Saturday, 26 July 2008

MLM : Not Just Business. It’s My Life’s University

By: Sukrin

“Bisnis MLM ..?”

“Maaf, saya harus selesaikan kuliah dulu”

Andai saja kuping bisa penuh dengan kata-kata, mungkin kuping saya sudah tumpah ruah dengar kalimat ini. Ya… bukan saja kalimat yang diucapkan teman-teman saya tetapi itu juga kalimat yang dulu saya yakini. Layaknya seorang cupu yang melangkahkah kaki ke dunia kampus, yang ada dalam benak saya pokoknya kuliah, segera lulus, berjuang ikut tes CPNS, harap-harap bisa jadi PNS biar mempunyai keamanan pekerjaan sampai tua.

Soal harus kuliah jurusan apa dan ingin jadi apa nantinya, itu sih gak kepikir. Yang penting ngalir aja. Kebetulan saya ikut PMJK dan diterima di Fakultas Peternakan Universitas Mataram yang bukan pilihan utama saya, tapi karena saya malas ikut SPMB dan memang nggak punya cita-cita yang jelas akhirnya saya memutuskan masuk disitu. Gak ribet..!!

Tapi meski gak tune in dengan jurusan peternakan, gue tetep rajin kuliah lho. Tapi dua semester awal aja, he.. he..he.... Seterusnya, saya mulai kena syndrome Nasakom, alias nasib satu koma .. he..he...

Sebagai mahasiswa, biasa lah mengandalkan kiriman ortu. Tapi namanya keluarga ’wong ndeso’ maklum aja kalau cuma buat mie instan. Syukur2x pake telur. Dua tahun kuliah kiriman masih lancar, tahun ketiga mulai seret. Saya jadi mikir mo cari kerja.

Eeeh... datang tak diundang pulang tak diantar, datang teman kakak saya ngajakin MLM. Ya iyalah, kalo nggak MLM mana ada orang ngajak-ngajakin buat sukses. Awalnya sih rada-rada negatif juga, untungnya saya lagi butuh, jadi mau juga dengerin.

Meski pakai debat-debat dikit, lama-lama saya lihat asyik juga, apalagi banyak bukti orang-orang sukses di bisnis ini dari berbagai macam latar belakang termasuk mahasiswa. Gerah juga rasanya lihat mahasiswa sudah punya luxury car dan penghasilan puluhan juta.

Pikiran saya jadi melayang ke kampus. Biasanya mahasiswa dan dosen-dosen kalau datang ke kampus, dari pintu gerbang langsung belok kiri, ke tempat parkir motor. Sementara dosen senior dan pejabat kampus yang sudah bermobil biasanya belok kanan, ke tempat parkir mobil tentunya. Saya bayangkan, bagaimana rasanya jika saya jadi mahasiswa pertama yang datang ke kampus, begitu melewati gerbang langsung belok kanan. Pasti Luar Biasa Sekali..!!

Saya pun akhirnya memutuskan untuk serius menjalankan dan sukses di bisnis ini.

Awalnya sih just do it aja. Pokoknya duit gitu loh. Ternyata saya Salah Besar. Saya sangat bersyukur bisa melihat dan menangkap peluang bisnis ini karena lewat bisnis ini saya mendapatkan banyak perubahan. Kalau soal uang sih sudah jelas. Jujur saja, dulu saya jarang sekali makan pakai piring. Kalau nggak beralas daun, ya beralas kertas mika.

Sekarang saya sudah bisa makan dengan piring setiap hari. Piringnya pun bisa macam-macam. Mau ukuran sedang, besar, yang cekung yang datar, saya ok ok aja. Jujur lagi, dulu setiap baca menu, saya nggak pernah lihat sebelah kiri. Saya pilih yang sebelah kanan, yang angkanya paling kecil baru berani pesan. Sekarang saya sudah lupa, kapan terakhir melihat baris menu sebelah kanan.

Tetapi yang paling saya syukuri ternyata bukan uang. Tetapi pertumbuhan pribadi yang saya rasakan luar biasa.

Menurut saya pribadi bisnis ini sangat LUAR BIASA, kenapa? Karena bisnis ini mempunyai banyak keistimewaan dibanding bisnis / pekerjaan yang lain, antara lain :

1. Modal

Banyak sekali orang yang takut memulai bisnis karena alasan modal, karena kebanyakan bisnis membutuhkan modal besar. Dibisnis konvensional kalau modal besar hasil besar dan resiko nya juga besar. Namun berbeda dengan konsep bisnis ini, dimana untuk memulai bisnis ini hanya dengan modal yang relatif kecil, sekitar + 100 ribu, dan untuk bisnis MLM yang saya jalankan sekarang hanya 85 ribu. Memang sih, modalnya bukan itu saja, namun dengan uang segitu kita sudah bisa memulai. Dan potensi penghasilannya bisa melampaui bisnis yang modal besar bahkan unlimited. Karena modal nya relatif kecil maka otomatis resiko juga kecil. Dan yang luar biasa juga dibisnis ini kita tidak membutuhkan modal untuk membuka cabang diluar kota bahkan sampai luar negeri, sangat berbeda dengan bisnis konvensional yang selalu membutuhkan modal yan cukup besar untuk membuka cabang.

2. Mudah/Tidak Perlu Keahlian

Dibisnis MLM yang saya jalankan sekarang mempunyai support system yang membantu para distributor untuk bisa menjalankan dan mengembangkan bisnis ini. Support system menyediakan alat bantu yang sangat lengkap sekali dengan tujuan agar semua distributor tahu cara menjalankan dan mengembangkan bisnis ini. Dengan support system, semua orang yang bergabung dalam bisnis ini, apapun latar belakangnya semua bisa menjalankan bisnis ini dan mempunya potensi untuk sukses dibisnis ini. Selain itu juga kita mempunyai mentor yang selalu membimbing dan memotivasi kita. Jadi kita tidak bekerja sendirian, kita akan dibantu oleh banyak orang yang berada digaris sponsorisasi kita.

Kalau kita ingin melamar pekerjaan disebuah perusahaan pasti banyak sekali persyaratannya, antara lain pendidikan terakhir min S1, punya keahlian tertentu dan punya pengalaman kerja. Artinya tidak semua orang bisa diterima menjadi pegawai / karyawan, namun dibisnis MLM semua orang bisa bergabung, tidak melihat usia, keahlian atau latar belakang, dan mempunyai potensi sukses yang sama.

Berbeda dengan bisnis konvensional yang dimana untuk mengembangkan bisnis tersebut kita dituntut untuk mempunyai modal yang besar keahlian yang spesifik. Jadi hanya sedikit orang yang bisa menjalankannya.

3. Waktu & Tempat Fleksibel

Seorang pegawai/karyawan bekerja dibatasi oleh ruang dan waktu. Tempat dan waktu kerja sudah diatur, mereka tidak bisa memilih untuk kerja ditempat yang mereka inginkan atau diwaktu yang mereka kehendaki. Namun dibisnis MLM, kita bisa jalankan diwaktu luang tanpa harus mengganggu waktu produktif kita. Kita bisa menjalankan bisnis ini dimanapun dan kapanpun tanpa terikat ruang dan waktu. Itulah alasan kenapa orang – orang yang sudah punya pekerjaan tetap sekalipun juga menjalankan bisnis ini.

4. Mulia

Seorang pegawai / karyawan mendapatkan gaji setiap bulan hanya untuk dirinya sendiri. Mereka juga tidak bisa langsung mengajak saudara atau temannya untuk menjadi pegawai / karyawan sama seperti mereka. Namun dibisnis MLM seorang yang yang sudah mempunyai organisasi bisnis yang cukup besar, mereka menerima komisi setiap bulannya bersamaan dengan puluhan, ratusan, ribuan sampai jutaan anggota jaringannya. Artinya dengan menjalankan bisnis MLM kita bisa membantu orang-orang mendapatkan penghasilan tambahan, yang dimana penghasilan tambahan itu bisa melebih penghasilan pokok mereka, dan itu sudah banyak sekali buktinya. Orang – orang yang dulunya menjalankan bisnis ini hanya untuk mencari penghasilan tambahan, namun ternyata penghasilan dari bisnis ini bisa mencapai puluhan kali bahkan ratusan kali dari penghasilan pokok mereka.

Itulah beberapa alasan kenapa bisnis MLM sangat luar biasa istimewa, masih banyak lagi keistimewaan bisnis MLM yang lain.

Dari bisnis MLM yang saya jalankan sekarang, saya tidak hanya mendapatkan manfaat keuangan / materi semata, namun banyak hal diluar itu yang saya dapatkan. Saya banyak sekali dapat pembelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan saya. Pembelajaran yang saya dapatkan dibisnis MLM belum pernah saya dapatkan sebelumnya, baik dibangku sekolah ataupun bangku kuliah.

Beberapa pembelajaran bermanfaat yang saya dapatkan dibisnis MLM :

1. Impian dan Sikap Positif

Pada saat saya sekolah sampai kuliah saya belum pernah diajarkan untuk memiliki impian dan sikap yang positif. Setelah saya menekuni bisnis MLM baru tahu bahwa 95% Sukses itu ditentukan oleh Impian dan Sikap positif. Di MLM saya diajarkan bahwa yang membedakan orang sukses dan orang gagal adalah Impian dan Sikap nya.

Orang sukses mempunyai impian yang besar dan sikap positif,. Orang sukses selalu bertindak untuk mencapai impiannya walaupun mereka melewati proses yang tidak mudah, harus menerima ejekan atau hinaan dari banyak orang, namun mereka terus berjuang, selalu positif dengan keadaan yang terjadi, bangkit dari setiap kali jatuh dan akhirnya mereka bisa mewujudkan impiannya. sedangkan orang gagal mempunyai impian yang kecil dan sikap negatif. Mereka takut memiliki impian yang besar dan mempunyai mental cepat menyerah, mereka tidak tahan dengan proses sehingga mereka menjadi orang gagal.

Impian adalah sebuah pikiran, berpikir besar atau berpikir kecil sama saja. Kalau kita bisa bermimpi besar kenapa harus bermimpi kecil, lagipula bermimpi khan gratis. Impian menentukan apa yang akan kita dapatkan dan sikap mnentukan apakah kita benar-benar mendapatkannya. Jadi kalau kita menginginkan sesuatu kita harus memikirkannya terlebih dahulu, karena bagaimana bisa mendapatkannya kalau berpikir saja belum. Dari bisnis MLM lah saya mulai berani untuk mempunyai impian yang besar, walaupun ketika saya mengutarakan impian saya kepada keluarga atau teman-teman saya mereka banyak menertawakan saya selalu positif, saya tahu memang itu proses untuk menjadi orang besar. Karena faktanya banyak tokoh besar dunia dulunya ide mereka ditertawakan banyak orang namun mereka tetap teguh dengan impian nya dan mereka menjadi orang yang sangat berjasa pada dunia.

2. Paradigma Sukses

Di MLM saya diajarkan soal paradigma, ternyata di dunia ini ada dua paradigma yaitu paradigma umum dan paradigma sukses. 95% orang di Dunia menjalankan paradigma umum, dimana pada paradigma umum ini untuk mewujudkan impian – impian kita, awalnya kita harus bekerja kemudian dari pekerjaan kita, kita mendapatkan penghasilan, dan penghasilan ini dipakai untuk mencukupi kebutuhan dan impian-impian kita. Sedangkan diparadigma sukses untuk mewujudkan impian-impian kita sama awalnya bekerja dulu, namun bukan untuk langsung mendapatkan penghasilan tapi bekerja untuk membangun sbuah aset, dari aset ini memberikan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan dan impian-impian kita. Artinya perbedaan paradigma umum dengan paradigma sukses hanya 1 kata yaitu ASET. Jadi pada intinya jika kita ingin sukses, ingin bahagia, ingin punya banyak waktu dan bisa menikmati sukses kita, kita harus membangun sebuah asset, karena dengan membangun asset kita akan mendapatkan kebebasan financial, kebebasan waktu dan kebebasan pikiran.

Dari sini saya mulai sadar bahwa kalau saya ingin sukses artinya saya harus membangun sebuah Aset, dan bisnis MLM adalah salah satu system bisnis yang membangun aset dengan modal relatif kecil, tidak perlu keahlian khusus karena ada system. Jadi konsep bisnis ini sangat membantu sekali orang – orang biasa bisa mempunyai kehidupan yang luar biasa.

Dulu saya berpikir bahwa banyak uang itu sukses, namun ternyata saya salah. Setelah di MLM saya baru tahu bahwa punya uang banyak saja belum bisa dikatakan sukses, karena yang namanya sukses adalah ketika kita punya banyak uang dan juga punya banyak waktu untuk menikmatinya. Dan sukses sejati adalah ketika kita bisa membuat orang lain juga sukses. Dan saya menyimpulkan bahwa hanya di MLM lah orang bisa mendapatkan sukses sejati, karena di MLM untuk sukses kita harus membuat orang lain sukses dulu. Sangat berbeda dengan seorang pegawai dimana untuk naik jabatan mereka harus injak teman dan jilat atasan.

3. Pengembangan Diri

Dari sekolah sampai kuliah saya kurang hoby baca buku, saya jarang sekali beli buku paket yang disuruh oleh guru. Waktu kuliah pun saya hanya 2 kali masuk perpustakaan, itupun karena ajakan teman bukan inisiatif sendiri. Setelah di MLM itu semua berubah, saya menjadi sangat rajin baca buku dan jadi sering ke toko buku. Karena di MLM salah satu cara untuk sukses adalah dengan membaca buku, jadi untuk sukses saya siap melakukan hal-hal yang tidak saya sukai awalnya namun sekarang menjadi hoby. Dan buku-buku yang saya baca adalah buku-buku positif tentang pengembangan diri dan kiat-kiat sukses.

Dari SD sampai kuliah saya tergolong pemalu, takut bicara depan orang banyak. Namun itu semua berakhir setelah saya menekuni bisnis MLM. Karena pekerjaan dibisnis MLM adalah presentasi atau bercerita, kita wajib presentasikan produk dan system bisnis kita ke prospek, dan yang mendengarkan presentasi kita jumlahnya bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan. jadi mau tidak mau, suka tidak suka kita harus bicara depan orang banyak. Dari awalnya berbicara depan orang banyak adalah sebuah keharusan, lama – lama menjadi kebiasaan yang sering dilakukan akhirnya menjadi berani. Ini adalah sesuatu yang tidak ternilai buat saya, tidak bisa dinilai dengan uang, karena tidak semua orang punya keberanian untuk bicara depan publik.

Saya sangat bersyukur dapat melihat dan menjalankan bisnis MLM karena dari sinilah saya mulai berani untuk berbicara depan publik. Yang dulunya takut berbicara sekarang diundang jadi pembicara. MLM dahsyat banget…

Saya juga dulunya cepat marah dan tersinggung. Setelah serius menjalankan bisnis MLM saya jadi lebih sabar. Karena ketika menjalankan bisnis MLM ada saja yang membuat kita kecewa dan sakit hati. Biasa nya kekecewaan itu muncul karena prospek menolak, dan sakit hati karena di ejek, dihina oleh teman bahkan keluarga dekat kita. Namun saya sekarang mulai lebih enjoy menghadapi itu semua karena di MLM saya diajarkan bahwa itu semua adalah proses untuk sukses. Orang yang lebih dulu sukses juga merasakan seperti apa yang saya rasakan.

Setelah di MLM juga saya jadi memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada orang lain, dulunya hanya mementingkan diri sendiri, namun sekarang saya lebih sering memikirkan bagaimana supaya mitra kerja saya semuanya bisa menjadi orang sukses, menjadi pahlawan buat keluarganya dan menjadi insan yang berguna buat orang lain bangsa dan Negara.

Itulah beberapa manfaat yang saya dapatkan di bisnis MLM. Saya merasa bahwa MLM adalah kampus kehidupan saya. Saya jadi banyak mengerti tentang kehidupan karena MLM. Saya sangat bersyukur sekali kepada Allah SWT yang mempertemukan saya dengan bisnis ini lewat hamba-hambanya yang berhati mulia.

Terima kasih yang setulus-tulusnya kepada dua orang hamba Allah yang sangat berjasa membantu saya membangun bisnis ini yaitu kakak saya tercinta sekaligus sponsor saya Bpk. Safriatna Ach dan seluruh upline leader yang sekaligus guru hidup saya. So, saya berharap rekan-rekan mahasiswa bisa melihat peluang ini dan berani bilang :

“Bisnis MLM ?” Of Course, that’s my university too… MLM : Not Just Business. It’s my life university

I L O V E Y O U A L L

take from(begreatvision.com)
Read More..

Tuesday, 22 July 2008

7 cara mendapat motivasi diri...!

By:Admin(GGS)
Berikut tujuh cara untuk mendapatkan motivasi setiap hari untuk mencapai sukses:

1. Bicarakan Rencana Anda - Bicaralah pada pasangan atau keluarga Anda tentang rencana Anda, atau tuliskan dalam selembar kertas apa yang akan Anda lakukan lalu tempelkan di kulkas,buku harian atau buat sebuah buku Impian.
2. Ciptakan Hasrat - Lihat imbalan dari usaha Anda secara jelas. Cara ini memberikan banyak motivasi untuk membuat rencana Anda cepat terwujud. Bayangkan rumah impian Anda setiap hari, dan ini akan memberikan Anda dorongan untuk menjadikannya nyata.
3. Ciptakan Rasa Sakit - Gambaran kekasih Anda keluar dengan orang lain, saat Anda menyaksikan itu dengan diam-diam, hal itu mungkin membuat Anda termotivasi membicarakan hal-hal yang Anda hindari dengan pasangan Anda.Dengan artian anda harus menemukan hal yang sangat penting dalam hidup anda dan anda harus mencapainya.
4. Miliki Sebuah Ketertarikan yang Nyata - Jika tak ada ketertarikan sama sekali Anda mungkin perlu melakukan sesuatu, untuk itu buat sebuah tujuan besar dalam pikiran Anda.
5. Ambil Sebuah Langkah Kecil - Lakukan pengumpulan untuk satu tas besar daun-daun di halaman. Dan denagn segera Anda akan membersihkan halaman. Setiap sebuah langkah kecil yang Anda ambil untuk mencapi tujuan akan memberikan motivasi pada Anda setiap hari.
6. Miliki Energi - Kafein akan memberikan rasa sehat untuk sesaat, tapi dalam satu atau lain cara, Anda membutuhkan energi lebih sebagai motivasi untuk setiap hari, misalnya dengan olah raga atau tidur cukup.
7. Ciptakan Keseimbangan Mental - Sangat sulit untuk menemukan motivasi jika Anda dalam keadaan tertekan. Hilangkan beberapa perasaan negatif Anda, atau pada akhirnya pilih kerjakan pekerjaan penting saat Anda dalam mood yang bagus.

salam sukses.
Read More..

Monday, 21 July 2008

KEBANYAKAN ORANG TIDAK SUKA MENJADI KAYA

Sudah ratusan kali dari ratusan pertemuan yang saya hadiri, saya mendengar pertanyaan,”Anda ingin sukses? Anda ingin kaya?”, dari presenter, impact parade bintang, training distributor baru dsb. Pertanyaan klasik jawabannya juga klasik. Pasti disambut dengan koor ”Ingiiiiin....!!” Kadang-kadang pertanyaan itu dilanjutkan lebih menukik,”Anda yakin sukses?”. Jawaban koor masih terdengar, ”Yakiiin...!! , tapi kali ini ada beberapa suara yang hilang. Mungkin tidak yakin atau kurang antusias. Kalau pertanyaan ini diajukan lebih dalam lagi,”Apakah Anda berani membayar harganya?”, jawaban setengah koor dengan nada yang lebih rendah pun menyambut,’ Beraniiii...!!”.

Kontradiksi biasanya terjadi disini, ada yang berteriak lantang ada pula yang sayup-sayup nyaris tak terdengar. Sayang tidak pernah ada pertanyaan yang lebih dalam dari itu. Tetapi dari tiga pertanyaan dengan derajat konsekuensi yang semain berat tersebut kita bisa melihat, semakin berat tantangan semakin teruji apakah seseorang benar-benar ingin dan yakin? Saya yakin, jika ada pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam, pasti yang berani menjawab makin sedikit bahkan jika terus digali lebih dalam mungkin tidak ada yang berani menjawab.

Karena ingin menggali lebih dalam apakah seseorang memiliki keyakinan, saya mencoba bertanya ke leader-leader di beberapa home sharing. Saya memulai dengan pertanyaan sama,”Apakah Anda yakin sukses dan kaya?”. Anda pasti tahu jawabannya khan. Saya lanjutkan dengan pertanyaan,”Siapa yang pernah melihat orang kaya berperilaku menyebalkan?”. Mudah ditebak, semuanya menjawab ”Pernah”. Saya lanjutkan lagi,” Siapa yang pernah saat melihat itu mengatakan ’mentang-mentang kaya sombong’?”. Ternyata jawabannya sama, semuanya pernah. Untuk merechek keyakinan mereka, saya ulangi pertanyaan dengan contoh lain,”Siapa yang pernah disambar mobil lux lalu mengatakan ’mentang-mentang kaya atau mentang-mentang punya mobil mewah sembarangan aja...”. Alhasil, jawabannya pun sama, semuanya pernah.

Di pertemuan yang lain, saya menanyakan kepada leader-leader,”Siapa yang Anda anggap memiliki keyakinan sukses paling besar disini?” Mereka lalu menunjuk seorang leader yang selalu tampir luar biasa di setiap pertemuan, antusias dan energik kapanpun juga, dan menunjukkan kerja keras yang fokus dan ngotot. Sayapun menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama seperti diatas. Ternyata,..... sami mawon. Jawabannya nggak ada beda.

Sampai disini bisakah Anda melihat kejanggalannya? Sepertinya semua biasa-biasa saja. Yah, segala sesuatu nampak biasa-biasa saja jika kita tidak melakukan perbandingan–perbandingan sampai menemukan asosiasi yang tepat. Pertanyaan-pertanyaan tadi kebetulan baru sempat saya tanyakan kepada jaringan saya yang semuanya kelas menengah ke bawah. Andaikata saja pertanyaan yang sama saya ajukan kepada orang-orang The have, apakah jawabannya sama? Saya yakin tidak. Setidaknya saya pernah bersama orang-orang agak The have, yang mengomentari perilaku orang sekelasnya. Saat mereka disambar mobil sekelasnya misalnya sesama Innova, apa komentar mereka? Salah satunya seperti ini,”Pakai mobil sembarangan, memangnya dibeli pakai daun?”.

Anda lihat bedanya? Respon mereka beragam, tapi dapat dipastikan mereka tidak mengaitkan dengan kekayaan karena mereka satu kelas. Sebagai sesama satu kelas mereka tahu, tidak semuanya sombong dan pakai mobil sembarangan, minimal diri mereka sendiri. Tapi mereka juga bisa jadi berkomentar sama dengan orang miskin yang tidak memiliki mobil, jika Innova mereka disambar Phorsche seharga Rp. 1,5 M. Karena kalah kelas, mereka pun mengasosiasikan kekayaan dengan kesombongan. Mari kita berandai-andai lebih jauh. Jika pemilik mobil Ferrari sport seharga Rp 5 M, tiba-tiba disambar oleh Phorsche tadi, apakah pemilik Ferrari akan mengatakan,”Mentang-mentang orang kaya.....” ?” Tidak mungkin khan. Dalam pikiran bawah sadar secara reflek mereka berkata,”Saya yang lebih kaya saja tidak sembarangan pakai mobil”.

Ternyata nilai-nilai kekayaan berkorelasi positif dengan kelas sosial. Nilai kekayaan menjadi negatif hanya terjadi jika seseorang yang lebih miskin menilai yang lebih kaya. Kalau begitu manakah yang lebih tepat, apakah kekayaan yang bersifat negatif? Ataukah negatif terhadap kekayaan sebetulnya hanyalah perwujudan rasa iri bahkan dengki? Waktu saya SMA, ada istilah gaul STTM, apa itu? Sirik Tanda Tak Mampu. Rasanya STTM ini tepat untuk saat ini. Hati-hati, apakah Anda termasuk STTM?

Karena itu saya biasanya melanjutkan dengan pertanyaan,”Siapa yang pernah melihat orang miskin menyebalkan? Mana yang lebih banyak sombong, orang miskin atau orang kaya?”. Jelas orang miskin, lha wong orang kaya jumlahnya sedikit. Saya juga menambahkan pertanyaan,”Siapa yang pernah disambar motor ceketer yang mengeluarkan asap tebal?” Mungkin Anda sepakat, semuanya menjawab ”ya”. Satu pertanyaan lagi,”Lebih sering mana, disambar ceketer atau mobil lux?”

Artinya apa? Orang kaya sombong ada, orang miskin sombong ada. Orang kaya menyebalkan ada, orang miskin menyebalkan juga ada. Mobil mewah asal nyambar ada, motor ceketer main sambar juga ada. Kesimpulannya sombong, menyebalkan, main sambar dan bentuk-bentuk lainnya tidak memiliki korelasi dengan kekayaan atau kemiskinan. Orang sombong, ya dasar sombong aja. Jadi orang miskin sombong, jadi kaya juga sombong. Ada juga orang yang miskin baik dan setelah kaya tetap juga baik. Pertanyaannya, mengapa kita seringkali mengasosiasikan kekayaan dengan nilai-nilai yang tidak baik?

Sejak dilahirkan, kita secara sadar atau tidak, menginternalisasi nilai-nilai sosial di lingkungan kita. Celakanya, selalu ada nilai-nilai tidak benar tetapi menjadi dominan sehingga diyakini kebenarannya. Dan jika berhubungan dengan kekayaan, banyak sekali nilai-nilai kelas menengah kebawah yang negatif. Di kampung saya, beberapa orang kaya dihubungkan dengan tuyul atau pesugihan. Sebagian lagi diidentifikasi tidak ’gaul’ alias sombong. Tentu saja, orang kaya tersebut punya nilai lain yang sama benarnya, yaitu produktivitas. Kalau waktu yang ada bisa dimanfaatkan secara produktif, ngapain kumpul-kumpul yang tidak jelas pembicaraannya?

Sayangnya nilai-nilai tersebut di era modern justeru malah direproduksi secara masal melalui media masa. Lihatlah sinetron yang begitu banyak menyedot perhatian pemirsa, sangat banyak sinetron yang mengisahkan orang kaya menzalimi orang miskin, atau kisah-kisah orang kaya yang berhubungan dengan kekuatan mistik. Liputan-liputan tentang selebritis juga banyak mengekspose bagian-bagian hidup yang negatif seperti konflik rumah tangga, selingkuh, kekerasan, gugat-menggugat dsb. Demikian juga liputan tentang tokoh-tokoh negeri yang tak jauh beda. Korupsi, selingkuh, merampas hak rakyat dan sebagainya.
Liputan seperti ini tidak salah bahkan sebagian juga dibutuhkan, tetapi sayangnya tidak proporsional dengan sosialisasi nilai-nilai positif. Sedikit sekali tayangan TV yang menyorot profil sukses dan mengupas detail bagaimana perjuangan mereka menuju sukses. Alasannya simple, rating..!! Rating acara TV, menunjukkan nilai-nilai masyarakat yang dominan. Sebagai organisasi bisnis yang hanya peduli profit, TV lebih mementingkan memenuhi selera rendah masyarakat dibanding menjalankan fungsi edukatif. Jadilah lingkaran setan. Semakin TV melayani kebutuhan ’selera rendah’, semakin terjun ’selera rendah’ masyarakat, akibatnya semakin banyak TV memproduksi tayangan-tayangan tersebut. Begitu seterusnya.

Pengulangan yang terus berulang sampai dewasa, membuat nilai-nilai tersebut melekat demikian kuat di pikiran bawah sadar dan muncul sewaktu-waktu tanpa kita menyadarinya. Nah, lalu apa hubungannya dengan keyakinan untuk sukses dan kaya? Sekarang bayangkan, pikiran Anda adalah orang lain yang ada di depan Anda, lalu katakan kepadanya, ”Hai pikiran, tahukah kamu bahwa kekayaan itu penyebab banyak hal-hal buruk, kekayaan itu membuat orang sombong, kekayaan membuat toleransi rendah, kekayaan membuat sekat sosial lebih tebal.” Selama 20 tahun lebih katakan berulang-ulang kepadanya setiap hari. Kemudian suatu hari katakan kepadanya, ”Hai pikiran, saya ingin kaya, saya ingin sukses. Bantu saya untuk mengejar kekayaan itu. Saya akan menggunakannya untuk tujuan-tujuan mulia dalam hidup saya”.

Menurut Anda apa yang akan dilakukan pikiran? Terang aja pikiran jadi bingung. ”Dari dulu saya diberitahu bahwa kekayaan itu penyebab kejahatan kok mendadak sekarang diminta membantu kaya untuk melakukan hal-hal mulia? Ah, mungkin main-main ini, biarin aja”. Hal itulah yang terjadi di pikiran Anda dan juga saya. Hari ini begitu banyak leader memiliki keyakinan untuk sukses dan kaya. Dan jika mereka ditanya, apakah kaya itu penting? Pasti mereka menjawab sangat-sangat penting. Jika ditanyakan apakah kaya itu baik? Jawaban mereka juga pasti positif. Tetapi kenyataannya pikiran sadar dan pikiran bawah sadar mereka tidak kongruen. Dan jangan terkejut dan kecewa, menurut teori pikiran,
Jika pikiran sadar dan bawah sadar bertentangan maka
pikiran bawah sadarlah yang akan menang

Dengan kata lain, jika pikiran bawah sadar kita meyakini bahwa kaya itu jahat, pikiran kita akan bekerja membantu kita menjauhi kekayaan, alias tetap miskin..!!

Transformasi Nilai

Nilai-nilai terhadap kekayaan yang negatif ini tertanam begitu dalam dan kuat, kita tidak bisa membiarkannya hilang dengan sendirinya. Untuk menonaktifkan nilai-nilai ini, kita bisa melakukannya dengan berusaha menggali lebih banyak lagi nilai-nilai tersembunyi yang mengaitkan kekayaan dengan kejahatan. Untuk menyadari nilai-nilai ini tidaklah mudah dan bisa dilakukan seketika. Seringkali kita baru menyadarinya saat kita merespon peristiwa tertentu yang berhubungan dengan penilaian terhadap kekayaan. Karena itu, ada baiknya saat menyadari nilai-nilai tersebut muncul, kita harus segera meralat kata-kata dan menggantinya dengan kalimat positif. Langkah selanjutnya agar tidak terulang lagi kita mencatatnya dan segera mencatat keyakinan baru yang positif untuk menggantikannya.

Untuk ilustrasi, bisakah Anda mengganti kopi dalam cangkir dengan susu murni tanpa mengangkat cangkirnya? Misalkan Anda menuangkan susu murni satu cangkir, apa yang Anda lihat? Tepat, cangkir itu berisi kopi susu. Bagaimana kalau 5 gelas susu? Kali ini kopinya tinggal sedikit, tepatnya kita sebut susu kopi. Bagaimana kalau 1 galon susu kita tuangkan? Luar biasa, kali ini Anda sukses. Cangkir itu betul-betul berisi 100% susu murni segar. Hal yang sama juga terjadi dengan pikiran dan kesuksesan Anda. Jika pikiran Anda masih berisi kopi dan Anda baru menuangkan sedikit susu, anda hanya mengalami sedikit kemajuan dalam kekayaan. Jika keinginan Anda menggebu-gebu untuk sukses dan kaya tanpa Anda tambahkan susunya, Anda akan menghadapi begitu banyak hambatan-hambatan menjadi kaya. Karena itu tuangkan setiap hari susu kedalam pikiran Anda.

Untuk menguatkan daftar keyakinan yang baru tersebut, Anda bisa melakukan incantation dan reprogramming secara terus menerus. Incantation adalah mengucapkan ’mantra-mantra’ tertentu dengan emosi yang kuat sambil melakukan gerakan-gerakan misalnya sambil berlari. Sementara reprogramming adalah upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menonaktifkan program lama yang tidak mendukung kesuksesan dan mengaktifkan program-program pikiran baru yang mendukung kesuksesan. Untuk memahami kedua hal penting tersebut sebaiknya Anda membaca buku Financial Revoluton (Tung Desem Waringin) dan Becoming a Money Magnet (Adi W Gunawan dan Ariesandi). Untuk membantu secara praktis, saya juga menyarankan Anda memiliki CD Hypnotherapy for Goal Setting, yang dirancang oleh pakar hipnosys terbaik di Indonesia, Romy Rafael atau CD Hypnosys di buku The Secret of Mindset (Adi Gunawan)

Sudah siapkah Anda menjadi kaya?

take from(begreatvision.com)
Read More..

Semua Bisa Sukses......!

Kebanyakan distributor baru mengajukan pertanyaan,”Apakah saya bisa sukses?”. Jawaban saya biasanya tegas,”TIDAK BISA”. Loh kok malah menjatuhkan semangat orang?.”Ya, bukan pertanyaan terucap itu yang penting dijawab. Arti sebenarnya dari pertanyaan itu adalah : saya tidak yakin saya bisa sukses. Ketakutan untuk sukses itulah yang harus dijawab. Ketakutan atau kekhawatiran akan melumpuhkan kecerdasan. Jika Anda terus bertanya,”Apakah saya bisa?” Pikiran Anda akan menemukan banyak sekali alasan bahwa Anda tidak bisa sukses.
Untuk menghilangkan ketakutan Anda, rubahlah kalimat itu menjadi : “Bagaimana caranya saya bisa sukses?”. Saat Anda mengucapkan kalimat ini, di pikiran bawah sadar Anda, kalimatnya berbunyi seperti ini : “Saya yakin bisa sukses di bisnis ini, tolong tunjukkan cara terbaik dan tercepat untuk ke puncak sukses”. Keyakinan akan membuat tubuh dan pikiran kita terangsang bekerja lebih cerdas untuk menemukan jalannya.
Sepele, tetapi tidak mudah melakukannya. Setelah kita mencoba melakukannya, biasanya juga tidak mudah membiasakannya menjadi keyakinan. Saya sendiri merasakannya. Saat pertama kali ‘klik’, saya begitu yakin akan sukses. Tetapi setelah menerima puluhan penolakan, pertanyaan saya berubah kembali,”Apakah saya bisa sukses?”. Untungnya saya membaca buku-buku positif yang membantu saya mencegah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih negatif. Untuk sementara saya berhasil.
Ketika berhasil naik dua peringkat dengan omzet yang memenuhi parameter, keyakinan saya memuncak. Sayang tidak bertahan lama. Dua bulan kemudian keraguan mulai menyelimuti keyakinan saya, omzet tidak juga bergerak naik. Empat bulan di peringkat yang sama saya mulai bertanya,”Apakah saya bisa sukses?” Sekali lagi untungnya, saya konsisten membaca buku positif dan mengikuti pertemuan besar yang membangkitkan kembali semangat saya. Walau begitu pikiran saya selalu menjerit jika saya ajak untuk berpikir positif. Pikiran sadar saya mengatakan,”Apa buktinya kamu akan sukses? Nyatanya omzet tidak kunjung naik”. Tidak mudah memenangkan ‘pertarungan’ dahsyat ini.
Betul kata pujangga,”Pertarungan terbesar adalah saat kita mampu mengalahkan diri sendiri”. Kata orang bijak juga yang menyelamatkan saya. “Masa depan Anda tidak ditentukan oleh latar belakang Anda. Tidak penting apa yang telah terjadi kepada Anda, terpenting adalah bagaimana mewujudkan masa depan Anda”. Saya ucapkan mantra ini berulang-ulang. Andaikata ada spidol permanen yang bisa menuliskannya di otak, saya akan membeli berapapun harganya dan menuliskannya besar-besar. Saya tidak ingin kehilangan kata-kata itu dalam kehidupan saya.
Di setiap pertemuan saya selalu berkaca, kalau orang yang baru bergabung hari ini bisa memiliki keyakinan untuk sukses, alasan apa yang bisa membenarkan saya tidak yakin? Mereka mulai dari segalanya NOL. Anggap saja hari ini saya baru bergabung dan mendapat ‘foor’ current achievement puluhan juta plus beberapa leader yang antusias. Artinya saya memulai bisnis ini dengan start yang jauh di depan. Let’s fly ... let’s fly ... show must go on..!!

Mengapa sulit mendapatkan keyakinan sukses?

Lingkungan kita sudah belajar puluhan bahkan ratusan tahun secara turun temurun dan menjadikan semua pengalaman tersebut menjadi acuan bagi kehidupan mereka. Secara sadar, mereka juga mensosialisasikannya kepada anak, cucu dan seluruh keturunan mereka termasuk kita. Orang-orang dengan lingkungan yang berbeda akan memiliki acuan-acuan yang berbeda. Coba bandingkan jika 3 remaja dari lingkungan berbeda yang baru lulus SMA, diberikan pertanyaan sama : “Satu tahun kedepan, bisakah Anda melakukan pekerjaan yang menghasilkan 5 juta per bulan?”. Pertanyaan ini dengan catatan tidak boleh memanfaatkan kekayaan atau meminta pekerjaan dari keluarga. Apa jawaban yang diberikan oleh remaja :
Anak kusir cidomo (delman) : ___________?___________
Anak bupati : ___________?___________
Anak konglomerat terkaya di Indonesia : ___________?___________

Mengapa jawaban mereka berbeda? Bukankah mereka sama-sama lulusan SMA dan diberi kesempatan waktu yang sama? Tentu saja karena mereka belajar acuan-acuan yang beda. Bagi anak kusir cidomo, 5 juta sulit untuk dibayangkan. Kalau dibayangkan saja sulit bagaimana mau mendapatkannya. Bagi anak konglomerat, 5 juta tidak cukup buat uang jajan. Saat ditanya angka 5 juta, di dalam pikirannya yang muncul adalah gambar 5 milyar. Meskipun belum memilikinya tapi dia sudah terbiasa melihat angka-angka itu dalam berbagai bentuk. Pertanyaannya adalah seperti apakah keluarga dan lingkungan yang mendidik kita?
Bukan hanya keyakinan soal jumlah uang, tetapi yang sangat penting adalah keyakinan menciptakan kehidupan baru. Orang-orang di garis kemiskinan sudah lama belajar, menjadi sukses adalah sebuah keajaiban yang datang dari luar diri mereka. Mereka telah belajar segala sesuatu itu sulit untuk dirubah. Permanen. Dengan kata lain, sudah ketentuan “Yang Diatas”. Sementara orang-orang di lingkungan sukses terbiasa melihat hal-hal baru diciptakan. Apakah itu lapangan golf, tempat hiburan, kondominium dsb. Mereka juga sering melihat orang-orang yang menciptakan sesuatu yang bahkan tidak ada sebelumnya. Karena itu mereka juga lebih mudah memiliki suatu keyakinan : apapun bisa diciptakan sepanjang kita mau dan yakin pasti bisa.
Orang yang sudah terbiasa di lingkungan sukses melihat, keyakinan untuk mewujudkan sesuatu tidak selalu memerlukan acuan masa lalu. Jika kebanyakan orang mengatakan sesuatu itu mustahil, mereka berani mengatakan mengapa tidak? Jika kebanyakan orang mengatakan belum ada buktinya. Mereka berani mengatakan, sayalah yang membuktikan.

Bisakah kita keluar dari toples keyakinan yang memenjara itu?

Keyakinan hanyalah sebuah penafsiran pikiran yang dianggap benar sehingga tidak bisa diganggu gugat lagi. Jika sebuah ide bisa dimasukkan ke pikiran Anda, sudah pasti ide itu juga dapat dikeluarkan. Anda berkuasa atas pikiran Anda sendiri untuk mengganti keyakinan yang tidak mendukung kesuksesan dengan keyakinan yang memberdayakan Anda. (Untuk lebih dalam, Anda bisa membaca buku Adi Gunawan dan Ariesandi berjudul Manage Your Mind for Success)
Sejak kelas 2 SMP sampai kelas 3 SMA saya bergaul dengan teman-teman yang baik tetapi tidak tepat untuk mendukung masa depan saya. Bersama teman-teman, kami memiliki nilai-nilai sendiri yang membanggakan. Tawuran di depan sekolah disaksikan cewek-cewek jelas sangat membanggakan. Membawa botol bir ke kelas dan membuat ketakutan cewek-cewek di kelas jelas menaikkan ‘kelas’. Saya terjebak dalam berbagai bentuk kenakalan remaja termasuk yang paling membahayakan jiwa saya adalah taruhan balap motor. Balapan dengan kaki terangkat diatas jok, melihat jalan di depan dengan kepala dibawah stang, lampu mati dan tidak memiliki kesempatan menginjak rem jika terjadi sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Huffhh... saya bisa menarik nafas panjang jika mengingatnya. Kok bisa saya seperti itu?
Satu-satunya sumber positif saat itu adalah orang tua. Sayangnya sebagai remaja, melawan orang tua adalah aktualisasi identitas untuk membuktikan bahwa kami sudah besar, kami sudah mandiri, tidak perlu lagi dukungan orang tua. Sampai suatu hari, saya menemukan buku lusuh tanpa sampul depan dan dengan sampul belakang warna hijau yang sudah terkoyak. Entah mengapa saya mau membaca buku itu. Semakin banyak halaman saya baca, mata saya semakin kuat menatap buku itu dan saya merasakan ada suatu kesejukan yang mengalir di tubuh saya. Baru saat itu saya merasakan ada cara berbeda untuk melihat dunia ini.
Gatot tiba-tiba saja bukan seorang remaja nakal. Secara fisik saya tetap sama, tetapi secara internal saya berubah citra diri menjadi figur-figur yang saya kagumi. Kalau biasanya membaca koran, hanya sekedar membaca saja, sejak mengenal buku itu saya membaca koran dengan cara berbeda. Saat membaca berita politik saya berpikir,”Andaikata saya jadi presiden apa yang akan saya lakukan?”. Jika saya membaca berita ekonomi, saya mempersepsikan diri menjadi menteri ekonomi. Saya berpikir,”Kalau saya jadi menteri ekonomi, saya harus berbuat apa?”.
Citra diri baru yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru itu terasa konyol sehingga saya sering merasa memiliki identitas kacau. Faktanya saya seorang anak SMA, bagaimana mungkin saya menjawab pertanyaan jika menjadi presiden atau menteri. Jelas ini pertanyaan yang bodoh sekali. Sampai kepala pecah pun tidak akan ada jawaban. Kadang-kadang saya ingin menghentikan citra diri saya yang baru tetapi tidak bisa karena berpikir dengan cara baru memberikan saya sedikit rasa nyaman yang tidak bisa saya dapatkan dari cara berpikir lama.
Saya bersyukur sekali, meskipun hanya mampu mengajukan pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban. Pertanyaan itulah yang membimbing ke arah mana saya menuju. Saat masuk kuliah saya langsung tertarik dengan mahasiswa yang hoby demo dan membicarakan masalah-masalah bangsa. Saya memiliki pergaulan baru yang memberikan jawaban pertanyaan-pertanyaan saya. Saya tidak pernah menyangka jika perjalanan saya kemudian berlanjut dengan pertemuan dengan aktivis-aktivis terkemuka di NTB yang memiliki ketajaman analisis. Pertanyaan-pertanyaan saya mulai terjawab setelah saya ajukan terus selama lebih dari 3 tahun.
Karena itulah di awal tulisan ini saya ‘menggugat’ pertanyaan yang tidak memberdayakan. Saya telah mengalami : pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan secara konsisten akan mendapatkan jawaban-jawabannya. Karena itu buatlah pertanyaan-pertanyaan kepada diri Anda yang membantu Anda untuk maju, bukan mengajukan pertanyaan yang jawabannya akan membuat Anda bergerak mundur.
Buku yang begitu luar biasa memberikan pijakan pertama bagi saya untuk meloncat itu berjudul : Berpikir dan Berjiwa Besar (DJ Schwarz). Bersyukurlah Anda begitu bergabung dengan bisnis ini, sponsor Anda merekomendasikan buku ini. Sponsor Anda ibarat mengulurkan tali saat Anda terjebak di lobang yang dalam. Jangan sia-siakan, tangkap talinya dan jika Anda belum memiliki, miliki sekarang juga.
Sebelum mengenal bisnis ini, saya dan teman-teman aktivis berani berpikir besar tentang hal-hal politik tetapi anehnya kami memiliki pikiran yang sangat kecil untuk menjadi kaya. Di mahasiswa kami sudah terbiasa membangun impian yang ‘mustahil’ dicapai, kami menjadikannya ‘tegangan kreatif’ untuk menarik potensi di diri kami untuk melakukan hal-hal yang kami anggap penting untuk perubahan sosial politik. Anda mungkin pernah mendengar kalimat “Revolusi Sekarang Juga...!!” Terlalu banyak orang mentertawakan kami dan begitu banyak ancaman rezim kami terima. Toh aktivis tidak bergeming, tetap fokus, antusias, ngotot dan konsisten.
Setelah mengenal bisnis ini saya menyadari ternyata kita bisa jadi lepas dari sebuah toples keyakinan tertentu tetapi bisa jadi masih terkungkung di toples keyakinan lain yang tidak memberdayakan. Saya baru saja belajar memecah toples keyakinan kemiskinan. Dan ketika saya mensosialisasikan keyakinan baru ini, saya mendapat tertawaan sebagian teman aktivis. Luar biasa kaya adalah sebuah konsep yang ‘menindas’, kemiskinan adalah romantisme yang harus dipelihara untuk membuktikan bahwa aktivis rela berkorban. Bahasa gampangnya seperti ini,”Demi rakyat dan bangsa tercinta. Demi petani, buruh dan kaum miskin kota. Kami rela tetap miskin selamanya untuk tetap di garis depan perjuangan”. Sebuah nilai-nilai yang juga saya pegang sebelumnya sebagaimana saya mengimani nilai-nilai agama.
Mengapa saya keluar dari toples keyakinan lama dan belajar keyakinan baru? Pertama, karena saya terus mempertanyakan apa dampak dari keyakinan lama saya? Saya mulai membayangkan,”Mungkinkah perjuangan dilakukan dengan perut kosong?. Mungkinkah memperjuangkan kesejahteraan sementara anak-anak tidak tercukupi kebutuhan pendidikannya?” Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Saya melihat orang-orang yang memegang keyakinan sama tetapi 10 tahun lebih dulu dari saya. Dengan merekalah saya bercermin masa depan saya 10 tahun yang akan datang. Karena melihat masa depan saya tidak begitu cerah, saya mulai mencari nilai-nilai keyakinan baru yang memberdayakan kehidupan keluarga dan tentu saja kehidupan sosial saya.
Kedua, karena saya terus bertanya sayapun mendapat jawabannya. Bisnis ini mengenalkan saya kepada begitu banyak buku yang merekonstruksi keyakinan-keyakinan saya. Berpikir dan Menjadi Kaya (Napoleon Hill), Berpikir dan Menjadi Sukses (DJ Schwarz), Awaken the Giant (Anthony Robbin), Rich Dad series (Robert K), Financial Revolution (Tung DW) dan banyak lagi buku-buku lainnya. Saya mulai belajar bahwa kaya adalah baik adanya. Kaya tidak mengikis idealisme kita. Kaya tidak akan menjauhkan kita dari jalan pengabdian. Kaya tidak mengaburkan iman dsb. Ada kalimat penting dari Wallace d Wattless yang ‘menusuk’ saya. Kalimat itu berbunyi begini,”Langkah pertama yang terbaik untuk mengurangi jumlah kemiskinan adalah memastikan ANDA bukan salah satu dari daftar orang miskin”.
Meskipun uang bukan segala-galanya, sayangnya ternyata segala-galanya termasuk tujuan-tujuan mulia hidup kita memerlukan uang. Saya makin menyadari bahwa, andaikata sekalipun SAYA TIDAK INGIN KAYA tetapi SAYA HARUS KAYA.
Karena saya berpikir harus kaya, saya mulai melupakan pertanyaan : apakah saya bisa kaya? Tanpa saya sadari saya berpindah fokus pada pertanyaan : Bagaimana caranya bisa kaya? Sebuah pertanyaan memberdayakan yang saya yakin akan menemukan jawabannya dalam bentuk yang nyata. Gusti Allah ora turu (Tuhan tidak tidur) kata orang jawa. Setiap kita bertanya DIA akan menurunkan jawaban. Saya percaya suatu hari akan mendapat jawaban itu.
Apa pelajaran dari cerita panjang kehidupan saya? Jika Anda ingin keluar dari toples keyakinan yang membelenggu, carilah model-model sukses dimana Anda ingin seperti mereka. Bergaullah dengan mereka jika ada disekeliling Anda. Apakah ada atau tidak Anda juga harus mencari model sukses yang jauh lebih besar. Itu bisa Anda dapatkan dari kaset atau buku-buku sukses yang bisa Anda dapatkan secara mudah di toko-toko buku terdekat. Saat Anda mendengar kaset atau membaca buku-buku sukses, pikiran Anda mulai mengikuti pola-pola berpikir orang-orang sukses. Kalau pola berpikir dan melakukan tindakan sama, Anda pun akan berlari pada arah yang sama meski pada jalan yang berbeda. Jalan yang Anda lewati satu tujuan dengan jalan yang mereka lewati. Jalan menuju sukses. Jika Anda menyempurnakan pola berpikir dan tindakannya, Anda pasti lebih cepat sukses daripada figur yang Anda pelajari. take from(begreatvision.com)
Read More..

Saturday, 19 July 2008

Sepuluh Rahasia Orang-Orang SUKSES.....!

Harian Investor’s Business Daily, salah satu dari 100 koran nasional terbesar di Amerika Serikat, selama bertahun-tahun telah menganalisa para pemimpin dan orang-orang sukses dari berbagai bidang. Mereka menemukan bahwa orang-orang paling sukses memiliki 10 sifat yang sama. Kesepuluh sifat ini, bila dikombinasikan, akan mengubah sasaran dan impian mereka menjadi kenyataan.

Saya yakin hal ini dapat setidaknya menjadi panduan bagi kita untuk mencapai sukses dalam setiap aspek kehidupan kita: karir, keluarga, hubungan dengan sesama, keuangan, dsb. Mari kita bahas satu per satu.

1. CARA ANDA BERPIKIR ADALAH SEGALANYA: Senantiasa berpikir positif. Berpikir mengenai kesuksesan, bukan kegagalan. Waspadalah terhadap lingkungan yang negatif.
Orang sukses adalah orang yang optimis. Mereka selalu melihat sisi positif dari segala situasi atau masalah yang muncul dalam perjalanan mereka menuju sukses. Orang sukses percaya bahwa ada hikmah dibalik segala apapun yang terjadi dalam hidup mereka.

Orang sukses memiliki keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sementara pecundang biasanya tidak memiliki keinginan apapun. Orang sukses yakin bahwa mereka ditakdirkan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Pecundang biasanya menerima kehidupan mereka sebagaimana adanya.
Terlebih lagi, dengan berpikir positif, Anda akan belajar dari segala kejadian yang menimpa Anda, baik atau buruk. Kita akan lebih banyak memetik pelajaran dari masalah dan kegagalan, dibanding kesuksesan. Dan kita hanya dapat melakukan ini bila kita berpikir positif. Apa manfaat dan pelajaran yang bisa kita petik dibalik sebuah peristiwa? Apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak terulang kembali di kemudian hari? Dapatkan jawabannya, dan lanjutkan perjalanan ke arah sukses yang kita kehendaki.

2. TETAPKAN TUJUAN DAN IMPIAN: Tulislah tujuan Anda secara spesifik, dan kembangkan sebuah rencana untuk mencapainya.

Norman Vincent Peale berkata, “Bila Anda hendak menuju ke suatu tempat, Anda harus tahu hendak ke mana dan bagaimana menuju ke sana."

Kita butuh "kompas" sebelum membutuhkan "jam". Maksudnya, sebelum kita bisa mengatur waktu kita (jam), kita terlebih dahulu harus tahu hendak ke mana, apa prioritas dan tujuan kita, dan ke mana arah kita melangkah (kompas). Kemana Anda hendak melangkah jauh lebih penting dibanding seberapa cepat Anda dapat mencapainya.

Bila Anda telah menetapkan tujuan Anda, ambillah secarik kertas dan tulislah. Tujuan/sasaran hidup yang Anda tulis memiliki kekuatan untuk mewujudkan diri. Hal-hal yang tadinya tidak bisa menjadi BISA. IMPIAN menjadi RENCANA, dan rencana menjadi KENYATAAN. Ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan, "Don't just think it - ink it!" (Jangan hanya memikirkannya. Tuliskanlah!)
Jadi, tuliskanlah tujuan Anda secara spesifik. Akan lebih baik lagi bila Anda mencetaknya dan menempelkannya di beberapa tempat, seperti di monitor komputer, di cermin di kamar mandi, dsb. Bacalah setiap hari, khususnya di pagi hari sebelum memulai aktifitas, dan di malam hari sebelum Anda tidur. Ini akan membuat perhatian Anda senantiasa mengarah pada tujuan Anda. Gary Zukav mengatakan, “Kemana perhatian Anda mengarah, ke situlah Anda akan pergi.”

3. BERTINDAKLAH: Tujuan tidak ada artinya tanpa ada tindakan. Jangan takut untuk memulai sekarang. Lakukanlah
Saya hendak mengutip kata-kata yang begitu bagus dari Og Mandino, "Impianku tidak ada gunanya. Rencanaku hanyalah debu yang mudah tertiup angin. Tujuanku tidak mungkin tercapai. Semuanya tidak ada gunanya, kecuali mereka diikuti oleh adanya Tindakan. Saya akan bertindak sekarang."

Tindakan adalah kuncinya. Tidak akan ada yang terjadi hingga Anda mengambil tindakan. Impian sebesar apapun hanya akan menjadi mimpi di siang bolong bila tidak diikuti dengan tindakan.

Setelah mengambil tindakan, apapun yang terjadi, JANGAN MENYERAH! Halangan akan selalu ada dalam proses Anda mengambil tindakan. Yang penting, jangan menyerah!


4. JANGAN BERHENTI BELAJAR: Kembalilah ke sekolah atau baca buku. Ambillah program pelatihan dan tingkatkan ketrampilan.

Anda tidak butuh gelar MBA atau PhD untuk mencapai hidup yang sukses. Pada kenyataannya, banyak orang-orang sukses yang bahkan tidak menyelesaikan pendidikan formal mereka.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki tingkat inteligensi yang biasa saja. Tapi mereka berhasil menggali potensi maksimal dalam diri mereka, dan mencapai tujuan mereka dalam kehidupan pribadi dan keuangan, karena mereka TIDAK BERHENTI BELAJAR. Untuk mencapai sukses, Anda harus terus menerus bertanya, senantiasa penasaran dan tertarik dengan hal-hal dan pengetahuan baru.
Kemauan belajar ini menjadi lebih penting lagi di masa sekarang, dimana terjadi perubahan yang sangat cepat dalam teknologi dan bisnis.

5. GIGIH DAN BEKERJA KERAS. Sukses adalah sebuah lomba lari marathon, bukan sprint. Jangan pernah menyerah.
Gigih adalah ciri yang paling penting yang dimiliki oleh orang-orang sukses. Mereka sadar bahwa SEORANG PEMENANG TIDAK PERNAH MENYERAH, DAN ORANG YANG MENYERAH TIDAK PERNAH MENANG.

Gigih berarti tidak sudi menyerah. Gigih berarti tidak pernah berhenti. Kegigihan adalah saat ketika Anda tahu apa tujuan Anda, apa yang ingin Anda capai dalam hidup Anda, dan Anda memutuskan untuk tidak akan menyerah dalam upaya untuk mencapainya. Gigih berarti memutuskan untuk hanya memilih salah satu: berhasil atau mati dalam proses untuk mencapainya.
Kegigihanlah yang membuat Anda sanggup memutuskan untuk tetap melangkah maju, meskipun keadaan sama sekali tidak mendukung. Dengan kegigihan, Anda akan mencapai apapun yang Anda inginkan dalam hidup Anda.

Tidak ada yang mengatakan bahwa jalan menuju sukses adalah sebuah jalan tol. Meskipun telah mencurahkan seluruh perhatian dan kerja keras, kadang kala Anda bisa saja gagal. Banyak pengusaha sukses yang pernah mengalami kemunduran, bahkan kebangkrutan dalam bisnis mereka. Namun mereka bangkit kembali dan kemudian terbukti berhasil mencetak keberhasilan di bidang yang mereka geluti. Seperti yang dikatakan oleh Confucius, “Tidak menjadi masalah bila kamu lamban, selama kamu tidak berhenti.”
Keberanian Anda untuk tetap gigih ketika menghadapi kegagalan, dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kegagalan dan kekecewaan adalah jaminan bagi kesuksesan Anda. Belajarlah untuk bangkit bila jatuh, dan memulai lagi dari awal. Kegigihan Anda adalah ukuran dari keyakinan Anda. Ingat, tidak ada yang dapat menghentikan orang yang gigih dan bersungguh-sungguh. Dan bila Anda sungguh-sungguh, Anda akan jadi sungguhan.

6. BELAJAR MENGANALISA HAL-HAL DETAIL. Dapatkan semua fakta, kumpulkan semua masukan. Belajarlah dari kesalahan.
Sekitar 45% perusahaan baru gagal bertahan lebih dari 2 tahun. Salah satu alasan utamanya adalah banyak pengusaha yang tidak memiliki cukup pengetahuan yang dibutuhkan sebelum terjun ke bidang bisnis mereka.


Orang-orang sukses adalah orang yang terus belajar sepanjang hidup mereka. Orang yang selalu berusaha melakukan peningkatan dan perbaikan tanpa henti. Mereka memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar. Motto mereka adalah, "Tidak ada kata 'gagal', yang ada adalah feedback."

Mereka tahu, yang dibutuhkan adalah terus melakukan perbaikan, mengambil resiko, melakukan kesalahan dan memandang kesalahan sebagai kesempatan untuk bangkit kembali. Cara yang efektif untuk mengembangkan kebiasaan ini adalah dengan membuka pikiran Anda. Bacalah buku di bidang yang Anda geluti. Jadikan mobil Anda sebagai "mobile university" dengan mendengarkan CD audio pendidikan sambil bermacet ria di jalan, khususnya kota Jakarta.:-) Hadirilah seminar dengan pembicara ahli dibidang yang Anda tekuni. Dengan demikian, Anda akan selangkah di depan para pesaing Anda. Pengetahuan Anda akan bertambah, dan Anda akan mendapatkan lebih dalam hidup Anda.

7. FOKUSKAN WAKTU DAN UANG ANDA. Jangan biarkan orang atau hal lain mengalihkan perhatian Anda.
Hal yang terpenting adalah fokus pada tujuan Anda dan kekuatan Anda. Sebagian orang fokus pada apa yang telah mereka alami, tapi orang sukses fokus pada apa yang akan mereka raih.


Ketika ditanya mengenai rahasia kesuksesannya, seorang pemenang angkat besi mengatakan, "Saya mencoba untuk tidak memikirkan beratnya, tapi pada proses mengangkatnya. Begitu kamu mulai memikirkan beratnya, kamu tidak akan bisa mengangkatnya." Pemenang angkat besi itu menyadari bahwa ada yang lebih penting dibanding fakta beratnya beban yang harus ia angkat. Disitulah kekuatannya untuk mengangkat tersedia untuknya. Ia sadar, ada yang jauh lebih penting dari sebuah fakta, yakni bagaimana sikapnya terhadap fakta itu.

Aplikasi dari prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari amatlah jelas. Kita khawatir terhadap sebuah masalah, atau fokus pada kemungkinan pemecahan masalah yang ada. Kita melihat berbagai kekurangan dalam hidup kita, atau membuka mata terhadap berbagai kelimpahan yang telah kita terima dalam hidup kita. Apapun masalah yang Anda hadapi, apapun beban menakutkan yang Anda pikul, apapun godaan yang tampaknya menguasai Anda, apapun krisis yang melanda Anda, ingatlah: jangan perhatikan beratnya, perhatikan proses mengangkatnya.

Fokus pada kekuatan diri Anda. Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Semua orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Agar menjadi efektif, Anda harus mengenali kekuatan-kekuatan Anda dan berkonsentrasi padanya. Anda akan lebih sukses bila Anda fokus pada bidang-bidang yang menjadi kekuatan Anda, sehingga Anda dapat melakukan yang terbaik.

Sebagai contoh, di dunia bisnis, bila Anda memiliki insting marketing yang baik, maka manfaatkanlah semaksimal mungkin. Carilah seorang asisten untuk bidang tertentu yang kurang Anda kuasai, misalnya akunting atau keuangan. Bila Anda ingin menguasai bidang itu, cobalah meminta panduan dari seseorang atau mengambil kursus formal.

Jangan biarkan siapapun mengalihkan perhatian Anda dari tujuan Anda. Peter McWilliams mengatakan, “Apa yang lebih penting, tujuan Anda, atau pendapat orang lain mengenai tujuan Anda?"

8. JANGAN TAKUT BERINOVASI. TAMPILLAH BEDA: Orang biasa hanya mengikuti arah ke mana kawanan domba berjalan.
Inovasi datang dari kemampuan perenungan yang dalam dan melahirkan solusi-solusi baru untuk masalah-masalah lama. Menyelesaikan masalah konvensional dengan jalan atau pendekatan yang berbeda. Banyak orang yang melakukan hal-hal yang sama sepanjang hidup mereka, namun mengharapkan hasil yang berbeda.

Seorang entrepreneur butuh kemampuan berpikir kreatif dalam segala hal. Setiap produk baru, setiap metode marketing baru, setiap keputusan bisnis - semuanya membutuhkan pemikiran yang kreatif. Seringkali, seorang entrepreneur menjadi begitu sukses hanya dengan satu ide kreatif. "Sebuah penemuan adalah melihat apa yang dilihat oleh semua orang, dan memikirkan apa yang belum terpikirkan oleh orang lain," kata Albert Szent-Gyorgys.

9. BERHUBUNGAN DAN BERKOMUNIKASI DENGAN EFEKTIF. Belajarlah untuk mengerti dan memotivasi orang.
Kita berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita setiap hari. Tapi tunggu sebentar: Sudahkah kita berkomunikasi dengan mereka secara efektif? “Seberapa baiknya kita berkomunikasi tidak ditentukan oleh seberapa baiknya kita mengatakan sesuatu, tapi oleh seberapa baiknya kita dimengerti,” kata Andrew Grove.
Komunikasi adalah salah satu aspek paling krusial dalam bisnis. Anda harus memastikan team Anda tahu apa yang sedang terjadi. Anda akan kesulitan mencapai sasaran jangka panjang bila team Anda tidak memahami visi Anda. Setiap anggota team harus memperoleh gambaran yang jelas dan bersedia berperan serta dalam rencana Anda. Dengan demikian, Anda akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses.

Entrepreneur sukses selalu berhasil memimpin anggota teamnya dan membuat mereka menyelesaikan tugas-tugas mereka. Mereka menggunakan kombinasi dari berbagai metode - motivasi yang efektif, perencanaan, coaching dan evaluasi. Mereka peduli dengan orang lain dan bisa bergaul dengan berbagai kalangan. Orang-orang sukses tahu bahwa apa yang kamu berikan akan kembali kepada kamu sepuluh kali lipat.

Zig Ziglar mengatakan, "Kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan dalam hidup - bila kamu menolong cukup banyak orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan." Brian Tracy mengatakan begini, "Orang sukses selalu melihat kesempatan untuk menolong orang lain. Orang yang tidak sukses selalu bertanya, 'Bagian saya mana?'"
Orang sukses adalah orang yang bersedia membantu tanpa pamrih. Mereka memberi tanpa mengharapkan imbalan. Mereka memberi tanpa memperhitungkan untung dan rugi. Mereka lebih bahagia karena kebahagiaan mereka datang dari memberi. Ketika Anda membuat orang lain senang dengan membantu menyelesaikan masalah mereka, Anda menjadi bahagia. Bila Anda memberi kebahagiaan, Anda beroleh kebahagiaan.

10. JUJURLAH DAN JADILAH ORANG YANG DAPAT DIANDALKAN; BERTANGGUNG JAWABLAH. Tanpa yang satu ini, maka No. 1 - 9 tidak akan berguna.
Anda bisa mencapai tujuan Anda bila Anda bisa mempercayai diri Anda sendiri. Kepercayaan diawali dari dalam diri Anda. Ketika Anda percaya pada diri sendiri, Anda akan mengatakan apa yang sebenarnya. Ini akan membuat orang mempercayai Anda.
Percaya pada diri sendiri membutuhkan komitmen. Anda harus mengembangkan kekuatan mental dan tetap memegang teguh keyakinan dan prinsip Anda. Bila Anda telah berusaha maksimal, maka jangan larut dalam kekecewaan bila hasil yang Anda peroleh adalah kegagalan. Lihatlah kegagalan sebagai feedback, kemudian bangkit dan ambil langkah berikutnya. Terimalah kenyataan bahwa Anda tidak mungkin menang setiap saat. Ini adalah hukum alam. Ada saat dimana ada orang lain yang sanggup melakukan sesuatu yang lebih baik dari Anda. Yang penting Anda bisa mengatakan pada diri sendiri, bahwa Anda telah berusaha secara maksimal.

Arthur S. Adams pernah mengatakan, “Karakter yang baik adalah kualitas yang membuat seseorang dapat diandalkan, baik dalam kondisi sedang diperhatikan atau tidak. Ialah yang membuat orang bersikap jujur, meskipun sebetulnya punya kesempatan untuk tidak bersikap jujur. Ialah yang membuat orang berani ketika dihadapkan dengan tantangan yang besar, yang memberi seseorang keteguhan untuk menjalankan disiplin diri dengan bijak.”

Entrepreneur sukses selalu dapat diandalkan karena mereka bertanggung jawab penuh atas tindakan-tindakan mereka. Mereka tahu bahwa apa yang mereka hadapi hari ini, dan kemana mereka akan pergi esok, sepenuhnya tergantung pada pilihan dan keputusan mereka. Mereka adalah orang-orang yang proaktif, yang menetapkan tujuan mereka dan mengambil langkah untuk mencapainya. Mereka sepenuhnya bergantung pada sumberdaya dan kemampuan mereka sendiri.
Mengambil tanggung jawab, dan menjadi orang yang bertanggung jawab adalah hal yang membuat Anda berbeda dari orang lain. Dalam situasi seperti apapun, Anda hanya akan merasakan kepuasan bila Anda belajar bertanggung jawab atas tindakan-tindakan Anda dalam hidup ini. Orang-orang yang berprestasi adalah orang yang tahu bahwa mereka bertanggung jawab 100% atas apapun yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka tidak menyalahkan orang lain. “Ada dua pilihan utama dalam hidup: menerima keadaan sebagaimana adanya, atau menerima tanggung jawab untuk mengubahnya," kata Denis Waitley.

Akhir kata, saya ingin mengutip kata-kata Brian Tracy mengenai salah satu ciri dari 1% orang yang sukses dalam masyarakat kita, "Mereka melihat diri mereka sebagai President dari perusahaan mereka sendiri. Orang-orang yang ada di puncak kesuksesan dalam masyarakat kita memiliki sikap sebagai orang yang 'mempekerjakan diri sendiri' (self-employed). Kita semua adalah orang yang bekerja untuk diri kita sendiri. Kita adalah President dari perusahaan kita sendiri. Anda bekerja untuk diri Anda sendiri. Salah besar bila Anda beranggapan bahwa Anda bekerja untuk orang lain. Kita bekerja untuk diri kita sendiri. Orang yang membayar gaji kita bisa saja berganti; pekerjaan kita bisa berganti, tapi kita tetaplah orang yang sama. Kita konstan, tidak pernah berganti, orang yang 'mempekerjakan diri sendiri'. Ini bukanlah sebuah pilihan, ini adalah sebuah mandat, sebuah amanah, bahwa Anda adalah President dari perusahaan Anda sendiri. Anda adalah President dari karir Anda sendiri, hidup Anda sendiri, keadaan keuangan Anda sendiri, keluarga Anda, dan kesehatan Anda. Anda sepenuhnya bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri. Tidak ada orang yang akan melakukannya untuk kita. Berpikir bahwa Anda adalah President dari hidup Anda sendiri adalah pemikiran yang membebaskan dan paling menggembirakan.”

Salam Sukses,
Read More..

Tuesday, 15 July 2008

Bisnis Idaman di depan mata....!

By: GGS (admin)

5 karakteristik bisnis idaman

Semua orang mendambakan sebuah bisnis idaman yang memiliki karakteristik:

1. Modal rendah. Jika terjadi kegagalan dalam bisnis yang sedang ditekuni ,maka kegagalan tersebut tidak mengakibatkan kerugian yang besar.
2. Adanya pengarahan,bimbingan dan dukungan ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang:
a. Cara memulai bisnis tersebut.
b. Cara mengelola dan mengembangkan bisnis tersebut.
c. Cara menyelesaikan persoalan yang timbul dalam bisnis tersebut.
d. Cara menghadapi hambatan yang ada.
e. Pembimbing yang mampu mengingatkan dan memberi motivasi,serta membantu untuk kembali berdiri tegak saat saat mengalami kejatuhan,seperti pertemuan,training,seminar dll.
3. Resiko Kecil.Jika mungkin bisnis tersebut tidak beresiko.
4. Pendapatan Besar.Tingkat pendapatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan hingga tidak terbatas.
5. Eksapansi mudah.Bisnis ini harus bisa dikembangkan seluas-luasnya.
Selama ini, belum pernah ditemukan karakteristik bisnis idaman tersebut. Ketika muncul sebuah peluang bisnis dengan karakteristik yang selama ini dicari, banyak orang justru TIDAK PERCAYA. Akibatnya reaksi mereka adalah:
• Memandang sebelah mata pada bisnis tersebut.
• Mencurigai bisnis tersebut dan menganggap semuanya itu hanya kebohongan dan penipuan belaka.
• Menghindari dan menganggap bisnis tersebut tidak mungkin untuk dilakukan.
Sebenarnya bisnis idaman tersebut adalah bisnis multi- level marketing (Biasa disingkat MLM) atau bisnis network marketing.Saat kita menyerahkan biaya pendaftaran untuk menjadi anggota, atau distributor,sebuah perusahaan MLM,kita akan mendapat paket informasi perdana.Atau sering disebut dengan istilah Distributor Kit,Starter Pack,Atau Starter Kit.
Adapun karakteristik dari bisnis MLM adalah:
1. Modal Rendah
Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis MLM tidaklah tinggi,hanya berkisar pada puluhan ribu rupiah. Reandahnya modal awal ini disebabkan karena:
• Sebagai distributor atau agen perusahaan MLM kita tidak harus menyediakan tempat seperti ketika kita membuka toko,atau kantor,untuk jenis usaha lainnya.Kita bisa menggunakan rumah kita sebagai tempat usaha. Bahkan ada perusahaan MLM yang menyediakan tempat/kantor sebagai pusat kegiatan para agen/distributornya.
• Sebagai distributor kita tidak perlu memiliki persediaan atau stok barang yang banyak,cukup hanya untuk keperluan kita atau hanya sebagai contoh produk saja.Karena hal stok itu dilakukan pihak perusahaan.
• Sebagai distributor kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggaji manajemen.Karena hal tersebut telah dilakukan oleh perusahaan dan juga untuk seluruh kegiatan operasional lainnya.sehingga sebagai distributor dapat focus pada bidang pemasaran dan pembentukan jaringan rekan kerja(networking).Selain itu,modal awal yang kita sediakan sebenarnya hanya digunakan untuk mengganti biaya cetak dari:
o Lembaran Brosur yang mengulas tentang profil perusahaan.
o Lembar brosur yang berisi tentang keterangan mengenai produk-produk yang dimiliki perusahan.
o Lembaran informasi yang berisi rencana bisnis perusahaan .

2. Pengarahan dan Bimbingan
Bisnis MLM merupakan bisnis dambaan.Setiap orang yang ingin memiliki sebuah bisnis pasti menginginkan adanya bimbingan dari seorang yang lebih memiliki pengalaman dalam bisnis,atau usaha tersebut.Dalam bisnis MLM setiap orang mendapatkan bimbingan yang berasal dari:
• Upline, yaitu rekan kerja yang telah mengajak kita untuk menekuni usaha MLM.Denag pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki mereka dapat mengarahkan,membimbing,serta mendampingi kita saat menjalani bisnis ini.
• Support system,yaitu system penunjang yang menyediakan:
o Sistem pendidikan,dengan ini setiap distributor dapat mempelajari cara untuk meraih kesuksesan.
o Peralatan penunjang,yang dapat membantu dan mempermudah dalam menjalani bisnis,seperti kaset,VCD,DVD,brosur,majalah dll.

3. Resiko Kecil
Bisnis MLM memiliki resiko yang sangat kecil,bahkan bias dikatakan hamper tidak ada.Kecilnya resiko dalam bisnis ini disebabkan oleh:
• Modal usaha yang kecil.
• Sistem Transaksi cash & carry.Semua pembayaran dilakukan secara tunai oleh setiap rekan kerja kita,sehingga kita tidak memiliki piutang tak tertagih.
• Tanggung jawab terpisah.Masing-masing orang memiliki tanggung jawab dan kewajiban sendiri-sendiri.Kita tidak memiliki tanggung jawab terhadap setiap tindakan yang dilakukan oleh rekan kerja yang kita miliki.
Kecilnya resiko yang dihadapi saat menjalani bisnis MLM menjadikan bisnis ini menjadi idaman bagi orang-orang yang telah mengerti dan memahaminya.
4. Pendapan tidak terbatas/Besar

Bisnis jaringan adalah sebuah bisnis yang memiliki potensi pendapatan yang sangat besar,bahkan bisa dikatakan “tidak terbatas” ini disebabkan karena dalam jaringan bisnis seseorang tidak ada pembatasan jumlah rekan kerja yang boleh dimiliki.Sebagai contoh missal seorang distributor MLM memiliki 100 rekan kerja,setiap rekan kerja hanya memiliki omzet Rp500.000 saja,maka:

Rp500.000 x 100 = Rp50.000.000

Distributor tersebut memiliki jumlah omzet sebesar 50 juta rupiah.kalo hak yang dimiliki distributor sebut hanya 2% saja dari omzet tersebut,maka penghasilan yang bisa dimiliki bisa mencapai 1 juta rupiah.Nah itu baru 100 rekan kerja.Dan bila mempunyai 10.000 rekan kerja dan tiap rekan memiliki omzet Rp500.000 maka :

Rp500.000 x 10.000 = Rp5.000.000.000

Sehingga distributor tersebut memiliki jumlah omset 5 milyar rupiah.Dan kalo si distributor punya hak 2% saja dari omzet tersebut maka distributor tersebut akan memiliki penghasilan bisa mencapai 100 juta rupiah. Nah dari situ kita bisa kita lihat bahwa dalam bisnia jaringan Pendapatan kita tidak terbatas dengan kata lain Besar.

5. Perluasan Wilayah/Ekspansi Usaha
Ekspansi usaha adalah salah satu untuk memperbesar pendapatan dan juga memperkecil resiko kehilangan pendapatan.Kita pernah dengar istilah “JANGAN MENARUH SEMUA TELUR YANG DIPUNYAI DALAM SATU KERANJANG”.Demikian juga dengan bisnis ini.Perluasan wilayah menjadi satu hal yang sangat penting untuk dilakukan karena kita tidak pernah tahu kapan akan terjadi sesuatu pada salah satu wilayah usaha kita.Hal yang bisa terjadi pada sebuah wilayah:
• Bencana Alam
• Kerusuhan
• Keadaan Ekonomi yang memburuk.
• Perubahan kebijakan .
• Kestabilan keamanan dan politik satu wilayah yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Dan kemudahan dalam melakukan perluasan wilayah Bisnis MLM desebabkan oleh:
• Kegiatan bisnis MLM tidak membutuhkan tempat,atau outlet khusus.Kegiatan dari bisnis ini bisa dilakukan dimana saja,bahkan di rumah sekalipun.
• Perluasan wilayah bisnis tidak membutuhkan persedian barang yang terlalu banyak.
• Perluasan wilayah bisnis tidak membutuhkan pengurusan izin untuk menjalankan usaha.
• Distributor MLM tidak membutuhkan karyawan untuk menjalankan usahanya.
• Rekan kerja yang dibutuhkan pada suatu wilayah baru bisa dibentuk dari siapapun,bahkan orang yang baru kita kenal di wilayah tersebut.
Dengan segala kemudahan,kelebihan,keuntungan, dan keamanan yang dimiliki,tidak di dapat dipungkiri lagi bahwa bisnis MLM layak menjadi Bisnis Idaman bagi semua orang.Tidak hanya itu,di sisi lain,belum banyak orang orang yang memahami segala kelebihan yang dimiliki oleh bisnis ini.Hal ini menyediakan peluang untuk menjalankan bisnis ini terbuka sangat lebar,khususnya bagi mereka yang mau menekuninya.Penolakan,penghinaan,dan pelecehan dari masyarakat luas semakin mempertegas hal ini.oleh karena itu jangan sia-siakan peluang ini. Bertindaklah sekarang juga dan raihlah kesuksesan anda.



Read More..

Saturday, 12 July 2008

Bagaimana Menjawab Pertanyaan Prospek?

By: P.Gatot
Di awal menjalankan network marketing, judul ini adalah pertanyaan favorit saya. Setiap ketemu upline tidak ada pertanyaan lain selain pertanyaan ini. “Kalau ditanya begini bagaimana Up, kalau begono bagaimana Up...?

Kok nanya itu terus? Ya iyalah, lha setiap presentasi pasti ada saja pertanyaan yang aneh-aneh. Biasanya selesai presentasi atau saat follow up, pasti berdoa. “Mudahan pertanyaannya yang mudah-mudah semua..., mudahan nggak ada yang nanya.

Anda sama juga ya ?

Ha..ha..ha.... ya iyalah ... masak ya iya dong..!!

Untungnya, saya sering memperhatikan sponsor dan upline saya di setiap meeting after meeting. Saya perhatikan bagaimana mereka menjawab setiap pertanyaan dari prospek. Setiap pertemuan saya mendapat ilmu baru untuk menjawab pertanyaan. Lama-lama saya jadi hafal. Pertanyaannya itu-itu saja. Kalau anda konsisten hadir di pertemuan dan mau belajar dari upline Anda, saya jamin Anda akan sangat mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan prospek.

Ok, sebelumnya saya ingin sharing tips umum.

Anda pegang prinsip ini : tujuan menjawab pertanyaan adalah untuk membantu orang berpikir dengan benar sehingga bisa mengambil keputusan-keputusan yang tepat. Bukan supaya Anda kelihatan gagah, hebat, menang dsb.

Karena itu tugas Anda adalah menyelami pemikiran mereka lebih dulu dengan beberapa pertanyaan sampai Anda mendapatkan gambaran lengkap maksud dari pertanyaannya. Selanjutnya memandu mereka untuk berpikir dan menemukan jawabannya sendiri. Hindari jawaban yang membuat Anda kelihatan menang dan lebih hebat dari prospek apalagi sampai berdebat. Kalaupun Anda memenangkan perdebatan, prospek justeru kurang respek dengan Anda dan ujung ujungnya malah nggak join.

Anda menang tetapi sebetulnya Anda kalah

Jauh lebih baik, Anda selalu memposisikan orang untuk menang dan merasa lebih hebat dari Anda. Jadi mereka merasa nyaman bersama Anda, dan itu memudahkan Anda untuk meng-closing mereka. Dengan kata lain, Anda menang dengan membuat orang lain merasa menang.

Saya ingin sharing, tapi ini jangan dijadikan panduan baku ya. Jawabannya harus seperti ini, TIDAK. Karena sebetulnya tidak ada jawaban tunggal untuk setiap pertanyaan. Semakin tinggi ketrampilan people skill kita, kita akan semakin punya banyak alternatif jawaban tergantung siapa yang kita hadapi, bagaimana suasana psikhologisnya dsb.

Karena itu, sharing saya sebagian tentang konsep dasar dan sebagian lagi contoh praktis yang bisa Anda gunakan atau memudahkan Anda untuk mengembangkan sendiri jawabannya. Selanjutnya tugas Anda untuk selalu berpikir, bagaimana memberikan jawaban yang terbaik jika mendapat pertanyaan yang sama di lain waktu.

I. Yang berhubungan dengan Produk Kesehatan

Ada dua jenis users. Pertama, orang yang menggunakan produk untuk merawat kesehatan, vitalitas dan awet muda. Yang kedua, pengguna yang bertujuan untuk pemulihan kesehatan dari penyakit tertentu.

Untuk users tipe pertama, biasanya hanya sedikit muncul pertanyaan-pertanyaan kritis. Namun untuk jenis kedua, biasanya banyak pertanyaan yang tidak mudah dijawab oleh new distributor.

Banyak hal yang sudah dijelaskan di buku-buku produk, Anda harus mempelajarinya dan dianjurkan juga secara rutin mengikuti produk training supaya product knowledge Anda semakin baik. Saya hanya akan mensharingkan beberapa pertanyaan yang sering membuat distributor ‘gemetar’ sampai-sampai tidak berani meneruskan presentasinya.

Pertama : Produknya kok mahal?

Anda tanyakan dulu : “Maksudnya mahal bagaimana?” Jangan buru-buru memberikan jawaban karena bisa jadi yang dimaksud mahal adalah prospek belum punya uang untuk membelinya. Saya beberapa kali menemukan prospek yang bilang mahal tadi ternyata menganggap harga produk standar aja bahkan ada yang bilang murah.

Tetapi karena sedang tidak punya uang, yang keluar adalah kata mahal. Mengapa? Semua orang pasti malu untuk mengatakan, saya tidak punya uang. Gengsi..!! (Sebagian beralasan tidak punya uang sebagai cara untuk menolak)

Kalau posisinya seperti ini, Anda hanya perlu mencari timing pembelian saja. “Kalau sudah punya uang, Bapak mau membeli produknya khan pak ? Baik, kalau begitu saya boleh berkunjung lagi awal bulan khan? Misalnya Anda bisa bilang begitu kalau prospeknya gajian setiap awal bulan.

Kemungkinan jawaban yang lain sangat banyak, dan ini memerlukan ketrampilan Anda untuk menyesuaikan jawaban agar sesuai dengan pikiran dia. Pastikan Anda menggunakan kata-kata atau perumpamaan yang sama dengan yang disampaikan prospek. Misalnya prospek punya perbandingan dengan yang sudah dijalaninya : “Kalau saya sih biasanya pakai jamu A saja, murah meriah..!!

Anda gali lagi, “biasanya sekali minum jamu harganya berapa pak? Sebulan bisa berapa kali minum jamunya? Bagaimana pengaruhnya terhadap kesembuhan?

Dari jawaban-jawaban prospek, biasanya Anda bisa menemukan kelebihan-kelebihan produk Anda untuk dibandingkan harga dan manfaatnya. Lalu Anda sudah bisa mulai memberikan penjelasan, misalnya : (sory ini contoh di perusahaan saya lho)

“Pak, produk Tianshi sebetulnya sangat murah jika dibandingkan manfaatnya. Kelihatan tidak murah karena tidak dijual eceran. Coba Bapak hitung : 1 Botol cordysep harganya hanya 293 rb isi 100 kapsul. Per kapsul harganya kurang dari 3 ribu. Kalau Bapak setiap minum jamu menghabiskan 10 rb, sama saja dengan 3,5 kapsul cordysep. Kalau Bapak mengkonsumsi 3,5 kapsul, khasiat yang Bapak rasakan pasti sangat DAHSYAT..!!

Sebetulnya tidak ada barang yang mahal, yang ada adalah orang yang belum tahu manfaatnya. Misalnya krupuk 1 plastik dijual seharga 100 ribu dibanding dengan motor dijual 5 juta. Mana yang lebih mahal? Pasti krupuk yang dibilang mahal.

Karena itu, Anda perlu menunjukkan lebih banyak lagi kelebihan produk Anda selain perbandingan harga tadi. Misalnya, “Kalau Bapak minum Cordysep, bukan hanya asma Bapak yang sembuh, tapi ginjal, paru-paru, liver, jantung juga ikut dikuatkan. Kalau Bapak sekarang bisa main badminton 2 set, setelah pakai cordysep Bapak bisa main 3 set atau lebih”. (Penting juga mengaitkan manfaatnya dengan hoby prospek)

Dan yang sangat penting, tunjukkan bahwa dengan mereferensikan produk Anda ke orang lain, prospek bisa mendapatkan bonus. Artinya produknya bisa gratis.

Pertanyaan kedua : Apa Dijamin Sembuh?

Anda bisa tanya balik : Apakah sebelumnya Bapak pernah menjalani pengobatan yang dijamin sembuh?

Sebagian besar mereka pasti mengatakan, nggak pernah sih. Selesai...!!

Tapi mungkin ada yang melanjutkan,”Gak pernah sih, tapi saya sudah berobat macam-macam dan menghabiskan uang buuuanyak, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya”

Anda harus bisa menggali lebih dalam untuk bisa menyelami perasaan prospek.

Tanyakan, “Produk yang sudah pernah dipakai apa Pak?”

Dengarkan jawabannya sampai tuntas. Setelah Anda mendapatkan penjelasan, Anda bisa mulai menunjukkan perbedaan dan kelebihan produk Anda dengan produk yang pernah dipakainya.

Tidak perlu bombastis untuk memastikan kesembuhan. Bahkan obat-obatan terbaik didunia dan meski pasien dirawat dirumahsakit terbaik dunia pun, tidak menjamin keberhasilan 100%.

Katakan saja ”Bapak pasti setuju kalau kesembuhan ditentukan oleh kekuasaan Tuhan, betul khan Pak? Yang saya tahu, banyak orang mendapat petunjuk kesembuhan melalui produk ini. Banyak sekali yang sudah terselamatkan melalui produk ini”

Tunjukkan buku kesaksian yang relevan dengan kesehatan prospek. Jika ada beberapa kisah kesembuhan yang sama, pilihlah contoh pemakai produk yang paling mirip. Kalau prospek sudah berumur, tunjukkan kesaksian orang yang sudah berumur.

Jika prospek adalah seorang ibu, lebih baik tunjukkan kesaksian kesembuhan ibu-ibu pula. Dsb. Orang lebih tertarik dengan sesuatu yang punya kemiripan dengan dirinya.

Saya pernah coba produknya tapi tidak menyembuhkan?

”Dheg”, waktu masih baru, ditanya seperti ini, hampir-hampir nggak bisa ngomong saya. Sebabnya sepele, saya sendiri belum begitu yakin dengan produknya. Karena itu pastikan Anda dan keluarga menjadi pemakai produknya biar PD.

Sebaiknya tanyakan, ”Penyakit yang diderita apa Bu?” Tanyakan juga, sejak kapan mulai menderita? Bagaimana cerita awalnya?. Apakah selain penyakit yang diterapi dengan produk Anda, juga punya penyakit-penyakit yang lain?

Hal ini membantu Anda untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi kesehatan prospek dan menemukan terapi yang paling tepat. Dan yang sangat penting, kalau Anda banyak mendengarkan, prospek merasa Anda betul-betul memahami dia gitu loh. Jadi kalau Anda merekomendasikan sesuatu, dia tahu rekomendasi Anda sungguh-sungguh.

Secara bisnis, semakin banyak masalah kesehatan yang Anda ketahui, Anda berpeluang menawarkan produk lebih banyak. Omzet lagi...

Jangan salah lho :

Setiap keluhan adalah omzet .... Setiap keluhan adalah omzet .... ada keluhan ada omzet, keluhan lagi omzet lagi ...., keluhan lagi omzet lagi...!!

Jadi rajin-rajinlah mendengar keluhan.

Setelah memahami kesehatan prospek, tanyakan produk apa yang pernah digunakan. Sampai disini anda mungkin menemukan dua jawaban.

Pertama, prospek memilih produk yang tidak berhubungan langsung dengan jenis penyakit. Misalnya diabetes tapi yang dibeli malah nutrisi lain. Anda tunjukkan pilihan kombinasi produk yang lebih tepat.

Kemungkinan kedua, pilihan produknya sudah tepat. Jika ini yang terjadi, Anda tanyakan, minumnya berapa kali sehari? Apakah rutin konsumsi? Berapa lama waktu mengkonsumsi?

Kalau pengalaman saya sih, biasanya ada hal yang bisa kita temukan sehingga proses penyembuhannya belum nampak signifikan. Contoh sepele, ada yang mengkonsumsi kalsium dengan air mendidih atau bahkan direbus, padahal seharusnya cukup dengan air hangat.

Setelah menunjukkan kesalahan tersebut, Anda bisa merekomendasikan menggunakan produknya kembali dengan cara yang benar, takaran yang benar dsb.

Bagaimana jika kombinasi produk sudah tepat?

Anda jelaskan bahwa tidak semua orang dengan penyakit sama dapat sembuh dengan kecepatan sama karena kondisi tubuh setiap orang adalah unik. Banyak contoh yang sangat ekstrem, kanker pada seseorang bisa sembuh dalam hitungan minggu meski hanya dengan 1 atau 2 produk. Tetapi ada juga yang sembuh setelah lebih dari 6 bulan atau 1 tahun meskipun mengkonsumsi banyak jenis produk. Anda bisa sarankan untuk mencoba lagi dengan waktu yang lebih panjang.

Jika prospek ternyata sudah menggunakan produk dalam waktu yang lumayan, 2-3 bulan misalnya. Anda tanyakan pola hidup kesehariaanya yang berhubungan dengan penyakit. Misalnya,”Berapa bungkus rokok setiap hari? Apakah suka begadang? Apakah pekerjaannya terlalu melelahkan? Apakah makannya teratur? Banyak lagi.

Misalnya ada seorang yang sesak nafas dan mengaku kesembuhannya kurang signifikan setelah menggunakan produk Anda. Dengan banyak bertanya Anda mungkin menemukan : Ooooh pekerjaannya ternyata penjaga malam di tempat terbuka, dan setiap malam menghabiskan 2 bungkus rokok. Sementara di siang hari, kurang istirahat karena mencari income tambahan. Kalau begini caranya bagaimana mau sembuh?

Anjurkan kepadanya untuk melakukan pola hidup yang lebih sehat bersamaan dengan mengkonsumsi secara rutin produk sehingga memudahkan penyembuhan.

Sekedar tambahan, kadang-kadang prospek asal ngaku saja. Tujuannya supaya anda berhenti menawarkan. Kalau Anda merasa,”Keliatannya kok prospek ini pura-pura aja pernah pakai produk”, Anda bisa test dia.

Misalnya saya pernah test begini. Prospek bilang dia sudah pakai cordysep. Saya tanya dia, ”yang kapsul merah atau yang tablet kunyah Pak”. ”Yang merah..!”,katanya PD. Nah ketahuan khan ..? Padahal kapsul cordysep berwarna hijau putih.

Ok, selanjutnya ada yang tanya begini :

“Tetangga saya sudah pakai produknya lho mas, dulu sudah sembuh tapi kok penyakitnya kumat lagi? “

Anda bisa tanya balik : ”Bu, orang sehat bisa sakit nggak bu?” Bisa. ”Lha yang sehat aja bisa sakit apalagi yang sudah pernah sakit. Betul khan Bu?”

Tanyakan juga, ”Apakah tetangga Ibu rutin pakai produk atau hanya sekali saja?

Banyak faktor untuk mempertahankan kesehatan seseorang. Makanan sehat (food supplement) hanya salah satu unsur kesehatan. Jika seseorang sembuh, tapi pola hidupnya sehari-hari tidak pernah olah raga, sering makan terlambat, kurang istirahat, makanan tidak bergizi tentu sangat mudah terserang penyakit kembali. Bukan hanya penyakit lama bahkan juga penyakit-penyakit baru.

Saya sudah pakai produk lain, dan hasilnya juga bagus

Puji : Wah luar biasa. Produk apa yang dipakai? Boleh lihat produknya Pak?

Tunjukkan respek, bahwa produk tsb memang luar biasa.

Sarankan bahwa jika dikombinasi dengan produk Anda hasilnya luar biasa. (Tentu saja jika produk Anda benar-benar lebih dahsyat.

Nah ini pertanyaan yang paling ngeri :

Saya pernah dengar cerita ada orang setelah minum produk ini, besoknya meninggal dunia.

Jangan heran, diluaran ada saja orang-orang yang tidak mengerti dan suka menyebar gossip. Jadi kalau ada yang bertanya seperti itu, mereka tidak salah, mereka hanya belum pernah mendengar dari sumber informasi yang benar. Kadang-kadang, orang juga hanya menguji Anda, apakah Anda punya keyakinan yang kuat terhadap produk yang Anda tawarkan.

Tanya balik,” Bapak pernah nggak melihat orang meninggal di rumah sakit? Pernah nggak, Bapak melihat atau mendengar orang meninggal padahal sedang ditungguin oleh dokter dan perawat?

Jawabannya pasti,” Waah banyak sekali, malah setiap hari ada yang meninggal?”

Lanjutkan dengan pertanyaan,”Kalau banyak yang meninggal, mengapa tidak ada dokter yang ditangkap? Perusahaan dari obat yang diminum pasien juga nggak ada yang ditutup?

Kemungkinan besar jawabannya,”Ya... karena penanganannya sudah benar. Kalau meninggal ya memang karena sudah waktunya dipanggil”.

”Naaaaaah sama Pak. Banyak orang yang habis makan nasi langsung almarhum. Pasti bukan karena nasinya. Lha yang lagi olahraga badminton, tiba-tiba mati juga ada. Jadi nggak ada hubungannya”

Jelaskan bahwa produk Anda adalah nutrisi/food suplemen bukan obat. Obat jika disalahgunakan akan menimbulkan efek samping bahkan bisa kematian. Itulah sebabnya pemakaian obat harus menggunakan resep dokter.

Kalau food supplemen khan bebas efek samping. Weiiiiiit....!! Sebentar, jangan salah paham ya. Maksudnya bukan berarti bisa digunakan sembarangan. Bisa negatif juga jika digunakan dengan sarat-sarat kondisi tubuh yang kurang sesuai. Cabai saja, kalau dimakan penderita maag bisa bikin repot.

Tunjukkan bahwa makanan kesehatan yang Anda tawarkan aman untuk siapa saja asal sesuai petunjuk. Terbukti telah lolos pemeriksaan Balai POM dan lolos uji dari berbagai badan kesehatan lain yang terpercaya di dunia .

II. Pertanyaan yang berhubungan dengan bisnis

Ini khan bisnis tipu menipu

Jangan tersinggung jika prospek mengatakan seperti ini. Tanyakan alasannya, mengapa beliau mengatakan seperti itu. Mungkin prospek Anda pernah ditipu dengan skema piramid atau money game. Atau mendengar cerita temannya yang tertipu.

Tanyakan,” Yang Bapak maksud dengan tipu-menipu dimananya Pak?

Jika prospek Anda memang pernah tertipu dengan skema piramid atau money game, Anda bisa jelaskan perbedaan money game dengan MLM sebagaimana dijelaskan di oleh APLI. Karena itu pastikan Anda benar-benar mencatat dan menguasai materi ini.

Bisnis ini menguntungkan yang Atas?

Tanyakan : Maksud Anda menguntungkan yang berperingkat tinggi atau yang lebih dulu bergabung?

Kalau yang dimaksud adalah peringkat yang lebih tinggi. Jelaskan “Dimanapun bisnis atau pemerintahan atau apa saja, yang lebih berprestasi pasti mendapatkan lebih banyak. Direktur Astra nggak pernah jualan motor tapi lebih besar mana gajinya dengan salesman? Apa Direktur Astra nggak kerja? Kerja, namun kerjaannya beda dengan seorang salesman di lapangan.

Kalau yang dimaksud adalah yang duluan bergabung, Anda bisa tunjukkan bukti, banyak distributor yang bergabung belakangan tetapi lebih sukses. Penghasilannya, tentu jauh lebih besar dari orang-orang yang lebih dulu bergabung.

Untuk topik ini Anda bisa membaca lebih lengkap di Artikel : Network Marketing Kontroversial..!!

II. Pertanyaan yang berhubungan dengan Sikap terhadap Diri Sendiri

Ada prospek yang memang sudah ingin join dan bertanya untuk konsultasi. Tetapi sebagian besar karena tidak yakin kepada diri sendiri bisa sukses di bisnis ini sehingga ingin menolak tawaran Anda. Namun karena tidak enak mengungkapkan apa adanya, keluarlah alasan macam-macam.

Kadang-kadang alasannya asal aja :

Saya nggak bakat yang ginian.

Maksudnya yang ginian, bagaimana Pak? Anda perjelas dulu yang dimaksud oleh prospek. Jawabannya bisa sangat beragam, mungkin karena nggak punya waktu, gengsi dan sebagainya.

Kalau sudah jelas yang dimaksud, lebih mudah Anda menjawabnya.

Saya nggak punya waktu

Bapak tepat di bisnis ini. Bisnis ini justeru banyak dilakukan oleh orang-orang sibuk supaya mereka punya kebebasan waktu di masa yang akan datang. Bapak pasti juga tidak ingin selamanya sibuk, betul khan pak? Bapak pasti senang jika 2-3 tahun lagi Bapak memiliki kebebasan waktu.

Bisnis ini sangat sederhana, Bapak bisa melakukan diwaktu luang dan saya akan membantu Bapak. Bapak tinggal mengundang keluarga dan teman, lewat telpon 15 menit sudah selesai. Nanti saya yang presentasi hanya perlu waktu 1 jam. Kalau ada yang bergabung, gabungnya ke Bapak. Grup Bapak akan berkembang.

Menariknya, bisnis ini juga memiliki dimensi investasi waktu. Kalau Bapak punya waktu 1 jam sehari, dan nantinya memiliki 100 orang jaringan yang seperti Bapak, artinya ada 100 jam kerja per hari di jaringan Bapak. Padahal sebagian orang yang berhasil Bapak sponsori pasti ada orang-orang yang memiliki banyak waktu untuk menjalankan bisnis ini. Jadi potensinya lebih besar dari 100 jam per hari.

Saya nggak punya teman

Nggak ada orang yang nggak punya teman. Kalimat prospek yang lengkap sebetulnya begini : “Saya nggak punya teman yang bisa menjalankan bisnis ini”.

Biasa, orang yang belum tahu cara menjalankan bisnis ini biasanya hanya mengingat beberapa teman dekat dan langsung menyeleksinya. Si A gak punya uang, Si B, pemalu, Si C, suka malu-maluin, Si D apalagi suka bohong waaah......

Anda bisa tunjukkan besarnya potensi bisnis ini dengan permainan daftar nama. Mintalah dia menulis nama siapa saja yang dikenal dalam waktu 1 menit. Dari situ akan kelihatan, bagaimana jika prospek bisa menulis banyak sekali daftar nama dan bisa terus menambahkannya setiap waktu.

Ajak prospek juga menghitung, bahwa setiap orang yang bergabung juga bisa menulis daftar nama sebanyak dia. Artinya, potensi daftar nama menjadi tidak terbatas.

Saya khan tidak bisa ngomong

Ibu tepat sekali di bisnis ini. Bisnis ini tidak perlu pintar ngomong seperti penyiar radio. Yang diomongin itu-itu saja. Presentasi sudah ada panduannya, tinggal dibaca. Kalau diulangi terus jadi kebiasan, pasti sangat-sangat gampang.

Saya nggak bisa jualan

Bapak tepat sekali. Ini bukan bisnis jualan seperti sales ketuk-ketuk dari pintu ke pintu.

Bapak beli produk untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Bapak tinggal mengajak keluarga dan teman untuk sehat bersama. Mereka belanja sendiri di stokis-stokis yang ada.

Jawaban selanjutnya, sesuaikan dengan karakter prospek. Misalnya prospek adalah seorang guru, “Di bisnis ini yang sangat penting adalah mengembangkan sumberdaya manusianya. Biasanya orang yang memiliki kemampuan mendidik, lebih mudah sukses di bisnis ini”.

Saya khan mahasiswa, bagaimana supaya tidak mengganggu kuliah?

Anda bisa tawarkan : Bagaimana kalau pertanyaan itu dibalik : Bagaimana caranya kuliah tidak mengganggu bisnis Saya?

Pertanyaan ini penting untuk mengajak orang berpikir dengan sudut pandang yang baru. Kebanyakan orang memiliki alur hidup sekolah, kuliah, kerja, berkeluarga. Bisnis sering dianggap sampingan saja.

Pertanyaannya, mana yang lebih menjamin masa depan Anda, gelar sarjana Anda ataukah pekerjaan atau bisnis Anda? Jawabannya bebas, tergantung sudut pandang Anda.

Kalau Anda memilih fokus berbisnis untuk masa depan, maka Anda adalah pengusaha yang kebetulan menjadi mahasiswa, Tetapi kalau fokus Anda adalah kuliah, lulus dan melamar kerja, maka Anda adalah mahasiswa yang kebetulan pengusaha.

Tidak didukung orangtua

Kebanyakan orang tua tidak melarang Anda berbisnis. Kebanyakan melarang bercita-cita terlalu tinggi. Itulah gambaran orang pada umumnya. Karena orang tua Anda belum mempelajari bisnis Anda. Mereka tidak ingin kalau Anda gagal, akan sangat kecewa. Coba minta uang untuk bisnis kecil-kecilan, lebih besar kemungkinan untuk dibantu.

Sudah banyak mahasiswa yang tidak didukung orangtua tetapi sudah sukses di bisnis ini.


Terlalu tua

Bapak tepat di bisnis ini. Orang tua lebih memerlukan tambahan nutrisi untuk merawat kesehatan. Kalau Bapak bisa jauh lebih sehat, Bapak bisa membantu keluarga atau teman-teman Bapak untuk sama-sama lebih sehat. Kalau Bapak bisa menolong banyak orang untuk sehat, Bapak bisa sukses di Bisnis ini.

Terlalu muda

Anda tepat di bisnis ini. Mumpung masih muda, bisnis ini akumulasi tanpa batas waktu. Kesempatan Anda masih panjang, peluang untuk menikmat kesuksesan jauh lebih besar. Kalau tua sukses itu biasa, Anak muda sukses baru luar biasa.

Saya tidak punya modal?

Bapak tepat sekali, karena ini adalah bisnis termurah modalnya. Bisa dicicil tanpa batas waktu. Justeru karena kita tidak punya uang, kita menjalankan bisnis ini supaya bisa memiliki banyak uang. Kalau memiliki banyak uang, kita bebas memilih mengembangkan usaha jenis-jenis lainnya. Atau menggunakannya untuk mewujudkan impian Bapak.

Jika prospek menunjukkan keinginan yang sungguh-sungguh untuk bergabung tetapi belum punya uang, Anda bisa berikan beberapa pilihan sebagai solusi. Pertama, menjual barang-barang yang tidak penting dimiliki bahkan menganggu produktivitas seperti play station dll. Randy Gage dalam bukunya : How to build your multilevel money machine mengatakan seperti ini,” … Bagaimanapun juga anda harus menginvestasikan uang anda. Jika anda tidak punya uang, jual televisi anda. Anda tidak membutuhkannya saat menjalankan bisnis ini…”. Maksudnya apa, TV adalah simbol zona kenyamanan Anda. Jual barang-barang Anda yang kurang penting.

Kedua, mengalihkan uang konsumtif menjadi modal membangun asset. Sisihkan minimal 10% dari penghasilan (tidak peduli berapapun penghasilannya) untuk investasi. Di buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki menyebutnya sebagai kecerdasan financial. Orang yang memiliki kecerdasan financial tidak pernah membelanjakan seluruh uangnya untuk konsumsi. Semiskin apapun, dia tetap berusaha menyisakan sebagian uangnya untuk investasi. Pasti menderita sekali. Tetapi mereka mengerti, jauh lebih baik menderita beberapa tahun tahun dibandingkan harus menderita seumur hidup. Apalagi mewariskan penderitaan ke anak cucu.



Ketiga, meminjam. Meminjam bukanlah tindakan bodoh apalagi memalukan. Robert K bilang ada utang buruk ada utang baik. Utang baik sepanjang digunakan untuk investasi produktif. Itulah sebabnya lembaga perbankan, koperasi dan lembaga keuangan lainnya didirikan. Anda bayangkan kalau tidak ada pinjaman. Tidak ada orang berinvestasi. Uang dalam jumlah besar nganggur di lemari bank. Ekonomi pun tidak pernah bergerak. Kalau Anda mengikuti forum diskusi bisnis manapun baik yang ofline maupun online, tema-tema mendapatkan kredit adalah salah satu tema yang paling menarik dan sering dibicarakan.

Keempat, bantu prospek menemui keluarga atau kerabat yang membutuhkan produk kesehatan. Saya memiliki beberapa downline yang karena keterbatasan, tidak mengeluarkan serupiah pun. Bahkan mendapatkan keuntungan dari selisih harga konsumen. Setelah menikmati bonus, barulah mereka menjadi pemakai produk.

---------------

Mungkin Anda bertanya, Loh Pak, kok semua orang dibilang paling tepat di bisnis ini. Apa ini tidak membohongi mereka?

Sama sekali bukan. Kalau Anda mendengarkan kaset dan buku-buku pengembangan diri, Anda akan menyadari semua orang tanpa kecuali memiliki potensi Dahsyat Luar Biasa yang memastikan mereka sukses. Namun kebanyakan orang lebih suka melihat kelemahan dirinya. Sayang sekali, banyak orang belum bisa melihat : seringkali yang dianggap kelemahan justeru pembawa keberuntungannya.

Ada sebuah kisah, sekawanan kodok sedang berjalan beriringan, tiba-tiba saja dua teman mereka terperosok di sebuah lubang yang dalam. Kedua kodok ini berusaha keras melompat namun tak kunjung berhasil. Teman-teman mereka yang juga belum pernah melompat dari lubang sedalam itu akhirnya beramai-ramai memberi nasehat. Mereka berteriak-teriak dari pinggir lubang, “Hey, tidak usah teruskan, percuma saja kalian melompat. Lebih baik kalian pasrah saja disana. Siapa tahu hujan segera datang”.

Salah satu kodok akhirnya frustasi dan mati karena putus asa. Sementara, kodok yang satunya melompat semakin keras sampai akhirnya, “Hup..” Si kodok berhasil keluar dari lobang. Teman-temannya sangat takjub sekali melihat semangat si kodok ini dan merasa malu karena sudah melemahkan semangat. Saat mereka masih terheran-heran, mereka tambah terkejut karena si kodok tadi menyalami mereka semua dan mengucapkan,” Terima kasih terima kasih, karena semangat dari Anda semua, saya berhasil selamat. Terima kasih, terima kasih..!!

Sekawanan kodok tersebut baru sadar, temannya yang berhasil selamat itu ternyata ...tuli. Sang kodok yang selamat hanya melihat mulut teman-temannya berteriak. Ia mengira, teman-temannya memberikan semangat untuk melompat lebih tinggi.

Saudara, percayalah bahwa Anda sempurna. Tidak peduli siapapun Anda, potensi Anda tetap luar biasa. Syukuri keberadaan Anda.

Orang sering lupa menyadari, segala kelemahan yang dimiliki bisa membangkitkan potensi dirinya yang lain dengan sangat luar biasa dan menutupi kelemahannya itu. Tugas kita adalah menunjukkan bahwa kelemahan-kelemahan mereka bisajadi sekaligus juga pemacu potensi terbesar mereka.

Stephen Hawking adalah orang yang lumpuh total sejak usia belia. Namun justeru karena tangan dan kakinya lumpuh, otaknya terlatih untuk melakukan perhitungan matematika dan fisika tanpa kertas, tanpa pensil, tanpa kalkulator, tanpa alat apapun.

Semua perhitungan rumit dilakukan dikepalanya. Itulah sebabnya Stephen Hawking mendapat penghargaan nobel sebagai fisikawan terbesar abad ini.

Mahatma Gandhi adalah seorang pendiam. Semua elit politik mengatakan, tidak mungkin India memiliki pemimpin politik seperti dia. Hari ini sejarah mencatat beliau sebagai pemimpin terbesar di India yang pernah ada.

Benyamin Disraeli mengatakan : Manusia bukanlah ciptaan keadaan, keadaan itulah ciptaan manusia

Apapun keadaan Anda sesaat yang lalu, itu tidak penting. Saat ini adalah waktu untuk mencetak masa depan anda. Waktu tidak bisa Anda nego, 10 tahun, 20 tahun lagi pasti tiba waktunya Anda disana. Pertanyaannya, bagaimana Anda menjalani kehidupan Anda saat itu?

Apakah Anda masih tidak punya teman? Apakah Anda masih belum punya modal? Apakah Anda masih tidak bisa ngomong? Apakah Anda masih terlalu muda untuk mulai, atau sudah terlambat karena sudah terlalu tua? Apakah seluruh keluarga Anda masih tidak mendukung Anda untuk sukses?

Sampai berapa tahun lagi Anda menolak peluang sukses dengan alasan yang sama? Sampai kapan Anda memenjarakan diri Anda dengan tembok-tembok tebal yang Anda ciptakan sendiri?

Kalau Anda bisa membangun tembok-tembok itu, Anda juga pasti bisa menghancurkannya. Pertanyaannya adalah maukah Anda. Kalau Anda mau, Anda pasti Bisa. Anda Pasti Bisa..!!!

Hari ini, saatnya mulai menghancurkan tembok-tembok itu. Segalanya berubah begitu Anda mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang merubah masa depan Anda dan orang-orang yang Anda cintai.

Do something..!!! Lakukan sesuatu...!!! Untuk berhasil di Bisnis Anda

Lakukan sesuatu sampai kehidupan Anda dan seluruh orang-orang yang Anda cintai berubah...!!!!

Be Number One..!!

Thanks to P.Gatot (www.begreatvision.com)
Read More..
Mencoba Lebih Baik daripada Diam,karena Mencoba mungkin SUKSES kalo Diam pasti Gagal...!