jawaban agar sesuai dengan pikiran dia. Pastikan Anda menggunakan kata-kata atau perumpamaan yang sama dengan yang disampaikan prospek. Misalnya prospek punya perbandingan dengan yang sudah dijalaninya : “Kalau saya sih biasanya pakai jamu A saja, murah meriah..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda gali lagi, “biasanya sekali minum jamu harganya berapa pak? Sebulan bisa berapa kali minum jamunya? Bagaimana pengaruhnya terhadap kesembuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jawaban-jawaban prospek, biasanya Anda bisa menemukan kelebihan-kelebihan produk Anda untuk dibandingkan harga dan manfaatnya. Lalu Anda sudah bisa mulai memberikan penjelasan, misalnya : (sory ini contoh di perusahaan saya lho)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, produk Tianshi sebetulnya sangat murah jika dibandingkan manfaatnya. Kelihatan tidak murah karena tidak dijual eceran. Coba Bapak hitung : 1 Botol cordysep harganya hanya 293 rb isi 100 kapsul. Per kapsul harganya kurang dari 3 ribu. Kalau Bapak setiap minum jamu menghabiskan 10 rb, sama saja dengan 3,5 kapsul cordysep. Kalau Bapak mengkonsumsi 3,5 kapsul, khasiat yang Bapak rasakan pasti sangat DAHSYAT..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak ada barang yang mahal, yang ada adalah orang yang belum tahu manfaatnya. Misalnya krupuk 1 plastik dijual seharga 100 ribu dibanding dengan motor dijual 5 juta. Mana yang lebih mahal? Pasti krupuk yang dibilang mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Anda perlu menunjukkan lebih banyak lagi kelebihan produk Anda selain perbandingan harga tadi. Misalnya, “Kalau Bapak minum Cordysep, bukan hanya asma Bapak yang sembuh, tapi ginjal, paru-paru, liver, jantung juga ikut dikuatkan. Kalau Bapak sekarang bisa main badminton 2 set, setelah pakai cordysep Bapak bisa main 3 set atau lebih”. (Penting juga mengaitkan manfaatnya dengan hoby prospek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang sangat penting, tunjukkan bahwa dengan mereferensikan produk Anda ke orang lain, prospek bisa mendapatkan bonus. Artinya produknya bisa gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua : Apa Dijamin Sembuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa tanya balik : Apakah sebelumnya Bapak pernah menjalani pengobatan yang dijamin sembuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar mereka pasti mengatakan, nggak pernah sih. Selesai...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin ada yang melanjutkan,”Gak pernah sih, tapi saya sudah berobat macam-macam dan menghabiskan uang buuuanyak, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus bisa menggali lebih dalam untuk bisa menyelami perasaan prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan, “Produk yang sudah pernah dipakai apa Pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan jawabannya sampai tuntas. Setelah Anda mendapatkan penjelasan, Anda bisa mulai menunjukkan perbedaan dan kelebihan produk Anda dengan produk yang pernah dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu bombastis untuk memastikan kesembuhan. Bahkan obat-obatan terbaik didunia dan meski pasien dirawat dirumahsakit terbaik dunia pun, tidak menjamin keberhasilan 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan saja ”Bapak pasti setuju kalau kesembuhan ditentukan oleh kekuasaan Tuhan, betul khan Pak? Yang saya tahu, banyak orang mendapat petunjuk kesembuhan melalui produk ini. Banyak sekali yang sudah terselamatkan melalui produk ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan buku kesaksian yang relevan dengan kesehatan prospek. Jika ada beberapa kisah kesembuhan yang sama, pilihlah contoh pemakai produk yang paling mirip. Kalau prospek sudah berumur, tunjukkan kesaksian orang yang sudah berumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika prospek adalah seorang ibu, lebih baik tunjukkan kesaksian kesembuhan ibu-ibu pula. Dsb. Orang lebih tertarik dengan sesuatu yang punya kemiripan dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah coba produknya tapi tidak menyembuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dheg”, waktu masih baru, ditanya seperti ini, hampir-hampir nggak bisa ngomong saya. Sebabnya sepele, saya sendiri belum begitu yakin dengan produknya. Karena itu pastikan Anda dan keluarga menjadi pemakai produknya biar PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya tanyakan, ”Penyakit yang diderita apa Bu?” Tanyakan juga, sejak kapan mulai menderita? Bagaimana cerita awalnya?. Apakah selain penyakit yang diterapi dengan produk Anda, juga punya penyakit-penyakit yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membantu Anda untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi kesehatan prospek dan menemukan terapi yang paling tepat. Dan yang sangat penting, kalau Anda banyak mendengarkan, prospek merasa Anda betul-betul memahami dia gitu loh. Jadi kalau Anda merekomendasikan sesuatu, dia tahu rekomendasi Anda sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bisnis, semakin banyak masalah kesehatan yang Anda ketahui, Anda berpeluang menawarkan produk lebih banyak. Omzet lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah lho :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keluhan adalah omzet .... Setiap keluhan adalah omzet .... ada keluhan ada omzet, keluhan lagi omzet lagi ...., keluhan lagi omzet lagi...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi rajin-rajinlah mendengar keluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memahami kesehatan prospek, tanyakan produk apa yang pernah digunakan. Sampai disini anda mungkin menemukan dua jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, prospek memilih produk yang tidak berhubungan langsung dengan jenis penyakit. Misalnya diabetes tapi yang dibeli malah nutrisi lain. Anda tunjukkan pilihan kombinasi produk yang lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua, pilihan produknya sudah tepat. Jika ini yang terjadi, Anda tanyakan, minumnya berapa kali sehari? Apakah rutin konsumsi? Berapa lama waktu mengkonsumsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pengalaman saya sih, biasanya ada hal yang bisa kita temukan sehingga proses penyembuhannya belum nampak signifikan. Contoh sepele, ada yang mengkonsumsi kalsium dengan air mendidih atau bahkan direbus, padahal seharusnya cukup dengan air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunjukkan kesalahan tersebut, Anda bisa merekomendasikan menggunakan produknya kembali dengan cara yang benar, takaran yang benar dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kombinasi produk sudah tepat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jelaskan bahwa  tidak semua orang dengan penyakit sama dapat sembuh dengan kecepatan sama karena kondisi tubuh setiap orang adalah unik. Banyak contoh yang sangat ekstrem, kanker pada seseorang bisa sembuh dalam hitungan minggu meski hanya dengan 1 atau 2 produk. Tetapi ada juga yang sembuh setelah lebih dari 6 bulan atau 1 tahun meskipun mengkonsumsi banyak jenis produk. Anda bisa sarankan untuk mencoba lagi dengan waktu yang lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika prospek ternyata sudah menggunakan produk dalam waktu yang lumayan, 2-3 bulan misalnya. Anda tanyakan pola hidup kesehariaanya yang berhubungan dengan penyakit. Misalnya,”Berapa bungkus rokok setiap hari? Apakah suka begadang? Apakah pekerjaannya terlalu melelahkan? Apakah makannya teratur? Banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada seorang yang sesak nafas dan mengaku kesembuhannya kurang signifikan setelah menggunakan produk Anda. Dengan banyak bertanya Anda mungkin menemukan : Ooooh pekerjaannya ternyata penjaga malam di tempat terbuka, dan setiap malam menghabiskan 2 bungkus rokok. Sementara di siang hari, kurang istirahat karena mencari income tambahan. Kalau begini caranya bagaimana mau sembuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjurkan kepadanya untuk melakukan pola hidup yang lebih sehat bersamaan dengan mengkonsumsi secara rutin produk sehingga memudahkan penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar tambahan, kadang-kadang prospek asal ngaku saja. Tujuannya supaya anda berhenti menawarkan. Kalau Anda merasa,”Keliatannya kok prospek ini pura-pura aja pernah pakai produk”, Anda bisa test dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saya pernah test begini. Prospek  bilang dia sudah pakai cordysep. Saya tanya dia, ”yang kapsul merah atau yang tablet kunyah  Pak”. ”Yang merah..!”,katanya PD. Nah ketahuan khan ..? Padahal kapsul cordysep berwarna hijau putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, selanjutnya ada yang tanya begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetangga saya sudah pakai produknya lho mas, dulu sudah sembuh tapi kok penyakitnya kumat lagi? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa tanya balik : ”Bu, orang sehat bisa sakit nggak bu?” Bisa. ”Lha yang sehat aja bisa sakit apalagi yang sudah pernah sakit. Betul khan Bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan juga, ”Apakah tetangga Ibu rutin pakai produk atau hanya sekali saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor untuk mempertahankan kesehatan seseorang. Makanan sehat (food supplement) hanya salah satu unsur kesehatan. Jika seseorang sembuh, tapi pola hidupnya sehari-hari tidak pernah olah raga, sering makan terlambat, kurang istirahat, makanan tidak bergizi tentu sangat mudah terserang penyakit kembali. Bukan hanya penyakit lama bahkan juga penyakit-penyakit baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pakai produk lain, dan hasilnya juga bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji : Wah luar biasa. Produk apa yang dipakai? Boleh lihat produknya Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan respek, bahwa produk tsb memang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarankan bahwa jika dikombinasi dengan produk Anda hasilnya luar biasa. (Tentu saja jika produk Anda benar-benar lebih dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini pertanyaan yang paling ngeri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah dengar cerita ada orang setelah minum produk ini, besoknya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran, diluaran ada saja orang-orang yang tidak mengerti dan suka menyebar gossip. Jadi kalau ada yang bertanya seperti itu, mereka tidak salah, mereka hanya belum pernah mendengar dari sumber informasi yang benar. Kadang-kadang, orang juga hanya menguji Anda, apakah Anda punya keyakinan yang kuat terhadap produk yang Anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya balik,” Bapak pernah nggak melihat orang meninggal di rumah sakit? Pernah nggak, Bapak melihat atau mendengar orang meninggal padahal sedang ditungguin oleh dokter dan perawat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya pasti,” Waah banyak sekali, malah setiap hari ada yang meninggal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan dengan pertanyaan,”Kalau banyak yang meninggal, mengapa tidak ada dokter yang ditangkap? Perusahaan dari obat yang diminum pasien juga nggak ada yang ditutup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar jawabannya,”Ya... karena penanganannya sudah benar. Kalau meninggal ya memang karena sudah waktunya dipanggil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Naaaaaah sama Pak. Banyak orang yang habis makan nasi langsung almarhum. Pasti bukan karena nasinya. Lha yang lagi olahraga badminton, tiba-tiba mati juga ada. Jadi nggak ada hubungannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaskan bahwa produk Anda adalah nutrisi/food suplemen bukan obat. Obat jika disalahgunakan akan menimbulkan efek samping bahkan bisa kematian. Itulah sebabnya pemakaian obat harus menggunakan resep dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau food supplemen khan bebas efek samping. Weiiiiiit....!! Sebentar, jangan salah paham ya. Maksudnya bukan berarti bisa digunakan sembarangan. Bisa negatif juga jika digunakan dengan sarat-sarat kondisi tubuh yang kurang sesuai. Cabai saja, kalau dimakan penderita maag bisa bikin repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan bahwa makanan kesehatan yang Anda tawarkan aman untuk siapa saja asal sesuai petunjuk. Terbukti telah lolos pemeriksaan Balai POM dan lolos uji dari berbagai badan kesehatan lain yang terpercaya di dunia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pertanyaan yang berhubungan dengan bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini khan bisnis tipu menipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tersinggung jika prospek mengatakan seperti ini. Tanyakan alasannya, mengapa beliau mengatakan seperti itu. Mungkin prospek Anda pernah ditipu dengan skema piramid atau money game. Atau mendengar cerita temannya yang tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan,” Yang Bapak maksud dengan tipu-menipu dimananya Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika prospek Anda memang pernah tertipu dengan skema piramid atau money game, Anda bisa jelaskan perbedaan money game dengan  MLM sebagaimana dijelaskan di oleh APLI. Karena itu pastikan Anda benar-benar mencatat dan menguasai materi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini menguntungkan yang Atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan : Maksud Anda menguntungkan yang berperingkat tinggi atau yang lebih dulu bergabung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang dimaksud adalah peringkat yang lebih tinggi. Jelaskan “Dimanapun bisnis atau pemerintahan atau apa saja, yang lebih berprestasi pasti mendapatkan lebih banyak. Direktur Astra nggak pernah jualan motor tapi lebih besar mana gajinya dengan salesman? Apa Direktur Astra nggak kerja? Kerja, namun kerjaannya beda dengan seorang salesman di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang dimaksud adalah yang duluan bergabung, Anda bisa tunjukkan bukti, banyak distributor yang bergabung belakangan tetapi lebih sukses. Penghasilannya, tentu jauh lebih besar dari orang-orang yang lebih dulu bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk topik ini Anda bisa membaca lebih lengkap di Artikel : Network Marketing Kontroversial..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pertanyaan yang berhubungan dengan Sikap terhadap Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada prospek yang memang sudah ingin join dan bertanya untuk konsultasi. Tetapi sebagian besar karena tidak yakin kepada diri sendiri bisa sukses di bisnis ini sehingga ingin menolak tawaran Anda. Namun karena tidak enak mengungkapkan apa adanya, keluarlah alasan macam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang alasannya asal aja :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak bakat yang ginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya yang ginian, bagaimana Pak? Anda perjelas dulu yang dimaksud oleh prospek. Jawabannya bisa sangat beragam, mungkin karena nggak punya waktu, gengsi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah jelas yang dimaksud, lebih mudah Anda menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak punya waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tepat di bisnis ini. Bisnis ini justeru banyak dilakukan oleh orang-orang sibuk supaya mereka punya kebebasan waktu di masa yang akan datang. Bapak pasti juga tidak ingin selamanya sibuk, betul khan pak? Bapak pasti senang jika 2-3 tahun lagi Bapak memiliki kebebasan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini sangat sederhana, Bapak bisa melakukan diwaktu luang dan saya akan membantu Bapak. Bapak tinggal mengundang  keluarga dan teman, lewat telpon 15 menit sudah selesai. Nanti saya yang presentasi hanya perlu waktu 1 jam. Kalau ada yang bergabung, gabungnya ke Bapak. Grup Bapak akan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, bisnis ini juga memiliki dimensi investasi waktu. Kalau Bapak punya waktu 1 jam sehari, dan nantinya memiliki 100 orang jaringan yang seperti Bapak, artinya ada 100 jam kerja per hari di jaringan Bapak. Padahal sebagian orang yang berhasil Bapak sponsori pasti ada orang-orang yang memiliki banyak waktu untuk menjalankan bisnis ini. Jadi potensinya lebih besar dari 100 jam per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak punya teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada orang yang nggak punya teman. Kalimat prospek yang lengkap sebetulnya begini  : “Saya nggak punya teman yang bisa menjalankan bisnis ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa, orang yang belum tahu cara menjalankan bisnis ini biasanya hanya mengingat beberapa teman dekat dan langsung menyeleksinya. Si A gak punya uang, Si B, pemalu, Si C, suka malu-maluin, Si D apalagi suka bohong waaah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa tunjukkan besarnya potensi bisnis ini dengan permainan daftar nama. Mintalah dia menulis nama siapa saja yang dikenal dalam waktu 1 menit.  Dari situ akan kelihatan, bagaimana jika prospek bisa menulis banyak sekali daftar nama dan bisa terus menambahkannya setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajak prospek juga menghitung, bahwa setiap orang yang bergabung juga bisa menulis daftar nama sebanyak dia. Artinya, potensi daftar nama menjadi tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya khan tidak bisa ngomong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tepat sekali di bisnis ini. Bisnis ini tidak perlu pintar ngomong seperti penyiar radio.  Yang diomongin itu-itu saja. Presentasi sudah ada panduannya, tinggal dibaca. Kalau diulangi terus jadi kebiasan, pasti sangat-sangat gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak bisa jualan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tepat sekali. Ini bukan bisnis jualan seperti sales ketuk-ketuk dari pintu ke pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak beli produk untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Bapak tinggal mengajak keluarga dan teman untuk sehat bersama. Mereka belanja sendiri di stokis-stokis yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban selanjutnya, sesuaikan dengan karakter prospek. Misalnya prospek adalah seorang guru, “Di bisnis ini yang sangat penting adalah mengembangkan sumberdaya manusianya. Biasanya orang yang memiliki kemampuan mendidik, lebih mudah sukses di bisnis ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya khan mahasiswa, bagaimana supaya tidak mengganggu kuliah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa tawarkan : Bagaimana kalau pertanyaan itu dibalik : Bagaimana caranya kuliah tidak mengganggu bisnis Saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini penting untuk mengajak orang berpikir dengan sudut pandang yang baru. Kebanyakan orang memiliki alur hidup sekolah, kuliah, kerja, berkeluarga. Bisnis sering dianggap sampingan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, mana yang lebih menjamin masa depan Anda, gelar sarjana Anda ataukah pekerjaan atau bisnis Anda? Jawabannya bebas, tergantung sudut pandang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda memilih fokus berbisnis untuk masa depan, maka Anda adalah pengusaha yang kebetulan menjadi mahasiswa, Tetapi kalau fokus Anda adalah kuliah, lulus dan melamar kerja, maka Anda adalah mahasiswa yang kebetulan pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak didukung orangtua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang tua tidak melarang Anda berbisnis. Kebanyakan melarang bercita-cita terlalu tinggi. Itulah gambaran orang pada umumnya. Karena orang tua Anda belum mempelajari bisnis Anda. Mereka tidak ingin kalau Anda gagal, akan sangat kecewa. Coba minta uang untuk bisnis kecil-kecilan, lebih besar kemungkinan untuk dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak mahasiswa yang tidak didukung orangtua tetapi sudah sukses di bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tepat di bisnis ini. Orang tua lebih memerlukan tambahan nutrisi untuk merawat kesehatan. Kalau Bapak bisa jauh lebih sehat, Bapak bisa membantu keluarga atau teman-teman Bapak untuk sama-sama lebih sehat. Kalau Bapak bisa menolong banyak orang untuk sehat, Bapak bisa sukses di Bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tepat di bisnis ini. Mumpung masih muda, bisnis ini akumulasi tanpa batas waktu. Kesempatan Anda masih panjang, peluang untuk menikmat kesuksesan jauh lebih besar. Kalau tua sukses itu biasa, Anak muda sukses baru luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak punya modal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tepat sekali, karena ini adalah bisnis termurah modalnya. Bisa dicicil tanpa batas waktu. Justeru karena kita tidak punya uang, kita menjalankan bisnis ini supaya bisa memiliki banyak uang. Kalau memiliki banyak uang, kita bebas memilih mengembangkan usaha jenis-jenis lainnya. Atau menggunakannya untuk mewujudkan impian Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika prospek menunjukkan keinginan yang sungguh-sungguh untuk bergabung tetapi belum punya uang, Anda bisa berikan beberapa pilihan sebagai solusi. Pertama, menjual barang-barang yang tidak penting dimiliki bahkan menganggu produktivitas seperti play station dll.  Randy Gage dalam bukunya : How to build your multilevel money machine mengatakan seperti ini,” … Bagaimanapun juga anda harus menginvestasikan uang anda. Jika anda tidak punya uang, jual televisi anda. Anda tidak membutuhkannya saat menjalankan bisnis ini…”. Maksudnya apa, TV adalah simbol zona kenyamanan Anda. Jual barang-barang Anda yang kurang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengalihkan uang  konsumtif menjadi modal membangun asset. Sisihkan minimal 10% dari penghasilan (tidak peduli berapapun penghasilannya) untuk investasi. Di buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki menyebutnya sebagai kecerdasan financial. Orang yang memiliki kecerdasan financial tidak pernah membelanjakan seluruh uangnya untuk konsumsi. Semiskin apapun, dia tetap berusaha menyisakan sebagian uangnya untuk investasi. Pasti menderita sekali. Tetapi mereka mengerti, jauh lebih baik menderita beberapa tahun tahun dibandingkan harus menderita seumur hidup. Apalagi mewariskan penderitaan ke anak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, meminjam. Meminjam bukanlah tindakan bodoh apalagi memalukan. Robert K bilang ada utang buruk ada utang baik. Utang baik sepanjang digunakan untuk investasi produktif. Itulah sebabnya lembaga perbankan, koperasi dan lembaga keuangan lainnya didirikan. Anda bayangkan kalau tidak ada pinjaman. Tidak ada orang berinvestasi. Uang dalam jumlah besar nganggur di lemari bank. Ekonomi pun tidak pernah bergerak. Kalau Anda mengikuti forum diskusi bisnis manapun baik yang ofline maupun online, tema-tema mendapatkan kredit adalah salah satu tema yang paling menarik dan sering dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bantu prospek menemui keluarga atau kerabat yang membutuhkan produk kesehatan. Saya memiliki beberapa downline yang karena keterbatasan, tidak mengeluarkan serupiah pun. Bahkan mendapatkan keuntungan dari selisih harga konsumen. Setelah menikmati bonus, barulah mereka menjadi pemakai produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda bertanya, Loh Pak, kok semua orang dibilang paling tepat di bisnis ini. Apa ini tidak membohongi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali bukan. Kalau Anda mendengarkan kaset dan buku-buku pengembangan diri, Anda akan menyadari semua orang tanpa kecuali memiliki potensi Dahsyat Luar Biasa yang memastikan mereka sukses. Namun kebanyakan orang lebih suka melihat kelemahan dirinya. Sayang sekali, banyak orang belum bisa melihat : seringkali yang dianggap kelemahan justeru pembawa keberuntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah, sekawanan kodok sedang berjalan beriringan, tiba-tiba saja dua teman mereka terperosok di sebuah lubang yang dalam. Kedua kodok ini berusaha keras melompat namun tak kunjung berhasil. Teman-teman mereka yang juga belum pernah melompat dari lubang sedalam itu akhirnya beramai-ramai memberi nasehat. Mereka berteriak-teriak dari pinggir lubang, “Hey, tidak usah teruskan, percuma saja kalian melompat. Lebih baik kalian pasrah saja disana. Siapa tahu hujan segera datang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kodok akhirnya frustasi dan mati karena putus asa. Sementara, kodok yang satunya melompat semakin keras sampai akhirnya, “Hup..” Si kodok berhasil keluar dari lobang. Teman-temannya sangat takjub sekali melihat semangat si kodok ini dan merasa malu karena sudah melemahkan semangat. Saat mereka masih terheran-heran, mereka tambah terkejut karena si kodok tadi menyalami mereka semua dan mengucapkan,” Terima kasih terima kasih, karena semangat dari Anda semua, saya berhasil selamat. Terima kasih, terima kasih..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekawanan kodok tersebut baru sadar, temannya yang berhasil selamat itu ternyata ...tuli. Sang kodok yang selamat hanya melihat mulut teman-temannya berteriak. Ia mengira, teman-temannya memberikan semangat untuk melompat lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, percayalah bahwa Anda sempurna. Tidak peduli siapapun Anda, potensi Anda tetap luar biasa. Syukuri keberadaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sering lupa menyadari, segala kelemahan yang dimiliki bisa membangkitkan potensi dirinya yang lain dengan sangat luar biasa dan menutupi kelemahannya itu. Tugas kita adalah menunjukkan bahwa kelemahan-kelemahan mereka bisajadi sekaligus juga pemacu potensi terbesar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen Hawking adalah orang yang lumpuh total sejak usia belia. Namun justeru karena tangan dan kakinya lumpuh, otaknya terlatih untuk melakukan perhitungan matematika dan fisika tanpa kertas, tanpa pensil, tanpa kalkulator, tanpa alat apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perhitungan rumit dilakukan dikepalanya. Itulah sebabnya Stephen Hawking mendapat penghargaan nobel sebagai fisikawan terbesar abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahatma Gandhi adalah seorang pendiam. Semua elit politik mengatakan, tidak mungkin India memiliki pemimpin politik seperti dia. Hari ini sejarah mencatat beliau sebagai pemimpin terbesar di India yang pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benyamin Disraeli mengatakan : Manusia bukanlah ciptaan keadaan, keadaan itulah ciptaan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun keadaan Anda sesaat yang lalu, itu tidak penting. Saat ini adalah waktu untuk mencetak masa depan anda. Waktu tidak bisa Anda nego, 10 tahun, 20 tahun lagi pasti tiba waktunya Anda disana. Pertanyaannya, bagaimana Anda menjalani kehidupan Anda saat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda masih tidak punya teman? Apakah Anda masih belum punya modal? Apakah Anda masih tidak bisa ngomong? Apakah Anda masih terlalu muda untuk mulai, atau sudah terlambat karena sudah terlalu tua? Apakah seluruh keluarga Anda masih tidak mendukung Anda untuk sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai berapa tahun lagi Anda menolak peluang sukses dengan alasan yang sama? Sampai kapan Anda memenjarakan diri Anda dengan tembok-tembok tebal yang Anda ciptakan sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda bisa membangun tembok-tembok itu, Anda juga pasti bisa menghancurkannya. Pertanyaannya adalah maukah Anda. Kalau Anda mau, Anda pasti Bisa. Anda Pasti Bisa..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, saatnya mulai menghancurkan tembok-tembok itu. Segalanya berubah begitu  Anda mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang merubah masa depan Anda dan orang-orang yang Anda cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do something..!!!  Lakukan sesuatu...!!! Untuk berhasil di Bisnis Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan sesuatu sampai kehidupan Anda dan seluruh orang-orang yang Anda cintai berubah...!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Number One..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to P.Gatot (www.begreatvision.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-1523938146117892554?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/1523938146117892554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=1523938146117892554' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/1523938146117892554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/1523938146117892554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/bagaimana-menjawab-pertanyaan-prospek.html' title='Bagaimana Menjawab Pertanyaan Prospek?'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjM_ZvfIeI/AAAAAAAAAQM/hjRPsoabG8I/s72-c/question+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-7609042474960428030</id><published>2008-07-12T22:17:00.003+08:00</published><updated>2008-07-12T22:45:01.693+08:00</updated><title type='text'>Ikuti Upline.....!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjBedBB1uI/AAAAAAAAAQE/Ke7YmVcZeKA/s1600-h/pic+leadership.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjBedBB1uI/AAAAAAAAAQE/Ke7YmVcZeKA/s320/pic+leadership.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjBedBB1uI/AAAAAAAAAQE/Ke7YmVcZeKA/s320/pic+leadership.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222136496865269474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa bedanya seorang juara dunia dengan orang rata-rata? Setiap juara dunia pasti didampingi oleh seorang pelatih. Sebaliknya, orang rata-rata tidak pernah punya pelatih. Tetapi anehnya, di arena pertandingan, biasanya orang rata-rata kelihatan lebih hebat daripada pelatih ataupun juara dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda lihat pertandingan sepakbola, siapa yang lebih sibuk, pelatih atau suporter? Maju, maju oper kanan,  umpan kiri …. Wuaaaaah luar biasa heboh..!!! Pelatihnya diam saja. Mungkin hanya sesekali kalau skenario yang sudah direncakan ternyata kurang efektif di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda yang jadi pemain, kira-kira mana yang Anda ikuti. Strategi yang disarankan pelatih atau komando para suporter?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada dua kesebelasan, kesebelasan A selalu mengikuti petunjuk pelatih, kesebelasan B  ikut teriakan suporter. Kira-kira tim mana yang jadi pemenang?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, untuk jadi pemenang, untuk menjadi seorang juara, Anda harus mengikuti petunjuk pelatih. Meskipun Anda tidak mengikuti saran penonton, tapi kalau Anda jadi pemenang, penonton ikut senang nggak? Pasti ikut senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau Anda ikuti saran penonton, lalu Anda kalah. Yang nyorakin Anda kalah siapa? Penonton juga. Itu enaknya jadi penonton, maunya menang terus. Tapi mereka tidak pernah ikut bertanggungjawab kalau Anda kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wajah kehidupan kita termasuk di bisnis network marketing. Banyak distributor yang ingin sukses namun tidak banyak yang mau mendengarkan saran pelatihnya. Tidak banyak distributor yang mau mengikuti petunjuk sponsor atau uplinenya. Lebih senang mendengarkan suporter di luaran sana yang jumlahnya mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upline bilang,”yuk hadir di  pertemuan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan, pasti banyak orang yang menyarankan lain.”Ayo kita jalan-jalan dulu…., ayo kita kumpul-kumpul dulu…, ayo nonton tinju bareng…dll. Ngapain sibuk hari libur begini. Macam macam..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang Anda pilih : Anjuran upline atau suporter yang lebih banyak suaranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal penting yang  membedakan bisnis MLM dengan konvensional adalah, begitu banyak pelatih atau mentor-mentor yang siap membantu kesuksesan Anda. Anda punya orang-orang yang  mau sepenuh hati membimbing Anda. Mentor-mentor Anda begitu tulus dan peduli dengan masa depan Anda.&lt;br /&gt;Seandainya Anda membangun usaha catering. Lalu Anda datang ke pengusaha catering yang sukses. Anda tanya ”Bu, saya mau buka usaha catering seperti Ibu. Bagaimana resepnya supaya saya bisa sukses seperti Ibu”. Lalu ibu itu mengatakan,”Oh dengan senang hati, dulu saya merintis bisnis ini dengan modal sekian, resep masakannya ini, pembukuannya begini bla..bla...blla... dst”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira anda bisa menemukan pengusaha seperti itu? Bisa, kalau anda bertanya kepada 1000 pengusaha. Salah satunya mungkin akan mau membuka rahasia suksesnya. Yang pasti, mayoritas tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda beruntung, di bisnis ini. Karena apa? Kalau Anda tanyakan kepada upline leader Anda,”Pak bagaimana saya bisa sukses seperti Anda dengan penghasilan puluhan juta?” . Belum ditanya pun Upline Anda sudah membukakan rahasianya. Semua rahasia sukses beliau akan dibukakan kepada Anda 1000%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluaran sana untuk mendapat saran-saran bisnis, Anda harus mencari konsultan. Konsultan keuangan, konsultan pemasaran, konsultan manajemen karyawan, konsultan manajemen persediaan dan gudang dsb. Kira-kira berapa Anda habiskan biaya untuk konsultasi seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bisnis apapun Anda membutuhkan seorang mentor untuk membimbing Anda step by step. Anda beruntung, di bisnis network marketing Anda bisa mendapatkan saran-saran, petunjuk-petunjuk, bimbingan bimbingan untuk melangkah ke jenjang kesuksesan secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bimbingan upline, kita bukan siapa-siapa. Kita semua belum pernah mengetahui seluk-beluk bisnis ini. Apa yang kita ketahui tentang produk?, apa yang kita ketahui tentang pentingnya nutrisi?, apa yang kita ketahui tentang cara presentasi yang benar? Apa yang kita ketahui tentang manajemen jaringan? Semua datang dari upline kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi saya banyak belajar dari buku Pak”. Ok Anda benar..!! Tapi siapa yang memberikan rekomendasi buku yang Anda baca? Upline Anda juga khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Anda berkomitmen sukses, sponsor dan upline dengan tangan terbuka akan siap bekerjasama membimbing Anda. Karena itu bersikaplah Teachable. Sikap untuk selalu mau belajar, mau diajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak peduli sehebat apapun Anda, sesukses apapun Adna di luar bisnis ini. Anda harus mau belajar dan mau diajar oleh sponsor dan upline leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa sangat hebat di satu bidang yang sudah kita geluti, tetapi ketika memulai bidang yang baru, cara menjadi hebat di bidang yang lama belum tentu bisa kita gunakan di bidang yang baru. Anda bayangkan seorang juara dunia tinju. Untuk menjadi juara, setiap hari, ia harus memukul sansak ribuan kali. Itulah caranya menjadi juara dunia tinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, si juara tinju ini ingin jadi pemain sepakbola. Lalu setiap hari tetap latihan memukul sansak ribuan kali. Apa yang terjadi ketika dia main bola, apakah dia bisa menjadi pemain hebat dilapangan? Tentu tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin menjadi pemain bola yang hebat, si juara dunia tinju juga harus belajar kepada pemain bola senior, bagaimana caranya menendang bola yang benar. Ia harus memulai latihan-latihan yang baru, menendang bola ribuan kali setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama di bisnis ini. Meskipun sponsor atau upline kita hanya seorang mahasiswa, pedagang kaki lima. Meskipun upline kita hanya lulusan SMA. Tetapi di bisnis ini Upline kita sudah lebih dahulu melewati jalannya. Kita tidak perlu membuat jalan sendiri, tinggal mengikuti jalan tercepat yang sudah dilewati oleh sponsor dan upline kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Anda untuk berkonsultasi itu juga sekaligus menunjukkan sikap Anda di bisnis ini. Kalau anda membangun sebuah gubuk ukuran 2x2 meter, anda perlu memanggil arsitek nggak? Anda perlu mengundang konsultan sipil nggak? Anda perlu mengundang konsultan interior nggak? Nggak perlu. Semuanya nggak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan Anda membangun sebuah gedung lantai 100. Anda perlu memanggil arsitek nggak? Anda perlu mengundang konsultan sipil nggak? Anda perlu mengundang konsultan interior nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, menurut Anda bisnis yang sedang Anda jalankan bisnis kecil atau bisnis besar? Bisnis gubuk atau bisnis gedung 100 lantai? Kalau ini bisnis besar, perlu konsultan nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering Anda konsultasi juga bisa menjadi tolok ukur sikap Anda terhadap bisnis ini. Dengan ilustrasi yang sama, kalau anda membangun rumah lantai 3, dan pada saat yang sama Anda membangun gedung 100 lantai. Kira-kira lebih sering mana Anda melakukan konsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemui beberapa pertanyaan dari jaringan soal konsultasi ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau sponsor dan upline yang saya kenal belum aktif  Pak?”. Anda tanyakan, siapa saja upline-upline yang ada di garis sponsorisasi Anda. Berusahalah mengenal mereka dengan baik. Sehingga jika sponsor atau upline terdekat belum aktif, Anda tetap bisa mendapatkan bimbingan dari upline leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengusaha, pegang prinsip “All beginning with me”. Segala sesuatu dimulai dari SAYA..!! Ini bisnis bisnis kita sendiri. Bukan bisnis upline. Kalau sponsor atau upline Anda belum aktif, tidak perlu di pikirin. Pikirkan apa yang bisa Anda lakukan SEKARANG..!! untuk kemajuan bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika, sponsor atau upline belum memberikan bimbingan, bersikaplah pro aktif. Bangun hubungan baik dengan upline leader Anda, dan kunjungi mereka untuk konsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beberapa kali mendengar keluhan,”Aduh pak, upline saya sepertinya kok tidak antusias membimbing saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan memvonis, cobalah evaluasi diri. Mungkin cara Anda yang kurang tepat. Saya sendiri terkadang juga kurang sreg memberikan bimbingan kepada jaringan karena sikap-sikap mereka kurang tepat. Sebagian karena hal-hal sepele. Misalnya, datang menjelang maghrib. Saat-saat seperti itu bagi saya tidak nyaman memberikan konsultasi karena pasti disela oleh waktu ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, saya akan sharing bagaimana sikap dalam konsultasi yang membuat sponsor atau upline Anda senang membimbing Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan sering mengeluh. Setiap orang pernah mengalami down di bisnis ini. Mengeluh 1-2 kali, itu biasa. Namun jika setiap bertemu, Anda selalu mengeluh, sponsor Anda akan bosan dan kurang antusias memberikan konsultasi kepada Anda. Upline bukan tong sampah. Upline adalah tempat Anda mencari solusi. Jadi fokuslah pada solusi. Datanglah  dengan pertanyaan, “Bagaimana caranya menghadapi masalah saya? Bagaimana agar target bisnis saya bulan depan tercapai?” dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sampaikan Goal setting Anda dengan antusias. Apakah goal Anda peringkat atau omzet? Misalnya”Up bagaimana caranya bulan depan saya naik peringkat” Upline akan memberikan saran-saran sesuai goal setting Anda. Saya sering menemui jaringan yang tidak antusias dengan goal setting. Misalnya sering saya katakan kepada mereka, ”Bulan depan sudah harus peringkat baru ya..!!”, dia malah senyum-senyum ”Yaaa mudah-mudahan pak ya”. Kalau kita tidak antusias dengan goal setting kita, upline juga kurang bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jujur apa adanya. Sehingga Upline bisa memberikan saran yang lebih tepat. Saya kadang-kadang menemui, ada distributor yang suka membesar-besarkan prestasinya. Menutupi kelemahan-kelemahan di lapangan. Sebetulnya dia tidak ingin konsultasi, dia hanya ingin dipuji. Atau sekedar menyenangkan Upline. Saya tahu setelah saya perhatikan perkembangan bisnisnya ternyata tidak kemana mana. Bersikaplah jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tunjukkan komitmen mengatasi masalah. Tunjukkan Anda sudah berusaha mencari jawaban atas masalah Anda misalnya Anda sudah mencarinya di buku atau kaset. “up saya sdh coba cari solusi dengar kaset A, baca buku B, tapi saya belum puas ” Upline akan melihat, Anda sungguh-sungguh membutuhkan jawaban. Upline sangat senang memberikan saran-saran kepada leader yang mandiri dan pro aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sadari upline Anda juga harus mengalokasikan waktu untuk jaringan yang lain. Jadi jangan berharap, upline selalu memuaskan keinginan Anda untuk mendapat bimbingan. Mintalah rekomendasi alat bantu yang perlu Anda miliki untuk membantu memberikan solusi. “Kaset apa yang perlu saya miliki up, buku apa yang perlu saya baca up..”. Percaya atau tidak, upline paling senang melihat jaringan semangat mencari alat bantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pahami kepribadian sponsor atau upline. Saran saya, pelajari personality plus. Bersikaplah sesuai kepribadian mereka, sehingga mereka merasa cocok dan nyaman dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rendah hati. Turunkan ego. Jika Anda merasa lebih tinggi secara ekonomi, status sosial dan pendidikan, itu bukan alasan untuk tidak konsultasi. Tapi justeru Anda yang harus lebih pro aktif untuk konsultasi. Karena bisa jadi upline Anda sungkan untuk memberikan saran-saran kepada Anda. Kalau Anda sudah membuka diri untuk mendapat petunjuk, Upline Bapak Ibu secara psikhologis lebih mudah memberikan nasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sering-seringlah berterima kasih. Ini sepele sekali. Tetapi faktanya, banyak juga yang setelah mendapat bimbingan upline tidak berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara sungguh-sungguh melaksanakan saran upline, dan mensharingkan hasilnya kepada upline Anda lagi. Banyak orang yang konsultasi hanya basa-basi. Mereka konsultasi tetapi jika ada saran upline yang kurang sesuai dengan pikiran mereka, mereka tidak mau jalankan. Ada kecenderungan orang untuk hanya mau melakukan saran-saran yang disenanginya. Kalau sesuatu itu harus dilakukan tetapi tidak disukai, maka saran upline diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya saja dengan upline Anda. Tidak penting Anda suka atau tidak. Kalau memang harus dilakukan untuk sukses menurut upline Anda, lakukan saja. Dengan demikian Anda membangun “Trust” dimata upline. Upline tidak perlu dibayar untuk merasa senang. Cukup upline tahu, Anda melaksanakan sungguh-sungguh sarannya, beliau pasti sangat senang. Di lain waktu, Upline pasti sangat antusias menyambut kehadiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa lengkapi sendiri, cara membuat upline Anda bersemangat memberikan konsultasi kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik selanjutnya, ……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada jar saya bilang begini,” Pak, saya malu konsultasi. Nggak enak ngerepotin terus”. Tenang aja, ciri-ciri seorang leader adalah merepotkan upline pada awalnya. Seorang upline sangat senang jika direpotin oleh jaringannya. Justeru kalau Anda nggak pernah konsultasi, upline Anda bingung. Upline Anda tidak tahu, apa yang bisa dia bantu untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sering bertanya kepada upline karena apa, karena Anda bergerak. Saat Anda bergerak Anda pasti menemui masalah, semakin banyak Anda bergerak, semakin cepat Anda bergerak, masalah-masalah yang ditemui juga semakin banyak. Itulah sebabnya Anda terus merepotkan upline Anda. Upline Anda senang karena tahu, banyak masalah yang perlu Anda konsultasikan artinya, Anda benar-benar bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masalah pasti ada jawabannya sepanjang Anda mau mengkonsultasikannya. Di bisnis ini lucunya, banyak distributor yang menemui masalah kemudian disimpan sendiri. Lalu berkesimpulan, wah saya tidak bisa menjalankan bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jaringan saya pernah bilang gini,”wah sponsor saya peringkatnya khan belum tinggi, apa dijamin benar arahannya?”. Ini pertanyaan bagus. Kepada siapa kita harus konsultasi?  Apakah kita harus mengikuti petunjuk upline yang juga ‘masih ijo’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi harus dilakukan kepada sponsor/upline terdekat yang sudah menjadi distributor inti dan berperingkat lebih tinggi dari Anda.  Perhatikan upline Anda, apakah upline Anda selalu ikut pertemuan, memiliki manual book yang diterbitkan perusahaan atau suport system,  presentasi no delay. Apakah upline Anda selalu membaca buku  dan mendengarkan kaset?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sponsor, atau upline Anda menjalankan sistem dengan benar, menjalankan  -langkah-langkah sukses dan  kebiasaan orang sukses, memenuhi persyaratan menjadi distributor inti, Ikuti saja. Karena apa? Sponsor dan upline Bapak/Ibu sudah belajar dari suport system dan dapat dipastikan beliau juga rajin belajar kepada uplinenya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga bisa menjadi pelajaran buat kita semua yang sudah jadi upline. Jangan tersinggung jika jaringan Anda tidak berkonsultasi ke Anda, tetapi malah konsultasi ke upline Anda. Anda perlu introspeksi jika Anda dilewati. Bisa jadi downline Anda melihat Anda belum konsisten di bisnis ini. Mungkin Anda belum memenuhi kriteria distributor inti. Mungkin Anda belum berlangganan kaset. Wajar dong jika downline merasa ragu, apakah advise dari Anda dijamin benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda baru bergabung, Anda belum memahami dan menjalankan sistem dengan benar, belum mempelajari manual book, membaca buku yang direkomendasikan, seandainya downline Anda minta konsultasi sebaiknya Anda tidak memberikan konsultasi. Lebih baik Anda mengajak ke upline yang sudah memenuhi syarat distributor inti. Sekaligus Anda bisa belajar disana bersama downline Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu malu kalau Anda tidak kelihatan hebat. Tidak perlu gengsi. Yang Anda butuhkan adalah Anda sukses. Kalau Anda rendah hati, Anda sukses, Anda pasti juga bergengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya kisah menarik dari Mahatma Gandhi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahatma Gandhi adalah seorang pemimpin yang sangat dihormati dan sudah memiliki pengaruh luas, sebelum beliau menjadi pemimpin politik di India. Apa yang beliau ucapkan, selalu diikuti kepatuhan yang luarbiasa oleh para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari datang seorang ibu dengan seorang anaknya yang sangat suka sekali makan gula-gula. Sang ibu ini memohon kepada Gandhi,” Tolong, katakan kepada anak ini untuk berhenti makan gula-gula. Giginya sudah banyak yang bolong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandhi menatap anak itu dengan penuh kasih sayang sambil mengusap-usap kepalanya. Lalu beliau berkata,”Pulanglah, 3 hari lagi kembalilah kesini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hari kemudian, sang Ibu dan anak mengunjungi kembali. Seperti yang lalu, sambil mengusap-usap kepala anak itu Gandi berkata,”Nak, berhentilah makan gula-gula, engkau akan memiliki gigi -yang sangat bagus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ibu yang merasa heran bertanya,”Maaf Tuan, bukankah Anda bisa mengatakannya 3 hari lalu, mengapa baru sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiga hari yang lalu, saya masih senang makan gula-gula”, jawab Gandhi singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa sekali, Yah, itulah contoh seseorang yang sangat teguh menjaga integritasnya. Beliau berprinsip, “Do what U say, say what U do”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Mahatma Gandhi. Pastikan Anda sudah menjalankan langkah sukses,  kebiasaan sukses dan memenuhi syarat distributor inti. Sehingga Anda memastikan memberi konsultasi yang benar kepada jaringan Anda. “Do what U say, say what U do”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ini penting sekali. Salah satu downline saya pernah mengadu,”Pak, upline saya kalau ngomong itu pinter sekali Pak. Nasihatnya semuanya luar biasa, tapi dia sendiri nggak  melakukan yang dia omongkan. Saya jadi tidak begitu yakin dengan saran-sarannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan downline Anda bersikap seperti itu jika Anda tidak pernah memberikan tauladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, untuk Anda yang punya upline seperti itu. Jangan menjadikannya sebagai contoh. Ini agak lucu, banyak yang tahu sikap uplinenya kurang tepat, tetapi dia melakukan seperti yang dilakukan uplinenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terima saran-sarannya yang baik dan benar. Dan kita lupakan contoh-contoh yang tidak mendukung kesuksesan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Anda ditentukan oleh sikap Anda sendiri. Bukan sikap upline Anda. Kalau upline Anda bersikap seperti itu, masih banyak upline anda yang lain yang bisa Anda ambil contoh. Anda punya kebebasan memilih mau mencontoh yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap distributor pasti punya Upline yang benar-benar konsisten  dan on system. Upline Anda juga mencari mitra-mitra kerja yang seperti on system juga. Seorang upline leader, selalu bekerja di kedalaman untuk menemukan  rajawali-rajawali seperti Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda menjalankan bisnis dengan on system, upline leader Anda pasti akan berusaha mengenal lebih dekat dengan Anda. Dan anda akan menemukan mitra kerja yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Mandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi sukses, banyak hal yang harus kita pelajari.  Kita harus menjadi orang yang tumbuh tumbuh dan tumbuh terus menerus. Pak Dosen bilang Longlife Learning, Orang jepang bilang Kaizen. Antony Robbin bilang Neverending Improvement, Nabi Muhammad mengatakan belajarlah sampai ke negeri Cina, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Seorang Pembelajar...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu Andrie Wongso? Salah satu pengusaha sukses dan motivator nomor 1 di Indonesia. Ternyata beliau adalah seorang yang tidak tamat SD. Tapi Anda tahu berapa bayaran beliau sekali bicara? Untuk bicara satu sessi seminar atau 2 jam, tarif beliau 30 juta rupiah. Luar Biasa..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa resep beliau bisa sukses meski tidak lulus SD? Sederhana : Belajar, action, belajar, action, belajar, action  terus terus dan terus sepanjang hidup. Itulah sebabnya beliau menyandang gelar Andrie Wongso “Sang Pembelajar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap Teachable bukan berarti tergantung kepada Upline. Apa apa upline, apa-apa upline lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah Independen Business Owner. Anda adalah pemilik bisnis Anda sendiri. Nasihat Upline sangat menentukan kemajuan bisnis Anda. Tetapi Anda tidak bisa mengharapkan segala sesuatu datang dari upline. Karena itu Anda juga harus mau belajar secara mandiri. Lakukan semua hal yang disarankan oleh suport system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini ibarat Anda mendaki gunung yang sama sekali belum pernah Anda kenal medannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda belum tahu, dimana jalan yang aman dan jalan mana yang licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda belum tahu dimana tempat paling aman untuk mendirikan tenda Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda belum mengerti, perbekalan apa yang paling penting Anda bawa, seberapa banyak perbekalan yang Anda butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda belum mengerti, dimana tempat mengambil air yang bersih dan aman untuk Anda minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda belum tahu berapa suhu di puncak sana, dan jaket seperti apa yang harus Anda gunakan untuk menghangatkan tubuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin sampai di sebuah bukit, Anda harus dipandu oleh seseorang yang telah sampai di atas bukit itu. Jika Anda ingin sampai ke sebuah danau, Anda juga harus dipandu oleh seseorang yang sudah sampai ke danau itu. Jika Anda ingin sampai ke puncak , satu satunya jalan terbaik adalah dipandu oleh seseorang yang sudah pernah sampai puncak gunung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan semua yang dilakukan oleh pemandu Anda di bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selangkah demi selangkah...., Anda akan sampai di bukit itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selangkah demi selangkah...., Anda akan sampai di danau itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selangkah demi selangkah..., Anda pasti tiba di puncak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See U at The TOP ... !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to P.Gatot&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-7609042474960428030?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/7609042474960428030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=7609042474960428030' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/7609042474960428030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/7609042474960428030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/apa-bedanya-seorang-juara-dunia-dengan.html' title='Ikuti Upline.....!!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHjBedBB1uI/AAAAAAAAAQE/Ke7YmVcZeKA/s72-c/pic+leadership.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-3781627728974519814</id><published>2008-07-11T23:46:00.005+08:00</published><updated>2008-07-15T00:24:54.076+08:00</updated><title type='text'>Motivasi Sukses Part 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHeEa-qJfoI/AAAAAAAAAP0/aiD2LFB1coE/s1600-h/suksesss.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHeEa-qJfoI/AAAAAAAAAP0/aiD2LFB1coE/s320/suksesss.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHeEa-qJfoI/AAAAAAAAAP0/aiD2LFB1coE/s320/suksesss.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221787891990625922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;By: Ggus(Admin)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings;"&gt;"If you've been waiting for the sign to start reaching success, perhaps this is it! So.. don't keep waiting for big and perfect chances, instead, take any small chances flashing in your eyes, and struggle to achieve big and perfect successes..." "Bila anda menantikan tanda untuk mulai meraih sukses, mungkin ini adalah salah satu tandanya! Jadi.. janganlah terus menanti datangnya kesempatan yang tampak besar dan sempurna, sebagai gantinya, jelilah dalam menemukan peluang-peluang kecil dalam hidup Anda yang lewat di depan mata, dan berjuanglah untuk menjadikannya  sukses besar dan sempurna!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-3781627728974519814?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/3781627728974519814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=3781627728974519814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/3781627728974519814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/3781627728974519814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/by-ggusadmin-if-youve-been-waiting-for.html' title='Motivasi Sukses Part 3'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHeEa-qJfoI/AAAAAAAAAP0/aiD2LFB1coE/s72-c/suksesss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-6893214290708755065</id><published>2008-07-08T23:22:00.009+08:00</published><updated>2008-07-09T01:57:06.867+08:00</updated><title type='text'>"The Secret" - Rahasia kehidupan....!</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHORNGxlBII/AAAAAAAAAPs/icVB-vuj3Ms/s1600-h/the-secret.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHORNGxlBII/AAAAAAAAAPs/icVB-vuj3Ms/s320/the-secret.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHORNGxlBII/AAAAAAAAAPs/icVB-vuj3Ms/s320/the-secret.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220676047395423362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;By: Ggus(Admin)&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;The Secret?apakah anda pernah mendengarnya? The Secret merupakan kata yang sangat terkenal.Ini dikarenakan oleh sebuah DVD motivasi yang berjudul “ THE SECRET ” yang membukakan sebuah rahasia besar kehidupan dimana didalamnya terdapat 1 Hukum yang sangat Agung,yang dapat menentukan kearah mana kehidupan kita nantinya dan apabila anda mengetahui hukum tersebut,maka anda akan memiliki kekuatan untuk mewujudkan kehidupan yang Anda dambakan! Satu Hukum saja! Hukum KETERTARIKAN. Saya anjurkan anda miliki DVD-nya dan bukunya,dan temukan kedasyatan hukum ketertarikan dalam hidup anda.Ini saya sharingkan sedikit intisari dalam THE SECRET yang luar biasa dapat mengubah pandangan hidup saya mengenai kehidupan ini.Selamat menonton dan membaca dan ketahuilah sebuah rahasia &amp;amp; hukum yang agung dalam hidup di “ THE SECRET “.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHONFFEW0fI/AAAAAAAAAPU/_BalUxaRU8A/s1600-h/goldenmagnet.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHONFFEW0fI/AAAAAAAAAPU/_BalUxaRU8A/s200/goldenmagnet.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHONFFEW0fI/AAAAAAAAAPU/_BalUxaRU8A/s200/goldenmagnet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220671511451849202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;UANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia uang adalah energi magnetis. Manusia adalah magnet yang bisa menarik apa saja, melalui sinyal yang kita kirim melalui pemikiran dan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita bisa menjadi magnet uang:&lt;br /&gt;* Tentukan dengan jelas jumlah uang yang kita inginkan. Nyatakan dan umumkan! (bukan berapa yang kita hasilkan sekarang, tapi berapa yang mau kita terima nantinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Cintailah uang. Banyak orang tidak menyintai uang, karena mereka memang tidak cukup memilikinya. Gunakan visualisasi dan imaginasi seakan kita sedang membelanjakan uang sebagaimana keinginan kita, seakan kita sudah memiliki banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dalam berkata-kata, bertindak dan berpikir harus dari konsep pemikiran bahwa kita sudah kaya saat ini juga. Hilangkan pemikiran dan kata-kata seperti “Saya ga mampu membelinya“, “kemahalan“. Jangan pernah berpikir uang tidak cukup untuk satu detikpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bersyukurlah atas uang yang sudah kita miliki. Hargailah saat kita memegangnya. Buatlah daftar barang-barang yang mau kita beli dengan kekayaan yang akan kita capai nantinya. Lakukan apa yang perlu agar kita senantiasa merasa sudah kaya. Misalnya mencoba mobil baru di showroom, melihat rumah atau apartemen contoh, mengunjungi pameran, coba-coba handphone mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tanamkan pikiran dalam diri kita setiap hari bahwa kita memiliki banyak uang, dan semua uang mengalir kepada kita tanpa hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hargailah kekayaan di sekililing kita, termasuk kekayaan orang lain. Jangan pernah iri atau cemburu, tapi coba pikirkan dan rasakan apa yang orang kaya rasakan. Lihat kekayaan dimana saja kita pergi, hargailah kekayaan sekitar kita. Rasakan kepastian bahwa uang sedang mengejar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Cintailah diri sendiri dan ketahuilah bahwa kita memang pantas untuk mendapatkan bagian dari kelimpahan uang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ingat setiap hari bahwa kita adalah magnet uang, sebelum bertindak selalu tanyakan dalam hati, apakah kita sedang menarik uang atau sedang menjauhinya dengan tindakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Selalu, bayar diri kita dulu, lalu bayar hutang-hutang kita. Dengan begitu kita berkata pada dunia bahwa kita pantas dengan uang itu dan berhak mendapatkan lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ulangi terus menerus setiap hari, “Saya adalah magnet uang dan uang gampang datang padaku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulislah cek untuk diri kita sendiri, dengan jumlah uang yang kita inginkan dan bawalah di dalam dompet kita. Bila kita buka dompet kita, selalu ingat itulah jumlah yang kita ingin manifestasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lakukan apa yang perlu agar merasa senantiasa senang dan sejahtera. Perasaan bahagia, senang sejahtera adalah magnet uang! Jadilah bahagia sekarang juga! Cintailah dirimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kekayaan adalah cara pikir dan pandangan kita. Uang pada dasarnya seperti magnet, kita juga magnet, kutub yang tepat akan saling menarik, kutub yang tidak tepat akan saling menolak. Menarik uang adalah dari pemikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHOPRDj6FSI/AAAAAAAAAPc/sC2Ee3nK94k/s1600-h/relation.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHOPRDj6FSI/AAAAAAAAAPc/sC2Ee3nK94k/s200/relation.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHOPRDj6FSI/AAAAAAAAAPc/sC2Ee3nK94k/s200/relation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220673916228998434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;HUBUNGAN CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat mengubah hubungan cinta Anda, apapun kendala yang Anda rasakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hubungan cinta, sebenarnya adalah refleksi dari perasaan yang ada dalam diri kita. Karena kita adalah magnet yang akan menarik hal-hal yang kita pikirkan dan rasakan, jadi setiap hubungan cinta dan relasi senantiasa merupakan perwujudan dari pikiran dan perasaan kita di setiap waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merubah hubungan cinta/keluarga yang lebih baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Cintailah ‘diri sendiri‘!&lt;br /&gt;* Buat daftar hal-hal yang luar biasa pada diri Anda, minimal 100 hal. Tambahkan hal-hal yang baik setiap harinya!&lt;br /&gt;* Tahu bahwa Anda adalah sempurna dan positif (tidak boleh ada pikiran negatif)&lt;br /&gt;* Tahu bahwa Anda berharga dan pantas mendapatkan apa saja dan semua yang mampu dicapai dalam hidup ini.&lt;br /&gt;* Fokus pada kebaikan dan keistimewaan orang, berpikiran positif!&lt;br /&gt;* Jangan menyalahkan orang atau mengkritik orang, SEKALIPUN!&lt;br /&gt;* Ingat bahwa Anda hanya mau melihat kebaikan segala sesuatu dari dunia dan orang lain&lt;br /&gt;* Pastikan kegembiraaan sebagai hal nomor 1 dalam hidup Anda&lt;br /&gt;* Tidak usah khawatir dan merasa wajib untuk membuat orang lain bahagia (karena rasa hormat dan cinta saja sudah cukup untuk membuat mereka bahagia)&lt;br /&gt;* Palingkan perhatian Anda dari hal-hal di orang lain yang tidak membuat Anda bahagia&lt;br /&gt;* Hargai dan cintai diri sendiri setiap saat dan waktu&lt;br /&gt;* Bukan bagaimana orang lain bertindak sesuai keinginan kita yang membuat kita bahagia, tapi kebahagiaan berasal dari dalam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHOPRfdmu8I/AAAAAAAAAPk/7h6RSWqH6IA/s1600-h/sehat.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHOPRfdmu8I/AAAAAAAAAPk/7h6RSWqH6IA/s200/sehat.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHOPRfdmu8I/AAAAAAAAAPk/7h6RSWqH6IA/s200/sehat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220673923718757314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penyakit yang tidak dapat disembuhkan dari luar harus disembuhkan dari dalam&lt;br /&gt;* Sakit disebabkan adanya feedback dari badan kita bahwa kita kurang bahagia atau bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah magnet yang menarik segala hal, melalui sinyal yang kita kirimkan dengan pikiran dan perasaaan.&lt;br /&gt;Untuk membuka diri dan menjadi magnet yang akan menarik kesehatan dan kesegaran dari manapun juga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Cintailah diri sendiri! Mendalam dan penuh makna! Buatlah daftar segala sesuatu yang istimewa pada diri Anda. Tambahkan daftarnya setiap hari.&lt;br /&gt;* Tinggalkan semua penyesalan dan kekesalan masa lalu!&lt;br /&gt;* Rasakan diri sendiri senantiasa sehat dalam pikiran dan visualisasikan diri melakukan pekerjaan atau hal-hal yang bisa dilakukan dalam kondisi sehat.&lt;br /&gt;* Jangan pernah membicarakan rasa sakit, penyakit dengan orang lain!&lt;br /&gt;* Cintai dan hargai semua hal dan semua orang, juga diri sendiri!&lt;br /&gt;* Ketahuilah bahwa Anda memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri.&lt;br /&gt;* Jangan pernah mengkritik dan menyalahkan diri sendiri atau orang lain!&lt;br /&gt;* Selalu bersyukur untuk kesehatan yang ada dan yang akan datang.&lt;br /&gt;* Selalu lihat diri Anda dalam kondisi sehat!&lt;br /&gt;* Selalu gembira, karena tahu dalam jiwa yang sehat, terdapat tubuh yang sehat!&lt;br /&gt;* Bilamana Anda merasa bersyukur, penuh cinta, bahagia, Anda sebetulnya sedang mengumpulkan semua kebaikan dan kesehatan dari alam semesta, maka segala macam sakit dan penyakit akan hilang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;* Senyum, tertawalah! Tontonlah film lucu, ingatlah masa-masa yang membuat Anda tertawa. Tertawa itu Sehat!&lt;br /&gt;* Buatlah daftar dari hal-hal yang Anda syukuri, termasuk rasa syukur atas badan yang sehat!&lt;br /&gt;* Jangan menumpahkan perhatian pada penyakit, tapi pada kesembuhan, pada kegembiraan saat sehat!&lt;br /&gt;* Jadikan kegembiraan dan kebahagiaan prioritas hidup Anda.&lt;br /&gt;* Jangan menolak hal yang tidak diinginkan, tapi cintailah hal yang diinginkan!&lt;br /&gt;* Pahamilah bahwa di dunia ini tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan!&lt;br /&gt;* Bila badan dan tubuh Anda penuh cinta dan bahagia, penyakit tidak bisa nempel!&lt;br /&gt;* Ketahui dan yakinlah bahwa Anda sudah Sempurna saat ini juga!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-6893214290708755065?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/6893214290708755065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=6893214290708755065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6893214290708755065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6893214290708755065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/by-ggusadmin-secretapakah-anda-pernah.html' title='&quot;The Secret&quot; - Rahasia kehidupan....!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHORNGxlBII/AAAAAAAAAPs/icVB-vuj3Ms/s72-c/the-secret.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-3542289851129422109</id><published>2008-07-08T12:34:00.003+08:00</published><updated>2008-07-08T12:53:46.212+08:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA CARA PRESENTASI ANDA EFEKTIF?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHLwNF0qO5I/AAAAAAAAAPM/8eO8PMeRIyQ/s1600-h/presentation_delivery_tutorial.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHLwNF0qO5I/AAAAAAAAAPM/8eO8PMeRIyQ/s320/presentation_delivery_tutorial.jpg" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHLwNF0qO5I/AAAAAAAAAPM/8eO8PMeRIyQ/s320/presentation_delivery_tutorial.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220499025767840658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;by: P.Gatot&lt;br /&gt;Saat Anda baru bergabung dengan sebuah perusahaan MLM, apa yang paling sering Anda tanyakan? Ya, sama dengan saya. Bagaimana sih presentasi yang baik supaya orang mau join? Anda pasti paling sering mendengar pertanyaan ini dari jaringan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di awal menjalankan bisnis ini, presentasi memang pekerjaan paling ’ditakuti’. Apalagi ditambah pengalaman beberapa kali ditolak. Wah, inilah titik kritis pertama apakah seseorang mau bertahan untuk sukses di bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum di buku/kaset panduan memulai bisnis ini sudah dijelaskan bagaimana melakukan persiapan yang baik, mengundang, presentasi dan juga follow up. Kalau diikuti semua petunjuknya, presentasi pasti mudah. Sebetulnya presentasi itu memang sangat mudah, yang tidak mudah itu khan menjawab pertanyaan prospek yang kritis. Betul khan?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu presentasi memang tidak cukup diringkas dalam 1-2 kaset saja. Fakta di lapangan terlalu kaya dengan ribuan kemungkinan yang perlu kreativitas untuk menyikapinya. Bahkan para top leader dunia pun hingga kini tidak pernah berhenti mengembangkan metode-metode yang lebih efektif untuk meyakinkan orang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, hari ini saya akan sharing beberapa tips untuk melengkapi penjelasan  di buku/kaset yang sudah disediakan suport system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 bagian yang perlu dipelajari untuk kesuksesan presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, what to offer. Apa yang kita tawarkan? Aspek pertama ini tidak menjadi masalah bagi kita. Kita memutuskan bergabung dengan sebuah perusahaan network marketing, tentu kita sudah memilih yang terbaik dan memiliki produk terbaik. Anda tinggal pelajari stater kit, buku fakta dan data, baca informasi-informasi yang relevan di website, semua sudah sangat lengkap bahan-bahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, how to offer. Bagaimana cara Anda menawarkan? Bagaimana tutur kata Anda, pakaian Anda, bahasa tubuh Anda, antusiasme Anda dsb. Semua berpengaruh untuk meyakinkan seseorang kepada tawaran Anda. Ini membutuhkan kemauan  Anda untuk lebih sungguh-sungguh belajar presentasi yang baik dengan cara melakukannya. Ya, tidak ada jalan lain, harus melakukannya langsung. Cara Anda menawarkan berhubungan dengan sikap. Bicara sikap, itu adalah hasil dari kebiasaan. Kalau Anda membiasakan, semakin sering Anda presentasi pasti semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin bagus di bagian ini, Anda harus sudah tuntas untuk mempelajari buku wajib : Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, karangan Dale Carnegie. Buku-buku lain untuk melengkapi juga banyak, diantaranya John C Maxwell dan Less Parrot berjudul : Buatlah Orang Lain Merasa Sangat Berharga atau Les Giblin : Skill with People.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, who to offer. Siapa yang menawarkan? Inilah kunci terpenting menjalankan bisnis ini. Setinggi apa integritas Anda di mata prospek?. Apakah anda punya track record bagus dimata prospek? Apakah Anda dikenal orang yang jujur atau sering main-main atau bahkan bohong? Kalau Anda punya track record bagus, Anda lebih mudah untuk dipercaya. Di ilmu pemasaran ada ungkapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang tidak membeli apa yang anda tawarkan. Orang  tertarik dan membeli Anda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak peduli betapa hebat produk Anda, prospek tidak akan membeli jika Anda tidak menarik. Orang join kepada Anda bukan kepada perusahaan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua orang mau bergabung di bisnis ini meskipun percaya kepada orang yang menawarkan. Tapi dapat dipastikan tidak ada orang yang bergabung dengan bisnis ini tetapi tidak percaya terhadap orang yang menawarkan. Karena itu, selama menjalankan bisnis, kita juga harus terus menerus membangun karakter kita lebih baik dengan membaca buku-buku pengembangan diri dan mempraktekkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, sekarang kita sharing tambahan tentang tahapan-tahapan presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tahu persiapan itu penting, tetapi juga sangat banyak orang yang kurang tepat memilih fokus persiapan. Kebanyakan orang fokus pada persiapan ’penampilan’ diri sendiri. Hal-hal yang diperhatikan biasanya menyangkut hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Apakah pakaian saya sudah serasi dan kelihatan profesional?&lt;br /&gt; * Bagaimana gaya presentasi besok agar meyakinkan?&lt;br /&gt; * Apakah saya sudah menguasai materi produk dan marketing plan?&lt;br /&gt; * Kalimat-kalimat pembuka dan penutup seperti apa yang akan membuat orang mau tertarik kepada saya dan yang saya tawarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan hal-hal seperti seperti itu sangat bagus dan penting. Tetapi hanya fokus pada diri sendiri saja belumlah cukup. Ada pertanyaan yang penting untuk Anda. Mana yang lebih penting : Memastikan Anda begitu berharga atau Membuat orang lain merasa sangat berharga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mau mencoba mempersiapkan hal berikut, Anda akan tahu dimana bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajukan pertanyaan-pertanyaa yang berfokus kepada prospek seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Hal-hal apa saja yang membuat prospek merasa senang?&lt;br /&gt; * Suasana seperti apa yang paling nyaman?&lt;br /&gt; * Hal-hal apa yang paling dibanggakannya?&lt;br /&gt; * Apa yang akan membuat prospek merasa begitu berharga?&lt;br /&gt; * Kabar gembira apa yang bisa saya bawakan untuk dia?&lt;br /&gt; * Apa yang bisa diberikan bisnis ini untuk memberikan solusi kehidupannya atau mewujudkan impiannya?&lt;br /&gt; * Potensi apa saja yang dimiliki prospek untuk meraih sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus kepada prospek akan terasa lebih penting jika Anda melakukan presentasi one on one. Presentasi kepada satu orang membutuhkan ketrampilan yang lebih tinggi untuk menyelami kepribadian seseorang dan memilih pola komunikasi yang lebih tepat. Untuk membantu ketrampilan Anda memahami prospek, sangat bagus kalau Anda mempelajari buku Personality Plus karya Florence Littaeur. Disana Anda akan mengenal 4 kepribadian utama dan bagaimana bersikap kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana mempersiapkan dan melakukan presentasi, kali ini saya ingin tambahkan sharing prinsip-prinsip dasar untuk presentasi one on one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Pra presentasi : ciptakan suasana feel good untuk prospek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebagian prospek yang Anda kenal sangat dekat dan sering bergaul, sebaiknya Anda tidak perlu basa-basi. Anda bisa langsung tunjukkan antusiasme yang menggebu-gebu terhadap bisnis ini dan langsung presentasi. Sikap Anda to the point akan lebih dihargai daripada jika Anda berbasa basi. Dengan to the point, prospek akan menangkap pesan informasi Anda sangat luar biasa sehingga Anda tidak ingin menunda menyampaikannya. Sebaliknya jika Anda basa-basi apalagi terlalu panjang, sahabat Anda akan menangkap kesan, Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda akan menyampaikan sesuatu yang Anda sendiri tidak yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk prospek yang intensitas hubungan Anda tidak terlalu sering, Anda memang harus basa-basi supaya prospek tidak ’kaget’. Apalagi seringkali presentasi one on one tidak direncanakan. Tiba-tiba ketemu teman di bus, di pesawat dsb. Kita harus ’menggiring’ pembicaraan ke tema yang bisa nyambung dengan presentasi bisnis ini. Anda bisa ngobrol lepas apa saja tetapi jangan sampai kita yang lebih banyak bicara. Pandailah bertanya tema-tema yang disenangi atau sesuatu yang dibanggakan prospek. Ini untuk menciptakan suasana feel good . Kalau suasana sudah terasa menyenangkan untuk prospek, Anda lebih mudah untuk menyampaikan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau tidak terbangun suasana yang nyaman dan menyenangkan? Sebaiknya Anda cukup menyampaikan, ada hal yang sangat penting yang Anda ingin bicarakan dengannya. Selanjutnya membuat janji temu di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang ada orang join sebelum dipresentasi hanya karena senang ngobrol dengan Anda. Saya punya cerita, suatu kali membantu jaringan presentasi ke seorang tokoh yang berasal dari Madura. Katanya sudah beberapa distributor lain presentasi dan follow up tapi tidak pernah tergerak hatinya meskipun beliau dan istri punya keluhan kesehatan. Setelah sampai dirumahnya, ternyata banyak sekali atribut-atribut NU di ruang tamu. Ada di kalender, jam dinding, foto yang dipajang dsb. Langsung aja saya ngobrol tentang NU dan menceritakan keluarga-keluarga saya yang juga NU. Wah, beliau sangat antusias tak terasa sudah lebih 30 menit. Akhirnya beliau sendiri yang tanya,”Ngomong-ngomong soal bisnis ini, menurut adik gimana?” Saya cuman bilang ”Sebaiknya segera bergabung Pak, biar bapak dan ibu sehat”. Tanpa ba bi bu, langsung closing. Luar biasa..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menciptakan feel good dan pendekatan lain ke prospek, sangat bagus jika Anda mendengarkan Audio CD Tung Desem Waringin yang berjudul Sales Magic. Anda bisa mendapatkannya  secara gratis jika membeli buku Financial Revolution. Ibarat siaran televisi, stasiun tv dan tv anda haruslah pada frekwensi yang sama. Jika beda frekwensi, sehebat apapun kualitas pemancar siaran, tidak akan bisa muncul di layar tv Anda. Audio CD ini akan mengajarkan bagaimana caranya frekwensi kita sama dengan frekwensi prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Lebih Pandai Mendengarkan Daripada Bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat one on one orang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan jika bersama banyak orang. Karena itu dibutuhkan ketrampilan yang lebih tinggi untuk memahami karakter prospek. Kalau kita terlalu banyak bicara, apa yang bisa kita pahami dari seorang prospek? Kepandaian bertanya dan mendengarkan akan membuat kita memahami banyak hal tentang prospek dan menemukan pendekatan yang tepat untuk presentasi. Kita harus menggali masalah-masalah yang dihadapi oleh prospek khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak distributor yang mempersiapkan terlalu banyak informasi. Begitu ketemu kuping nganggur, langsung diberondong. Bahkan saya pernah menemukan distributor yang memberikan informasi sampai 3 jam lebih tanpa memberi kesempatan orang bicara.. Dalam beberapa kasus, distributor menemukan kenalan baru dan langsung membanjirinya dengan materi presentasi. Sebagian besar prospek akan  jenuh. Kalau sudah  bad mood begini, tipis sekali peluang untuk membuat mereka tertarik dan bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehebat apapun materi presentasi Anda, selama Anda yang menguasai tema pembicaraan, prospek akan cenderung bersiaga untuk menolak Anda. Karena tema-tema itu menarik untuk Anda tapi tidak untuk Dia. Dia juga butuh penghargaan untuk ’menguasai’ tema pembicaraan dan mengharapkan Anda untuk  menjadi pendengar. Karena itu tugas Anda adalah menciptakan tema pembicaraan yang disenanginya. Dengan keahlian bertanya Anda tinggal mengarahkan pembicaraan agar bisa ditumpangi oleh tawaran bisnis dan kesehatan yang ingin Anda sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi awas, jangan bertanya kaku seperti seorang jaksa. Umumnya orang menyembunyikan masalah-masalah privacy. Seringkali, kita bisa menemukan masalah mereka justeru dengan memuji hal-hal yang terjadi pada mereka. Secara psikhologis, orang yang terus dipuji justeru akan mengimbangi kita dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan mereka. Misalnya Anda menemui kawan yang sebetulnya anda tahu penghasilannya pas-pasan. Anda bisa katakan,” Wah saya lihat sibuk sekali bekerja, perusahaannya saya dengar juga bagus sekali. Enak ya kerja disana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara naluriah, umumnya mereka akan menjawab sebaliknya. “Yang enak khan boss. Kalau kita sich kerja dari dulu hasilnya begini-begini saja”. Nah, anda sudah menemukan satu kunci penting. Mungkin dia akan melanjutkan,” Mana bos saya orangnya suka marah lagi. Kurang target sedikit saja sudah marah-marah”. Dsb. Sepanjang dia masih mengeluh, dengarkan dengarkan dan dengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya anda mulai bisa menanyakan apakah dia ingin berubah dari kondisinya yang sekarang. Apakah dia tertarik jika ada sebuah bisnis yang bisa dijalankan tanpa meninggalkan pekerjaan lama. Dst. Anda kini punya kesempatan untuk menjelaskan paradigma umum dan paradigma sukses dengan membangun asset. (Miliki dan baca buku The Cashflow Quadrant, karya Robert Kiyosaki). Jika ia mulai tertarik, Anda bisa mulai menjelaskan profile company Anda yang luar biasa. Kembangkan pembicaraan sesuai dinamika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini contoh jika Anda menggunakan masalah kesejahteraan sebagai pintu masuk. Anda bisa mengembangkannya untuk kunci kesehatan jika prospek lebih tertarik membicarakan masalah kesehatan.  Suatu kali saya mendatangi prospek yang punya penyakit asma. Begitu bertemu langsung saya bilang,”Bapak kelihatan segar sekali hari ini”. Langsung dia buka-bukaan,”Dari luar sih memang kelihatannya begitu, tapi saya punya penyakit ini tidak sembuh-sembuh dari dulu”. Nah khan, ternyata beliau mengaku bukan cuma punya satu penyakit. Orang yang seperti bapak ini banyak sekali, senang kalau menceritakan keluhan-keluhannya. Kalau Anda sudah mendengar dan memahaminya dengan baik, Anda bisa masuk untuk menawarkan solusi kepada prospek Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Presentasi Lengkap dan Ringkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menemukan pintu masuk, Anda bisa mulai presentasi. Untuk presentasi yang dihadiri banyak orang seperti home meeting, presentasi sebaiknya sesuai standar karena tidak mungkin banyak orang punya keinginan yang sama. Tetapi untuk one on one, atau yang dipresentasi lebih dari 1 orang tetapi semuanya ingin tema yang sama, Anda bisa mulai dari tema yang diinginkan prospek. Jika prospek sedang fokus masalah kesehatan, Anda bisa mulai presentasi dari kesehatan. Demikian juga jika prospek sedang fokus pada bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darimanapun Anda mulai, presentasi harus mengenalkan semua bagian presentasi meliputi company profile, produk, marketing plan dan langkah menuju sukses. Jika Anda hanya menjelaskan produk, Anda seperti seorang sales. Jika Anda hanya menjelaskan marketing plan saja, bisa memberi kesan tidak ada bedanya dengan money game. Jadi harus lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan lengkap bukan berarti panjang lebar. Anda jelaskan secukupnya, untuk informasi lebih detail Anda ajak menghadiri pertemuan presentasi yang terbuka untuk umum. Anda boleh selengkap mungkin jika memang di daerah prospek belum diselenggarakan pertemuan resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang bertanya. ”Loh pak, nggak ke pertemuan khan nggak papa. Yang penting prospek mengerti dan join”. Banyak prospek sudah mengerti tetapi tidak yakin kepada diri sendiri. Di pertemuan, mereka akan melihat orang dari berbagai latar belakang ternyata bisa sukses di bisnis ini. Akan lebih mudah join jika mereka melihat kemiripan dengan orang-orang yang telah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu yang terpenting adalah membangun antusias dan mengajarkan sistem. Kalau prospek Anda bergabung tapi tidak memanfaatkan pertemuan, orang tersebut akan tergantung kepada Anda setiap kali mau presentasi. Jika terduplikasi, jaringan akan tergantung peran Anda. Tapi jika mereka memanfaatkan pertemuan, tanpa Anda, mereka akan tetap bisa menjalankan bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Memperluas Penawaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospek bergabung tidak selalu karena alasan kesehatan atau bisnis. Banyak motif-motif lain. Bahkan ada yang bergabung karena mimpi. Karena itu kita bisa memperluas sharing manfaat-manfaat yang bisa di dapat dari bisnis ini. Mungkin prospek bisa menemukan sesuatu yang menjadi bagian dari ’impian’nya. (Sebaiknya Anda telah membaca buku Bussines  School : For People Who Like Helping The People). Misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Bisnis ini bisa menjadi sarana bagi kita untuk menolong banyak orang. Baik pembiayaan kesehatan yang jauh lebih murah daripada medis atau memberikan jalan bagi para pengangguran yang frustasi dengan sempitnya lapangan kerja.&lt;br /&gt; * Di bisnis ini kita akan mendapatkan proses pengembangan diri yang luar biasa dengan biaya sangat murah dan bimbingan upline gratis. Kalau kita mengikuti kursus pengembangan diri, biayanya sangat mahal karena biasanya hanya diikuti oleh kalangan menengah ke atas.&lt;br /&gt; * Bisnis ini akan memberikan kita relasi tak terbatas dengan latar belakang yang sangat beragam. Kita akan menemukan orang-orang yang bisa membantu kita sesuai dengan keahlian mereka, dalam bidang kehidupan lain selain pengembangan bisnis ini.&lt;br /&gt; * Bisnis ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi pengembangan kepemimpinan. Diajarkan langsung oleh para pemimpim yang berhasil, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Suatu karakter diri yang membantu kita sukses dalam bidang hidup lainnya.&lt;br /&gt; * Dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Dream Building&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sangat penting yang tidak boleh Anda lupakan adalah membangun impian, karena sebagian besar orang tidak memiliki impian masa depannya. Anda bisa lakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya”. Mengapa bukan pertanyaan terbuka? Karena pertanyaan terbuka membuat pembicaraan bisa melebar diluar kendali Anda. Bayangkan jika Anda bertanya,”Bagaimana pendapat Bapak terhadap bisnis ini?”. Jawabannya susah diperkirakan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau Anda memberikan pertanyaan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§    Bisnis ini bisa diwariskan, saya yakin Bapak senang bisa memastikan masa depan bagi anak-anak Bapak. Betul khan Pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§        Jika 2-3 tahun dari sekarang, Ibu bisa membuat panti asuhan untuk anak-anak keluarga atau sahabat ibu yang tidak beruntung. Ibu bahagia khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§  Jika Anda lulus kuliah dan sudah memiliki penghasilan sendiri puluhan juta, Apakah membanggakan buat Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§     Jika 3 tahun yang akan datang, penghasilan Anda naik 10 X lipat, apakah bisnis ini layak dijalankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§         Jika Bapak meraih reward mobil, Bapak pilih warna apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hal-hal penting dalam hidup prospek. Dream building sangat bagus disampaikan setelah marketing plan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, sebagai penutup saya ingin mensharingkan beberapa tindakan yang harus Anda hindari karena menghambat efektifnya presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Over promote produk atau marketing plan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, “Ini obat dewa, apapun penyakitnya dijamin lenyap dan tidak akan kumat”. Atau,”Kalau Anda mencapai peringkat ini, Anda nggak ngapa-ngapain, penghasilan minimal 2 jt per bulan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap bombastis seringkali membuat prospek meragukan Anda. Anda tampak sebagai orang yang tidak obyektif dan berkesan ’memaksa’ prospek untuk membeli/join. Tunjukkan fakta-fakta dengan jujur dan proporsional. Misalnya jika ada pertanyaan soal khasiat produk ,”Apakah dijamin tidak akan kumat lagi?”. Tunjukkan kepada prospek, orang sehat saja bisa sakit, apalagi orang sudah pernah sakit. Tidak menutup kemungkinan kambuh lagi jika sikap dan perilaku yang menyebabkan penyakit tersebut tidak diubah. Penjelasan Anda yang obyektif akan lebih diterima sekaligus menunjukkan bahwa Anda profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Menyerang kebanggaan orang terhadap produk lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala prospek Anda pernah atau sedang menggunakan produk kesehatan yang lain dan menunjukkan khasiatnya kepada Anda. Banyak distributor yang merasa harus ’menang’. Sehingga langsung menceritakan kehebatan atau kelebihan produk Tianshi dibandingkan produk yang dipakai oleh prospek. Anda tahu akibatnya? Anda bisa memenangkan pembicaraan, tapi orang tersebut tidak akan belanja atau bergabung. Mengapa? Sadari, pada saat Anda ’menyerang’ produk lain yang dipakai prospek, Anda tidak sedang menyerang produk itu, tetapi menyerang keputusan prospek untuk menggunakan produk itu. Jelas orang bisa tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih baik jika Anda memuji pilihan prospek tersebut. Saya pernah bertemu dengan prospek yang membanggakan produk lain dari Cina juga. Meskipun saya baru pertama kali melihat, saya pura-pura tahu aja. Saya bilang,”Wah ini memang luar biasa Pak, bungkusnya aja bagus sekali. Teman saya juga ada yang pernah pakai ini dan hasilnya bagus. Tapi setelah dikombinasi dengan  cordysep hasilnya lebih luar biasa lagi Pak”. Akhirnya, mau juga bliau coba. Setelah pakai, langsung join dan dalam 2 bulan belanja lebih dari 5 juta. Kebetulan, istri dan anaknya juga membutuhkan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Membayarkan  prospek untuk bergabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di awal, biasanya kita semangat sekali kalau prospek ada tanda-tanda mau join. Sekaligus khawatir kalau dia join sama orang lain. Akhirnya kita mencari cara untuk ’mengamankan’ salah satunya dengan membayarkan biaya pendaftaran. Bahkan ada juga yang membiayai belanja produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati, Anda baru boleh yakin prospek betul-betul mau bergabung jika telah menunjukkan pengorbanan. Kalau baru ngomong saja, tidak ada jaminan. Jadi jangan sekali-kali membayarkan. Kasian uang Anda. Kebanyakan mereka yang dibayarkan ternyata tidak mau menjalankan bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau prospek bilang mau join tapi belum ada uangnya, Anda bilang aja”Ok, DP nya dulu berapa yang ada  buat tanda jadi, sudah bisa saya daftarkan”. Anda terima duitnya tapi tidak usah didaftarkan. Anda bilang aja,”Sudah saya daftarkan, stater kit dan kartu anggota bisa diambil setelah lunas”. Kalau dia melunasi, baru benar-benar daftarkan. Tapi kalau batal bergabung, kembalikan uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau tidak ada uang sama sekali? Ga papa, bawa aja formulirnya dan bilang seperti tadi. ”Sudah didaftarkan dan stater kit bisa diambil kalau sudah bayar”. Kalau prospek itu sungguhan ingin join, dia sudah punya ikatan moral dengan Anda. Dia khan tidak tahu kalau Anda belum mendaftarkan. Yang penting Anda tidak merugikan orang lain, sekaligus jangan sampai merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Menjanjikan ’masangin’ downline dan dijamin sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tahu, bahwa untuk sukses harus kerja keras. Penawaran Anda yang terlalu menyederhanakan membuat orang malah tidak yakin. Kalaupun ada yang percaya kepada Anda, dapat dipastikan, orang tersebut tidak akan membangun bisnisnya. Tidak ada manfaatnya buat bisnis Anda dan juga bisnis dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Menjelekkan multilevel lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti pernah ketemu dengan prospek yang membandingkan dengan multilevel lain. Betul khan? Anda boleh-boleh saja membandingkan, menunjukkan fakta dan data yang ada secara objektif. Namun jangan sekali-kali dengan bumbu multilevel lain jelek. Semakin banyak Anda menceritakan kejelekan multilevel lain, sebetulnya prospek akan melihat semakin banyak kejelekan Anda. Dan yang lebih penting lagi, Anda menciptakan suasana negatif. Prospek tidak akan merasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau yang prospek bandingkan ternyata adalah money game, arisan berantai atau skema piramid lainnya yang menipu. Anda boleh tunjukkan bahwa mereka illegal dan sangat merugikan masyarakat. Anda bisa tunjukkan penjelasan APLI tentang bedanya multilevel marketing dengan money game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Tidak jujur mengundang atau janji temu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian distributor tidak PD dan sudah berpikir negatif saat mengundang. Mereka khawatir kalau mengundang untuk pertemuan bisnis, orang pasti tidak mau. Karena itu mereka mengundang dengan alasan acara makan-makan, memanfaatkan pertemuan arisan dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertemuan, prospek ’kaget’ kok acaranya menawarkan bisnis? Mereka merasa Anda tidak jujur. Kalau sudah begini, jangan harap mereka percaya kepada presentasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, yang penting dari segalanya adalah Anda selalu yakin bahwa presentasi ANDA akan CLOSING....Cool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Presentasi..!! take on (begreatvision.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-3542289851129422109?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/3542289851129422109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=3542289851129422109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/3542289851129422109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/3542289851129422109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/bagaimana-cara-presentasi-anda-efektif.html' title='BAGAIMANA CARA PRESENTASI ANDA EFEKTIF?'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHLwNF0qO5I/AAAAAAAAAPM/8eO8PMeRIyQ/s72-c/presentation_delivery_tutorial.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-7501828175970414267</id><published>2008-07-08T01:03:00.003+08:00</published><updated>2008-07-08T01:41:32.028+08:00</updated><title type='text'>NETWORK MARKETING KONTROVERSIAL..!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHJOoLZYYGI/AAAAAAAAAPE/W-ZFv6Z7q8s/s1600-h/Nmarketing.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHJOoLZYYGI/AAAAAAAAAPE/W-ZFv6Z7q8s/s320/Nmarketing.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHJOoLZYYGI/AAAAAAAAAPE/W-ZFv6Z7q8s/s320/Nmarketing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220321370236805218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;by: P.Gatot&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama menjalankan bisnis ini, saya menerima ratusan pertanyaan atau statement kontra, dari yang ilmiah sampai yang ngawur. Bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari dalam hati saya sendiri. Saya yakin ada waktunya Anda menghadapi pertanyaan atau koment yang sama. Saya akan sharingkan statement itu dan pandangan-pandangan saya kepada Anda. Siapa tahu bermanfaat menambah referensi Anda. Sharing ini bukan bertujuan supaya menang berdebat dengan orang lain. Yang paling penting justeru adalah memenangkan perdebatan dalam diri sendiri. Soal orang berpendapat sangat mendukung atau sangat kontra, sama sekali bukan urusan kita. Kemenangan terbesar adalah berjabat erat dengan diri sendiri.. Baiklah, ini dia sebagian yang pernah saya lihat, dengar dan rasakan. (Tentu saja pernyataan-pernyataan yang ngawur ‘kebablasan’ nggak perlu kita bahas disini.)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network Marketing mengajak orang-orang bermimpi dan janji-janji muluk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua buku pengembangan diri atau pelatihan sukses memiliki kesimpulan yang sama, “Sukses dimulai dari sebuah IMPIAN dan GOALS”. Seperti juga saya dulu, kebanyakan masyarakat menganggap, membicarakan impian sama saja dengan berkhayal. Namun pandangan saya berubah setelah saya mau membuka diri dan membaca buku-buku pengembangan sukses. Ternyata untuk sukses dimanapun, tidak peduli itu bisnis, sosial, politik dsb, harus dimulai dari sebuah impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kepengin aja nggak pernah, gimana mau dapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang ngomong seperti itu bukan orang awam saja tetapi juga orang yang sudah mengikuti network marketing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat saya pastikan, orang tersebut telah berhenti dari network marketing sebelum belajar lebih banyak. Meskipun semua distributor diajari pentingnya impian, namun belum banyak distributor yang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian adalah sebuah keinginan yang begitu kuat untuk diwujudkan, sehingga seseorang mengambil keputusan dan komitmen untuk menjalani suka duka sampai terwujud. Banyak yang menterjemahkan sekedar keinginan atau berangan-angan saja. Tentu saja mereka yang seperti itu menjadi belum sukses. Dan …… jumlah mereka MAYORITAS..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas inilah yang menjadi pembenaran kelompok ‘kontra’ untuk menunjuk kelemahan melekat pada network marketing. Network marketing hanyalah sebuah cara distribusi, orang yang bergabung boleh punya impian atau tidak. Sukses atau tidak adalah tanggungjawab pribadi seseorang yang memilih menjalaninya dengan cara bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, banyak yang telah membuat impian seperti yang dianjurkan dalam panduan, tetapi mengapa belum sukses juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terjebak pada prosedur formal. Semua orang bisa menuliskan daftar impian, menempel gambar-gambar afirmasi dsb. Tetapi yang sungguh-sungguh masuk ke hati tidak banyak. Contohnya saya sendiri. Selama 5 tahun saya kuliah sudah sering diajari caranya membuat visi misi. Jujur deh, kalau denger kata visi misi rasanya sudah bosan banget. Tapi sampai lulus kuliah saya belum pernah punya visi untuk hidup saya sendiri. Sarjana ’hola holo’ seperti saya ini banyak sekali. Saya tidak menyalahkan universitas saya, ketidakmampuan saya membuat visi pribadi semata-mata kesalahan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kita anggap mereka sudah membuat impian yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini bukan untuk network marketing saja. Boleh ditanyakan kepada pelatih sukses terbaik di dunia, berapa banyak orang-orang di bisnis apapun yang telah mengikuti seminar berharga jutaan, puluhan juta dan ‘merasa’ sudah menjalankan semua petunjuk namun belum sukses juga. Tentu saja, karena impian saja belum cukup. Impian hanya menentukan apa yang akan kita dapatkan. Namun untuk benar-benar mendapatkan kita juga harus memiliki sikap positif dan tindakan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya impian tidak menjamin orang sukses mewujudkannya. Namun orang yang tidak punya impian, sudah pasti tidak mendapatkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, punya impian tetap jauh lebih baik daripada tidak punya impian, sekalipun belum sukses. Impian memberikan antusiasme hidup. Mendorong potensi orang teraktualisasi dan terasah oleh keinginan belajar yang menggebu-gebu. Meskipun belum sukses secara material, impian pasti membuat seseorang berubah ‘di dalam’. Jika mereka ’mengasah gergaji’ (meminjam istilah Steven Covey) terus-menerus, sukses material hanya soal waktu saja. Seseorang harus sukses di dalam dulu, baru sukses diluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan berani memiliki impian dan membuat impian dengan benar adalah hal luarbiasa yang bisa dilakukan untuk menuju sukses. Di luaran sana, tidak banyak yang mengajarkan untuk memiliki impian dalam hidup. Saya sendiri setelah melewati usia 31 tahun baru tahu namanya impian. Aneh sekali, untuk mengetahui hal sesederhana ini, saya harus melewatkan usia sebanyak itu. Saya bersyukur sekali di bisnis ini bisa mengenalkan impian kepada anak-anak muda, banyak diantara mereka yang belum 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi fakta menunjukkan, hanya sebagian kecil distributor yang sukses khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, tetapi juga benar jika di luar network marketing yang sukses juga jauh lebih sedikit. Setiap tahun, kita melihat gelombang jutaan pendaftar perguruan tinggi negeri, apakah mayoritas diterima? Setiap tahun, kita juga melihat gelombang puluhan juta orang yang melamar kerja, seberapa banyak yang bisa diterima bekerja di sektor formal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun kita juga melihat dunia pendidikan berebut siswa/mahasiswa dengan janji pendidikan lebih tinggi akan memberikan penghasilan lebih baik. Faktanya seberapa banyak sarjana yang sukses? Bahkan lulusan di perguruan tinggi elit, fakultas mahal seperti kedokteran dsb yang mengeluarkan investasi ratusan juta, seberapa banyakkah diantara mereka yang telah sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jutaan orang yang telah memasuki dunia kerja, seberapa banyakkah yang sukses menjadi Direktur, CEO dsb?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta dunia (bukan fakta network marketing) : Sukses belum menjadi milik mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses di network marketing lebih sulit dibandingkan sukses dibidang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ya, bisa tidak. Tergantung passion Anda, ketrampilan Anda, komitmen Anda …. Dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika seseorang betul-betul NOL BESAR dalam bisnis. Network marketing, saya yakin adalah yang termudah..... Network marketing bukan bisnis terbaik dan terbesar di dunia, tetapi memberikan kemudahan untuk diakses siapa saja dan yang paling penting, network marketing yang didukung suport system bukan sekedar bisnis tetapi juga sekolah termurah, termudah menjadi entrepreneur. Lebih detail bisa dibaca di buku Bisnis School, Robert Kiyosaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang membuat sebuah bisnis mudah atau kurang mudah? Bedanya adalah apakah kita tahu caranya atau tidak. Buat saya, jual soto itu sulit sekali karena saya tidak tahu cara buat soto. Pertanyaannya adalah siapa yang akan menjadi penunjuk jalan kita? Di bisnis konvensional, sangat bersyukur sekali orang-orang yang berhasil menemukan mentor yang tepat. Tapi kebanyakan membutuhkan waktu yang cukup panjang, hanya untuk menemukan mentor saja. Banyak juga yang tidak menemukan penunjuk jalan yang tepat. Di network marketing, begitu seseorang bergabung, dia memiliki garis sponsorisasi yang siap mensuport. Menunjukkan cara dan proses belajar yang benar. Selain itu, sebagian besar network marketing yang benar pasti memiliki suport sistem yang memandu semua distributor dengan cara-cara yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, menemukan mentor adalah hal termahal yang harus disyukuri saat memulai bisnis. Apalagi mentor-mentor tersebut adalah orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Di bisnis konvensional kita harus menjalin hubungan yang erat dulu, baru seseorang bisa menjadi mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum pernah lihat orang sukses di network marketing betul-betul Freedom seperti yang ditawarkan. Kebanyakan mereka makin sukses makin sibuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, bukan hanya network marketing. Orang tersukses di dunia seperti Warren Buffet, Bill Gates, Laksmi Mittal dsb sampai tua pun tetap sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Freedom bukanlah berkeliling dunia, piknik setiap hari, main sama anak atau keluarga dst. Freedom adalah sebuah keadaan bebas memilih. Ketika Anda masih bekerja menjadi employee, Anda tidak bisa memutuskan kapan waktu istirahat, kapan anda ingin melakukan pekerjaan Anda dsb. Anda harus mengikuti semua aturan tempat bekerja, supaya Anda tetap dibayar untuk mempertahankan hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mencapai passive income bebas memilih kehidupannya. Bahwa dia memilih terus bekerja keras, itu bukan karena harus bekerja keras. Tetapi bekerja keras adalah sebuah kenikmatan hidup. Bekerja karena ingin bukan karena harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kesehatan juga dianjurkan agar seseorang senantiasa bekerja mengejar sasaran-sasaran baru. Apakah sasaran itu bersifat ekonomi, sosial, mental atau spiritual itu adalah pilihan. Dengan mengejar sasaran-sasaran baru, pikiran mengkondisikan sistem hormonal, enzym, sistem metabolisme dsb bekerja lebih sempurna. Itulah sebabnya bekerja membuat seseorang lebih sehat daripada menganggur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang lebih cerdas menurut saya adalah, bagaimana kehidupan sesudah kaya? Menurut saya, bekerja keras seumur hidup itu HARUS. Namun untuk tujuan apa? Apakah kita menghabiskan seluruh kesempatan hidup di dunia ini untuk bekerja keras menumpuk harta? Kapan saatnya kita menjadikan kerja keras sebagai jalan spiritual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing mengajarkan materialisme yang berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing adalah salah satu cara menghasilkan kekayaan. Seperti bentuk-bentuk ekonomi yang lain, yang utama dibicarakan adalah bagaimana menghasilkan kekayaan? Meskipun banyak hal yang bisa kita dapatkan di network marketing, namun topik utama yang paling sering dibicarakan adalah sukses finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kuliah di fakultas ekonomi, dan selama 5 tahun saya belajar, ujung-ujungnya satu, bagaimana memaksimalisasi keuntungan. Materialis sekali bukan? Tapi mengapa ratusan ribu (mungkin jutaan) mahasiswa baru setiap tahun memasuki fakultas ekonomi? Anda sendiri nggak ’alergi’ khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan itu sendiri netral (lebih lengkapnya saya bahas di artikel khusus). Bahwa orang menggunakannya untuk tujuan-tujuan material atau tujuan spiritual yang lebih tinggi itu hak seseorang memilih kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik, sepanjang pengetahuan saya, meski network marketing berbicara tentang impian finansial yang luar biasa, tetapi network marketing lebih sering membicarakan hal-hal spiritual dibandingkan dengan organisasi bisnis yang lain. Saya pernah mengenal direktur bank yang tidak menjalankan network marketing namun selalu mengikuti seminar dan berlangganan kaset-kasetnya. Menurut beliau, network marketing membantu beliau menemukan ’jiwa’nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang saya tahu pasti, network marketing yang saya jalankan selama hampir 3 tahun ini, lebih banyak berbicara aspek spiritual dibandingkan 5 tahun masa kuliah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa lebih banyak distributor yang tidak mempedulikan hal-hal spiritual, itu bukan relaitas network marketing tetapi realitas dunia. Perhatikan dengan jujur disekeliling Anda yang bukan pebisnis jaringan. Lebih banyak yang matre atau lebih banyak yang spiritual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, spiritualitas memang harus dibumikan dimanapun adanya termasuk di network marketing. Saya pribadi, ingin lebih banyak mengajak orang untuk memperkaya perspektif spiritual. Dan karena dunia saya adalah networker, saya lebih concern membicarakan networker yang spiritual. Mari kita bergandeng tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah, sukses konvensional dibangun atas kekuatan dan investasi sendiri, sedangkan sukses di network marketing dibangun atas dasar investasi downline? Etiskah sukses dengan ‘pengorbanan’ orang banyak yang tidak mendapat apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya upline nggak pernah investasi untuk bisnisnya sendiri? Semua orang berbisnis pasti berinvestasi. Network marketing seperti rantai distribusi lainnya, dimana setiap rantai distribusi berinvestasi untuk memasarkan produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai Distribusi Konvensional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMPORTIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       DISTRIBUTOR            DISTRIBUTOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  DEALER           DEALER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             AGEN     AGEN  AGEN     AGEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   RETAIL RETAIL RETAIL RETAIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika produk sukses di pasaran, siapa yang paling kaya diantara mereka? Yah, pasti importir. Pertanyaannya, apakah distributor, dealer, agen dan retail tidak berinvestasi? Semuanya berinvestasi. Tetapi siapa yang paling banyak berinvestasi? Jelas importir. Siapa yang berinvestasi paling banyak, akan mendapat hasil lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan Anda memulai usaha dari kecil sebagai penjual mie instan. Lalu Anda ingin lebih banyak hasilnya dengan menjadi agen, Anda pasti menambah investasi. Apakah investasi Anda menguntungkan importir? Ya iyalah, Anda order barang semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sudah jelas dan gamblang di dunia distribusi barang. Jika Anda tumbuh menjadi semakin besar, dapat dipastikan omzet suplier Anda juga semakin besar. Sponsor dan upline Anda itulah suplier-suplier Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan sekali lagi, sekarang Anda sudah sukses menjadi seorang DEALER. Apakah Anda tetap ambil produk dari AGEN? Tentu saja tidak. Anda pasti order produk dari DISTRIBUTOR karena profit marginnya lebih besar sehingga Anda bisa melayani AGEN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di network marketing sama persis. Jika Anda melampui peringkat sponsor atau upline. Maka sponsor atau upline Anda yang berperingkat lebih rendah tidak lagi mendapat bonus dari Anda, karena mereka bukan lagi suplier Anda. Suplier Anda adalah yang peringkatnya lebih tinggi dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah bukan? Kesimpulannya, investasi Anda selalu untuk keberhasilan bisnis Anda sendiri bukan untuk upline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi khan, di bisnis konvensional semua rantai distribusi meraih keuntungan. Di network marketing, pada level-level awal tidak menghasilkan apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya..!!! Rasanya statistik bisnis tidak seperti itu. Beberapa buku mengatakan, jika hari ini berdiri 100 bisnis, maka diawal tahun depan hanya tinggal 10 yang bertahan. Dari sepuluh bisnis ini, dalam waktu 5 tahun yang akan datang hanya 1 yang bertahan. 99 orang yang belum berhasil tadi apakah bisa dikatakan telah berinvestasi untuk keuntungan suplier mereka? Ya nggak lah. Semua bertanggung jawab terhadap bisnis masing-masing. Bahwa ada pihak yang diuntungkan dari bisnis kita, so what gitu loh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Networker sukses pasti dibangun diatas jaringan yang sukses dan mendapatkan keuntungan. Para distributor yang tak kunjung ‘mendapat hasil’ pada waktunya pasti berhenti. Sekilas memang mereka kelihatannya berkontribusi kepada upline sukses, namun dapat dipastikan, upline mereka yang sukses juga pernah berkontribusi untuk memajukan mereka (mungkin lebih banyak). Sukses mereka bukan tanggung jawab upline. Semua distributor bertanggung jawab terhadap kesuksesan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebagian besar usaha, pada tahap-tahap awal memang tidak mendapatkan apa-apa. Jangankan bisnis, mau jadi PNS aja, investasi ngelamar berkali-kali dan investasi waktu yang lumayan. Jangan salah kira, banyak lho yang maunya Cuma jadi PNS. Dan mereka rela investasi waktu bertahun-tahun untuk menunggu ’lowongan’ berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur-syukur yang dekat pusat kota. Yang jauh dari pusat kota lumayan juga modalnya hanya untuk mondar-mandir cari info, urus dokumen atau tes tertulis. Kalaupun sudah diterima, kerja dulu sebulan baru dapat gaji. Ada juga yang beberapa bulan gajinya belum diberikan, dirapel. Kasian deh..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk hal-hal kecil saja orang berinvestasi, bagaimana untuk mendapatkan yang besar? Di ekonomi ada hukum risk = return. Low risk = low return, high risk = high return. Untuk sebuah bisnis yang menghasilkan besar tentu saja harus berani menghadapi resiko lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, secara matematis tidak mungkin banyak orang sukses. Jika semua distributor mensponsori 10 orang, maka pada level 13 seluruh penduduk dunia akan habis. Milyaran orang tidak mendapatkan apa-apa, hanya bergabung dan mendapatkan produk saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan yang 100% benar. Sayangnya dunia tidak berjalan linier mengikuti perhitungan matematika. Dunia tidak berisi orang-orang yang sama dan bergerak ke arah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan Anda berpikir seperti ini,” Saya harus menjadi pemilik perusahaan yang punya ribuan pekerja. Saya harus kuliah di tempat yang akan membimbing saya jadi pengusaha”. Lalu Anda berfikir, ” Tapi semua mahasiswanya khan ingin jadi pengusaha?. Secara matematis tidak mungkin semua orang jadi pengusaha, siapa yang nanti jadi pekerja? Kalau begitu percuma saya kuliah disitu, karena tidak mungkin semua bisa jadi pengusaha”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Anda tidak sebodoh itu khan?. Anda pasti melihat bahwa persaingan yang begitu ketat menjadi pengusaha seharusnya menjadi tantangan untuk maju terus dan lebih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata toh, hukum matematika tadi jalan pada awalnya, hukum supply and demand pasti segera bekerja. Lihatlah di sebuah bisnis centre yang baru dibangun, katakanlah saat itu sedang trend usaha counter pulsa. Pasti banyak sekali kios/toko pulsa. Akan tiba waktunya terjadi over suply, selanjutnya beberapa toko tutup dan terjadi keseimbangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu secara makro ekonomi, namun secara mikro faktanya tidak sama dialami setiap distributor. Disaat supply belum memenuhi demand, banyak juga counter pulsa yang segera tutup, padahal pasar sangat terbuka. Disaat over supply, ada juga counter pulsa baru berdiri dan jauh lebih sukses dari para pendahulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara teori (diatas kertas aja lho), katakanlah pertumbuhan pasar network marketing sangat luar biasa dan mencapai ’titik jenuh’, selalu ada networker-networker baru yang jauh lebih sukses daripada seniornya. Meskipun secara makro pertumbuhannya melambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang sungguh sayang, hitungan matematikan tadi untuk saat ini masih omong kosong belaka karena tidak pernah terjadi di dunia nyata. Network marketing sudah berkembang 1 abad, dan menurut data WFDSA (World for Direct Selling Association) distributor di dunia baru 60 juta lebih dari 6,7 milyar penduduk dunia. Seperti jarum di tumpukan jerami. Faktanya, dari 60 juta distributor, hanya 20% yang menjalankan usaha dengan kesungguhan hati. Artinya potensi menjadi networker sukses masih sangat-sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tidak semua perusahaan network marketing mendaftarkan diri di asosiasi penjualalan langsung, sehingga data resmi jumlah distributor WFSDA lebih kecil dari sebenarnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loh, yang sudah join memang sebagian kecil, tetapi sebagian besar khan sudah ditawarin dan menolak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan selalu ada tetapi tidak selalu menjadi penolakan abadi. Dalam sehari, berapa ribu kali Anda menolak tawaran. Di TV, di koran, di radio, di jalanan, berapa iklan yang Anda baca anda dengarkan tapi Anda cuekin. Tapi saya yakin dalam hati Anda, setidaknya Anda sudah merencanakan untuk membeli beberapa produk suatu saat nanti jika Anda sudah memiliki uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menolak network marketing tapi suatu saat bisa berubah pikiran. Bahkan ada orang yang sangat anti, tiba-tiba suatu hari memutuskan untuk bergabung. Salah satunya adalah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau selama 100 tahun hanya 60 juta distributor di dunia artinya network marketing sulit dijalankan. Pertumbuhannya tidak signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu soal sudut pandang. Anda menggunakan kacamata positif atau negatif pilihan Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri heran dengan dua pertanyaan yang kontradiktif ini. Saat saya menjelaskan network marketing tumbuh dengan cepat, jawaban negatifnya adalah,”wah prospeknya sudah habis dong?”. Namun saat saya tunjukkan pasar yang terbuka lebar, jawabannya seperti pertanyaan Anda tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun pilihan pikiran Anda, itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing menguntungkan yang atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksud Anda menguntungkan yang berperingkat tinggi atau yang lebih dulu bergabung?” Ketika saya tanya seperti ini, rupanya banyak juga yang bingung. Wajar saja, karena anggapan yang salah kaprah mengira, yang bergabung duluan pastilah peringkatnya lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang dimaksud adalah peringkat yang lebih tinggi. Ya, iyalah dimanapun bisnis atau pemerintahan atau apa saja, yang lebih berprestasi pasti mendapatkan lebih banyak. Direktur Astra nggak pernah jualan motor tapi lebih besar mana gajinya dengan salesman? Apa Direktur Astra nggak kerja? Kerja, namun kerjaannya beda dengan seorang salesman di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang dimaksud adalah yang duluan bergabung, faktanya, di perusahaan network marketing apapun selalu ada networker-networker junior yang prestasinya lebih senior dari seniornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru di perusahaan konvensional, mayoritas bersifat piramid dan menguntungkan di atas. Kalau Anda perhatikan produk-produk luar negeri, banyak yang dimonopoli oleh importir tunggal. Meskipun Anda memiliki kekuatan sama dengan importir tersebut, Anda tidak diijinkan menjadi importir. Mengapa? Karena produsen melindungi otoritas bisnis importir untuk menjaga hubungan bisnis yang baik jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu importir ini memiliki distributor-distributor propinsi yang juga tunggal. Meskipun Anda memiliki kekuatan bisnis yang lebih hebat dari mereka, Anda tidak diijinkan membuka kantor distribusi tingkat propinsi yang sudah ada distributornya. Mengapa? Sama saja dengan tadi. Untuk melindungi distributor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, katakanlah hari ini Anda menjadi grosir atau pedagang eceran dari produk tersebut. Semakin sukses Anda, apakah mensukseskan distributor dan importir tadi? Ya jelas dong. Kerjasama usaha pasti sama-sama untung. Kalau nggak untung ngapain kerjasama dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak bisnis konvensional Anda tidak akan pernah menjadi lebih hebat dari suplier Anda jika Anda tetap bisnis di produk yang sama dan didaerah yang sama.. Tetapi di bisnis network marketing, Anda bisa melebihi prestasi siapapun bahkan melebihi prestasi orang yang pertama bergabung di negara Anda atau yang pertama bergabung di perusahaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus memperdagangkan produk luar negeri. Nggak nasionalis, membawa uang rakyat ke luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ukuran nasionalis seperti tadi, sebaiknya kita bubarkan Republik Indonesia saja. Mengapa? Karena kita tidak punya lagi pesawat, kapal, mobil-mobil, satelit telekomunikasi, handphone, televisi, komputer, farmasi, alat kedokteran, alat berat, bahkan jalan raya saja mungkin kita tidak punya. Gak ada yang asli made in indonesia sih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura, tidak punya produk dalam negeri. Barang-barang yang digunakan impor semua. Mengapa menjadi negara yang makmur? Karena Singapura adalah negara distributor yang luar biasa. Kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia datang dan pergi, cuma numpang catatan aja di Singapura. Mereka banyak belanja produk luar negeri tetapi mereka juga menjual jauh lebih banyak dan menghasilkan keuntungan untuk negara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membangun network marketing sampai ke luar negeri dan jaringan Anda besar, Anda bahkan bisa menjadi pahlawan devisa. Penghasilan Anda mengalir dalam bentuk dollar, yen, poundsterling dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing yang global biasanya memilliki sharing international atau global sharing. Misalnya di Tianshi, kalau Anda berperingkat Lion above, Anda mendapatkan sharing international 5,5 % omzet dunia. Artinya Anda membawa sebagian dari 5,5% omzet dunia ke Indonesia dalam bentuk devisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing memanfaatkan teman. Teman dan keluarga malah jadi objek bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung paradigma bisnis Anda. Kalau paradigma bisnisnya untuk eksploitasi, ya benar juga keluarga dan teman jadi korban. Di bisnis konvensional malah lebih parah lagi. Tanyakan kepada orang yang pernah dikecewekan oleh mitra usaha. Apakah itu orang lain ataukah justeru keluarga atau sahabat dekat. Biasanya banyak orang tidak kritis dengan orang-orang terdekat, sehingga SOP perusahaan bisa dilanggar. Akibatnya....., yah Anda tahu sendiri khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya jika paradigma Anda menolong, tentu harus orang terdekat dulu dong yang sanggup kita jangkau dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, tidak ada bisnis yang menguntungkan sepihak, bisa bertahan lama. Logika bisnis bisa berjalan adalah untung sama untung. Win-win solution. Kalau Anda buka warung, tiap hari teman Anda belanja, siapa yang untung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-sama untung, teman Anda dapat produknya, Anda dapat laba penjualan. Kalau teman Anda ajak teman untuk belanja ke warung Anda, siapa yang untung? Anda dan yang belanja tadi. Trus teman yang ngajak ke warung Anda dapat apa? Malah nggak dapat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di bisnis ini, Anda untung, teman Anda yang bergabung untung. Kalau teman Anda ngajak teman lagi, teman Anda untung, orang yang diajak teman Anda juga untung, Anda juga untung. Semuanya untung..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mana yang lebih peduli dengan teman, network marketing atau buka warung konvensional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama-sama baik, tergantung niatnya. Ini soal hubungan batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk network marketing sangat mahal dan hanya sebagai kedok sistem piramid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis piramid dan moneygame memang tidak bertujuan baik. Itu tidak layak disebut bisnis. Piramid dan moneygame adalah skema penipuan. Beda 180 derajat dengan network marketing. Untuk mengetahui detail bedanya, Anda bisa mengunjungi web APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), www.apli.or.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing selalu berbasis produk nyata yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Perusahaan network marketing selalu memiliki legalitas yang diakui oleh pemerintah dan organisasi bisnis dunia. Dilindungi oleh hukum di negara-negara tempat beroperasinya. Bahkan memiliki asosiasi resmi di setiap negara dan memiliki asosiasi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan yang saya jalankan, saya sudah ratusan kali membuktikan bahwa produknya sangat murah. Meski hanya kategori ‘food supplemen’ namun memiliki efek penyembuhan luarbiasa. Jika dibandingkan manfaat penyembuhan kesehatan harganya seringkali jauh lebih murah dibandingkan pengobatan medis. Dari berbagai majalah, saya juga melihat banyak produk kesehatan network marketing lainnya yang manfaatnya serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pendapat yang menyangkal bahwa produk-produk food suplemen tidak berefek penyembuhan penyakit. Pendapat ini didukung oleh pertimbangan akademis medis. Saya tidak menolak pandangan itu karena memiliki basis teori dan pengujian ilmiah. Namun dunia ilmiah juga harus menyadari bahwa tidak semua realitas dunia bisa diuji dengan metode ilmiah. Fakta lapangan tidak harus mengikuti metode ilmiah, metode ilmiahlah yang harus menyesuaikan dengan fakta-fakta lapangan. Fakta yang terjadi adalah jutaan orang tersembuhkan hanya dengan food suplemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh ada komentar yang mengatakan chitosan Tianshi tidak memiliki fungsi apa-apa selain sebagai serat. Sangat rugi besar konsumen mengeluarkan biaya tidak murah hanya untuk fungsi serat. Tulisan itu mengupas analisis kandungan kimiawinya dengan luar biasa ilmiah. Faktanya, tak terhitung berapa banyak penderita diabetes terselamatkan dari amputasi, batal operasi usus buntu, tante saya batal operasi usus, sembuh dari tumor, kista dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Quantum Healing (Deepak Chopra), bahkan diceritakan terlalu banyak fakta orang yang tersembuhkan bahkan hanya dengan meditasi atau penyembuhan spiritual lainnya. Apakah ini juga terbukti secara ilmiah? Deepak Chopra mengatakan, sama sekali tidak, bahkan banyak rekan dokter yang mentertawakannya. Namun beliau melihat fakta bahwa terapi ayurveda yang beliau kembangkan menyembuhkan begitu banyak orang dari berbagai sudut dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga barang sudah di mark up habis-habisan sehingga bisa memberikan bonus kepada distributor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru di network marketing yang aman harga-harganya karena sudah ditetapkan harga distributor dan harga konsumen. Tidak boleh menjual lebih dari ’HET’ (harga eceran tertinggi). Di bisnis konvensional pun banyak yang seperti itu. Namun di konvensional juga banyak harga yang konsumen harus meraba-raba, sehingga bisa ’kena’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri punya banyak contoh. Salah satunya, ada sebuah produk di toko obat cina yang harganya 50 ribu. Di kabupaten tetangga yang tidak terlalu jauh harganya bisa 150 ribu. Namun karena konsumen tidak tahu, ya tetap beli harga 150 rb dengan senangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berbelanja produk bukan karena suka dengan produknya tetapi karena tergiur tawaran bonus dan rewardnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kita harus memilah kembali antara network marketing sebagai sistem bisnis dengan perilaku orang-orang didalamnya. Sama seperti halnya kita melihat lembaga kepolisian dengan aparat polisi. Secara institusi, lembaga kepolisian adalah sangat mulia kedudukannya. Bahwa ada oknum yang tidak menjalankan kewenangannya dengan amanah, itu adalah bentuk penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di network marketing juga sama. Network marketing secara konseptual adalah jaringan pemakai produk sekaligus jaringan distribusi. Namun kalaupun belum membutuhkan produknya, distributor harus yakin produknya luar biasa dan memenuhi permintaan pasar. Sehingga produk yang dibelinya bisa dijual kembali seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, karena over motivated memang sebagian distributor tidak mengindahkan produk. Hanya termotivasi oleh peringkat, bonus dan reward. Namun juga fakta, distributor seperti ini tidak berumur panjang. Orang-orang sukses di network marketing pastilah yakin dengan kualitas produknya, karena itu dipastikan mereka juga pengguna produk yang dijualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, banyak distributor yang ’dipaksa’ belanja setiap bulan. Dan barangnya nggak laku-laku. Ditumpuk aja di rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network marketing sangat beragam, ada yang memberlakukan syarat penjualan tinggi dan ada yang tidak (biasanya disebut tutup point). Ada yang tutup point sejak awal, ada yang diperingkat tinggi baru tutup point. Mana yang lebih bagus? Itu soal pilihan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan sudah memiliki rencana pemasaran (marketing plan) yang kemudian ditawarkan kepada seseorang untuk kerjasama menjadi distributor. Jika sudah sama-sama setuju jadilah itu sebagai kontrak bisnis. Kalau nggak setuju dengan kontrak itu khan nggak usah ikut. Gampang khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, syarat tutup point bertujuan bagus yaitu untuk memotivasi distributor mencapai target minimal tertentu. Dengan target minimal itulah, mereka mendapatkan keuntungan yang pantas. Dengan prestasi yang sudah berhasil dicapai, mereka bisa menduplikasikannya ke jaringan dan memiliki omzet yang besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang menetapkan syarat tutup point tinggi, biasanya lebih memprioritaskan membangun jaringan penjual. Tutup point berguna menjadi sarana seleksi untuk memilih mitra kerjasama yang tepat. Kalau Anda mencapai target kesepakatan ini, Anda layak bekerja sama. Tapi kalau nggak tercapai, silahkan bekerjasama dengan perusahaan lain. Kasarnya begitu lah..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa ada yang numpuk produk dirumah gak bisa dijual? Lha jelas-jelas orang ini tidak mengerti bisnis. Kalau memang nggak bisa jual produk itu, ngapain ikut atau ngapain dilanjutkan? Kalau memang masih belajar, ya diniatkan aja untuk belajar. Jual produk semampunya, gak usah maksain diri stok. Gak dapat bonus gak papa. Lha wong niatnya belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di industri konvensional juga sama, para sales juga mendapat target yang luar biasa, jika tidak tercapai, mereka di off kan juga. Saya mengenal beberapa agen asuransi yang juga ada syarat minimum. Kalau target tidak tercapai, keagenan di cabut. Saya juga pernah mendapat tawaran untuk menjadi sebuah distributor produk. Syarat menjadi distributor adalah saya harus mencapai omzet sekian puluh juta per bulan. Jika tidak tercapai, maka saya hanya menjadi reseller biasa yang mendapat ’profit margin’ lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan network marketing yang tidak tutup point atau tutup point sangat rendah? Sama bagusnya, karena perusahaan ini lebih berorientasi membangun jaringan pemakai. Penjualan ke konsumen dianggap sampingan. Kalau jaringan pemakai produk dituntut untuk mencapai target tertentu, akibatnya banyak yang keluar dari keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu, saya beberapa kali menyaksikan perdebatan antar distributor lain perusahaan. Saling klaim sistemnya yang terbaik. Semuanya baik, semuanya sempurna untuk tujuannya masing-masing. Gitu aja kok repot....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distributor sering mengganggu misalnya terlalu ‘memaksa’ atau melakukan spam dsb?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda benar, itulah tugas kita bersama. Saya juga berkomitmen untuk membangun etika. But…, hal ini tidak relevan dikaitkan dengan network marketing. Saya pernah mencoba beberapa bisnis konvensional dan penghambat keberhasilan saya selalu karena bertemu dengan orang yang tidak jujur. Saya juga pernah di dunia aktivis, dan saya menemukan beberapa aktivis yang ‘tidak lurus’. Saya mengenal beberapa oknum guru yang ‘keluar garis’. Saya juga berkali-kali bertemu dengan oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang. Dsb…dsb…dsb…. Di setiap bidang kehidupan selalu ada orang-orang seperti itu. Mereka mengira, cara yang salah sepeti itu akan mensukseskan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendapat spam, kebanyakan bukan network marketing. Yang sering melakukan adalah arisan berantai, tawaran investasi, moneygame dan promosi yang tidak jelas dari produk luarnegeri. Bagi yang pernah mengalami pasti tahu, spam apa yang paling sering mengganggu. Tapi anehnya, saya pernah membaca salah satu pemilik blog yang menyatakan perang dengan network marketing hanya karena spam dari salah seorang distributor network marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus jeli untuk memilah-milah masalahnya. Saya percaya beliau sangat paham spam dan pernah menerima spam bukan hanya dari seorang distributor network marketing. Bayangkan jika network marketing mengajarkan menjadi spammer, akan ada 60 juta jaringan network marketing yang melakukan spam di seluruh dunia. Dalam hitungan detik, server terbesar di dunia pun bisa hang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada nyamuk di rumah Anda, bukan rumah Anda yang salah. Anda tidak perlu membakar rumah Anda, cukup semprotkan ….. Beres…lah…!! Mari kita basmi SPAM..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar, perdebatan tentang MLM atau network marketing tidak ada habisnya dan sepertinya tidak ada ujungpangkalnya. Para anti MLM/anti network marketing, punya argumen yang juga canggih untuk menolak pandangan-pandangan saya. Dan tentu saja lebih masuk akal bagi orang-orang yang sudah memposisikan dirinya ‘curiga’ terhadap network marketing. Karena itu saya mohon maaf sebelumnya, web ini bukan untuk Anda yang anti MLM. Saya tidak ingin pro kontra terjadi disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf, bukan karena saya tertutup terhadap gagasan orang lain, namun saya sudah menyaksikan banyak networker maupun dari yang anti MLM berdebat bukan untuk memperkaya pengetahuan atau untuk menjadi lebih bijak. Namun untuk saling mengalahkan dan kadang-kadang sampai melanggar sopan santun komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika Anda melihat pandangan-pandangan saya yang tidak benar, boleh menyadarkan saya lewat japri. Saya sangat terbuka menerima ide-ide dan siap berubah untuk menerima pandangan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-7501828175970414267?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/7501828175970414267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=7501828175970414267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/7501828175970414267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/7501828175970414267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/penulis-p.html' title='NETWORK MARKETING KONTROVERSIAL..!!!'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHJOoLZYYGI/AAAAAAAAAPE/W-ZFv6Z7q8s/s72-c/Nmarketing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-4297106494145385270</id><published>2008-07-07T10:44:00.004+08:00</published><updated>2008-07-08T12:56:23.825+08:00</updated><title type='text'>Motivasi Sukses Part 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGNFQddoAI/AAAAAAAAAOs/b_avaBut370/s1600-h/success.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGNFQddoAI/AAAAAAAAAOs/b_avaBut370/s320/success.jpg" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGNFQddoAI/AAAAAAAAAOs/b_avaBut370/s320/success.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220108564556521474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;by: &lt;span class="small"&gt;Administrator     &lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Money loves speed, pioneering, and values creation" "Uang menyukai kecepatan, pioneer di berbagai bidang, dan penciptaan nilai" interpretasi: Memang benar, uang akan hadir secara lebih dan mengikuti berbagai aktivitas yang dilakukan dengan cepat.. seperti ungkapan 'siapa cepat dia dapat' yang berlaku secara universal, banyak usaha yang memberikan keuntungan bagi mereka yang cepat menangkap peluang dan menjalankannya, termasuk juga pioneer atau pendahulu diberbagai bidang, yang akan menikmati ganjaran berbentuk uang lebih banyak dibandingkan mereka yang sekedar 'ikut-ikutan', sedangkan dalam penciptaan nilai, makin besar nilai yang diciptakan, maka akan ada lebih besar jumlah uang yang hadir menyertai produk/jasa yang dibuat.&lt;span class="fullpost"&gt; Kini tugas Anda untuk menyadari di area mana Anda dapat bergerak dengan lebih cepat, mendahului pihak lainnya dengan lebih inovatif, dan menghasilkan nilai guna setinggi mungkin, agar membuka peluang untuk hadirnya 'reward' dalam bentuk uang yang lebih besar lagi. Sukses selalu untuk Anda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-4297106494145385270?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/4297106494145385270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=4297106494145385270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/4297106494145385270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/4297106494145385270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/motivasi-sukses-part-2.html' title='Motivasi Sukses Part 2'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGNFQddoAI/AAAAAAAAAOs/b_avaBut370/s72-c/success.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-8535747933359985737</id><published>2008-07-07T09:09:00.002+08:00</published><updated>2008-07-08T12:57:29.535+08:00</updated><title type='text'>Motivasi Sukses Part 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGOKlpGdYI/AAAAAAAAAO0/frwzBrki6KU/s1600-h/man-success-sign.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGOKlpGdYI/AAAAAAAAAO0/frwzBrki6KU/s200/man-success-sign.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGOKlpGdYI/AAAAAAAAAO0/frwzBrki6KU/s200/man-success-sign.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220109755653453186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;by: &lt;span class="small"&gt;Administrator     &lt;/span&gt;       &lt;br /&gt;Berikut ini adalah Program Afirmasi khusus bagi Anda yang ingin mencoba mempraktekkan kemampuan pemikiran untuk menarik dan mewujudkan berbagai hal positif ke dalam hidup Anda (program ini dikembangkan oleh Steve.p) Program ini akan coba dipraktekkan dalam 30 hari, dimana setiap harinya Anda akan membaca dan mengulang sebuah afirmasi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang akan memberikan energi bagi pemikiran untuk menarik berbagai hal (benda, koneksi, resource, peluang dan kesempatan) sehingga terwujud dalam realitas fisik Anda. Berikut afirmasi yang perlu Anda baca setiap harinya (tulis pada notepad, atau post-it, atau dimanapun sehingga Anda akan mudah untuk membuka dan membacanya setiap pagi hari selama 30 hari ke depan) "Dengan cara yang mudah, menyenangkan, dan diluar dugaan, saya&lt;br /&gt;membuka diri saya selama 30 hari ke depan untuk hadirnya berbagai sumber/resource yang akan mendukung pencapaian sukses diri saya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.&lt;span class="fullpost"&gt; Saya mengijinkan hadirnya materi (uang), koneksi (orang-orang yang siap membantu dan mempermudah berbagai hal), dan berbagai hal/info untuk diketahui dan berguna bagi pencapaian cita-cita dan target hidup saya dan juga kebahagiaan setiap orang di sekitar diri saya. Saya juga mengijinkan setiap orang yang berintensi sama dengan saya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cara yang sama mudah dan menyenangkan. Alam ini begitu kaya dan berkelimpahan sehingga apapun yang menjadi keinginan dan tujuan saya tampak demikian tak berarti di mata alam, dan akan terwujud dengan mudahnya, cepat, dan bahkan lebih besar/banyak dari yang saya&lt;br /&gt;harapkan..." (ps: Lalu bisa dilanjutkan dengan doa pada Tuhan YME) Baca (dalam hati) afirmasi tersebut setiap hari selama 30 hari ke depan, dan rasakan perasaan lega dan ringan menyertai akhir afirmasi tersebut, akan lebih baik bila dimulai pada pagi hari sebelum mulai beraktivitas. Sebagai catatan, Anda juga boleh mengganti/menambahkan hal detail seperti nominal uang yang diinginkan dan lain sebagainya, dan dalam periode&lt;br /&gt;tersebut Anda juga diharapkan untuk peka terhadap sinyal-sinyal yang hadir seperti misalnya adanya ajakan dari rekan sekantor Anda untuk aktivitas tertentu, adanya info tertentu yang tampak sederhana di surat kabar/televisi, dan responlah hal-hal tersebut karena mungkin itu merupakan jalan dan dukungan yang hadir untuk mendukung pencapaian target-target hidup Anda. Bila dalam kurun waktu 30 hari ke depan Anda merasakan dan mendapatkan hadirnya resource-resource seperti&lt;br /&gt;yang Anda ungkapkan dalam afirmasi, maka jangan lupa untuk mereply email ini untuk berbagi pengalaman positif. Telah ada banyak orang yang mempraktekkannya dan berhasil mewujudkan berbagai hal positif ke dalam kehidupannya, baik yang sepele hingga yang benar-benar signifikan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. ps: Silakan memforward email ini bila Anda ingin berbagi atau mencobanya dengan rekan, keluarga atau kolega Anda, diketahui efek afirmasi ini akan lebih&lt;br /&gt;positif dan lebih kuat bila dijalankan oleh lebih banyak individu sehingga mampu meningkatkan efek dan getaran positifnya. Sukses selalu untuk Anda!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-8535747933359985737?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/8535747933359985737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=8535747933359985737' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/8535747933359985737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/8535747933359985737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/motivasi-sukses-part-1.html' title='Motivasi Sukses Part 1'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGOKlpGdYI/AAAAAAAAAO0/frwzBrki6KU/s72-c/man-success-sign.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-3949121705132604494</id><published>2008-07-06T22:09:00.000+08:00</published><updated>2008-07-06T23:57:57.496+08:00</updated><title type='text'>SUDAHKAH KOMUNIKASI ANDA BERHARGA 1 JUTA DOLLAR?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHDrNz8HchI/AAAAAAAAAOg/OpdbacZpd2c/s1600-h/-Dollar-Bills.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHDrNz8HchI/AAAAAAAAAOg/OpdbacZpd2c/s320/-Dollar-Bills.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHDrNz8HchI/AAAAAAAAAOg/OpdbacZpd2c/s320/-Dollar-Bills.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219930590635586066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada sebuah cerita, ini bukan dongeng tapi cerita sungguhan di negeri kita tercinta, Indonesia. Cerita ini pada era Habibi berhasil memproduksi pesawat terbang dan mejualnya ke negara-negara sahabat, salah satunya malaysia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Indonesia mengirim dua orang utusan untuk mem-follow up ke perusahaan Petronas yang berencana memborong pesawat dari Indonesia. Sebelumnya sudah ada pembicaran hampir final dimana Petronas setuju dengan harga yang ditawarkan. Singkat cerita, utusan ini disambut di rumah CEO untuk jamuan makan malam. Namun sebelum ke ruang makan mereka diajak melihat koleksi-koleksi benda antik yang dimilikinya. Dengan bangga CEO ini menceritakan asal-usul koleksinya, harga-harganya yang sangat mahal dsb. Kedua utusan manggut-manggut saja mengiyakan. &lt;span class="fullpost"&gt;Sampailah CEO ini menceritakan guci-cuci yang dimilikinya. Setelah bercerita panjang lebar, salah seorang utusan bilang. Mr, kalau guci seperti ini di jakarta banyak sekali, dan Mr bisa mendapatkannya dengan harga yang sangat murah.  ?x*?X?*&amp;amp;!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karuan saja muka CEO langsung merah menaham amarah. Singkat cerita, CEO membatalkan pembelian pesawat dari Indonesia tanpa menjelaskan alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita sebaliknya, adalah kisah sukses Ricardo Bellino, pengusaha muda dari Brasil yang berhasil mendapatkan kontrak bernilai trilliun dari Donald Trump untuk membangun resort dan golf termewah yaitu Trump Realty di Brasil. Anda tahu berapa waktu yang dibutuhkan Ricardo Bellino untuk meyakinkan Donald Trump? Mungkin Anda tidakpercaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA 3 MENIT..!  Hahhhh 3 menit???  YA, 3 MENIT …!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang, tidak lebih. Donald Trump hanya memberikan kesempatan baginya untuk presentasi 3 menit. Begitu 3 menit, stopwatch berhenti dan alarm akan berbunyi dan dia harus keluar ruangan. Saat itu Donald Trump sedang sangat sibuk dan bad mood, sehingga ia memberikan waktu yang sangat tidak mungkin dengan harapan Bellino membatalkan presentasinya. Tetapi sangat luar biasa, Bellino memanfaatkan 3 menit yang sangat berharga ini dengan sangat spektakuler. Dalam bukunya, Donald Trump mengatakan,”Bellino ternyata tidak mundur, ia justeru memberikan presentasi yang begitu hebat kepada saya dalam 3 menit, dan saya memutuskan untuk berbisnis dengannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, itulah contoh pentingnya ketrampilan berkomunikasi. Kemampuan Anda berkomunikasi bernilai milyaran. Mungkin hari ini keahlian komunikasi Anda belum menghasilkan uang besar. Namun jika Anda mengasahnya terus menerus, nilainya menjadi sangat luar biasa. Setiap kata Anda bernilai U N L I M I T E D..!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun bisnis Anda, apalagi di bisnis network marketing yang sehari-hari Anda berhubungan dengan banyak orang, ketrampilan komunikasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya persuasif atau mengajak orang untuk melakukan seperti yang kita lakukan ada dua hal yang kita komunikasikan yaitu informasi dan keyakinan. Untuk menyampaikan informasi, yang sangat penting adalah ketersediaan fakta dan data yang mendukung informasi Anda. Ini gampang sekali karena Anda semua memilikinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk mentransfer keyakinan, sumbernya adalah diri Anda. Nah komunikasi jenis kedua ini yang ingin saya sharingkan kali ini. Ingat, ada pepatah dalam penjualan “Orang tidak akan membeli apa yang Anda tawarkan sebelum mereka membeli Anda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang harus membeli Anda dulu, maka kesan seseorang terhadap Anda dengan kata lain reputasi Anda, sangatlah penting. Agar orang tersebut bersedia ‘mendengarkan’ Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Anda perlu membuat skala prioritas dari daftar nama? Salah satu tujuannya adalah melihat reputasi Anda dihadapan prospek Anda. Jika prospek SP-nya lebih rendah  atau sama artinya Anda kemungkinan besar memiliki reputasi yang lebih dihargai sehingga Anda bisa presentasi sendiri tanpa dukungan sponsor atau upline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk SP tinggi, kemungkinan besar reputasi Anda ‘pas-pasan’ di mata prospek. Itulah sebabnya mengapa kita sebaiknya menggunakan pihak ketiga atau upline kita untuk membantu presentasi. Meskipun sponsor atau upline kita ‘sekelas’ dengan kita, namun prospek belum mengetahui reputasi sponsor kita. Melalui edifikasi, kita membangun reputasi sponsor kita sehingga prospek respek dan mau mendengarkan presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa komunikasi untuk mentransfer keyakinan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kata-kata 7 %&lt;br /&gt;* Intonasi  33 %&lt;br /&gt;* Bahasa tubuh 55 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun  unsur bahasa tubuh mempengaruhi 55% keberhasilan, bukan berarti Anda bisa mengabaikan pentingnya kata-kata Anda yang hanya berpengaruh 7%. Bayangkan Anda dengan intonasi yang tepat, bahasa tubuh yang sangat percaya diri dan antusias lalu Anda mengatakan seperti ini,”Bisnis MLM saya sudah terbukti sangat luarbiasa sekali, bodoh sekali kalau Bapak sampai melewatkan kesempatan ini..!!”. Kira-kira prospek Anda mau tanda tangan nggak? Mau..!! tapi tanda tangan  pakai INI..!!! (bogem)Laughing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketiga unsur tadi harus terus Anda sempurnakan supaya ketrampilan komunikasi Anda semakin baik dan semakin mudah orang untuk closing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, mari kita bedah satu per satu  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda sudah seringkali mendengar, gunakan kata-kata yang singkat padat dan jelas. Jangan seperti kata Tukul, singkat jelas dan …ngawur..!! Laughing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media presentasi yang dibuat perusahaan atau suport system sudah dibuat sedemikian rupa sehingga presentasi Anda efektif. Saya yakin Anda semua leader luar biasa. Pengetahuan Anda jauh melebihi apa yang ditulis oleh CD presentasi. Namun simpan pengetahuan Anda. Itu akan sangat penting Anda gunakan saat Follow Up, saat Anda harus menghadapi banyak pertanyaan dari prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah puluhan kali menemui jaringan yang presentasi HM atau OPP lebih panjang lebar dari presentasi standar. Bahkan pernah saya lihat, ada yang presentasi sampai dua jam. Satu per satu undangan pun pada pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang waktu SD pandai mengarang indah. Jadi saat presentasi ngarang sendiri. Hasilnya prospek malah nggak ngerti. Saya yang lebih dulu menjalankan saja jadi bingung apa yang dia maksud, apalagi prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan presentasi sesuai dengan standar yang telah disediakan oleh suport system. Sehebat-hebatnya Anda presentasi, sebanyak-banyaknya yang ingin Anda sampaikan, pastikan  presentasi Anda sudah selesai maksimal dalam waktu  40 menit. Usahakan kurang dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips : belajarlah menghapus kata-kata seperti eeeeeeee, mmmmmmm, anu apa itu….? Dll. Menimbulkan kesan Anda belum profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan selalu kata-kata positif. Kata-kata cerminan dari pikiran Anda, jadi latih pikiran Anda selalu positif, kata-kata yang keluar pasti positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai presentasi atau pada saat follow Up,  Anda akan mendapat beberapa pertanyaan atau keberatan dari prospek. Nah, saat ini komunikasi Anda tidak lagi bersifat standar. Saat presentasi, Anda menyampaikan dengan standar karena audiensnya beragam. Namun saat ini, Anda perlu teknik komunikasi yang lebih spesifik untuk menyesuakan dengan karakter prospek yang perlu jawaban dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kata-kata sesuai kata-kata yang digunakan oleh pasangan bicara Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sebelum membahas ini, kita perlu membahas tipe komunikasi ke otak seseorang. Ada tiga tipe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tipe visual atau tipe penglihatan. Tipe ini biasanya bicara hal-hal yang berhubungan dengan indera penglihatan. Biasanya dia akan menggunakan kata-kata “kelihatannya…., nampaknya…, menurut pemandangan saya…, sepanjang penglihatan saya….” Dll. Bicaranya biasanya sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tipe pendengaran atau auditori. Tipe ini biasanya bicara hal-hal yang berhubungan dengan indera pendengaran. Kata-kata yang digunakan biasanya,”kedengarannya, rasanya saya pernah dengar…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tipe perasaan atau kinestetik. Biasanya berbicara dengan MANTAP, l a m … b a t, penuh ……jeda ….dan …..menghayati ……perasaan. Kata yang muncul biasanya,” rasanya…, saya rasa…, nyaman sekali kalau…. Dll”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang merupakan campuran dari ketiga tipe tadi. Namun pada setiap orang, pasti ada salah satu tipe komunikasi yang menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan pilihan kata yang sesuai dengan tipe komunikasi ke otak prospek Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya prospek Anda mengatakan, “saya lihat obatnya bagus kalau dari Cina. Keluarga saya sering pakai obat cina”. Nah ini tipe visual. Kalau Anda menjawab,”saya rasa juga begitu Pak”. Anda kurang nyambung. Kata-kata yang Anda keluarkan kurang mudah masuk ke otak prospek. Sebaiknya Anda gunakan kata-kata,”saya lihat juga begitu Pak. Selain dari Cina, Bapak juga bisa lihat, penghargaan-penghargaan dan sertifikasi international”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan prospek mengatakan “Hhmmm, kedengarannya produknya bagus, namun saya belum belum pernah dengar ada yang sukses di bisnis ini”. Maka kita bisa menjawab,” Saat saya dipresentasi pertama juga sama Pak, tetapi setelah saya hadir di OPP, saya mendengar banyak informasi disana. Kalau Bapak ingin mendengarkan lebih banyak informasi, Bapak bisa hadir dan mendengarkannya di OPP”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips lagi : kalau prospek sudah positif, Anda tidak perlu mendebat hal-hal yang tidak penting. Misalnya seperti tadi, dia bilang obat tapi produk Anda adalah nutrisi. Meskipun dia salah, biarin aja dulu. Kalau Anda luruskan, orang-orang tertentu tidak nyaman menerimanya. Nah setelah closing dan akan menggunakan produknya baru Anda jelaskan lebih lengkap. Kecuali kalau sebelum closing dia menanyakan,”bagaimana efek sampingnya?”. Nah, karena dia yang memulai, anda bisa jelaskan bahwa ini adalah nutrisi yang bebas efek samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, ini hanya ilustrasi singkat, kalau Anda ingin lebih paham. Anda ikuti training NLP (Neuro Linguistic Programming). Disana, Anda juga akan belajar bagaimana menggunakan kata-kata untuk presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain materi presentasi, pada pertemuan home meeting ataupun one on one, kita pasti juga membicarakan hal-hal lainnya. Terutama sebelum presentasi dimulai. Usahakan Anda selalu mengajak bicara hal-hal yang positif. Jangan terpancing untuk membicarakan hal-hal negatif yang mengurangi suasana antusias pertemuan. Misalnya prospek Anda membicarakan  kepala desa yang banyak menyimpang, tetangga yang menjengkelkan dan lain-lain. Perlahan-lahan alihkan pembicaraan ke tema-tema yang menyenangkan misalnya keberhasilan prestasi tim sepakbola Indonesia yang sudah luar biasa dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan kata-kata juga bisa membantu Anda untuk mengarahkan pikiran prospek. Misalnya Anda bertanya,  “jadi beli produknya nggak bu?” Kemungkinan besar jawabannya apa?       NGGAK..!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih baik Anda mengunakan kata-kata,”baik, sekarang Ibu sudah memahami fungsi produk ini untuk memulihkan kesehatan Ibu. Ibu saya temani belanja langsung ke stokis, atau saya antarkan produknya ke rumah?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Intonasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intonasi sangat penting untuk membuat pembicaraan jadi menarik. Keyakinan Anda juga terbaca dari intonasi Anda. Berbicara tanpa intonasi akan mengesankan bahwa pembicara sendiri tidak tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intonasi bukan sekedar tinggi rendah, atau cepat lambatnya suara. Bukan hanya mode suara seseorang tetapi intonasi juga bisa merubah makna sebuah kata-kata. Kalau makna-maknanya berubah maka suasana psikhologisnya juga berubah. Jadi intonasi sangat menentukan efektivitas komunikasi. Menentukan apa yang dipahami prospek dari kata-kata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda kecil, anda suka hujan-hujan. Tak lama kemudian ibu Anda memanggil,”Agus…. ayo masuk cepat mandi”. Tapi Anda tetap bandel, sampai kemudian ibu Anda memanggil kembali dengan kata-kata yang sama tetapi kali ini intonasinya beda. “AGUS..!!!! AYO MASUK..!!!.....CEPAT MANDI..!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya sama persis, tapi ucapan ibu Anda yang kedua pasti membuat rambut Anda berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan saat Anda presentasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba  Anda presentasi seperti ini “Perusahaan ini sangat luar biasa………, berdiri …tahun 1993…. Dst…tahun 2004 sudah berkembang di ….. ratusan negara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun 100 kali Anda bilang perusahaan Anda luarbiasa, siapa yang mau percaya kalau intonasi anda seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan anda presentasi seperti ini “Perusahaan ini sangat LUAR BIASA, berdiri tahun 1993…. Dst…tahun 2004 sudah berkembang di RATUSAN negara….Luar biasa sekali..!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan intonasi yang antusias dan bervariasi saat Anda presentasi. Intonasi yang monoton, membuat orang mudah mengantuk mendengarkan Anda. Muncul rasa bosan. Informasi yang Anda sampaikan jadi tidak masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang menurut anda sangat penting, bisa anda tekankan dengan merubah nada dan tempo suara. Sebaiknya anda perlambat. Misalnya,”pada tahun 2004, perusahaan kami sudah berkembang di lebih dari   1 8 0     n e g a r a. Saat mengucapkan 180 negara, kurangi kecepatan suara, namun dengan nada yang lebih berat dan penuh tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga perhatian prospek sehingga pikirannya terus bekerja mencerna informasi Anda, sekali waktu Anda lontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak harus dijawab secara verbal. Tetapi prospek pasti menjawab dalam hati. Misalnya,”menurut Bapak, perusahaan yang sudah terdaftar di bursa saham international, apakah perusahaan yang  sangat besar atau sangat sangat besar”. Berikan jeda waktu untuk memberi kesempatan prospek merespon pertanyaan Anda. Setelah itu lanjutkan kembali presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sama seperti kita membahas kata-kata tadi. Saat Anda presentasi one on one atau follow up, Anda juga akan menghadapi pribadi-pribadi yang lebih spesifik. Setiap orang punya ciri khas intonasi sendiri. Dalam komunikasi yang bertujuan menyenangkan dan mengajak pasangan bicara, sebaiknya anda menyesuaikan intonasi. Kalau pasangan  bicara Anda bicara dengan lambat dan nada rendah, sebaiknya anda juga mengikuti dengan lambat dan nada rendah. Jangan sama persis, buat mendekati intonasi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bicara lambat biasanya adalah orang yang perasa. Jika Anda berbicara dengan cepat, dia tidak bisa menangkap keseluruhan maksud pembicaraan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti kalau orang bicara tidak antusias, anda ikut tidak antusias. Anda tetap antusias namun dengan nada diperlambat. Misalnya,” Founder perusahaan kami adalah orang yang sangat luar biasa, beliau adalah orang yang mendapat penghargaan….dst”. Bicara Anda lambat namun tekanan suaranya kuat dan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bila pasangan Anda bicara sangat-sangat-sangat cepat, anda juga harus bicara dengan sangat-sangat-sangat cepat. Kalau pasangan anda bicara cepat, sedangkan Anda bicara lambat, mereka nggak sabar menunggu penjelasan dari Anda. Dalam hati mereka bilang,”mana kesimpulannya nih..!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kalau presentasinya ke banyak orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, disinilah ketrampilan komunikasi Anda sangat penting. Sebagai presenter, Anda harus menguasai ketrampilan presentasi. Anda perlu memvariasikan kecepatan suara Anda. Pada bagian-bagian tertentu agak cepat dan pada bagian-bagian tertentu agak lambat. Tidak usah ekstrim cepat atau lambat. Dengan demikian ketiga tipe prospek bisa merasakan kesamaan dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara statistik, jumlah orang tipe visual jauh lebih banyak daripada tipe auditori dan kinestetik. Karena itu setidaknya 50% presentasi Anda lakukan untuk tipe visual.&lt;br /&gt;III Bahasa Tubuh/Bodi Language&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang pernah nonton Mr Bean? Siapa yang pernah ngerti apa yang diucapkan Mr Bean? Nggak ada khan? Suara yang dikeluarkan Mr Bean Cuma suara bebek aja kwhgzhh… kwhgzhh… kwhgzhh…Smile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Anda semua pasti tertawa betul nggak? Mengapa Anda bisa ngerti maksudnya, meskipun Mr Bean tidak pernah bicara apa-apa? Ya itulah kekuatan bahasa tubuh. Bahasa tubuh bisa bicara dan menyampaikan pesan dengan efektif tanpa kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah,”manusia tidak bisa tidak berkata-kata”. Meskipun mulut kita dikunci rapat. Seorang ahli komunikasi bisa mengerti apa yang dibatin kita hanya dengan melihat gerakan mata. Atau hanya dengan melihat posisi jari-jemari kita, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari-hari kita juga menghadapi komunikasi yang beragam. Suatu ketika kita diomelin habis bahkan mendengar ucapan-ucapan yang tidak pantas dari seseorang, tetapi kita tidak tersinggung karena kita perhatikan ekspresi wajahnya, dia hanya main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga pernah bersama seseorang yang nggak ngomong apa-apa tapi kita merasa tidak enak hati hanya karena bibirnya tertarik ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami bahasa tubuh penting untuk 2 hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* untuk meningkatkan performance Anda sendiri&lt;br /&gt;* untuk membaca pikiran prospek sehingga anda bisa menyikapinya lebih tepat dan efektif untuk closing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, kita bahas dulu bagaimana caranya bahasa tubuh Anda meningkatkan performance Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda bertemu seseorang, bagian tubuh Anda yang mana yang pertama kali kontak? Ya, kontak pertama Anda melalui mata dan wajah Anda. Wajah anda yang pertama kali dilihat oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ekspresi wajah Anda harus membuat orang merasa senang. Meskipun Anda tidak ganteng tidak cantik, tapi kalau ekspresi wajah Anda senang, bahagia, bersemangat, itu juga akan menular ke perasaan orang lain. Kalau Anda perhatikan, mengapa orang selalu tersenyum melihat bayi? Terutama bayi 3 bulan sampai 1 tahun. Karena bayi seumur itu paling senang mengajak orang lain tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kita lagi susah Pak? Susah itu yang membuat diri Anda sendiri bukan situasi hidup Anda, bukan siapa-siapa. Kalau Anda sendiri yang membuatnya, Anda juga bisa merubahnya kapanpun Anda mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya selalu merasa senang? Gampang..!! Putuskan saat ini juga Anda selalu merasa semangat dan bahagia. Katakan kepada diri sendiri,”Saya memutuskan untuk hidup dengan semangat dan bahagia. Detik ini SAYA BAHAGIA ”. Setiap kali Anda merasa bad mood  ucapkan mantra-mantra ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua adalah dengan merubah fisiologis Anda. Usahakan untuk selalu tersenyum dimanapun kapanpun, meskipun sedang susah.  paksa aja tersenyum, dalam waktu singkat perasaan Anda berubah lebih senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu berikan senyuman terbaik Anda. Usahakan untuk senyum yang simetris. Kalau bibir yang kanan  ketarik 3 centi yang kiri juga 3 centi. Coba nanti sampai rumah, Anda berkaca dirumah, perhatikan senyum Anda. Ini sepele, tapi selalu ada orang-orang yang senyumnya panjang sebelah. Seperti orang stroke. Asyik nggak lihat bibir orang stroke? Kalau senyum Anda tidak simetris, orang akan melihat Anda tersenyum seperti sinis, dan itu kurang nyaman diterima. Seorang upline saya pernah cerita, kalau mau punya senyum indah, setiap pagi harus senyum di depan kaca min 5 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik selanjutnya, tatapan mata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan tatapan mata Anda ke arah segitiga wajah. Sekitar  mata dan hidung. Ini menunjukkan Anda percaya diri, berwibawa dan antusias menyambut dia. Selain itu Anda akan direspon sebagai seorang yang terbuka dan jujur. Perhatikan orang-orang yang menyembunyikan sesuatu, atau tidak ingin bertemu Anda, pasti tidak berani bertatap mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian rapi n profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Usahakan menunjukkan sikap membuka diri. Kalau Anda pakai jaket sebaiknya ritslitingnya terbuka, kalau pakai jas, sebaiknya kancing-kancingnya terbuka&lt;br /&gt;* Jangan memakai sesuatu yang terlalu menarik perhatian. Itu membuat orang beralih perhatian. Misalnya pakai 20 gelang emas di kanan dan dikiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma Badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu anda lebih dekat, kontak kedua adalah indera penciuman. Maksudnya bukan Anda ciuman, tapi aroma tubuh Anda sudah sampai. Gunakan pengharum favorit Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap selanjutnya adalah bersalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan asal salaman. Salaman dengan erat dan sebaiknya goyangkan tangannya. Ini untuk memberi kesan Anda percaya diri sekaligus menunjukkan Anda antusias bertemu dengan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Bicara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         jangan bersedekap, posisi tangan selalu terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         posisi badan condong ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat presentasi lakukan gerakan-gerakan tangan dan badan secukupnya. Jangan terlalu kaku. Sikap Anda yang kaku kelihatan tidak menguasai materi dan tidak percaya diri. Lakukan gerakan yang bertenaga. Misalnya gerakan-gerakan tangan Anda, perhatikan apakah gerakan-gerakan yang tegas bertenaga atau gerakan yang lemah dan seperlunya saja. Gerakan yang bertenaga mencerminkan keyakinan dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang akan menangkap, pesan yang Anda sampaikan sungguh-sungguh. Kongruen antara ucapan dan sikap gerak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Mendengarkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         condongkan badan anda ke depan untuk menunjukkan anda respek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         sesekali anggukkan kepala untuk memberikan persetujuan, dukungan atau pengertian terhadap apa yang disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CLOSING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ibu, ada sebuah cerita tentang seorang petani miskin di Afrika bernama Ali Hafed.  Suatu hari, Ali kedatang seorang tamu, seorang pemuka agama. Si pemuka agama ini berkata, “Anakku, kalau kamu memiliki permata sebesar ibu jarimu, kamu akan memiliki seisi kota ini. Dan kalau kamu memiliki permata sebesar kepalan tanganmu, maka seluruh negeri ini akan menjadi milikmu”. Setelah pemuka agama itu pergi, Ali Hafed begitu terkesan. Bahkan, berhari-hari ia tidak bisa tidak membayangkan adanya pertama seperti itu. Sejak itulah Ali Hafed mulai merasa ada yang kurang pada hidupnya. Ia membayangkan betapa menyenangkannya jika hidupnya bisa memiliki pertama seperti itu. Bagaimana tidak? Selama ini, hidupnya begitu miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhinya, Ali Hafed membulatkan tekadnya, ia memutuskan untuk menjual rumah serta ladangnya. Anak dan istrinya ia titipkan kepada tetangganya disertai dengan titipan biaya perawatan mereka. Dengan uang yang tersisa, Ali Hafed memutuskan pergi mengembara untuk mencari permata-permata yang luar biasa itu. Dia mencari ke segala penjuru kota bahkan menyeberang ke negeri yang jauh. Hingga akhirnya, di dalam kemiskinannya, akhirnya Ali Hafed putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, rumahnya kini sudah ditinggali oleh petani lain yang hidupnya juga sangat miskin. Suatu hari si petani itu sedang membersihkan tubuh untanya di tengah aliran sungai dangkal yang mengaliri melewati pekarangan rumahnya. Saat sedang asyik-asyiknya mencuci, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah batu berkilauan indah di bawah sinar matahari. Sejenak, petani ini terkesima dan karena melihat bentuknya yang menarik, maka si petani ini mengambil batu tersebut dan menaruhnya di rumah sebagai hiasan di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan. Suatu hari, si pemuka agama yang biasa mengunjungi rumah-rumah penduduk di sekitar itu, bertandang ke rumah petani miskin itu. Saat ia melihat batu yang berkilauan itu, si pemuka agama berkata, “Ini kan batu permata!” Si petani miskin itu dengan tertawa berkata, “Bukan pak, itu bukan batu permata. Itu Cuma batu kali yang saya ambil dari aliran sungai yang ada di depan”. Setelah meneliti batu itu, si pemuka agama itu berkata lagi, “Saya tidak mungkin salah. Kalau saya mengatakan ini batu permata, pastilah ini batu permata”. Maka, dengan perasaan harap-harap cemas, mereka lantas berlari ke aliran sungai di ladang mereka. Ternyata disitulah, mereka menemukan batu permata yang jauh lebih indah dan lebih besar di aliran sungainya. Dan, disitulah untuk pertama kalinya, ditemukan sebuah tambang permata terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ibu, kebanyakan orang ingin menjadi luar biasa, ingin menjadi kaya, ingin menjadi sukses. Dan mereka sibuk mencari di luaran sana. Mereka tidak menyadari bahwa tambang permata sangat dekat dengan mereka, yaitu ada dalam diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob Proctor (kalau Anda nonton film The Secret anda pasti tahu orang ini), seorang pelatih sukses ternama di dunia. Beliau  mengatakan “Manusia sebenarnya tidak pernah kekurangan uang, sebetulnya mereka hanya kurang ide untuk memanfaatkan potensi terbaik yang dimilikinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berkomunikasi adalah sesuatu yang bisa Anda kembangkan setiap hari  menjadi kekuatan DAHSYAT Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda kenal Aristotle Onassis? Raja Tanker terkaya di dunia. Dulunya adalah seorang pemuda yang tidak memiliki apa-apa. Onassis tiba-tiba menjadi kaya karena keahlian komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berani, Onassis berjuang untuk menemui saudagar tembakau terbesar di Amerika. Berkali-kali minta ketemu tidak pernah diberi kesempatan. Sampai suatu ketika, saudagar tembakau tersebut karena melihat kegigihan Onassis mengijinkan bertemu. Hanya untuk beberapa menit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pandai berkomunikasi dan mengerti kebutuhan saudagar tembakau besar. Onassis mendapat kontrak jutaan US$. Setelah mendapatkan kontrak, Onassis membuka penawaran terbuka kepada para suplier tembakau yang kualitasnya diseleksi langsung oleh saudagar tembakau Amerika tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onasis pun berhasil menjadi jutawan pebisnis tembakau besar di usia masih sangat muda, dengan modal  uang NOL rupiah. Modal besarnya hanya keahlian berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sungguh-sungguh mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan luarbiasa, Anda pun akan menjadi  ONASIS ONASIS BERIKUTNYA. (take from begreatvision)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-3949121705132604494?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/3949121705132604494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=3949121705132604494' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/3949121705132604494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/3949121705132604494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/sudahkah-komunikasi-anda-berharga-1.html' title='SUDAHKAH KOMUNIKASI ANDA BERHARGA 1 JUTA DOLLAR?'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHDrNz8HchI/AAAAAAAAAOg/OpdbacZpd2c/s72-c/-Dollar-Bills.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-7945429649709719742</id><published>2008-07-06T16:43:00.000+08:00</published><updated>2008-07-06T16:51:20.177+08:00</updated><title type='text'>Super Mind 4 Successful Life</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCGs2njagI/AAAAAAAAAOY/JNbMjuzh6P8/s1600-h/supermind+copy.gif"&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCGs2njagI/AAAAAAAAAOY/JNbMjuzh6P8/s320/supermind+copy.gif" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCGs2njagI/AAAAAAAAAOY/JNbMjuzh6P8/s320/supermind+copy.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219820073256184322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul Buku : Super Mind for Successful Life&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis : Wuryanano&lt;br /&gt;Penerbit : Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;Tebal : 242 hal.&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-27-00541-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Super Mind for Successful Life ini merupakan buku lanjutan dari buku pertama The Touch of Super Mind. Buku ini ditulis setelah Wuryanano setelah terinpirasi dan termotivasi oleh para pembaca buku pertamanya yang memberikan apresiasi luar biasa prima. Apresiasi berupa usulan, masukan, dan komentar tersebut disampaikan baik melalui email, sms, maupun telpon yang diterima oleh sekretaris pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, Wuryanano kembali berbagi pengetahuan dan pengalaman agar seseorang bisa memperoleh kesuksesan sejati. Penulis menyadari bahwa ukuran sukses untuk setiap orang tidaklah sama. Setiap orang mempunyai standard sendiri atas arti sebuah kesuksesan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, Penulis mengungkapkan sebuah fakta yang cukup aneh dan sering terjadi di tengah masyarakat. Fakta tersebut adalah banyaknya fenomena dimana seseorang yang dilihat cukup sukses di mata masyarakat, baik karena kaya, tenar, atau terhormat, ternyata justru hidupnya merasa hampa, tidak menyenangkan, dan tidak bisa merasakan nikmatnya kehidupan yang sedang dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena tersebut, sebuah pertanyaan yang menarik dilontarkan oleh Penulis. Bagaimanakah seseorang bisa merasakan keindahan dan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya ?&lt;br /&gt;Dalam buku Super Mind for Successful Life ini, Wuryanano menunjukkan berbagai cara yang sebaiknya dilakukan untuk mencari kebahagiaan dan menggapai kesuksesan, kemudian memperolehnya dan menggunakan sukses yang telah dicapainya tersebut untuk kebahagiaan diri dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap isi buku ini tentu akan lebih mudah dan efektif jika pembaca telah membaca buku Penulis sebelumnya The Touch of Super Mind. Namun begitu, pembaca tetap tidak akan kehilangan keindahan dalam menikmati buku ini mesti belum membaca buku penulis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku kedua ini, Wuryanano menguraikan secara lebih mendalam bagaimana memanfaatkan kekuatan pikiran super dan menggunakan intuisi untuk mengambil keputusan dalam rangka meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Pembahasan mengenai pikiran super dan intuisi serta berbagai latihan untuk mempertajamnya lebih banyak dijelaskan dalam buku pertama The Touch of Super Mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab pertama, Wuryanano kembali mengingatkan pembaca mengenai pentingnya selalu melatih dan memanfaatkan kekuatan pikiran super yang dianugerahkan kepada manusia. Penulis menegaskan bahwa jika ingin mengubah ‘nasib’, maka terlebih dulu kita harus bisa mengubah ‘pola pikir’, yang akhirnya akan mengubah sikap, tindakan, kebiasaan dan karakter kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter baru yang berhasil kita bentuk tersebut pada giliranya nanti akan menjadikan nasib kita juga berubah. Hal ini diperkuat lagi oleh Firman Allah dalam Al Quran bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri (hal. 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan selanjutnya, Penulis menegaskan bahwa jika seseorang ingin sukses, maka dia harus mau membentuk dan mengembangkan jiwa sukses itu di dalam dirinya. Jiwa sukses tersebut bisa dikembangkan jika sebuah kesadaran sukses telah diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat penting karena kesuksesan selalu hanya tertarik kepada orang-orang yang pikirannya dengan sengaja sudah dipersiapkan untuk menarik sukses itu sendiri. Pikiran sukses akan bersifat seperti sebuah magnet sukses yang hanya akan menarik segala bentuk kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan untuk meraih sebuah sasaran sukses, Penulis kembali menegaskan bahwa yang penting bukan berapa kali seseorang jatuh gagal, melainkan berapa kali seseorang sanggup bangkit dan meneruskan perjalanan sukses itu. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, dan kesuksesan adalah hal yang tidak akan pernah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga mengibaratkan motivasi sebagai sebuah jembatan di antara hasrat keinginan dan tindakan. Motivasi merupakan sebuah mesin yang bisa menggerakkan impian dan ambisi. Kesuksesan seseorang bergantung pada seberapa kuat tingkat motivasi dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang termotivasi akan bersikap antusias atau bersemangat dalam hidupnya. Semangat tersebut merupakan syarat umum bagi seseorang yang menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Uniknya, antusiasme tersebut juga bisa menular seperti halnya sebuah virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bab 6, Penulis memberikan penjelasan yang meyakinkan betapa sikap dapat membawa suatu perubahan dalam kehidupan setiap orang. Sikap merupakan salah satu aset sukses bagi manusia. Sikap positif pasti akan mengubah kehidupan seseorang dengan hal-hal yang positif dan lebih baik. Sebaliknya, sikap negatif bisa mengacaukan, merusak dan bahkan bisa menghancurkan kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap merupakan sebuah kebiasaan berpikir dan sebuah kebiasaan itu dapat diperoleh siapapun. Sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. Sikap adalah cermin pikiran. Memelihara sikap yang tepat lebih mudah daripada memperoleh sikap yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas diri disebut sebut sebagai salah satu kunci sukses dalam buku ini. Seseorang akan efektif jika dia bisa menguasai dan mengendalikan kehidupannya, apapun dan bagaimanapun bentuk tantangan ataupun hambatan yang akan muncul, maupun yang sudah terjadi. Kemampuan mengendalikan hidup diri sendiri inilah yang disebut efektivitas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan semakin baik dalam hal pengendalian diri, jika dia selalu berusaha berpikir dengan sudut pandang yang luas, positif, optimis dan selalu berpikir unggul. Efektivitas diri bisa dipupuk dengan jalan meningkatkan kemampuan dan kekuatan pengendalian diri. Semakin baik pengendalian diri seseorang, maka semakin baik pula cara dia merespon berbagai kesulitan hidup yang datang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bab 9, Penulis mengungkapkan sesuatu yang menarik mengenai intuisi. Pernyataan penulis ini tentu saja tidak lepas dari pengalamannya dalam membuat keputusan secara intuitif. Bahwa jika seseorang sudah berpikir dengan dalil logika dan masih saja tidak yakin dengan keputusan yang dia pilih, maka itulah saatnya dia membiarkan intuisi bekerja membantu pengambilan keputusan tersebut. “Izinkanlah intuisi kita mengambil alih persoalan kita. Cobalah untuk bersikap terbuka terhadap kekuatan pikiran super kita,” tegas Penulis dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga menyarankan pembaca untuk selalu mengerahkan imajinasi kreatif dengan membayangkan berbagai cara pemecahan atas berbagai persoalan yang ada. Salah satu cara mendorong kemampuan imajinasi kreatif adalah kritis terhadap kebiasaan yang telah ada, dan melakukan perbandingan terhadap berbagai hal, sehingga akan memperoleh pencerahan baru. Berpikir kreatif berarti menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa Penulis mengingatkan bahwa sebenarnya masalah, cobaan atau problema apapun yang terjadi pada diri kita, hanya mempunyai satu tujuan , yaitu demi kebaikan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman 193, Penulis berusaha meyakinkan bahwa intuisi pasti berpihak kepada kita, dia tidak mungkin mencelakakan kita. Intuisi bisa benar-benar menolong kita di saat yang tepat, jika kita mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Penulis mengajak bahwa apapun yang telah kita terima dalam kehidupan ini, selalu jadikanlaah hal itu untuk semakin “memperkuat” diri kita. Itulah sebenarnya wujud rasa syukur kita atas karunia Tuhan kepada diri ktia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari tata letak buku yang menurut saya cenderung kaku dan kurang menarik, buku ini sangat cocok untuk dimiliki oleh semua orang dari berbagai macam latar belakang. Baik kalangan pengusaha, karyawan, pencari kerja, pendidik, ibu rumah tangga dan aneka profesi lainnya. Namun buku ini tidak akan bisa memberikan pembaca suatu kesuksesan hidup begitu saja. Diperlukan sebuah upaya terus menerus dengan penuh kepercayaan diri, untuk melaksanakan berbagai saran dan prinsip-prinsip di dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://faifyusuf.com/&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-7945429649709719742?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/7945429649709719742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=7945429649709719742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/7945429649709719742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/7945429649709719742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/super-mind-4-successful-life.html' title='Super Mind 4 Successful Life'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCGs2njagI/AAAAAAAAAOY/JNbMjuzh6P8/s72-c/supermind+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-8128159311816434222</id><published>2008-07-06T16:29:00.000+08:00</published><updated>2008-07-06T16:38:50.369+08:00</updated><title type='text'>The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCDm3DwcVI/AAAAAAAAAOQ/LxhTEndB2Gk/s1600-h/21principle+copy.gif"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCDm3DwcVI/AAAAAAAAAOQ/LxhTEndB2Gk/s320/21principle+copy.gif" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCDm3DwcVI/AAAAAAAAAOQ/LxhTEndB2Gk/s320/21principle+copy.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219816671760380242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul         : The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit&lt;br /&gt;Penulis     : Wuryanano&lt;br /&gt;Penerbit   : Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;Cetakan    : I, 2007&lt;br /&gt;Tebal         : 167 Hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berisi prinsip prinsip yang kita butuhkan, untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Prinsip prinsip dalam buku ini bersifat universal sehingga dapat diterapkan oleh semua orang, yang menginginkan keberhasilan, kesuksesan dan kebahagiaan hidup, dan sudah terbukti berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana buku sebelumnya, The Touch of Super Mind, dan Super Mind for Successful Life, Penulis ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan banyak orang. Dengan gaya bahasa yang blak blakan khas “Suroboyoan”, Penulis berusaha memberikan value yang terbaik buat setiap individu yang membaca tulisannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke21 prinsip dalam buku ini mungkin sudah sering kita dengar. Namun buku ini tetap saja sangat menarik dan bertenaga karena setiap prinsip di rangkai dalam bingkai perjalanan Penulis yang sangat empirik dan inspiratif dalam mencapai kesuksesannya. Apalagi dengan sisipan pesan moral yang dibungkus dalam spirit religi yang amat kuat, menjadikan buku ini syarat dengan ide pencerahan dan tentu saja, berbeda dengan buku motivasi sejenis di pasaran.&lt;br /&gt;Konsistensi dalam mengimplementasikan 21 prinsip ini, akan membuat pembaca selalu mempunyai sikap mental yang kuat, tahan banting, selalu optimis dan memiliki daya juang luar biasa prima dalam menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian dimulai dengan prinsip keberanian untuk bermimpi besar, bertanggung jawab dan bertindak. Keberanian bermimpi besar memberikan “cetak biru” kesuksesan, jika diikuti dengan kemauan untuk bertanggung jawab atas hidup sendiri dan bertindak alias take action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip keberanian di atas tentu saja tidak cukup, tanpa diikuti dengan prinsip fokus pada sasaran. Tanpa sasaran yang jelas, kita tidak tahu kemana akan pergi, dan bisa jadi, kita tiba di tempat yang bukan menjadi tujuan kita alias tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan keyakinan, ketekunan, dan keuletan, akan membuat kita tetap memiliki semangat dan daya juang yang tangguh. Keuletan akan membuat kita terus maju menuju sasaran, tidak peduli halangan yang menghadang di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kontrol emosi diri yang baik, dan rasa empati yang proporsional disertai ketrampilan komunikasi yang efektif, kita bisa menjalin hubungan dengan orang lain secara lebih baik dan menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan sukses dan sikap positif akan menentukan masa depan kita. Jika ingin mengubah masa depan, kita harus mengubah kebiasaan kita dengan kebiasaan sukses, salah satunya adalah selalu bersikap positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas diri akan”mengakarkan” apa yang kita pikirkan, kita katakan, dan kita lakukan kedalam diri kita secara utuh, sehingga tidak akan pernah terjadi ketidaksesuaian antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ketiganya ini adalah satu kesatuan diri kita yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala prioritas, sifat adaptif dan senang humor adalah prinsip berikutnya. Dengan menetapkan skala prioritas, kita akan menjadi orang yang efisien dan efektif dalam segala hal. Sifat adaftif akan membuat kita lebih “fleksibel”, mudah menyesuaikan diri, dan luwes dalam kehidupan. Sedangkan prinsip senang humor, akan menjadikan hidup terasa lebih menyenangkan. Humor bisa membuat kita rileks dan semakin antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses ada dalam jiwa yang bersyukur. Setiap orang sukses, sesungguhnya merupakan orang yang “pandai bersyukur”. Hidup dengan sikap penuh syukur, akan menjadikan kehidupan kita, terhindar dari kesulitan, selalu menyenangkan, dan berkelimpahan dalam rezeki. Salah satu bentuk rasa syukur dan menghargai kehidupan, adalah dengan memberikan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wawasan yang dikaruniakan kepada kita, sudah saatnya kita mempersiapkan pilihan sukses dalam hidup ini. Bukankah Tuhan selalu memberikan pilihan kepada manusia. Tidak ada sukses yang tanpa dipersiapkan sebelumnya. Pastikan pilihan sukses kita dengan persiapan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Penulis meyakinkan bawah implementasi beberapa prinsip di atas akan meningkatkan “nilai tambah” diri kita secara berkesinambungan. Tentu saja dengan catatan, kita memiliki komitment pribadi yang kuat untuk terus menjalankannya mulai saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak ada penjelasan eksplisit, apakah 21 prinsip dalam buku ini merupakan sebuah urutan berdasarkan skala prioritas. Jika memang demikian, penetapan prinsip “Rasa Syukur” menjadi prinsip ke-18, setelah prinsip “Senang Humor” agaknya kurang pas. Pembaca akan merasakan emosi yang berbeda, jika prinsip “Rasa Syukur” ditempatkan pada prinsip yang pertama atau awal. Pemaknaan dan pemahaman akan prinsip lainnya akan lebih dahsyat, jika sejak awal, pembaca sudah dikondisikan untuk langsung menerapkan prinsip “Rasa Syukur” ini, sembari “mengunyah” hidangan prinsip berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faif Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://faifyusuf.com/&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-8128159311816434222?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/8128159311816434222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=8128159311816434222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/8128159311816434222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/8128159311816434222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/21-principles-to-build-and-develop.html' title='The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHCDm3DwcVI/AAAAAAAAAOQ/LxhTEndB2Gk/s72-c/21principle+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-4318079014274496417</id><published>2008-07-06T15:54:00.000+08:00</published><updated>2008-07-06T16:01:55.522+08:00</updated><title type='text'>Tahun Pertama di Network Marketing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHB7aknFaOI/AAAAAAAAAOI/B9shPSm1k-Y/s1600-h/tahun+pertama.gif"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHB7aknFaOI/AAAAAAAAAOI/B9shPSm1k-Y/s320/tahun+pertama.gif" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHB7aknFaOI/AAAAAAAAAOI/B9shPSm1k-Y/s320/tahun+pertama.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219807664556828898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Network Marketing adalah salah satu peluang karir yang pertumbuhannya paling cepat di AS. Jutaan orang seperti Anda telah meninggalkan pekerjaan 'jalan-buntu' demi sebuah peluang untuk menggapai impian membangun bisnis mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun banyak di antara mereka menemukan bahwa, tahun pertamanya di dalam network marketing merupakan tahun yang paling menantang - dan, bagi sementara orang, yang paling menciutkan nyali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku ini, Mark Yarnell dan Rene Reid Yarnell, dua orang di antara para profesional yang paling disegani dan paling sukses di dalam industri ini, menawarkan berbagai strategi untuk mengatasi kendala-kendala yang muncul dalam tahun pertama Anda dan menempatkan diri Anda untuk mencapai kesuksesan seumur hidup.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan Yarnell ini memberi banyak nasehat yang cerdas pada segala sesuatu yang perlu Anda ketahui dalam network marketing,seperti sistem yang terbukti sukses untuk merekrut, melatih, menumbuhkan dan memberi dukungan kepada para downline Anda.&lt;br /&gt;Dengan pendekatan yang sederhana dan bertahap, Anda akan belajar bagaimana caranya untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Menangani penolakan&lt;br /&gt; * Merekrut dan melatih&lt;br /&gt; * Menghindari pengelolaan berlebihan&lt;br /&gt; * Tetap fokus, Tetap antusias&lt;br /&gt; * Menghindari harapan yang tidak realistis&lt;br /&gt; * Mengadakan pertemuan&lt;br /&gt; * Keluar dari profesi yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buku ini akan menjadi kitab sucinya Network Marketing”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doug Wead&lt;br /&gt;Mantan asisten khusus Presiden Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark dan Rene menceritakan sejak awal berbagai masalah yang akan Anda hadapi dan memperlihatkan cara menanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duncan Maxwell Anderson&lt;br /&gt;Kepala editor majalah Working at Home - editor senior majalah Success&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dengan gaya yang menghibur dan cerdas, Tahun Pertama Anda dalam Network Marketing adalah buku pegangan esensial dalam menempuh petualangan yang akan Anda arungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark Yarnell dan Rene Reid Yarnell adalah dosen mata kuliah dalam bidang network marketing satu-satunya yang bersertifikat perguruan tinggi di University of Illinois, Chicago. Terkenal karena kedermawanannya, mereka telah membangun organisasi multilevelmarketing senilai $70 juta yang meliputi 20 negara.&lt;br /&gt;Ditulis Oleh http://www.bearbookstore.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-4318079014274496417?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/4318079014274496417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=4318079014274496417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/4318079014274496417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/4318079014274496417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/tahun-pertama-di-network-marketing.html' title='Tahun Pertama di Network Marketing'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHB7aknFaOI/AAAAAAAAAOI/B9shPSm1k-Y/s72-c/tahun+pertama.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-6647730487964320313</id><published>2008-07-06T12:12:00.001+08:00</published><updated>2008-07-07T12:19:25.080+08:00</updated><title type='text'>SURGA KINI BISA DILIHAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGZCOqjVDI/AAAAAAAAAO8/4om4dnQmppI/s1600-h/ring-galaxy-j-tuccr.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGZCOqjVDI/AAAAAAAAAO8/4om4dnQmppI/s320/ring-galaxy-j-tuccr.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGZCOqjVDI/AAAAAAAAAO8/4om4dnQmppI/s320/ring-galaxy-j-tuccr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220121706674476082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari saya iseng kenalan dan ngobrol dengan seorang tukang kebun yang masih sangat muda. Sebut saja namanya Ipul. Ipul sudah dua tahun drop out dari SMA kelas 2, katanya karena alasan biaya. Saya tanyakan apa cita-citanya andaikata bisa lulus sekolah?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ipul bilang,” Yah, yang penting dapat kerja”.&lt;br /&gt;Saya tanya lagi, ingin gaji berapa?.&lt;br /&gt;“Sekitar 500 rb lah”, jawabnya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah...!! Mungkin itu juga pernah Anda dengar dari  keluarga Anda, teman-teman Anda, tetangga Anda. Begitu banyak orang tidak memiliki rencana masa depan apalagi impian. Hidup mengalir saja, sekedar bertahan hidup sudah bagus.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanyakan lagi,”Saya punya sekolah bisnis, mau nggak kamu ikut sekolah saya 2 tahun. Selama 2 tahun kamu cukup belajar 20 buku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang,” Nggak mau, saya sudah bosan baca buku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kejar lagi,” Kalau kamu disuruh baca 100 buku selama dua tahun, lulus langsung diterima kerja gaji 2 jt dan sampai mati tidak mungkin dipecat meskipun kamu dipenjara. mau nggak?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MAU DONG ..!!” jawab Ipul TEGAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi bukunya kamu beli sendiri lho... habisnya sekitar 5 juta”, kata saya ngetest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya dia konsisten, “Yang penting sudah pasti kerja dan pasti gajinya, biar habis 5 juta saya mau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah hebat juga nih. Betul juga kata orang bijak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada orang malas, yang ada orang tidak termotivasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mau melakukan pengorbanan apapun kalau masa depannya PASTI mendapatkan yang LEBIH BESAR dari pengorbanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, supaya orang mau berkorban, berarti harus mendapatkan rasa PASTI UNTUNG? Tidak juga. Faktanya  begitu banyak orang mau berkorban untuk sesuatu yang hanya BERPELUANG. Semua orang mau mengorbankan uang untuk sekolah/kuliah, padahal berapa banyak  lulusan sekolah yang BERPELUANG diterima kerja? Faktanya..., kurang dari 10% yang menjadi PNS atau mendapat pekerjaan swasta yang layak. Sisanya kerja serabutan, cari-cari usaha sendiri, nebeng sana nebeng sini, yang penting hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak orang mau berkorban untuk sebuah PELUANG yang TIDAK PASTI? Sederhana saja, mereka termotivasi oleh rasa PASTI yang lain. Meskipun sekolah belum tentu dapat pekerjaan tetapi kalau tidak sekolah PASTI tidak dapat kerja. Meskipun anggapan ini tidak tepat, tetapi faktanya itulah anggapan mayoritas orang. Jadi orang tergerak sebetulnya bukan karena sebuah IMPIAN MENDAPATKAN PEKERJAAN YANG LAYAK tetapi oleh ketakutan PASTI TIDAK DAPAT PEKERJAAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tindakan kita secara sadar atau tidak sadar pasti dipengaruhi oleh keinginan mendapatkan sesuatu kenikmatan atau ketakutan terhadap kepedihan. Seberapa besar orang tergerak tergantung seberapa besar rasa yakinnya. Misalnya, seseorang yang ingin jalan-jalan ke hutan sambil berpikir,” Siapa tahu ketemu rusa”. Orang ini jelas punya keinginan tetapi tidak yakin, pada akhirnya tidak akan menggerakkan seluruh potensinya. Tetapi jika kebetulan orang ini bertemu rusa, rasa yakin mendapatkan rusa mendadak naik 100X lipat dan dapat dipastikan seluruh otot  dan pikirannya dikerahkan untuk menangkap rusa. Orang-orang yang punya visi atau punya impian, adalah orang-orang yang sudah melihat rusa, meskipun rusa itu sendiri belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal buku. Kalau Si Ipul, tukang kebun drop out, mau membaca 100 buku untuk mendapatkan penghasilan NANTI, 2 tahun yang akan datang, 2 juta rupiah saja. Mengapa begitu banyak yang ngaku leader, pemimpin masa depan, tapi nggak mau baca buku. Sekalipun sponsor atau upline sampai bosan mengingatkan, mereka tetap konsisten dan ngotot tidak mau membaca buku. LUAR BIASA...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya saya pernah menemui beberapa ‘pembenaran-pembenaran’ berikut. Masing-masing memiliki alasan yang berbeda. Inilah ‘pembenaran’ yang harus dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  tidak punya impian. Dia cuma kepingin.tetapi tidak punya alasan yang kuat untuk ‘HARUS’. Kalau keinginannya tidak kuat, nggak sukses juga nggak apa-apa, keinginan tidak terwujud juga tidak apa-apa, lalu untuk apa baca buku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengumpulkan banyak alasan ‘kepedihan’ membaca buku, Misalnya : membosankan, mengantuk dan pusing, tidak punya uang, harus mengurangi belanja lain artinya mengurangi kenikmatan hidup dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jika saja kita terus mengumpulkan alasan ‘kepedihan’ jika tidak membaca buku, daftarnya akan jauh lebih panjang. Misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§   Lebih sulit menjalankan bisnis, bonus kecil, jaringan tidak berkembang, impian tinggal mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§    Dicemooh dan malu dengan keluarga, tetangga karena terbukti berhasil menjadi orang gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§    Malu kepada downline karena tidak mampu membimbing mereka untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§  Jika tidak sukses di bisnis ini karena tidak mau membaca buku sulit mengharapkan sukses di tempat lainnya. Dimanapun kita berada selama tidak mau belajar hampir dipastikan tidak sukses)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyederhanakan bisnis ini hanya  pekerjaan presentasi dan folow up. Membaca buku bukan hal yang menentukan sukses atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Memang benar pekerjaan utama kita presentasi dan follow up. Tetapi untuk presentasi yang bermutu dan berkelanjutan, kita harus memiliki pengetahuan berhubungan baik dengan orang, mengelola kekecewaan2, memberikan pelayanan konsultasi masalah-masalah yang dihadapi jaringan dsb. Dan semua itu harus didapatkan dari buku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, merasa sudah ahli. Tanpa membaca buku pun sudah yakin bisa. Melupakan bahwa ini adalah bisnis waralaba. Bisnis ber-system. Bisnis bersistem adalah bisnis menduplikasikan cara yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Leader is Reader. Jika kita ingin mencetak banyak leader, mau tidak mau kita menduplikasikan kebiasaan memiliki dan membaca buku. Hatta  kita sudah ahli, mentransfer ilmu saja tidak cukup. Ibarat memberi ikan tanpa pernah memberi pancing. Kita tidak punya cukup banyak waktu untuk mentransfer ilmu, yang terpenting dilakukan adalah mengajarkan bagaimana mencari ilmu.Pada kenyataannya leader yang semakin banyak membaca buku  biasanya semakin merasa bodoh. Jadi bisa dipastikan kalau seseorang merasa sudah pintar, artinya sebetulnya sangat jauh dari pintar. Apakah Anda merasa pintar? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak komitmen di bisnis ini. Tidak berani membayar harganya. Kalau ‘memaksa diri’ membaca buku saja tidak mau, hampir dapat dipastikan, leader ini juga tidak mau ‘membayar harga’ dalam bentuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Doa paling makbul adalah pada waktu 1/3 malam terakhir setelah shalat malam. Mengapa? Karena itu adalah saat tidur yang paling lelap, paling nikmat. Artinya, Allah SWT  memprioritaskan orang-orang yang berani membayar harganya dengan meninggalkan zona kenyamanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, tidak melihat fakta secara komprehensif. Tidak semua pembaca buku, sukses di bisnis ini (karena bukan satu-satunya aktivitas di bisnis ini), tetapi tidak ada yang sukses di bisnis ini tanpa membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jikapun ada, itu karena ‘kebetulan’ mendapatkan leader yang luar biasa di jar. Kebetulan saya beri tanda kutip karena yang saya maksud bukan kebetulan dari langit tetapi karena konsistensi beliau bertahan dan terus bertahan sampai menemukan leader yang luar biasa yang mau menduplikasikan membaca buku. Dengan ketekunan dan ketabahan Anda bisa mendapatkan ‘kebetulan’, tetapi dengan membaca dan menduplikasikan, Anda menciptakan dan mempercepat ‘kebetulan’ Anda sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, saya sudah paksa baca buku tapi tidak masuk-masuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saya tebak, Anda membaca karena dorongan motivasi dari luar. Mungkin Anda merasa didorong-dorong terus oleh upline, mungkin juga sekedar ingin tahu biar ‘nyambung’ dengan teman-teman atau Anda sekedar memenuhi anjuran system. Dorongan itu tidak salah, bahkan bila perlu pada awalnya Anda ditodong pistol supaya mau memulai kebiasaan baru. Tetapi selanjutnya, Anda harus melengkapinya dengan menemukan motivasi dari dalam diri Anda sendiri (intrinsik motivation) :  Mengapa saya membaca buku? Kumpulkan alasan sebanyak-banyaknya. Semakin banyak alasan, pikiran Anda semakin merasakan penting dan mendesaknya membaca buku. Hasilnya daya tangkap Anda akan tumbuh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sulit menemukan alasan pribadi? Tetap aja paksa membaca buku. Saya yakin secara kebetulan Anda akan menemukan alasan di buku yang Anda baca. Anda akan menemukan manfaat-manfaat yang tidak pernah Anda rencanakan. Saat awal-awal mencoba membaca saya sering secara spontan mengatakan,”Ooooh begini toh, ini yang saya cari cari...” atau “Wah, ternyata selama ini saya tidak benar” Dsb. Jika ini terjadi berulang-ulang, tanpa Anda sadari, Anda menjadi begitu bergairah merasakan sensasi-sensasi menemukan hal-hal baru dalam kehidupan Anda. Begitu  pikiran Anda terbuka, akan semakin banyak yang masuk. Anehnya semakin banyak yang masuk, pikiran Anda terasa semakin kosong. Anda akan kecanduan dan ingin membaca jauh lebih banyak buku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya tips pribadi, boleh dicoba. Jika saya meniatkan diri membaca buku untuk membantu orang lain, tiba-tiba daya tangkap saya meningkat 100X lipat. Biasanya saya mulai dengan pertanyaan : apa yang bisa saya berikan untuk Bapak A.? Atau apa yang bisa saya lakukan untuk membantu komunitas B tumbuh dan berkembang? Saya membuat catatan penting hal-hal yang ingin saya sampaikan. Tahap selanjutnya saya merencanakan bertemu dengan seseorang atau komunitas yang ingin saya bantu tersebut. Disitulah saya mentransfer semua ilmu yang sudah saya pelajari sebelumnya. Itulah sebabnya saya suka membuat pertemuan-pertemuan untuk sharing. Semakin banyak pertemuan, semakin saya termotivasi dan saya merasa kecerdasan saya terus tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya jika Anda banyak membaca buku, pasti banyak pula yang Anda sudah lupa isinya. Tetapi jika Anda meniatkan untuk membantu orang lain, semakin sering dan semakin banyak Anda bagikan semakin bertambah dan melekat ilmu-ilmu itu di pikiran Anda. Semakin baik yang Anda ingin bagikan, semakin sempurna ilmu di pikiran Anda. Untuk kecerdasan tertinggi Anda, mulailah membuat banyak jadwal untuk membagikan ‘isi kepala’ Anda. Semakin banyak Anda menolong orang, semakin jauh lebih banyak pertolongan yang Anda terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak punya uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku adalah investasi termurah yang memberikan hasil terbesar dalam kehidupan kita. Tidak ada investasi yang memiliki return on investment se-fantastis ini. Sebelum Anda terancam busung lapar, Anda tidak punya alasan untuk mengatakan tidak punya uang. Mungkin betul uang tidak ada dalam dompet Anda. Tetapi Anda punya dalam bentuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual televisi Anda, jual kasur Anda, jual baju Anda. Anda boleh tidak punya apa-apa tapi tidak boleh berhenti belajar. Televisi bukan hanya tidak penting tetapi menganggu kesuksesan Anda. Acara-acara televisi dibuat untuk masyarakat kebanyakan, bisa dicerna oleh pikiran orang rata-rata. Jika Anda banyak nonton TV, artinya Anda membiasakan diri berpikir dengan kemampuan berpikir orang rata-rata. Itulah sebabnya banyak orang-orang sukses meninggalkan TV saat perjalanan menuju sukses. Mereka takut terinfeksi cara berpikir rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, buku dibuat untuk melayani kebutuhan sebagian kecil masyarakat yang haus ilmu pengetahuan dan peduli terhadap pertumbuhan kecerdasan mereka. Jika Anda berani menjual TV untuk membeli buku, artinya Anda menyiapkan diri menjadi golongan minoritas. Masuk golongan 5% masyarakat yang dikejar-kejar uang. Jika waktunya datang, setiap menit Anda bisa membeli TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga distributor yang ngaku tidak punya uang tapi rokoknya tidak berhenti mengepul. Masih naik motor terbaru yang harganya di atas rata-rata. Yang terjadi sebetulnya adalah ketakutan menggunakan uangnya karena tidak ada keyakinan. Orang terlalu percaya bahwa pendidikan formal lebih menjamin kesuksesan. Kalau anak harus masuk sekolah SMA, jual motor, jual sapi jual apa saja tidak masalah. Pendidikan pengembangan diri tidak diyakini sebagai kunci sukses, karena itulah mereka tidak berani membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatanya kebalik tuh. 90% penentu sukses adalah impian dan sikap. Tetapi 90% materi pendidikan formal justeru fokus pada hal-hal yang bersifat teknis. Artinya pendidikan formal hanya membantu  10% untuk meraih sukses. Sebaliknya, semua buku-buku pengembangan diri berfokus pada pengembangan impian dan sikap. Jika untuk pendidikan formal yang hanya membantu 10% kesuksesan, orang tua berani menjual motor, bagaimana dengan pengembangan diri yang menentukan 90% sukses? Kalau Anda memahami hal mendasar ini, Anda tidak ragu lagi menukar benda-benda yang tidak lebih penting dari ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan adalah PENJAGA KEHIDUPAN ANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa penting membaca buku pengembangan diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Keluarga, masyarakat dan pendidikan formal secara konsisten mengkondisikan kita untuk menjadi ‘orang rata-rata’ alias miskin. Jika kita hanya belajar hidup dari mereka dapat dipastikan kita menjadi orang miskin. Kita harus membangun pergaulan orang-orang sukses. Jika tidak bisa secara fisik minimal secara ide kita terus berkomunikasi melalui buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Pendidikan formal lebih berorientasi pengembangan skill/teknis dan sangat minim pengembangan sikap. Penelitian secara internasional sudah berkali-kali membuktikan dan tidak bisa dibantah lagi. Pendidikan akademik hanya menentukan 10 % kesuksesan. 90% nya ditentukan oleh ukuran impian dan kekuatan sikap. Jika Anda ingin mendapatkan 90% penentu sukses, Anda harus banyak belajar tambahan dari luar sekolah formal melalui kursus, seminar, mentoring atau buku pengembangan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Mengikuti jalan pintas yang sudah dilalui orang sukses. Semua kesuksesan dimulai dari membersihkan semak-semak, memotong pohon penghalang dan menyingkirkan batu-batu. Setelah satu kesuksesan timbul segera orang lain dapat mengikuti sukses dengan cara yang cepat. Membaca buku = membaca peta sukses. Sudah ada petunjuk jalan, rambu-rambu dan Anda tahu perbekalan apa yang harus Anda siapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Biaya termurah untuk sukses. Membaca buku mempermudah menjalankan bisnis apa saja yang hasilnya pasti lebih banyak dari harga buku. Jika tidak pernah membaca buku, berapa biaya kegagalan anda? Hitung sendiri – Berapa biaya pulsa Anda untuk janji temu yang hilang karena salah cara membuat janji temu? – berapa biaya transport anda untuk presentasi yang hilang karena lebih sering ditolak? – Berapa banyak waktu Anda hilang karena ditolak? – Berapa biaya yang anda keluarkan untuk melampiaskan stress karena anda tidak terbiasa bersikap positif? – Berapa peluang bonus anda yang hilang karena anda tidak memiliki keyakinan sehingga prospek juga tidak yakin? Anggap saja buku-buku yang penting anda miliki semuanya seharga Rp 1 juta. Anda bandingkan sendiri mana yang lebih mahal, kegagalan atau harga buku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Sukses permanen ditentukan oleh revolusi mental, bukan karena  keadaan di luar diri kita. Semua orang tahu, membaca buku akan menambah pengetahuan, tetapi ada manfaat yang jarang kita sadari saat membaca buku adalah, kita mulai berpikir dengan cara yang mirip dengan penulis buku tersebut. Jika buku tersebut menceritakan profil sukses, kita juga belajar cara berpikir orang sukses yang dikisahkan dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Suatu kali, Robert Kiyosaki ditanya,” Mengapa sangat banyak orang yang gagal menjalani bisnis Network Marketing?” Robert menjawab singkat,” Karena mereka mengharapkan uang secara instan”. Hal terpenting dalam network marketing adalah Pendidikan Yang Mengubah Hidup, yang membimbing kita secara utuh untuk meraih impian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Antony Robbin menyebutkan salah satu ciri orang sukses adalah Constan and Neverending Improvement. Peningkatan yang konsisten dan terus menerus. Pembelajaran seumur hidup untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita, terus bertumbuh dan berkembang. Lulus sekolah bukan akhir dari belajar tetapi tahap awal dari belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    Menduplikasi membaca buku, artinya anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk ngajarin jaringan. Apalagi jika menghadapi jaringan yang ekonomi dan pendidikan lebih tinggi daripada kita. Kita bisa sungkan tapi buku tidak. Jaringan bisa gengsi kita ajarin tapi tidak pernah gengsi jika ‘digurui’ oleh buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.    Mark Yarnell, “Bisnis Anda hanya akan tumbuh secepat dengan pertumbuhan pribadi Anda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Semakin besar jaringan, semakin besar pula tanggungjawab Anda. Lebih banyak masalah-masalah yang penyelesaiannya di tangan Anda. Dengan mengembangkan diri, masalah-masalah itu akan jauh lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.   Buku ditulis berdasarkan pengalaman penulis selama belasan bahkan puluhan tahun. Sudah pasti untuk menempuh  pengalaman itu membutuhkan uang ratusan juta. Anda bisa membeli pengalaman orang yang sudah disarikan hanya dengan uang 50 - 100 rb. Jika setiap buku sukses adalah hasil pengalaman penulis selama min 10 tahun, artinya jika anda hanya membaca 10 buku saja anda sudah memiliki pengalaman hidup 100 tahun. Jika anda membaca 100 judul buku sukses, artinya Anda memiliki pengalaman hidup 1000 tahun. Artinya, Anda hidup sampai mati .. hidup ..mati .. hidup lagi minimal 10X.  WOW FUNTASTIC...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Jika anda memiliki pengalaman hidup 30 tahun dan sudah bisa mendapatkan penghasilan 1-2 juta per bulan. Bagaimana jika Anda memiliki pengalaman hidup 1000 tahun dan mengaplikasikannya dalam kehidupan Anda. Dapat dipastikan Anda bisa mendapatkan penghasilan minimal 33X lipatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Buku adalah kendaraan kehidupan Anda.  Membuat seluruh kehidupan kita menjadi lebih mudah, bukan hanya bisnis ini. Buku pengembangan diri tidak hanya membantu kita untuk sukses di satu bidang. Sukses permanen bukan soal tempat kita berada, tetapi soal siapa diri kita? Itulah sebabnya orang-orang sukses biasanya sangat mudah untuk sukses di tempat-tempat lainnya. Jika Anda tidak ingin sukses di bisnis ini, Anda pasti ingin sukses dalam hal lainnya. Mungkin Anda ingin sukses di bisnis konvensional, pengabdian sosial, atau organisasi keagamaan. Dengan menjadi sahabat buku, semua akan jauh lebih mudah Anda dapatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku atau tidak sebetulnya sama-sama punya dimensi kenikmatan dan kepedihan. Bedanya, jika kita berani habis-habisan membaca buku, kita menempuh kepedihan jangka pendek untuk kenikmatan jangka panjang. Sebaliknya jika kita ingin nyaman dengan tidak pernah membaca buku, saat yang sama kita sedang mengorbankan nikmatnya kehidupan jangka panjang. Pilihan di tangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ ... kenikmatan itu harus dihindarkan kalau konsekuensinya adalah kepedihan lebih besar, dan kepedihan itu harus diincar kalau pada akhirnya mendatangkan kenikmatan lebih besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Michel De Montaigne--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah menjadi PEMBURU BUKU mulai detik ini. Dan raihlah sukses dalam seluruh aspek kehidupan Anda. Bagikan ilmu Anda, dan raihlah puncak kebahagiaan berbagi. Menjadikan kehidupan Anda lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok dari awal sampai akhir bicara buku, lalu apa hubungannya dengan surga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ADA HUBUNGANnya, Laughing....Laughing Tapi Anda mendapat sesuatu dari membaca tulisan ini khan? Artinya apa? Jika Anda berkomitmen membaca buku, Anda bukan hanya mendapatkan apa yang Anda cari tetapi Anda juga mendapatkan banyak hal penting yang Anda sendiri belum pernah terpikir untuk mencarinya. Demikian juga dengan kehidupan Anda, jika Anda berkomitmen mencari hal-hal positif dan mulia, sekalipun yang Anda cari tidak pernah Anda temukan, Anda pasti menemukan banyak hal yang bermanfaat bagi kehidupan Anda. Success is journey not destination. Journey to success is more important than succes itself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be The Best......Go FREEDOM ..!!(take on begreatvision)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-6647730487964320313?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/6647730487964320313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=6647730487964320313' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6647730487964320313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/6647730487964320313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/surga-kini-bisa-dilihat.html' title='SURGA KINI BISA DILIHAT'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHGZCOqjVDI/AAAAAAAAAO8/4om4dnQmppI/s72-c/ring-galaxy-j-tuccr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4844328094497765715.post-5322201710137265878</id><published>2008-07-05T20:40:00.000+08:00</published><updated>2008-07-06T13:34:45.437+08:00</updated><title type='text'>Anda Begitu sempurna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHBY7GzI2UI/AAAAAAAAAOA/lOlrXfilEt8/s1600-h/the-pursuit-of-happyness.png"&gt;&lt;img src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHBY7GzI2UI/AAAAAAAAAOA/lOlrXfilEt8/s320/the-pursuit-of-happyness.png" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHBY7GzI2UI/AAAAAAAAAOA/lOlrXfilEt8/s320/the-pursuit-of-happyness.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219769740583033154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anda pernah nonton film The Pursuit of Happiness? Jika Anda lebih suka membaca, buku true story beliau juga sudah tersedia. Ini kisah nyata perjalanan sukses Chris Gardner, seorang dengan kehidupan ekonomi dan rumah tangga yang sangat kacau, sempat menjadi gelandangan namun tetap konsisten berjuang dan akhirnya berhasil menjadi seorang milyarder di bursa saham Amerika. Chris Gardner seorang yang betul-betul berani memiliki impian yang sepertinya mustahil untuk kondisinya saat itu. Saat itu ia sedang menjadi seorang tunawisma, tanpa tempat tinggal dan dia harus hidup dengan anak laki-laki semata wayang. Beberapa kali mereka menginap di toilet umum sebuah stasiun kereta, hanya untuk bertahan hidup. Anda bisa bayangkan, bagaimana mengalami kehidupan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi gelandangan ini, suatu hari dengan beraninya Chris mendatangi seseorang yang sedang memarkir ferrarinya, lalu bertanya,”Apa pekerjaan Anda sehingga Anda bisa memiliki ferrari?&lt;span class="fullpost"&gt; Saya harap Anda mau mengajari saya, bagaimana caranya bisa memiliki ferrari seperti ini?” Luar Biasa, ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Seseorang itu ternyata pialang saham, dan beliau mau membuat janji pertemuan berikutnya untuk menjelaskan pekerjaannya dan membimbing Chris bagaimana caranya menjadi seorang pialang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris pun menyambut antusias dan ngotot, tidak ada waktu kosong selain belajar, belajar dan belajar. 10 tahun berlalu, Chris Gardner menjadi seorang pialang saham sukses, memiliki ferrari dan kehidupan yang jauh lebih indah dari yang pernah beliau impikan. Bahkan kini, beliau concern untuk memberdayakan orang-orang miskin di wilayah Afrika.&lt;br /&gt; Dream come true. Luar biasa sekali, kebanyakan orang hanya berani memiliki impian hidup pas-pasan, bahkan banyak yang kehilangan harapan meskipun kehidupan mereka masih jauh lebih baik dari Chris Gardner. Impian Chris benar-benar menembus batas dan melampui mayoritas orang. Bagaimana dengan Anda, apakah berani memiliki impian yang besar dan meyakini untuk mendapatkannya? Jika Anda berpikir bisa,  ANDA PASTI BISA ..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ada ratusan juta sperma tapi hanya satu sperma terbaik yang sehat menjadi pemenang untuk membuahi sel telur&lt;br /&gt;* Manusia terhebat di dunia hanya menggunakan kurang 1% otaknya.&lt;br /&gt;* Hanya 5% genetika manusia yang pernah diaktifkan.&lt;br /&gt;* Artinya maksimal hanya 5% potensi manusia yang sudah digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia terhebat baru mendayagunakan kurang dari  5% potensinya, berapa besar potensi diri Anda yang sudah diberdayakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika lebih dari 5% potensi manusia diberdayakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah melihat pohon tomat hidroponik? Pohon tomat hidroponik bisa berbuah 1000 X lebih banyak dari pohon tomat biasa. Mengapa? Karena penghambat potensinya (tanah dan bebatuan) untuk berbuah sudah diminimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  tomat hidroponik, jika potensi kita diberdayakan, kita bisa menjadi 1000 kali  lebih hebat dari hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda mensyukuri karya cipta Maha Agung ini? Seberapa besar rasa syukur Anda adalah bukti seberapa tebal kecintaan Anda kepada Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan seseorang untuk sukses bukan modal sukses Anda tetapi jauh lebih penting dari itu adalah BUKTI IMAN SESEORANG. Seseorang yang tidak yakin sukses sama saja dengan mengingkari potensi luar biasa sempurna yang telah dianugerahkan Sang Pencipta. Dengan kata lain IMAN ANDA BELUM BULAT..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak orang merasa beriman tetapi tidak yakin untuk sukses? Mengapa begitu banyak orang merasa beriman tetapi tidak mau menggunakan potensi dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris yakin sukses karena dia percaya Tuhan pasti memberinya.  Saudara, apakah Anda percaya Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang? Semua orang juga percaya. Apakah Anda percaya Tuhan Maha Kaya dan Maha Kuasa? Semua orang juga percaya. Kalau kita semua percaya Tuhan Maha Kaya, Maha Pengasih dan Penyayang, apakah masih pantas untuk percaya bahwa Tuhan menghendaki Anda menjadi miskin dan memiliki kehidupan yang sangat terbatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sungguh-sungguh mengimani sifat-sifat Tuhan, seperti Chris Gardner, Anda pasti percaya Tuhan menghendaki Anda untuk menjadi orang kaya. Jika Anda kaya maka Anda juga bisa menjadi pengasih, penyayang dan menjadi saluran berkat buat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang memikirkan cara yang sulit untuk meraih sukses. Chris Gardner memikirkannya dengan mudah. Beliau hanya cukup melihat masa depan yang diinginkannya, memutuskan berkomitmen mencapainya lalu bertanya bagaimana caranya kepada orang-orang yang telah mencapai kehidupan seperti itu. Beliau orang yang sama sekali buta tentang perdagangan saham. Dengan modal kerendahan hati, ia hanya melakukan semua petunjuk yang diberikan kepadanya. Lakukan .. lakukan… lakukan, tahu-tahu sudah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hanya memegang prinsip : Ingin sukses harus belajar dari orang sukses. So simple as that..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengambil keputusan untuk sukses kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya? Tetapi setelah beberapa waktu merasa gagal dan tidak mungkin lagi mewujudkan impian. Apakah perasaan gagal itu? Darimana datangnya rasa gagal? Pernahkah Anda menanyakan darimana perasaan gagal itu datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, untuk menjawabnya, saya ingin bertanya kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika presentasi Anda ditolak 10 X, apakah itu sebuah kegagalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaah, itu sih belum seberapa. Betul? Bagi Anda mungkin biasa, tapi di luar sana banyak orang yang belum 10 kali ditolak bahkan baru 1 kali ditolakpun sudah merasa gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ditolak 100 X, apakah itu sebuah kegagalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduuuuh 100X, ya iyalah…!! Ya, banyak sekali yang bilang seperti itu. Mungkin Anda berbeda. Anda bilang,” 100 X? Itu sih cuma ujian menuju sukses”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika Anda ditolak 1000X, apakah itu sebuah kegagalan? Kebanyakan kita pasti sudah lemas. “Wah 1000X, amit-amit deh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di dunia ini banyak sekali orang-orang yang ditolak atau keliru 1000X tidak merasa sebagai sebuah kegagalan. Anda tahu Kol Sander? Beliau ditolak lebih dari 1000X untuk menawarkan resep ayam gorengnya. Tapi Anda tahu hari ini, apa yang beliau dan anak cucu beliau dapatkan? Anda juga pasti tahu berapa ribu kali Thomas Edison salah percobaan. Mengapa Kol Sander dan Edison tetap melanjutkan usahanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya apa. Kegagalan bukanlah sebuah fakta, bukan sesuatu yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kegagalan hanyalan ilusi pikiran…!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sendiri yang memutuskan apakah Anda gagal ataukah belum berhasil. Ada orang memutuskan gagal setelah penolakan pertama, ada yang merasa gagal setelah 50 kali penolakan, ada yang merasa gagal setelah 500 kali penolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi gagal dibuat oleh ANDA bukan oleh siapa-siapa. Dan Anda tidak pernah salah. Sekarang juga Anda bisa memilih merasa gagal, Anda pasti benar, Anda benar-benar menjadi orang gagal. Tetapi jika Anda memilih belum berhasil hari ini dan memutuskan untuk bangkit dari setiap kesalahan, menjadikan setiap kesalahan sebagai pelajaran. Anda juga benar. Sukses sudah menanti Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antony Robbin mengatakan,“ Kegagalan itu tidak ada, yang ada hanyalah hasil-hasil dari tindakan”. Thomas Alpha Edison mengatakan, “Setiap kekeliruan yang disadari adalah berarti selangkah lebih maju”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa belum berhasil saat ini, itu bukanlah karena Anda tidak bisa, bukan karena Anda orang gagal Tetapi tindakan-tindakan Anda belum sesuai dengan hasil yang Anda inginkan. Anda tinggal menyesuaikan, tindakan apa yang perlu Anda lakukan lagi untuk mencapai kesuksesan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak muda sedang asyik mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba  bub bub bub…. Motornya macet. Dengan tangkas si anak muda ini, langsung turun dan membersihkan busi. Setelah busi dipasang, langsung distater berkali kali ternyata tidak mau menyala. Segera, si pemuda membuka saringan kaburator langsung membersihkan, ternyata motor tetap bandel. Akhirnya si pemuda membersihkan piston dan knalpot. Setelah distater berkali-kali ternyata tidak bisa juga. Si pemuda akhirnya putus asa dan meninggalkan motornya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seberapa lama, datanglah seseorang montir. Begitu mencoba stater tidak bisa, si montir langsung melihat kaburator dan membuka kran bensinnya. Sekali stater, jreeeeeengg, motor langsung menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang seperti anak muda tadi. Merasa telah melakukan segala sesuatu bahkan yang paling sulitpun telah dilakukannya, karena belum berhasil akhirnya merasa gagal dan frustasi. Padahal, dia hanya perlu tindakan mudah dan sederhana yaitu membuka kran bensin. Sebetulnya dia tidak gagal, tapi tindakan dia belum sesuai dengan hasil yang diinginkannya.&lt;br /&gt;Robert K berkata,“Jika Anda menginginkan sesuatu, tanyakan harganya lalu bayarlah”. Jika Anda ingin sukses. Seberapa besar kesuksesan Anda? Dan seberapa banyak Anda mau membayarnya? Saya yakin Anda sudah tahu harganya. Kebanyakan orang belum berhasil bukan karena tidak tahu, tetapi karena sikap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;we know what we do, but we don’t do what we know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah dengan jujur :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda miliki Dream Book, memvisualisasikan dan meyakininya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkan Anda memiliki goal setting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkan Anda memiliki minimal 400 daftar nama dan menawarkan bisnis ini kepada mereka? Sudahkah Anda prospecting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah anda presentasi minimal 3 orang setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda mengikuti semua jenis pertemuan yang diselenggarakan support system?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkan Anda memembaca buku yang direkomendasikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda melakukan kebiasaan distributor inti secara konsisten?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu sudah menjadi paket sukses. Anda tidak bisa memilih, saya mau lakukan yang ini saja. Yang itu saya tidak suka. Ciri orang-orang sukses adalah mau melakukan apa yang harus dilakukan, bukan hanya apa yang ingin dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, saya tidak suka baca buku” itu tidak penting. Mana yang lebih penting, baca buku atau kehilangan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, saya tidak suka presentasi” itu tidak penting. Mana yang lebih penting memaksa presentasi atau kehilangan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sukses membangun kebiasaan  melakukan hal-hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak disukai oleh orang gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di malam purnama. Seorang  pemuda terlihat sibuk berputar-putar di halaman sambil membungkukkan badannya. Sebentar istirahat, si pemuda mengulangi lagi kegiatannya tadi. Begitu berulang ulang dilakukannya sampai tengah malam Karena penasaran, seorang tetangga yang sejak tadi memperhatikan lalu menghampirinya dan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hi Ki sanak, kelihatan sibuk sekali dari tadi, apa yang kau cari”, tanya si tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mencari sebuah cincin berlian yang jatuh, namun tak kunjung jumpa”, sahut si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira di sekitar mana tempat jatuhnya?”, tanya si tetangga lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepertinya jatuh di dalam rumah”, sahut si pemuda santai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah, kamu sudah gila? Mengapa kamu cari diluar?, si tetangga keheranan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sulit mencarinya karena di dalam rumah gelap”, !?!?!?!?!?!?!?!?!??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti juga heran dengan sikap pemuda tadi. Tapi yang lebih mengherankan, banyak sekali pemuda pemuda seperti tadi di sekitar kita. Atau mungkin kita sendiri. Tapi kita jarang sekali menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mencari cincin berlian, banyak orang mencari sukses. Tetapi karena berlian atau sukses harus dicari di kegelapan, banyak orang menghindarinya. Banyak  orang yang menyadari bahwa tindakan-tindakan yang dilakukannya tidak mungkin akan menemukan berlian, tetapi anehnya orang-orang ini tetap melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, jika Anda ingin benar-benar menemukan berlian itu, lewati saja kegelapan itu. Lakukan saja, begitu ketemu berlian Anda, Anda akan tahu bahwa apa yang pernah Anda lakukan ternyata tidak seberapa dibandingkan harga berlian Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success is journey not destination&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mendefinisikan sukses adalah sebuah keadaan tertentu. Misalnya sukses adalah jika saya telah mendapatkan luxury car, yacht plane dan villa. Pada saat itu semua Anda raih, secara fisik Anda sukses tetapi secara psikhologis belum tentu. Dalam waktu singkat Anda akan mendefinisikan sukses baru. Anda akan mulai mendefinisikan “Jika saya Director, barulah saya layak disebut sukses”. Dst. Artinya, Anda hanya merasakan sukses sebentar saja. Lebih banyak masa “berkorban” daripada masa menikmati sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses bukanlah sebuah keadaan tertentu yang menjadi tujuan akhir (destination). Success is journey, sebuah perjalanan untuk terus berubah menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda bertanya,” Lalu apa artinya kita menyusun goal setting dan menetapkan sasaran hidup kita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran hanyalah sarana untuk mengarahkan fokus kita. Sasaran penting untuk menjadikan diri kita tumbuh dan berkembang. Begitu Anda memutuskan sebuah sasaran, saat itulah Anda menciptakan momentum umtuk diri Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran juga membuat diri Anda seutuhnya menjadi lebih baik. Baik fisik Anda, emosional, mental dan spiritual Anda. Lihatlah orang-orang usia 60 yang telah pensiun dan tidak memiliki aktivitas. Bandingkan dengan mereka yang berusia diatas 70 tahun tapi memiliki aktivitas untuk mencapai tujuan-tujuan hidup mereka yang lebih tinggi. Mana yang lebih sehat dan awet muda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang harus mem iliki sasaran. Namun untuk merasa senang dan sukses, Anda tidak perlu menunggu sampai sasaran itu tercapai. Jika setiap hari Anda bergerak menuju sasaran Anda, setiap hari pula ada kemajuan hidup yang Anda alami. Temukanlah setiap kemajuan hidup itu dan bersyukurlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor lebah menghisap nektar bunga untuk membuat makanan istimewa untuk anak-anak mereka yang belum menetas. Sebelum mereka berhasil membuat madu, sebelum anak-anak mereka menikmati hidangan sempurna ini, tanpa disadari lebah telah mengawinkan begitu banyak tanaman. Karena setiap hinggap di bunga, selalu ada serbuk sari yang menempul di kaki dan tubuhnya. Lebah sudah berjasa ‘mengawinkan’ begitu banyak tanaman yang pada akhirnya berbuah dan menyediakan makanan untuk banyak makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mencapai sasaran, Lebah sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meraih banyak SUKSES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, lihatlah apa yang Anda lakukan dan lihatlah hasil-hasilnya. Kemajuan apa yang Anda dapatkan. Apakah Anda menjadi lebih berilmu? Apakah Anda jadi lebih mandiri? Apakah Anda jadi lebih berani? Apakah Anda menjadi lebih berani mengambil keputusan? Apakah Anda lebih mudah berhubungan dengan orang lain? Berapa banyak orang yang Anda tolong? Berapa banyak orang yang pemurung menjadi bersemangat hidup karena bisnis Anda? Dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukan setiap hari agar Anda bukan hanya menjadi sukses secara fisik, tetapi juga sukses spiritual. Sukses spiritual membuat Anda bisa menikmati prosesnya. Membuat setiap langkah langkah sukses menjadi bercahaya. Setiap hari adalah kesuksesan, karena itu setiap hari layak untuk dirayakan. Lihatlah anak-anak yang pergi tamasya. Mereka tidak tahu apakah tempat yang akan mereka kunjungi menyenangkan atau tidak, tetapi sepanjang perjalanan mereka bernyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di sini senang, di sana senang, dimana-mana hatiku senang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, problem berasal dari bahasa yunani pro balein yang artinya BERGERAK MAJU. Dalam pertemuan atau situasi apapun dimana Anda merasa ada problem artinya Anda mendapat sinyal tindakan untuk bergerak maju. Karena itu mari kita berdiri dan bernyanyi bersama  “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini senang disana senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana mana hatiku senang …. Senang            (karena dunia begitu indah dan sempurna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini senang disana senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana mana hatiku senang …. Senang  (karena dunia begitu indah dan sempurna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La la la la .. la la la……&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4844328094497765715-5322201710137265878?l=begreatleader.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://begreatleader.blogspot.com/feeds/5322201710137265878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4844328094497765715&amp;postID=5322201710137265878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/5322201710137265878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4844328094497765715/posts/default/5322201710137265878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://begreatleader.blogspot.com/2008/07/anda-begitu-sempurna.html' title='Anda Begitu sempurna'/><author><name>Beautiful life......!</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_yAHwEl7JNiA/SHBY7GzI2UI/AAAAAAAAAOA/lOlrXfilEt8/s72-c/the-pursuit-of-happyness.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
